by admin | Jan 11, 2011 | Berita
Jakarta — Pemerintah Indonesia tahun ini akan membangun gedung Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Letaknya di kawasan Kota Kinabalu Industrial Park (KKIP), Sabah, Malaysia. Berdiri di atas tanah seluas 1,5 hektare, bangunan ini berfungsi sebagai satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah. Pembangunan diharapkan selesai dalam dua tahun.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional Bambang Indriyanto mengatakan, selain berfungsi sebagai satuan pendidikan, bangunan ini sekaligus sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan baik jalur formal maupun jalur nonformal yang ada di Sabah, Malaysia. “Sekarang proses sertifikasi tanah,” katanya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Kemdiknas, Jakarta, Senin (10/1).
Bambang menjelaskan, pada tahap awal akan dibangun gedung untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Pasalnya, sudah ada 40 lulusan SD akan melanjutkan ke SMP dari SIKK, yang saat ini bangunannya masih menyewa di Kota Kinabalu. “Daya tampung sekolah ini diharapkan sebanyak 475 siswa,” katanya. Dia menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah Indonesia juga akan membangun SMP terbuka di sana.
Bambang menyampaikan, tanah untuk sekolah ini dikelola oleh KKIP semacam BUMN milik negara bagian Sabah. Menurut dia, saat ditetapkan menjadi lokasi sekolah, dan Pemerintah Malaysia sudah menyetujui, maka agar tidak salah pemilik, status tanah tersebut dikuasai oleh negara terlebih dahulu sambil menunggu klarifikasi. “Istilah dikuasai dan menunggu klarifikasi namanya diagunkan,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.
Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengadaan tanah tersebut tidak bermasalah. Saat ini, kata dia, tinggal menunggu penyelesaian girik untuk membuat sertifikatnya. “Sepuluh hari yang lalu BPK sudah datang ke sana. Mereka mengatakan dari sisi audit tidak bermasalah. Sekarang tanah itu pada dasarnya sudah clear,” ujarnya.
Staf Khusus Mendiknas Bidang Komunikasi Media Sukemi menyampaikan, saat ini terdapat 10 ribu anak usia sekolah yang menikmati layanan pendidikan melalui SIKK dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kendala yang dihadapi, pemerintah Malaysia tidak mengenal pendidikan nonformal, sehingga PKBM tidak mendapatkan izin resmi dari pemerintah Malaysia. “Oleh karena itu, disiapkan konsep SIKK sebagai sekolah pusat dan PKBM sebagai filial atau satelit, sehingga PKBM diperlakukan sebagai sekolah formal,” ujarnya. (agung)
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/sabah.aspx
by admin | Jan 11, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman Kadek Suartaya, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar
Bukan hanya gunung Merapi, Bromo, dan Anak Krakatau saja yang belakangan meletus. Sabtu (27/11) malam lalu, gunung Mandara juga meletus dahsyat. Yang mengerikan, wedhus gembel yang dimuntahkan gunung Mandara mengandung halahala yaitu racun yang mematikan. Racun yang dimuntahkan dari puncak gunung itu mengancam segala mahluk hidup.
Tetapi masyarakat Jawa Tengah yang menyaksikan letusan gunung Mandara itu tampak tenang-tenang saja bahkan menikmatinya dengan rona suka cita.
Meletusnya Mandaragiri itu adalah sebuah pementasan sendratari yang digelar di Pendhapa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah. Sendratari berjudul “Siwa Wisaya“ itu merupakan persembahan para mahasiswa ISI Denpasar yang disuguhkan sebagai penampilan pamungkas dalam pentas Mebarung Gong Kebyar Se-Jawa dan Bali yang diselenggarakan oleh ISI Surakarta. Duel Gong Kebyar yang berlangsung dua malam, 26-27 Nopember lalu itu, menghadirkan empat grup Gong Kebyar yakni ISI Surakarta, ISI Yogyakarta, Puspa Giri Semarang, dan ISI Denpasar.
