M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Sekelumit Perkembangan Musik Kontemporer di Bali

Sekelumit Perkembangan Musik Kontemporer di Bali

Kiriman Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan

Di Bali masih ada nama Igor Tamerlan. Seniman musik idealis ini bahkan sedang berkreasi lebih maju, membuat apa yang disebutnya techno gong. Wujudnya berupa alat musik berbentuk vibes atau kolintang besi tapi electric dan setengah synthesizer. Alat ini masih harus disempurnakan lagi, seperti penuturan Igor Tamerlan sendiri. Sementara proyek rekaman kontemporernya tengah dijajaki lagi, dan tetap berdekatan dengan aroma etnik Bali. Sekedar mengingatkan, pada awal 90-an, Igor pernah melejit dengan Bali Vanilli, yang berbau rap dan bercerita tentang turis asing dan Bali. Dan dari Pulau Dewata masih ada juga, I Wayan Balawan. Solois dengan dua gitar yang barusan tour di Eropa. Ia juga mempunyai kelompok musik etnik, Batuan Etnik Fusion. Di sana fusion dipadukan dengan musik tradisi Bali. Dari generasi muda musisi kita, boleh dicatat olah kreasi Tipe-X yang pernah mengajak Bandung Percussion Society untuk tampil di salah satu acara di stasiun teve swasta. Atau Naif, yang sampai mengajak orkes tanjidor terlibat dalam rekaman bahkan konser mereka nanti 25 Oktober 2000.

Cuplikan wawancara seorang wartawan Bali Post dengan Belawan mengutarakan pandangannya terhadap world music karena dia telah banyak menggeluti bidang spiritual, mau tidak mau, akhirnya musik saya juga sangat berdampingan dengan hal-hal atau nuansa spiritual. Musik dan spiritual itu sama. Menyuguhkan suatu musik, sama dengan mantra. Untuk pembuatan musik dimotivasi dari konsep Tri Hita Karana. Hal ini dilakukan dengan cara tidak sengaja, baik dalam membuat musiknya, liriknya, atau yang lainnya. Intinya, musik Belawan lebih banyak mengarah ke kemanusiaan. World music adalah musik yang mengarah ke universalitas, global, cinta, dan kemanusiaan.

Gede Yudana tahun 1990-an sudah mulai menggarap musik komputer. dia lebih populer negeri orang dari pada di Bali sendiri. Berbagai karya yang lahir dari hasil kontemplasinya, tidak terlepas dari pengalaman pribadinya sebagai orang Bali, walaupun kadangkala terlepas dari semuanya itu, toh rasa ke-Baliannya masih melekat dalam dirinya. Kadek Suardana seorang pelaku teater di Bali bergelut dengan Roland sintasizer E 86 bergelut memasukan berbagai unsur musik Bali dalam berbagai garapannya. Hasil yang didapat dengan pengolahan komputer menggunakan sofware cakewalk 8, Suardana telah menempatkan diri sebagai seorang musisi yang cukup handal. Berbagai alasan yang keluar dari pengakuan Yudana dan Suardana adalah efisiensi dalam berbagai karya cukup dipikirkan oleh sendirian saja, tanpa mengeluarkan biaya banyak untuk latihan.

Dalam berbagai kesempatan Suardana tampil dengan sistem live dimana rolandnya tidak pernah tertinggal. Pementasan musik live yang dibawakannya dengan membawa berbagai atribut seni tradisional yang dikemas cukup baik. Di sisi lain I Ketut Lanus berpendapat bahwa bermain dengan menggunakan format tekno akustik baik secara dubing maupun lipsing, sangatlah mudah untuk dilaksanakan dari pada bermain musik tekno akustik secara live karena berdasatkan hitungan. Lanus berpendapat jikalau bermain dengan DJ maka yang seharusnya menyesuaikan adalah sang DJ bukannya instrumen musik akustik. Namun dari berbagai pernyataan yang keluar, satu hal yang seragam adalah pendapatan secara finansial jauh lebih besar dibandingkan dengan bermain musik tradisional.

Sekelumit Perkembangan Musik Kontemporer di Bali, Selengkapnya

Harvard Undang Peneliti Indonesia ke AS

Harvard Undang Peneliti Indonesia ke AS

Harvard Kennedy School (HKS) Indonesia Program membuka penawaran Indonesia Research Fellowships, yaitu beasiswa khusus para peneliti dan akademisi Indonesia untuk terlibat dalam proyek-proyek penelitian independen di Ash Center, Harvard Kennedy School, Amerika Serikat (AS). Beasiswa penelitian ini didukung oleh Rajawali Foundation untuk memberi kesempatan kepada para peneliti bergabung dalam satu komunitas peneliti terkait isu-isu di Asia.

