by admin | Dec 21, 2010 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Nomor: 683/I5.1.10/PP/2010
Diberitahukan kepada Mahasiswa FSRD ISI Denpasar Peserta Tugas Akhir Semester Ganjil 2010/2011 bahwa:
- Pendaftaran TA dimulai tanggal 5 – 11 Januari 2011
- Biaya Pendaftaran Rp. 1. 300.000,-
- Pameran TA diadakan tanggal 17 – 21 Januari 2011
- Ujian TA diadakan tanggal 24 – 28 Januari 2011
- Yudisium dilaksanakan tanggal 17 Februari 2011
Demikian kami sampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan. Terimakasih.
a.n. Dekan,
Pembantu Dekan I,
TTD
Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn.
NIP. 196107061990031005
by admin | Dec 19, 2010 | Berita
Gagasan untuk mendirikan ISI Palu semakin mendekati realisasi. Rabu, (15/12) Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A. beserta PR II, Akademisi Seni Franki Raden, Ph.D. meninjau kesiapan sarana gedung ISI Palu. Rombongan didampingi oleh Kadisbudpar Drs. Suaib Jafar, M.Si. mengunjungi Kompleks Taman Budaya Sulteng.
Gedung Seni Pertunjukan, Gedung Pertunjukan Teather, Gedung Seni Rupa, Gedung Olah seni, hingga asrama mendapat perhatian dari rombongan, karena lokasi tersebutlah yang akan menjadi gedung ISI Palu nantinya.
”Sarana gedung telah siap, dan kami sangat senang dengan keadaan Taman Budaya yang telah representatif untuk dijadikan gedung ISI Palu nantinya. Ini bukan pujian, semuanya sudah siap, hanya perlu sedikit tambahan nuansa dekoratif saja,” ungkap Prof Rai. Beberapa poin penting yang menjadi nilai tambah dari Taman Budaya ini, diantaranya adalah mudahnya akses transportasi ke lokasi Taman Budaya, sehingga siapa saja dengan mudah dapat mencapai lokasi tersebut, disamping lokasi Taman Budaya yang dekat dengan laut dan gunung yang tentu menjadi sumber inspirasi bagi para seniman nantinya. Setelah ISI Palu, kami akan susul dengan kerjasama dengan daerah lainnya,”ujar Prof Rai optimis.
Sebelum kuliah perdana pada bulan september 2011, bulan april 2011, ISI Denpasar akan mengunjungi Palu dengan anggota yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 100 orang. Mahasiswa dan dosen ini akan menciptakan karya baru dengan konsep budaya Palu. Selain itu, kunjungan ini akan menjadi momentum sosialisasi yang akan berlangsung hingga bulan Juni 2011. Rencana kerja yang telah disusun merupakan langkah selanjutnya dari proses pendirian ISI Palu. Pendaftaran mahasiswa akan dilakukan secara online melalui internet.
Frank Raden mengatakan bahwa walaupun ISI Palu adalah cabang ISI Denpasar, tapi yang diajarkan adalah lebih banyak kesenian lokal dan modern. Selain itu, dengan adanya ISI Palu nantinya, karya-karya seniman besar Hasan Bahasuan akan mendapat tempat yang lebih baik. ”Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada pihak ISI Denpasar terkait pendirian ISI Palu dan kerjasama budaya yang akan dibangun antara ISI Denpasar dan Pemuda Sulteng,”ujar Suaib Djafar.
Humas ISI Denpasar melaporkan.
Keterangan Foto:
Dari Kiri Ke Kanan
Franky Raden, Ph.D.(Seniman dan konsultan), Drs. Suaib Djafar,M.Si., (Kadisbudpar Sulteng),Drs. I Nyoman Slamet S,Pd.,M.Si. (Anggota Komisi IV DPRD Sulteng), Prof. Rai (Rektor ISI Denpasar), I Gde Arya Sugiartha (PRII ISI Denpasar)
by admin | Dec 19, 2010 | Berita
Tirta Amerta yang ada di dalam gunung dapat dikeluarkan untuk memberi kebahagiaan bagi umat manusia di dunia. Tirta ini juga menjadi rebutan para Dewa dan Raksasa, yang kemudian membuat perjanjian menuju lautan susu (Ksirarnawa).Dewa Antaboga ditugaskan membelit gunung agar tidak goyang, Bedawang Nala memegang dasar dengan tujuan agar gunung menjadi kuat. Indra berada di puncak gunung Mandara agar gunung tidak terbalik. Para Dewa dan Raksasa memperebutkannya. Ciwa yang lebih dulu bisa mendapatkan dan langsung meminumnya. Namun apa yang terjadi Dewa Ciwa menjadi biru, karena sesungguhnya bukan Tirta Amerta, tetapi racun yang telah diminumnya. Ciwa mendahului mengambil dan meminum racun tersebut agar para Dewa dan Raksasa tidak mati karena meminum racun itu. Demikianlah sekilas cerita pragmentari”Ciwa Wisaya” yang memukau penduduk desa Bungkulan yang memadati jaba Pura Agung Bungkulan pada hari Jumat (16/12) tengah malam hingga dini hari.
