M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Gamelan Bali Mendunia Tanpa Tanda Tanya

Gamelan Bali Mendunia Tanpa Tanda Tanya

Kiriman Kadek Suartaya, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

Pada awalnya, mebarung gamelan menguak dari Buleleng. Dari desa-desa di Bali Utara itu, sekitar tahun 1930-an, merebak ke seluruh Bali. Sejak Pesta Kesenian Bali (PKB) digelar tahun 1979, duel gamelan dan tari ini sangat populer di tengah masyarakat Pulau Dewata. Tetapi, kini, pentas secara kompetitif gamelan ini mulai merambah pulau Jawa. Pada tanggal 26-27 Nopember lalu misalnya,  masyarakat pecinta seni Jawa Tengah, terpana oleh sajian mebarung gamelan Bali yang digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Empat grup gamelan, tiga dari tanah Jawa dan satu dari Bali, tampil adu tangguh. Penonton tampak menikmatinya dengan begitu antusias bak suasana pentas mebarung di Bali.

Pada malam pertama (26/11), pentas secara berhadapan tim gamelan ISI Surakarta dengan ISI Yogyakarta. Sajian konser gamelan dan tari yang ditampilkan mirip dengan festival atau parade Gong Kebyar di arena PKB. Ada tampilan dua konser tabuh dan suguhan nomor tari atau sendratari. Demikian pula mebarung pada malam kedua (27/11) yang menampilkan ISI Denpasar dan grup gamelan Puspa Giri Semarang menyuguhkan materi seni karawitan dan tari yang diwajibkan panitia. Tak dinyana, penampilan tiga grup gamelan Bali dari Jawa tidak kalah tangguh dengan sajian para mahasiswa ISI Denpasar.

Tradisi mebarung gamelan di Bali dan gebrakan mebarung gamelan Bali di Jawa tak bisa dilepaskan dari pesatnya perkembangan Gong Kebyar. Ansambel gamelan yang lahir di Bali Utara pada tahun 1915 ini, kini, hampir dimiliki oleh setiap banjar atau desa di Bali. Belakangan, tak sedikit dari pribadi-pribadi, sanggar-sanggar seni, kantor-kantor pemerintah dan swasta yang memiliki barungan gamelan yang biasanya dimainkan oleh sekitar 30-40 orang penabuh ini. Sedang di Jawa, sekolah-sekolah atau institut-institut seni dan sanggar-sanggar tari juga mengkoleksi dan mempelajari salah satu gamelan yang paling populer ini. Selain itu, kini gamelan Gong Kebyar telah menyebar ke pelosok Nusantara yang dibawa atau diprakarsai oleh para transmigran asal Bali. Ritual agama Hindu di pura pura di daerah transimigrasi di Sulawasi, Kalimantan, Sumatera misalnya telah lazim disertai dengan gemerincing permainan gamelan Gong Kebyar.

Di tengah masyarakat Bali, Gong  Kebyar  berfungsi fleksibel menyertai berbagai kepentingan pentas seni, baik presentasi estetik murni maupun persembahan dalam konteks ritual keagamaan. Gamelan ini sangat umum  dikenal,  baik oleh msyarakat Bali sendiri maupun oleh para peminat musik  luar Bali. Gamelan  ini kini malahan  sudah menyebar  ke luar negeri, di Amerika Serikat ada grup gamelan Gong Kebyar Sekar Jaya dan di Jepang ada grup Sekar Jepun yang sangat aktif menggelar pementasan. Gaya permainan musik Kebyar yang cepat, energik, atraktif, ramai dengan variasi jeda-jeda yang diungkapkan dengan penuh daya pikat, bergairah, dianggap mewakili dan menjadi ciri khas  musik Bali secara keseluruhan.

Fenomena semakin banyaknya sebaran Gong Kebyar di Nusantara bahkan ke seantero jagat memunculkan sebuah wacana yang didiskusikan dalam sebuah seminar pada tanggal 26 Nopember di ISI Surakarta, menjelang pentas Mebarung Gong Kebyar. Tiga pakar seni dan budaya tampil sebagai nara sumber yakni Prof. Dr. Rahayu Supanggah, SKar, Prof. Dr. I Wayan Rai, S.MA, dan Prof. Dr. Ida Bagus Yudha Triguna membahas topik “Musik Bali Mendunia?”, (dengan tanda tanya). Para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen serta para peminat seni, mengikuti dengan tekun seminar setengah hari yang berlangsung hangat itu.

