by admin | Nov 27, 2010 | Berita
Pada hari Jumat (26/11), ISI Denpasar menggelar “workshop” Penciptaan Patung Topeng sebagai Industri kreatif, yang diikuti oleh 20 orang peserta, 5 orang mahasiswa Kriya Seni, 7 orang mahasiswa Seni Patung, 2 orang alumni Kriya Seni, 2 orang Dosen, dan 4 orang seniman anggota dari BIASA ( Bali Indonesia Sculptor Association).
Instruktur kegiatan ini adalah: I Made Sukanta Wahyu (seniman dari Klungkung), I Ketut Muja (Seniman dari Singapadu), I Made Sudiarta (Seniman dari Mas Ubud). Ketiga instruktur ini adalah seniman senior dengan gaya yang berbeda. Peserta dapat memilih gaya siapa yang dikehendaki dalam penciptaan karyanya. Semua karya hasil ”workshop” ini akan dipamerkan di sebuah gallery untuk mendapatkan apresiasi masyarakat terutama yang berkaitan dengan nilai dan pasar.
”Workshop” ini terselenggara berkat kerjasama antara Community Development (Comdev) I-MHERE Sub- Compenent B1. Batch III ISI Denpasar dengan Bali Indonesia Sculptor Association (B.I.A.S.A). Kegiatan ini dilaksanakan karena pemasaran seni patung dan kerajinan saat ini sangat lesu. Hal ini disebabkan karena karya yang diciptakan sangat monotun dan tersebar luas di setiap daerah. Karya dengan disain baru sangat jarang muncul. Kreasi dan inovatif seniman sangat minim, mereka hanya sebagai pekerja, dan bukan sebagai pencipta. ”Ini merupakan sebuah fenomena yang perlu dipecahkan, sehingga karya seni patung dan kerajinan akan bersinar lagi dan menjadi salah satu primadona pariwisata Bali. Diperlukan suatu trobosan yang lebih enerjik untuk memberdayakan hasil karya seni yang ada menjadi sebuah industri kreatif,” ujar ketua panitia, Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Rektor ISI Denpasar yang diwakili Pembantu Rektor I, Drs. I Ketut Murdana,M.Si. mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para seniman yang telah membantu kegiatan ”workshop” tersebut. Dalam usaha memberdayakan hasil karya seni murni menjadi industri kreatif diperlukan berbagai terobosan dari para seniman untuk menciptakan karya seni yang kreatif dan inovatif yang nantinya dapat diproduksi massal dan dapat bersaing di pasaran global. Untuk menjawab permasalahan tersebut perlu diciptakan sebuah disain baru sebagai model yang unik dan menarik. Penciptaan karya ini bertujuan untuk mengembangkan salah satu seni tradisional menjadi sebuah karya kreasi baru dan dapat bersaing di pasaran global. ”Penciptaan patung topeng ini akan sangat bermanfaat bagi para seniman karena akan mendapatkan suatu pengalaman baru dalam menciptakan sebuah karya seni yang kreatif. Setelah penciptaan ini, mahasiswa diharapkan dapat termotivasi untuk menciptakan karya yang berstandar industri kreatif, dan banyak belajar tentang proses penciptaan seni yang yang terarah untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan,”harapnya.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Nov 27, 2010 | Berita
Menindaklanjuti pengumuman kami nomor 71248/A4/KP/2010 tanggal 30 September 2010 perihal Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kemdiknas Tahun 2010, dengan ini kami tetapkan peserta seleksi CPNS di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2010 yang dinyatakan lulus seleksi tahap akhir.
Kepada peserta yang dinyatakan lulus agar segera melapor kepada unit kerja masing – masing untuk proses lebih lanjut selambat – lambatnya tanggal 3 Desember 2010
Dikeluarkan di Jakarta
pada tanggal 27 November 2010
a.n. Menteri Pendidikan Nasional
Kepala Biro Kepegawaian selaku Ketua Panitia,
ttd
Muslikh, S.H.
NIP. 195809151985031001
Salinan pengumuman
CPNS ISI Denpasar
by admin | Nov 26, 2010 | Berita
Jakarta — Guru memiliki posisi strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, profesionalitas guru juga harus terus ditingkatkan. “Profesionalitas sangat dipengaruhi kemampuan guru menguasai bahan-bahan ajar,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh seusai menjadi pembina upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-16 di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (25/11/2010).
Tema HGN adalah “Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera”. Adapun subtemanya adalah “Meningkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat.”