Kisah gunung Mandara yang disuguhkan oleh 60 orang mahasiswa ISI Denpasar itu terasa kontekstual dengan bencana alam letusan gunung yang kini sedang merisaukan masyarakat Indonesia. Cerita tentang Mandaragiri sangat akrab pada masyarakat Jawa pencinta wayang kulit. Karena itu, Pemutaran Mandaragiri yang merupakan bagian awal dari epos Mahabharata yang digarap dalam sendratari berdurasi 25 menit, menjadi komunikatif. Penonton yang memenuhi Pendhapa menyimak dengan antusias dan tekun tampilan artistik dan lontaran pesan yang digarisbawahi secara verbal oleh dalang atau narator dalam bahasa Jawa Kuno dan Indonesia.
Alkisah pada zaman satyayuga, para dewa dan raksasa bersepakat bekerja sama mencari tirta amerta atau air kehidupan abadi. Untuk mendapatkan air suci itu adalah dengan cara mengaduk lautan susu, ksiarnawa, dengan sebuah gunung. Pada hari yang telah ditentukan, gunung Mandara di Pulau Sangka digotong oleh Hyang Antaboga dan diceburkan ke tengah samudra. Agar gunung mengapung, kura-kura Kurma menyangga di dasar laut dan dewa Indra menduduki puncak gunung. Naga Basuki yang membelit gunung, kepalanya dipegang para raksasa dan ekornya ditarik oleh para dewa. Mandaragiri diputar. Samudra mendidih dan topan menyamuk. Para penghuni gunung terpelanting binasa dan habitat lautan bergelimpangan.
Dari puncak gunung mandara menyembur gumpalan hitam pekat. Para dewa dan para raksasa bersorak girang, berebut hendak mereguk gumpalan yang mencair itu. Dewa Siwa yang mengawasi sepak terjang para dewa dan raksasa itu dengan sigap merebutnya dan dengan seketika meminumnya. Leher Dewa Siwa menjadi biru legam terbakar karena yang diminum oleh Dewa Siwa adalah halahala alias racun pembunuh. Para dewa dan raksasa penasaran dan kembali memutar gunung Mandara yang kemudian mengeluarkan cairan bening wangi, tirta amerta. Para raksasa dengan garang menguasai dan melarikan. Beruntung Dewa Wisnu dapat merebut dengan tipu rayu menjadi bidadari. Tirta amerta itu kemudian ditebar Dewa Wisnu untuk kebahagian segenap manusia dan kedamaian jagat.
Wedhus Gembel Halahala Mandaragiri, selengkapnya
by admin | Jan 10, 2011 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Nomor : 202/I5.11.1/TU/2011.
Diumumkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil ( Dosen dan Pegawai ) ISI Denpasar, bahwa akan diadakan pemeriksaan Mata secara Gratis menggunakan system KOMPUTER.
Yang akan dilaksanakan pada :
Hari : Rabu.
Tanggal : 12 Januari 2011.
Jam : 10.00 Wita s/d. selesai.
Tempat : Depan Ruang Kesehatan (Gedung Translition Centre )
ISI Denpasar.
Demikian pengumuman dibuat untuk diketahui.
Denpasar, Januari 2011.
a.n. Rektor,
Pebantu Rektor II,
I Gede Arya Sugiartha, SS Kar., M Hum.
NIP 196612011991031003.
Tembusan :
1. Rektor ISI Denpasar sebagai laporan.
1. Dekan
2. Kepala Biro
3. Kepala UPT.
4. Kepala LP2 M. ISI Denpasar
by admin | Jan 10, 2011 | Berita, pengumuman
Unduh file ‘disini
PENGUMUMAN
Nomor 197/I5.12/KM/2011
Tanggal 7 Januari 2011
Tentang
Penerimaan Mahasiswa Baru
Program Beasiswa Bidik Misi Institut Seni Indonesia Denpasar
Tahun Akademik 2011/2012
Pada tahun akademik 2011/2012 penerimaan mahasiswa baru ISI Denpasar diselenggarakan melalui jalur :
1. Reguler Mandiri;
2. PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan); dan
3. Program Beasiswa Bidik Misi Tahun 2011.
Penerimaan mahasiswa baru Program Beasiswa Bidik Misi (beasiswa dan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi dan berprestasi) ISI Denpasar pada tahun 2011 dialokasi sebanyak 45 (empat puluh lima) orang bagi siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lainya yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2011 atau telah lulus tahun 2010 dan bukan penerima Bidik Misi. Setiap calon pendaftar hanya boleh mendaftar di 1 (satu) perguruan tinggi dengan memilih 2 (dua) program studi.