Gamelan Bali Mendunia Tanpa Tanda Tanya, selengkapnya

Holistic Education – Apa itu?

Holistic Education – Apa itu?

Pendidikan di Indonesia merupakan satu sektor yang paling banyak mendapat perhatian. Bukan karena pentingnya sektor ini tetapi karena semua permasalahan tampak menyatu di dalam sektor ini dan sampai sekarang permasalahan tersebut jangankan terurai dan dapat diselesaikan, bahkan usaha pemetaan masalahnya pun masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera usai. Semua usaha sebenarnya telah dilakukan, hanya saja tidak jarang usaha tersebut dilakukan setengah hati atau bahkan tidak jarang menggunakan cara yang sangat tidak elegan seperti mengedepankan sebuah jargon baru dengan isi yang sebenarnya sudah lama ada. Akibatnya tentu saja mudah ditebak, persoalan yang ada bukannya diselesaikan tetapi justru ditambah.

Persoalan lain yang juga tidak kalah merisaukannya adalah munculnya anggapan karena sebuah jargon berhasil dikedepankan lengkap dengan argumentasi akademisnya maka persoalan pendidikan dianggap telah selesai. Padahal anggapan semacam ini tidak kalah berbahayanya dibandingkan dengan permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan itu sendiri. Jargon penting, motto penting, penentuan visi dan misi juga penting. Tetapi jika hanya berhenti sampai di sini lalu beranggapan bahwa semuanya ’beres’ maka tentu saja salah besar. Persoalan lama dalam dunia pendidikan bukan saja tidak terselesaikan – dan mungkin memang tidak akan pernah terselesaikan –  tetapi sejumlah persoalan baru ternyata terus menerus ditambahkan.

Pendidikan Holistik Dunia

Sebagai bagian dari filsafat pendidikan, pendidikan holistik didasarkan pada premis bahwa setiap orang mampu menemukan jati diri, makna, dan tujuan hidup dalam kaitannya dengan masyarakat, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan seperti perhatian, kasih sayang dan perdamaian.  Pendidikan holistik bertujuan menggali dari setiap orang potensi jati diri dan kemampuan untuk mengasihi sesama ditambah dengan kecintaan untuk terus menerus belajar dan mempelajari ilmu pengetahuan. Definisi ini diyakini berasal dari Ron Miller, orang yang dikenal memprakarsai jurnal Holistic Education Review. Pada perkembangan berikutnya istilah ini seringkali dikaitkan dengan tipe pendidikan yang lebih demokratis dan berwajah kemanusiaan.

Robin Ann Martin (2003) mengatakan, seperti yang dicatat dalam situs http://en.wikipedia.org/wiki/Holistic_education, bahwa pada tingkatan yang lebih umum, apa yang membedakan pendidikan holistik dengan jenis pendidikan lainnya ternyata terletak pada tujuannya, pada perhatiannya terhadap pengalaman pembelajaran, dan pada kesepakatan meletakkan pendidikan dalam kaitannya dengan nilai-nilai utama kemanusiaan dalam lingkungan pembelajaran.

Scott H. Forbes dan Robin Ann Martin dalam sebuah makalah – berjudul What Holistic Education Claims About Itself: An Analysis of Holistic Schools’ Literature – yang dipresentasikan pada Konferensi Tahunan Para Peneliti Pendidikan Amerika yang diselenggarakan pada bulan April 2004 di San Diego, California, menegaskan bahwa jika seseorang mencoba merunut asal muasal pendidikan holistik pasti akan menemui kesulitan karena konsep ini pada dasarnya sudah ada sejak zaman dulu dan dapat ditemukan dalam hampir semua konsep pendidikan yang salah satu daya pendorongnya adalah sikap religius kemanusiaan.

Tetapi juga tidak dapat disangkal bahwa nama-nama seperti Jean-Jacques Rousseau, Ralph Waldo Emerson, Henry Thoreau, Bronson Alcott, Johann Pestalozzi, Friedrich Fröbel, and Francisco Ferrer juga berkontribusi besar dalam pembentukan konsep pendidikan holistik. Jejak-jejak pemikiran mereka yang tersebar dalam banyak karya – sastra, filsafat, pendidikan, dan kajian humaniora lainnya – dapat dilacak perannya dalam konsep ini. Para teoris yang lebih modern seperti Rudolf Steiner, Maria Montessori, Francis Parker, John Dewey, John Caldwell Holt, George Dennison Kieran Egan, Howard Gardner, Jiddu Krishnamurti, Carl Jung, Abraham Maslow, Carl Rogers, Paul Goodman, Ivan Illich, and Paulo Freire, suka atau tidak suka, juga harus diakui mempunyai andil dalam pendidikan holistik, meskipun apa yang dikenal sebagai pendidikan holistik ketika itu memang belum mencapai bentuknya yang sekarang.