Rombongan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar yang dikomandoi langsung oleh Dekan FSP, I Ketut Garwa,S.Sn.,M.Sn. serta 40 orang mahasiswa asing ISI Denpasar ”ngaturang ayah” di Pura Agung Bungkulan hingga hampir dini hari. Tabuh Gesuri, Goak Macok, Tari Wiranjaya, serta Pragmentari Ciwa Wisaya ditampilakn oleh mahasiswa FSP semester VII, sedangkan mahasiswa asing asal Jepang, Mariko Inui dan Tashiro Cia membawakan tari Margepati.
”Kami atas nama pimpinan, sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh mahasiswa dan dosen ISI Denpasar, yang tetap semangat ”ngayah” saat hari raya seperti ini. Terima kasih yang sangat dalam juga kami haturkan kepada seluruh masyarakat Bungkulan yang telah memberi kesempatan kepada kampus ISI Denpasar untuk ”ngayah”, serta sambutan yang begitu baik dari masyarakat Bungkulan. Kegiatan ngayah kali ini adalah juga wujud rasa hormat kami kepada Alm.Drs.IGB Nyoman Panji, guru kami yang sangat luar biasa,”ujar Prof Rai didampingi seniman dan budayawan asal Bungkulan,Drs. IGB Sudhiyatmaka Sugriwa,M.M., yang juga sangat berterima kasih dan bangga kepada ISI Denpasar yang telah bersedia ”ngayah” di pura Agung Bungkulan.
Humas ISI Denpasar melaporkan.
by admin | Dec 18, 2010 | Berita
JAKARTA — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong integrasi pendidikan. Menurutnya, pendidikan yang terintegrasi akan menghilangkan jarak antara pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi.
M Nuh menyebutkan, integrasi tersebut dibagi ke dalam tiga bagian. Yakni integrasi jenjang pendidikan, integrasi kewilayahan dan integrasi sosial. Ada pun integrasi jenjang pendidikan, artinya mennintegrasikan jenjang pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi.
“Harus ada sambungannya. Pasalnya, selama ini pendidikan dasar menengah (dasmen) selalu ada jarak dengan pendidikan tinggi. Dengan adanya integrasi ini, maka akan menyentuh semuanya. Oleh karena itu, pencapaian prestasi di jenjang dasmen pastinya akan digunakan di jenjang selanjutnya, yakni pendidikan tinggi,” ungkap M Nuh usai membuka acara Sosialisasi Kebijakan Ujian Nasional (UN) di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (17/12).
Sementara soal intergrasi kewilayahan, Muh menjelaskan bahwa hingga saat ini masih ada persoalan kewilayahan di dalam pelaksanaan pendidikan. Dipaparkannya, ada sebagian pelajar di suatu wilayah yang belum dapat menikmati perguruan tinggi di wilayah yang sama. Begitu juga dengan pelajar dari satu wilayah lain yang ingin sekali sekolah di wilayah lain, ternyata tidak bisa karena yang diutamakan adalah pelajar setempat,
Dengan kondisi demikian, maka dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tidak akan menerapkan basis kewilayahan, karena ruang lingkup penerimaan PTN ada yang sampai lintas negara. “Solusinya adalah membuka lebar kesempatan calon mahasiswa untuk masuk PTN, yakni sebanyak 60 persen dari total penerimaan masing-masing PTN. Dengan begitu, dapat dipastikan dari berbagai daerah bisa masuk PTN dari seluruh daerah karena pintunya sudah terbuka lebar, semuanya ada kesempatan,” jelasnya.