Program studi S1 di lingkungan ISI Denpasar sebagai berikut :
| Kode PS |
Nama Program Studi |
| 91-231 |
SENI TARI |
| 91-211 |
SENI KARAWITAN |
| 91-241 |
SENI PEDALANGAN |
| 90-201 |
SENI RUPA MURNI (minat LUKIS dan PATUNG) |
| 90-221 |
DESAIN INTERIOR |
| 90-241 |
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL |
| 90-211 |
KRIYA SENI (minat KAYU dan KRAMIK) |
| 91-271 |
FOTOGRAFI |
Informasi lebih lanjut harus berpedoman pada Panduan Bidik Misi dan Formulir pendaftaran, dapat diunduh di www.dikti.go.id atau www.bidikmisi.dikti.go.id
Demikian atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Rektor

ttd
Prof. Dr. I Wayan Rai S.,MA
NIP 195505261981031002
by admin | Jan 10, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman Kadek Suartaya, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar
Dua istilah dalam bahasa Bali, oleg (goyang) dan tamulilingan (kumbang), digabungkan untuk menyebut sebuah cipta seni tari yang lahir pada tahun 1952. Tak disangka, tari yang bertutur tentang sepasang kumbang, jantan dan betina, yang sedang menjalin asmara di sebuah taman bunga itu, masih mempesona hingga hari ini. Oleg Tamulilingan, tari duet buah kreasi dan inovasi I Ketut Marya tersebut, dalam perjalanannya, menjadi karya seni pertunjukan monumental yang belum tertandingi hingga kini. Masyarakat Bali seakan tak pernah bosan mengaguminya. Pun, tidak sedikit para gadis Bali yang dengan bangga membawakan gemulai anggun, lenggok si kumbang betina nan ayu ini.
Tengoklah pada Kamis (25/11) malam lalu di Gedung Mario, Tabanan. Beberapa pasang penari Oleg Tamulilingan, sarat antusias adu keperigelan dalam sebuah kompetisi. Luh Kade Pebria Satyani (18 tahun), misalnya, tampak menunjukkan totalitasnya mensinergikan wiraga-wirama-wirasa, bersama pasangannya (kumbang jantan), tampil dengan aura dan gairah berbinar. Begitu juga para penari Oleg yang lainnya, semuanya pentas dengan semangat membuncah. Gereget tersebut, selain digedor oleh motivasi lomba, tampaknya juga digelorakan oleh stimulasi cinta seni budaya luhur bangsa sendiri. Lebih-lebih bagi masyarakat Tabanan, tari Oleg Tamulilingan dan Ketut Marya diusung sebagai salah satu ikon dearahnya. Patung Oleg Tamulilingan dipajang di depan Gedung Mario (diabadikan dari nama Marya yang oleh orang barat disebut Mario).
Tari Oleg Tamulilingan dan Mario telah menyatu dan melegenda. Sejatinya, tari Oleg diciptakan melalui proses berliku oleh pribadi seorang Ketut Marya yang unik. Ekspresi artistik yang terakumulasi dalam tari Oleg, memang sepenuhnya merupakan formulasi estetik Ketut Marya. Tetapi iringannya yang merupakan kerangka konseptual dalam sebuah koreografi, Marya disokong pengerawit tangguh yaitu Wayan Sukra asal Marga, Tabanan dan disempurnakan oleh Anak Agung Gde Mandera, Gusti Kompyang, dan Wayan Lebah dari Peliatan, Gianyar. Sedangkan dari aspek gagasan, tari Oleg terinspirasi oleh foto-foto ballet klasik duet “Sleeping Beauty” yaitu tentang kisah percintaan putri Aurora dengan kekasihnya Pangeran Charming, yang ditunjukkan kepada Marya oleh seorang budayawan Barat yang menetap di Kaliungu, Denpasar, John Coast.