Bentuk pendidikan holistik mulai muncul pada era tahun 1960-an, ketika pergeseran paradigma kebudayaan mulai terjadi, Berikutnya pendidikan holistik dalam ranah psikologi muncul pada era 1970-an. Era ini ditutup dengan sebuah konferensi interrnasional tentang pendidikan holistik yang diselenggarakan oleh universitas California di San Diego pada bulan Juli 1979. Pemrakarsa konferensi internasional ini adalah Mandala Society dan Pusat Eksplorasi SDM.

Perkembangan berikutnya dapat dilihat pada sejumlah institusi pendidikan – dasar, menengah atau tinggi – yang menerapkan konsep bahwa pendidikan holistik berkaitan langsung dengan masalah hubungan antar sesama, dengan tanggung jawab, dan dengan penghormatan terhadap kehidupan itu sendiri.

Pendidikan Holistik PH

Ada sejumlah institusi pendidikan tinggi yang menyatakan – secara berterang atau tidak berterang – bahwa konsep dasar yang digunakan adalah konsep holistik. Salah satu diantaranya adalah institusi pendidikan tinggi yang berlokasi di dekat Jakarta.

Menurut tokoh penting di balik insitusi pendidikan ini, pertanyaan fundamental yang harus ditanyakan dalam kaitannya dengan bidang pendidikan adalah ’siapa yang memiliki anak-anak?’ atau ’siapa yang menjadi pemilik anak-anak-anak muda?’ Jawaban terhadap pertanyaan ini menjadi penting karena berdasarkan jawaban inilah orientasi pendidikan seseorang akan terungkap dengan sendirinya.

Di negara sosialis atau komunis semua orang menjadi milik partai. Anak-anak pun menjadi milik partai. Bahkan ketika berada di rumah pun anak-anak menjadi milik partai atau milik negara. Maka dari itu tidak mengherankan jika anak-anak dibesarkan dan dididik berdasarkan sistem yang telah ditentukan oleh negara.

Di Indonesia – sebuah negara yang mempunyai falsafah Pancasila – semua orang termasuk anak-anak dipersepsikan menjadi milik masyarakat. Maka dari itu semua orang dididik sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat. Dan karena masyarakat Indonesia sekarang ini berada dalam era yang dikendalikan oleh bisnis dan industri – termasuk di dalamnya bisnis dan industri dunia maya – maka masyarakat tampaknya menjadi puas jika anak-anak mereka memperoleh pendidikan yang memampukan generasi muda untuk masuk dan berkompetisi dalam dunia yang seperti ini.

Pada bagian lain dunia – dunia timur – anak-anak dianggap sebagai milik orang tua, tepatnya miliknya sang ayah. Dalam masyarakat yang seperti ini kesulitan muncul karena keinginan masing-masing ayah dapat berbeda satu sama lainnya. Akibatnya dapat ditebak dengan mudah. Ada beragam keinginan, ada beragam kepentingan. Yang satu dapat saja berbeda secara ekstrim dengan yang lain, sehingga pendidikan menciptakan peluang untuk hidup yang lebih seimbang menjadi sangat kecil atau bahkan tidak ada.

Tampak jelas bahwa tiga pandangan yang telah disebut ini menyebabkan orientasi pendidikan tidak holistik. Orientasi dapat dikembalikan ke jalur holistik jika setiap orang percaya dan yakin bahwa anak-anak milik Tuhan. Jika anak-anak milik Tuhan, maka otoritas yang dimiliki orang tua bukan berasal dari orang tua itu sendiri, melainkan berasal dari Tuhan. Maka dari itu orang tua tidak dapat seenak-perutnya mengatur dan memaksanakan kehendak pada anak-anak. Anak-anak bukan milik mereka, tetapi milik Tuhan, karenanya hanya berdasarkan perintah Tuhan-lah seharusnya anak-anak dibimbing dan memperoleh pendidikan. Pertanyaanya, perintah Tuhan yang mana? Tentu saja perintah Tuhan dalam kitab suci.