Mendiknas menjelaskan, ada empat ranah profesionalisme guru yang harus ditingkatkan yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesi. “Empat ranah itu yang harus dinaikkan terus menerus,” katanya.
Guru dalam menjalankan profesinya juga harus mendapatkan perlindungan. Kerja dan dedikasi guru, kata Mendiknas, harus dihargai dengan meningkatkan kesejahteraannya. “Profesi, martabat, dan kesejahteraannya terjaga. Dengan tiga hal itu, ke depan, guru diharapkan bisa memerankan tugas utamanya.”
Dalam sambutannya, Mendiknas menyampaikan, ada tiga tugas utama bagi seorang guru yaitu mengajarkan ilmu, membentuk kepribadian dan karakter yang mulia, dan menanamkan rasa optimisme, cita-cita, dan pikiran positif. “Kalau itu bisa dilakukan Insya Allah sekolah akan menjadi kebun ilmu dan rumah pembentuk kemuliaan kepribadian.”
Peringatan HGN, kata Mendiknas, merupakan saat yang tepat untuk melakukan kontemplasi, perenungan, atau refleksi diri terhadap langkah panjang yang telah dilalui khususnya terkait dengan cita-cita awal yang mendorong lahirnya HGN. Sebuah cita-cita yang saat itu dikobarkan dengan semangat kesediaan diri setiap insan guru Indonesia memberikan lebih dari kewajibannya dan menerima kurang dari hak-haknya.
“Dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan yang Insya Allah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan yang jauh lebih besar,” katanya.(Agung)
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/11/hari-guru-nasional.aspx
by admin | Nov 26, 2010 | Artikel, Berita
Kiriman I Gede Suwidnya, mahasiswa PS Seni Karawitan
Timbulnya barungan gambelan Slonding di Pura Puseh Desa Seraya Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem yaitu sebelum tahun 1995 sangat dikeramatkan oleh Prajuru Desa Seraya, Krama ngarep atau Penua dan termasuk Krama Desa Seraya.
Karena Gamelan Selonding ini ditaruh di Pura Pasimpenan yang disebut Pura Slonding (disimpan memakai wadah kropakan/kotak kayu). Tiga bilah Gangsa yang kecil hanya dikeluarkan/dipundut (ditempatkan pada sebuah tapakan) pada saat Usaba Balai Sanghyang. Sedangkan tapakan-tapakan Idha Betara yang lainnya di pundut pada saat Usaba Bubuh, Purnama Kedasa, Usaba Kaja dan tiap Purnama Kapat.
Sedangkan bilah-bilah ini bisa juga berfungsi sebagai Gamelan atau alat tabuhan untuk mengiringi upacara-upacara Di Pura Desa Seraya. Awal Upacara di Pura Puseh Desa Seraya yaitu pada tahun 1996 setelah I Made Putu Suarsha Menjabat sebagai Kelihan Desa Adat yang diangkat pada tahun 1995.
Beliau menjelaskan bahwa, berwal dari rasa penasaran beliau yang ingin mengetahui isi dari Pelinggih Pasimpenan. Setelah beliau memeriksa ternyata di dalam kropakan tersebut ada bilah-bilah gangsa yang terbuat dari besi, yang terpanjang sampai mencapai 120 cm. Dan juga ditemukan satu pasang Relief dengan rantai dan jejuluknya disertai dengan beberapa cagak serta beberapa penyeleng gangsa yang terbuat dari perunggu yang berbentuk Naga.
Berawal dari penemuan tersebut I Made Putu Suarsha langsung berkordinasi dengan Bapak Wayan Tusan dari Desa Bebandem untuk mohon bantuan memfasilitasi dalam upaya membangun kembali (merakit agar kembali berfungsi). Pad akhirnya diperiksalah oleh beliau dan ternyata jumblah bilahnya masih dikatakan utuh oleh beliau, hanya saja pelawahnya harus di perbaharui/diganti dengan kayu nangka/ketewel yang berukuran sangat besar. Yang oleh beliau dikatakan sebagai Gamelan Selonding pada waktu itu.
Mengetahui demikian adanya fakta yang didapat ahirnya I Made Putu Suarsha selaku Kelihan Desa Adat Seraya langsung membuat banten atau sesaji dan ngaturang piuning/memohon Kepada Idha Sanghyang Widhi Wasa Tuhan yang berstana di Pura Puseh Desa Seraya agar gamelan tersebut diijinkan untuk diperbaiki dan diijinkan untuk ditabuh sebagai mana layaknya gamelan selonding yang ada di daerah lain.