Tari Oleg Tamulilingan diciptakan Marya ketika usianya menapak lebih dari 50 tahun. Di usia senjanya, Marya asyik memanjakan kegemarannya berjudi sabungan ayam. Ketika ada ajakan kepadanya untuk bergabung dengan sekaa gong Peliatan, Ubud, Gianyar, Marya tak menggubrisnya dengan alasan dirinya sudah tua. Baru ketika salah satu muridnya, I Sampih, yang memintanya dengan segala bujuk rayu menciptakan sebuah tari baru untuk sekaa gong Peliatan yang akan melawat ke luar negeri, ia tertarik. Sebagai seorang seniman tulen, ketika berkesempatan melawat ke Eropa, Kanada, dan Amerika serikat pada tahun 1957 dan 1962, Marya tampil dengan taksu berbinar memukau penonton dengan membawakan tari ciptaannya, Kebyar Terompong.
Oleg Tamulilingan, Tari Cinta Kasih Bali, selengkapnya
by admin | Jan 9, 2011 | Berita
JAKARTA–Penyelenggaraan pendidikan bisa dilakukan oleh Pemerintah dan swasta. Jika dilakukan oleh Pemerintah maka disebut sekolah negeri, akan tetapi jika dilakukan oleh masyarakat maka disebut swasta. Atas dasar ini, swasta dan negeri harus dibedakan.
’’Pemerintah punya keterbatasan, dan berdasarkan undang-undang itu penyelenggaraan pendidikan bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat. Kalau semuanya menjadi tanggungan Pemerintah, maka peran masyarakat akan hilang,’’ ucap Menteri Pendidikan Nasional ketika ditanya soal gugatan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 Pasal 55 ayat 4, Jumat (7/1).
Menurut Nuh, berdasarkan pandangan dari sisi pemerintah atas UU Sisdiknas, pendidikan itu sejak awal dilakukan terbuka, yaitu bisa dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Jika kata ’dapat’ dalam pasal itu diganti dengan kata wajib, maka semuanya menjadi tanggungan pemerintah dengan kata lain menghilangkan konsep swasta.
’’Bukan kalau pemerintah memberikan status sama dengan negeri, maka yang swasta diberikan fasilitas yang sama dengan negeri, lalu apa bedanya swasta dengan negeri’’ tuturnya. Akan tetapi jika masyarakat punya pandangan lain, hal itu dipersilahkan. ’”Masyarakat bisa melalui mekanisme pengujian di MK (Mahkamah Konstitusi), nanti diputuskan apa pemerintah wajib memenuhi seluruh pendidikan yang ada di masyarakat,’’ tuturnya.
Justru kalau semuanya menjadi kewajiban pemerintah, swasta tak bisa mengembangkan diri dan masyarakat memiliki keterbatasan untuk berpartisipasi dalam pendidikan. ’’Justru pemerintah meletakkan fondasi bahwa pendidikan menjadi milik semua,’’ ucapnya.
Pemerintah dari awal memberikan bantuan melalui BOS atau bantuan guru DPK, yang mekanisme bantuannya melalui anggaran kabupaten dan kota. Anggaran fungsi pendidikan ini bukan hanya untuk negeri akan tetapi untuk swasta. Ia menambahkan masyarakat harus membedakan antara hak perorangan dan lembaga.
’’Semua bantuan akan diterima secara bertahap,karena pemerintah punya keterbatasan. Bagi anak-anak miskin, ada sekolah dasar yang ada di setiap pedesaan yang menjadi hak menerima pendidikan. Jadi tidak ada diskriminasi,’’ pungkasnya.
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/01/07/157230-mendiknas-swasta-dan-negeri-harus-dibedakan