Sampai di sini tentu saja tidak ada masalah. Semua orang Indonesia sepakat bahwa salah satu sumber panduan pembinaan kehidupan adalah kitab suci. Dunia pendidikan harus melandaskan dirinya pada kitab suci. Tetapi hal yang sederhana ini menjadi masalah, manakala realitas menyatakan bahwa mereka yang menggebu-gebu menyuarakan masalah pendidikan holistik justru melakukan perbuatan yang bertentangan dengan isi kitab suci. Atau dengan kata lain apa yang terjadi bila mereka yang meyakini bahwa dunia pendidikan yang baik adalah pendidikan yang holistik, dan pendidikan yang holistik adalah pendidikan yang berusaha menghasilkan manusia-manusia yang kehidupannya seimbang, dan manusia yang hidupnya seimbang selalu dituntun oleh kitab suci, justru melakukan manipulasi perbuatan yang tidak sesuai dengan isi kitab suci? Apakah seperti potret buram dunia pendidikan tinggi kita yang sekarang ini?

Jadi disinilah kunci permasalahannya. Keteladanan – sebuah kata yang semakin langka ditindaklanjuti oleh banyak orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Sayang memang, tetapi itulah faktanya!

Dr. Tri Budhi Sastrio
Universitas Pelita Harapan – Surabaya

Sumber: http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1821:holistic-education–apa-itu&catid=159:artikel-kontributor

Incar Karier Industri Kreatif Sedari Dini

Incar Karier Industri Kreatif Sedari Dini

JAKARTA – Dunia kini sedang gandrung pada ekonomi kreatif, yaitu perekonomian yang menjadikan kreativitas dan kemampuan intelektual muda sebagai dagangan utama. Akibatnya, tren industri pun bergeser menjadi industri kreatif, termasuk di Indonesia.
Sebagai anak muda, kamu bisa memilih sektor mana saja sesuai dengan jurusan kuliahmu. Sehingga, ketika lulus kuliah, kamu sudah rencana yang matang apa yang harus dilakukan.
Agung Bawantara dalam buku Most Wanted Creative Jobs terbitan gagas Media mencatat, pemerintah sejak 2006 telah meluncurkan Indonesia Design Power 2006-2010 untuk menggarap industri ini. “Pada 2016, diperkirakan industri kreatif yang sekarang masih bergerak di sektor seni, musik, fashion, periklanan, kuliner, dan kerajinan ini bakal menyumbang pendapatan negara sebesar 10 persen!” tulis Agung.
Mau tau apa saja profesi yang menjanjikan dalam tren industri kreatif? Simak daftar berikut.

1. Periklanan. Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan seperti riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, serta tampilan iklan di media cetak dan elektronik.

2. Arsitektur. Kegiatan kreatif pada bidang ini berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi produksi. Beberapa spesifikasi dalam arsitektur di antaranya perencanaan taman, kota, konservasi bangunan warisan budaya, dna lain-lain.

3. Pasar seni dan barang antik. Profesi dalam bidang ini melibatkan kreasi dan perdagangan melalui lelang, galeri, maupun internet.

4. Kerajinan. Pegiat kerajinan umumnya memproduksi dan memasarkan karyanya yang dibuat dari berbagai material seperti batu berharga, logam, kayu, kaca, porselin, atau kain.

5. Desain. Ada beberapa kekhususan dalam bidang ini seperti desain grafis, interior, produk, industri, pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan.

6. Desain fashion. Nah, yang ini bisa dicoba bagi kamu pecinta fashion dan mode. Sebab, industri desain fashion mengulik segala hal tentang sandang mulai dari pakaian, alas kaki, hingga aksesorinya. Tidak hanya itu, industri ini juga termasuk konsultasi lini produk fashion serta distribusinya.

7. Video, film, dan fotografi. Di sini kamu bisa ngulik banyak hal tentang video, film, dan fotografi. Termasuk juga soal penulisan naskah, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan ekshibisi film.

8. Permainan interaktif. Kalau kamu suka game komputer, enggak ada salahnya mengembangkan kesukaanmu menjadi sebuah profesi yang menjanjikan. Bidang ini meliputi kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer yang bisa bersifat hiburan, ketangkasan, atau bahkan pendidikan.