Terakhir adalah integrasi sosial. M Nuh menjelaskan bahwa di dalam peraturan pemerintah (PP) Nomor 66 tahun 2010 tentang pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan sudah disebutkan bahwa PTN wajib menerima mahasiswa miskin dan berprestasi sebanyak 20 persen dari total penerimaan mahasiswa baru.
“Mengenai masalah status sosial di PTN ini memang menjadi masalah tersendiri. Maka dari itu, pemerintah memutuskan bahwa mahasiswa miskin harus diberikan jatah kursi sebanyak 20 persen. Dengan adanya integrasi ini, maka UN tetap harus dilakukan karena semuanya saling terkait,” imbuhnya. (cha/jpnn)
Sumber: http://www.jpnn.com/read/2010/12/18/79886/Pemerintah-Upayakan-Integrasi-Jenjang-Pendidikan-
by admin | Dec 16, 2010 | Artikel, Berita
Kiriman I Nyoman Gede Haryana
Bali adalah merupakan daerah yang sangat kental dengan tradisi seni dan budaya dimana hal tersebut sangat lah besar pengaruhnya pada kehidupan dan kepribadia masyarakat Bali . Salah satu dari tradisi dan budaya yang seolah-olah sudah menjadi nafas kehidupan orang Bali adalah seni karawitan (gambelan).
Gambelan merupakan sebuah orchestra Bali yang terdiri dari bermacam-macam barungan gambelan gambelan (instrument) yang terbagi kedalam 3 golongan yaitu : golongan tua ,golongan madya ,dan golongan baru ,dimna masing-masing golongan tersebut memiliki banyak jenis barungan gambelan seperti : Selonding , Gambang ,Gender Wyang , Semar Pegulingan ,Gong Kebyar ,Gong Luang ,dan masih banyak lagi barungan gambelan yang lainnya yang mempunyai laras pelog dan selendro . Dapat dipahami bahwa hidupnya gambelan Bali ditengah-tengah masyarakat yang telah luluh berefleksi dengan aktifitas kehidupan sehari-hari , dalam struktur masyarakat yang bervariasi . Kenyataan ini terlihat jelas karena gambelan Bali muncul dalam Nafas nya yang murni,memiliki cirri-ciri,identitas dan kekhasan yang masih didukung kuat oleh system kehidupan masyarakat setempat.
Begitu banyaknya jenis barungan gambelan Bali, namun masing-masing gambelan mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda , salah satu perangkat gambelan yang akan dibicarakan dalam konteks tulisan ini adalah gender wayang , yang merupakan sebuah barungan gambelan yang digolongkan kedalam gambelan golongan tua . Gender Wayang adalah music atau gambelan yang merupakan barungan gender , yang dipakai untuk mengiringi pertunjukkan Wayang Kulit.
Masing-masing daerah umunnya mempunyai cirri khas yang berbeda mengenai asal mula suatu barungan gamelan terutama pada gender wayang , dalam penelitian ini penulis menekankan untuk menjelaskan serta mengetahui asal mula serta fungsi dari Gender Wayang yang terdapat di salah satu daerah di Kota Denpasar antaranya di daerah Br. Kayumas Kaja , Desa Dangin Puri, Denpasar Timur , dan hal ini biasa di alami dengan factor perkembangan dunia global dengan banyak pengaruh dunia luar masuk ke pulau Bali , maka dari itu sejarah sangat penting dalam kehidupan apapun terutama pada gamelan Gender Wayang agar paling tidak diketahui serta dipahami oleh generasi penerus serta menghindari dari kepunahan suatu kebudayaan leluhur yang kita miliki.