Selain hal tersebut I Made Putu Suarsha melaporkan hal tersebut ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang pada akhirnya menanggapi dan langsung melakukan survei ke Pura Puseh Desa Seraya. Yang kemudian memberikan dana bantuan untuk merenopasi Gamelan Selonding tersebut. Yang ahirnya sampai saat ini Gamelan Selonding tersebut sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Namun Gamelan Selonding ini hanya bisa ditabuh dan dibunyikan di Areal Pura Puseh Desa Seraya dan pada saat hari raya-hari raya tertentu.
Gamelan Slonding Di Pura Puseh Desa Seraya Karangasem, selengkapnya
by admin | Nov 24, 2010 | Berita
Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar yang senantiasa diwarnai nuansa estetika, dengan suara gamelan serta gemulai tari, dan suara khas dalang memainkan wayang, seluruh mahasiswa semester VII kampus seni ini, pagi ini meninggalkan Bali menuju kampus ISI Surakarta dalam program “studi ekskursi” yang berlangsung dari tanggal 25-28 November 2010. Kegiatan ini merupakan kegiatan terprogram tahunan yang diwajibkan untuk mahasiswa semester VII FSP, untuk ketiga jurusan yaitu Jurusan Pedalangan, Karawitan, dan Tari, tanpa dipungut biaya.
Dekan FSP, I Ketut Garwa, SSn.,M.Sn. didampingi para Pembantu Dekan FSP menyampaikan bahwa kegiatan studi ekskursi ini dimaksudkan sebagai ajang untuk menambah wawasan serta bersinergi dengan universitas lain, dalam hal ini ISI Surakarta yang juga mengundang ISI Denpasar untuk menghadiri seminar & workshop pada tanggal 26/11,yang salah satu pembicaranya adalah Rektor ISI Denpasar, dengan topik “Musik Bali Mendunia”. Di samping itu, rombongan yang berjumlah 112 orang ini juga akan menghibur masyarakat Solo dalam parade Gong Kebyar se-Jawa dengan tabuh Gasuri, Goak Macok, Tari Wiranjaya, serta Fragmen Tari Ciwa Wisaya, yang melibatkan dalang ternama I Ketut Kodi, SSP.,M.Si. dari Jurusan Pedalangan.
“Saya berharap dengan kegiatan akademis ini, mahasiswa semakin terdidik dan terlatih untuk menjadi calon sarjana seni dan professional seni yang unggul dalam moral, kreativitas, dan daya saing, dalam bidang masing-masing,”ujar Garwa berharap. Sedangkan persiapan untuk lomba karya cipta seni pertunjukan kontemporer di ISI Yogyakarta sudah final dan penarinya ikut serta dalam studi ekskursi ini, walaupun karena adanya masalah bencana alam Merapi, lomba tersebut masih ditunda pelaksanaannya.
Rektor ISI, Prof. I Wayan Rai S.,M.A. sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh dosen dan mahasiswa yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan diri untuk kegiatan studi ekskursi ini. “Studi ekskursi ini adalah kegiatan belajar sambil jalan-jalan, yang tentunya akan sangat signifikan manfaatnya bagi mahasiswa untuk melakukan studi penelitian dan menciptakan karya-karya pertunjukan seni yang mendorong ke arah peningkatan pelajaran seni yang lebih baik,”ujar Prof Rai.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Nov 24, 2010 | Berita, pengumuman
DALAM RANGKA PROGRAM PRAKTEK KERJA LAPANGAN MAHASISWA FKIP UNS SOLO SURAKARTA, ISI DENPASAR MENDAPAT KEHORMATAN UNTUK MENERIMA KUNJUNGAN TERSEBUT PADA :
HARI/TGL. : KAMIS, 25 NOPEMBER 2010
WAKTU : 08.00 WITA
TEMPAT : LATTA MAHOSADHI (PUSDOK)
DALAM KUNJUNGAN TERSEBUT MAHASISWA FKIP UNS SURAKARTA DISAMBUT OLEH PEMBANTU DEKAN I DAN II BESERTA KETUA JURUSAN DAN KETUA PS. DILINGKUNGAN FSRD ISI DENPASAR. KUNJUNGAN DI ISI DENGAN CERAMAH DARI DOSEN PS. DESAIN INTERIOR DRS. A.A. RAI REMAWA, M.SN, JUGA DIISI DENGAN KUNJUNGAN KEMASING-MASING JURUSAN DAN DIPANDU LANGSUNG OLEH KETUA JURUSAN DAN KETUA PS. MASING-MASING.