9. Musik. Jangan cuma asik ngeband di studio sewaan doang. Kembangkan bakat dan kemampuanmu dengan menjadi pegiat industri musik. Kamu akan bergelut degan kreasi, produksi, distribusi, dan ritel rekaman suara, hak cipta rekaman, promosi musik, penulisan lirik, penciptaan lagu atau musik, pertunjukan musik, penyanyi, dan komposisi musik.

10. Seni pertunjukan. Biasanya yang termasuk seni pertunjukan adalah balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, teater, opera. Banyak yang bisa digali di bidang ini. Misalnya bagaimana menciptakan sebuah pertunjukkan yang bagus dengan mempersiapkan desain kostum, panggung, dan pencahayaan secara maksimal.

11. Penerbitan dan percetakan. Kamu bisa membantu para penulis menerbitkan karya-karya mereka. Bidang ini tidak hanya meliputi penerbitan buku secara spesifik, tetapi juga kegiatan penerbitan koran, majalah, konten digital, serta kegiatan kantor berita.

12. Layanan komputer dan piranti lunak. Ini pas banget buat kamu yang hobi ngulik teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Profesi yang bisa kamu tekuni di antaranya programmer, web designer, dan analis piranti lunak.

13. Televisi dan radio. Di sini kamu bisa mengembangkan kreativitas dan imajinasimu dengan merencanakan, memproduksi, dan menyiarkan suatu program yang menarik di televisi dan radio.

14. Riset dan pengembangan. Bidang ini juga tak kalah menarik karena menawarkan penemuan ilmu dan teknologi serta penerapannya untuk perbaikan suatu produk atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2010/11/12/370/392836/370/incar-karier-industri-kreatif-sedari-dini

Incar Karier Industri Kreatif Sedari Dini

JAKARTA – Dunia kini sedang gandrung pada ekonomi kreatif, yaitu perekonomian yang menjadikan kreativitas dan kemampuan intelektual muda sebagai dagangan utama. Akibatnya, tren industri pun bergeser menjadi industri kreatif, termasuk di Indonesia.
Sebagai anak muda, kamu bisa memilih sektor mana saja sesuai dengan jurusan kuliahmu. Sehingga, ketika lulus kuliah, kamu sudah rencana yang matang apa yang harus dilakukan.
Agung Bawantara dalam buku Most Wanted Creative Jobs terbitan gagas Media mencatat, pemerintah sejak 2006 telah meluncurkan Indonesia Design Power 2006-2010 untuk menggarap industri ini. “Pada 2016, diperkirakan industri kreatif yang sekarang masih bergerak di sektor seni, musik, fashion, periklanan, kuliner, dan kerajinan ini bakal menyumbang pendapatan negara sebesar 10 persen!” tulis Agung.
Mau tau apa saja profesi yang menjanjikan dalam tren industri kreatif? Simak daftar berikut.
1. Periklanan. Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan seperti riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, serta tampilan iklan di media cetak dan elektronik.
2. Arsitektur. Kegiatan kreatif pada bidang ini berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi produksi. Beberapa spesifikasi dalam arsitektur di antaranya perencanaan taman, kota, konservasi bangunan warisan budaya, dna lain-lain.
3. Pasar seni dan barang antik. Profesi dalam bidang ini melibatkan kreasi dan perdagangan melalui lelang, galeri, maupun internet.
4. Kerajinan. Pegiat kerajinan umumnya memproduksi dan memasarkan karyanya yang dibuat dari berbagai material seperti batu berharga, logam, kayu, kaca, porselin, atau kain.
5. Desain. Ada beberapa kekhususan dalam bidang ini seperti desain grafis, interior, produk, industri, pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan.
6. Desain fashion. Nah, yang ini bisa dicoba bagi kamu pecinta fashion dan mode. Sebab, industri desain fashion mengulik segala hal tentang sandang mulai dari pakaian, alas kaki, hingga aksesorinya. Tidak hanya itu, industri ini juga termasuk konsultasi lini produk fashion serta distribusinya.
7. Video, film, dan fotografi. Di sini kamu bisa ngulik banyak hal tentang video, film, dan fotografi. Termasuk juga soal penulisan naskah, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan ekshibisi film.
8. Permainan interaktif. Kalau kamu suka game komputer, enggak ada salahnya mengembangkan kesukaanmu menjadi sebuah profesi yang menjanjikan. Bidang ini meliputi kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer yang bisa bersifat hiburan, ketangkasan, atau bahkan pendidikan.
9. Musik. Jangan cuma asik ngeband di studio sewaan doang. Kembangkan bakat dan kemampuanmu dengan menjadi pegiat industri musik. Kamu akan bergelut degan kreasi, produksi, distribusi, dan ritel rekaman suara, hak cipta rekaman, promosi musik, penulisan lirik, penciptaan lagu atau musik, pertunjukan musik, penyanyi, dan komposisi musik.
10. Seni pertunjukan. Biasanya yang termasuk seni pertunjukan adalah balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, teater, opera. Banyak yang bisa digali di bidang ini. Misalnya bagaimana menciptakan sebuah pertunjukkan yang bagus dengan mempersiapkan desain kostum, panggung, dan pencahayaan secara maksimal.
11. Penerbitan dan percetakan. Kamu bisa membantu para penulis menerbitkan karya-karya mereka. Bidang ini tidak hanya meliputi penerbitan buku secara spesifik, tetapi juga kegiatan penerbitan koran, majalah, konten digital, serta kegiatan kantor berita.
12. Layanan komputer dan piranti lunak. Ini pas banget buat kamu yang hobi ngulik teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Profesi yang bisa kamu tekuni di antaranya programmer, web designer, dan analis piranti lunak.
13. Televisi dan radio. Di sini kamu bisa mengembangkan kreativitas dan imajinasimu dengan merencanakan, memproduksi, dan menyiarkan suatu program yang menarik di televisi dan radio.
14. Riset dan pengembangan. Bidang ini juga tak kalah menarik karena menawarkan penemuan ilmu dan teknologi serta penerapannya untuk perbaikan suatu produk atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2010/11/12/370/392836/370/incar-karier-industri-kreatif-sedari-dini