Asal Usul
Setelah wawancara dengan Bapak I Wayan Suweca SS,kar, menurut informasi yang saya dapatkan adanya gambelan gender wayang di Kayumas Kaja dimulai pada tahun 1932 di rumah Pan Madri ( sebutan bapak untuk anak pertama) , dimana anggotanya terdiri dari Pan Madri ,Pan Kandra , Pan Ruki dan Pan Runa adapun instrumen gambelan tersebut merupakan pinjaman dari keluarga Pan Madri di Desa Panjer , Denpasar Selatan oleh Pan Made Regeg. Kemudian Pan Madri ini membentuk sekha gender wayang,sesudah itu pada generasi ke dua ada penambahan pemain yaitu Iwayan Konolan atau dipanggil Pan Weca dan disaat itu dibentuk juga sekha batel untuk mengiringi Wayang Ramayana yang anggota nya terdiri dari keluarga dari banjar Kayumas Kaja dan banjar Kaliungu dan sekha ini berkembang dengan dipilih nya untuk mengiringi dalang-dalang terkenaldi Denpasar seperti Ida Bagus Tegal dari Tegal Denpasar , Ida kaja Bagus Bindu Dari Kesiman , Ida Bagus Ngurah dari Buduk , Ida Bagus Suyoga dari Bongkasedan masih banyak dalang-dalang terkenal lainnya. Dengan dipilih nya sebagai juru pengiring wayang kulit sekha ini banyak sekali mendapat pengalaman dari dalang-dalang yang diiringi karena mempunyai style-style sendiri- sendiri .Gender Wayang Kayumas Kaja memiliki style yaitu style has Kayumas Kaja misalnya dari bentuk gender wayang dan lagu-lagunya ,setelah gender ini trus dipakai untuk mengiringi akhirnya dikembalikan lagi ke Pan Madri dan pada tahun 1948 meminjam ke Tampak Gangsul oleh orang yang terpandang dari Tampak Gangsul menurut sejarah nya gender dari Tampak gangsul ini hadiah dari Kerajaan Bali di Denpasar yang kualitas nya sangat baik dan metaksu. Dengan dipakai nya gender itu semakin terkenal lah gender kayumas di daerah badung dan sekitarnya ,kemudian karena banyak sekali mengiringi pewayangan maka pada tahun 1972 gender tersebut dikembalikan karena gender tersebut tidak boleh dipinjamkan lagi karena pada saat itu di Tampak Gangsul sedang kacau balau,maka pada saat itu juga Pan Weca membuat lagi tetapi dengan style nya sendiri dengan meniru style gender di Tampak Gangsul dari bentuk , laras sesuai dengan aslinya ,daun gender dibuat oleh Pande Mieg dari Tiingan ,Klungkung dan pelawahnya oleh Pan Weca sendiri . Sejak itulah PanWeca selaku pimpinan sekha gender wayang di Kayumas Kaja membuat gender Khas Kayumas kaja untuk di jual belikan ,sampai sekarang gender wayang di kayumas sudah digenerasikan oleh anak dan cucu dari pan Weca dan tetap eksis sampai saat ini dan dikenal di daerah Bali maupun di luar Bali. Adapun instrumen yang dipakai adalah 2 tungguh pemade dan 2 tungguh kantil , plawah nya style bebadungan yaitu plawah gender wayang tidak ada tatakan atau panyangga di bawahnya karena ada unsur-unsur filosofi yang terkandung pada instrument tersebut karena kayu yang dipakai pada gender itu adalah kayu “Las Celagi” karena dipercaya kayu tersebut memiliki nilai-nilai mistis.
Gender Wayang di Banjar Kayumas Kaja selengkapnya
by admin | Dec 16, 2010 | Berita, pengumuman
Diberitahukan dengan hormat bahwa Program Fulbright yang di Indonesia dikelola oleh American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) memberikan kesempatan kepada para sarjana untuk mengambil pendidikan tingkat lanjut, mengadakan penelitian, atau mengajar di Amerika Serikat mulai bulan September 2012. Selain itu tersedia beasiswa buat para profesional tingkat menengah untuk meningkatkan kemampuan manjerial mereka melalui program Hubert H. Humphrey Fellowship.
Para calon harus mengisi dan mengirimkan kembali formulir pendaftaran berikut nilai TOEFL serta surat rekomendasi kepada kami paling lambat tanggal 15 April 2011 untuk sebagian besar program atau pada tanggal-tanggal tenggat waktu lain sesuai dengan yang tercantum di poster pengumuman untuk proses lebih lanjut. Formulir aplikasi dapat juga didownload dari situs web kami yaitu www.aminef.or.id.
Apabila ada hal-hal yang perlu dijelaskan, kami harap Saudara tidak segan-segan menghubungi Senior Program Officer kami, Sdri. Adeline Widyastuti ([email protected]).
Denpasar, 16 Desember 2010
Pembantu Dekan I,
ttd
Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn
NIP. 196107061990031005