PENDAFTARAN UJIAN TA SEMESTER GANJIL 2010/2011

PENGUMUMAN

Nomor: 001/I5.1.10/PP/2011

Diberitahukan kepada mahasiswa Peserta Tugas Akhir (TA) Semester Ganjil 2010/2011 FSRD ISI Denpasar bahwa :

A.   Pendaftara Ujian TA semester ganjil dilaksanakan mulai tanggal 5 – 11 Januari  2011

B.   Pameran dilaksanakan tanggal 17 – 21 Januari 2011

C. Pendaftaran dilaksanakan dibagian Akademik FSRD ISI Denpasar dengan melengkapi persyaratan sbb:

  1. Transkrip nilai yang sudah disahkan dan dilampiri Kartu Hasil Studi (KHS)
  2. Kuitansi SPP terakhir
  3. Kuitansi Pembayaran TA (Pembayaran TA Rp. 1.300.000)
  4. KTM asli
  5. Sertifikat Studi Banding asli
  6. Surat Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah (khusus DKV)
  7. Surat Peryataan Peserta Ujian TA bermaterai Rp. 6.000
  8. Surat Keterangan Ikut Ujian TA
  9. Surat Keterangan Layak Ujian TA
  10. Formulir Biodata Peserta Pameran TA
  11. Formulir Satuan Kredit Kegiatan Mahasiswa yang sudah dilegalisir oleh PD III
  12. Pas photo terbaru berwarna ukuran 3 x 4 sebayak 2 lembar
  13. No. 6 – 10 dapat diambil di Bagian Akademik
  14. Semua persyaratan TA dimasukkan ke dalam map (warna merah untuk PS. Seni Rupa Murni, warna biru untuk Jurusan Desain, warna hijau untuk PS. Kriya Seni dan warna kuning untuk PS. Fotografi.

Demikian kami sampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan, terimakasih.

Denpasar, 5 Januari 2011

a.n. Dekan,

Pembantu Dekan I,

Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn

NIP. 196107061990031005

Catatan:

Apabila mahasiswa tidak bisa ikut/batal ujian TA, uang pendaftaran tidak dapat diambil kembali

Ngayah Di Pura Desa Pedungan

Ngayah Di Pura Desa Pedungan

Kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, kembali digelar kampus seni ISI Denpasar Rabu dan Kamis (5-6/1) di Pura Desa, Desa Pakraman Pedungan dalam rangka Karya Ngusaba Desa. Rabu malam(5/1), sekitar 50 orang mahasiswa dan dosen Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar menghibur masyarakat Pedungan dengan beberapa tarian, yaitu Tari Oleg Tamulilingan, Jauk Manis, Selat Segara,Satya Brasta, Truna Jaya, dan Legong Kuntul. Para penari dari Jurusan Tari ini menghibur masyarakat yang tampak demikian antusias menyaksikan ilen-ilen tersebut, diiringi tabuh yang dimainkan oleh mahasiswa Jurusan Karawitan. Tampak hadir dalam kegiatan ngayah tersebut, Rektor ISI beserta jajarannya.

Hari berikutnya, Kamis (6/1) siang giliran para penabuh wanita Asti Pertiwi ISI Denpasar yang hadir ngayah di pura tersebut. Rombongan wanita berseragam kebaya putih dan kain warna hijau ini, dipimpin langsung oleh koordinator Asti Pertiwi, Ni Ketut Suryatini, S.Skar.,M.Sn. Penabuh wanita yang menuai perhatian “pemedek” yang hadir di pura tersebut, memainkan beberapa gending indah, diantaranya Sinom Ladrang, Slisir Lengker, Godeg Niring, Sekar Gadung, Selat Segara, dll.

“Ini adalah bukti nyata, bahwa kampus ISI Denpasar adalah milik masyarakat. Kegiatan “ngayah” adalah kesempatan emas bagi kami  untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Kami sangat berterim kasih kepada pihak panitia yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk ngayah,” ujar Suryatini saat ramah tamah dengan panitya.

Bendesa Desa Pakraman Pedungan, Drs. Nyoman Sumantra menyambut baik dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada ISI Denpasar yang telah turut  berpartisipasi ngayah di pura tersebut. “Masyarakat kami sangat rindu hiburan kesenian seperti ini. Hadirnya ISI di desa kami, selain memberi nilai edukasi bagi masyarakat, mahasiswa tentunya dapat menambah pengalaman dengan terjun langsung ke masyarakat” harapnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

P4TK Diharapkan Masuk Gerakan Kewirausahaan

P4TK Diharapkan Masuk Gerakan Kewirausahaan

Depok — Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal telah melantik Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata ( P4TK Bisnis dan Pariwisata ) Murtoyo,  yang menggantikan Wakil Sementara, Giri Suryatmana. Pelantikan berlangsung 5 Januari di Bojong Sari,  Depok, Jawa Barat.

Dalam sambutan , Fasli mengingatkan Murtoyo tentang pendidikan kewirausahaan. Menurut dia, pendidikan kewirausahaan adalah gerakan nasional dan seluruh perkembangannya akan terus diawasi  pemerintah. “P4TK dapat menjadi bagian yang terintegrasi dengan gerakan kewirausahaan tersebut,” ujarnya dalam pelantikan tersebut.

Fasli meminta P4TK kembali melakukan penyegaran dan gigih dalam menerapkan pendidikan kewirausahaan di setiap Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ), salah satu yang terutama adalah membuka peluang dan wawasan mengenai pendidikan kewirausahaan  dari kaum professional . Sebagaimana telah dicontohkan Wamendiknas, ketika dirinya menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,  dirinya mengirimkan 20 dosen dari perguruan tinggi negeri dan swasta untuk menempuh pendidikan kewirausahaan di Kauffman Foundation, Amerika Serikat.

Program ini sebagai upaya menanamkan pendidikan kewirausahaan di jenjang perguruan tinggi. Diharapkan kelak bila 20 orang itu kembali ke Indonesia mereka akan menjadi pengembang di pusat-pusat pendidikan kewirausahaan perguruan tinggi. ” Bila ini berjalan di tingkat SMK, maka kita bisa berharap nantinya akan terdapat pusat-pusat kewirausahaan di tingkat SMK, ” tuturnya sembari meminta P4TK untuk juga mengkompilasi data yang ada mengenai kewirausahaan dan terus mempelajari teknik juga wawasan yang baru di bidang tersebut.

Fasli juga mengingatkan tentang pentingnya industri kreatif. Industri ini telah menyumbangkan enam persen Produk Domestik Bruto Nasional. Karena itu, pemerintah optimistis industri kreatif dapat terus meningkat, terlebih bila melihat latar belakang Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan keterampilan, ” Oleh karena itu P4TK harus mampu melakukan inovasi dan mencari cara bagaimana kita mengembangkan industri kreatif di jenjang SMK, bila perlu siapkan satu tim yang memang ditugaskan menelaah perkembangan industri kreatif ini, ” ucap Pelaksana Tugas Sementara Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. (yogie)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/p4tk.aspx

Loading...