Adapun (HKS) Indonesia Program merupakan skema beasiswa penuh yang diberikan untuk masa studi setahun mulai 22 Agustus 2011 sampai 15 Juni 2012. Penerima beasiswa akan memeroleh asrama, asuransi kesehatan, dan biaya hidup sehari-hari. Namun, skema beasiswa ini tidak termasuk untuk membiayai transportasi Internasional pulang-pergi.

Selain itu, penerima beasiswa akan mendapatkan satu ruang kerja tersendiri di dalam Ash Center for Democratic Governance and Innovation, di kampus Harvard University di Cambridge yang berada di luar Boston. Kandidat juga akan mendapatkan akses langsung ke sistem perpustakaan Harvard University.

Bagi yang berminat, batas waktu pengiriman aplikasi ditunggu sampai 28 Februari 2011. Informasi dan formulir beasiswa bisa dilihat di http://www.ash.harvard.edu.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/13/12534397/Harvard.Undang.Peneliti.Indonesia.ke.AS

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata (Bagian I)

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata (Bagian I)

Kiriman Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

Pertunjukan untuk sajian Pariwisata menurut R.M. Soedarsono mempunyai ciri sebagai berikut. Merupakan tiruan dari tradisi yang asli, dikemas secara singkat dan padat penyajiannya, pertunjukannya penuh variasi, pertunjukannya bukan/tidak sakral, disajikan dengan cara pementasan yang menarik, dan yang paling penting adalah murah menurut ukuran wisatawan. Pendapat tersebut memang benar adanya tetapi jika diterapkan pada sumber seni dan budaya tradisional.

Sebagai sebuah pertunjukan untuk kepentingan upacara, biasanya pertunjukan tersebut merupakan bagian dari upacara, bersifat sakral dan mengandung unsur magis. dalam penyajian seni tradisional untuk sajian pariwisata ciri-ciri yang dikemukakan oleh Soedarsono sangatlah tepat. Sebagai sebuah alternatif baru bagi pertunjukan pariwisata, pertunjukan tekno akustik merupakan penggabungan dari unsur teknologi musik yang disatukan dengan unsur musik tradisional maka ciri-ciri yang dikemukakan oleh Soedarsono tidaklah tepat adanya.

Pertunjukan untuk pariwisata dengan format musik tekno akustik seperti yang terjadi selama pengamatan di Conrad Hotel dan wawancara secara langsung pada para pelakunya didapatkan hal-hal sebagai berikut. Pertunjukan dilakukan dengan durasi waktu 3,5 jam. Struktur pertunjukan dibagi 3 bagian yaitu 1) pertunjukan yang menyajikan musik dari permainan instrumen solo dengan latar belakang musik dari laptop, 2) pertunjukan yang menyajikan musik dengan permainan live secara bersama, dan 3) Pertunjukan musik yang diselingi oleh tarian sebanyak 4 tarian.

Sistem Dubing

Pertunjukan tekno akustik dapat digolongkan kepada jenis musik dengan tema New Age atau dapat dikatakan sebagai world musik. Tema sentral dari musik jenis ini adalah penggabungan antara musik Barat dan musik Timur. Tekno akustik lahir karena perubahan jaman dan pengaruh globalisasi yang sangat deras yang ditunjang oleh kemajuan teknologi informasi. Sebagai bahan perbandingan struktur pertunjukan group soulflip pada sebuah kontrak pertunjukan adalah sebagai berikut.

Berdasarkan pengamatan pada group soulflip yang dilakukan di Hotel Conrad daerah Tanjung Benoa Nusa Dua, pertunjukan tekno akustik berlangsung selama 3,5 jam yang terdiri dari 3 permainan instrumen tunggal yang saling bergantian dengan durasi masing-masing 45 menit. Pada permainan instrumen tunggal ini latar/basic lagu. Memainkan lagu-lagu yang bersifat pholymetra scematica maupun yang monometra scematica. Misalnya pemain suling Sunda dan jimbe memainkan sulingnya tidak saja dengan cara duduk atau berdiri tetapi dia bisa berjalan-jalan kesana kemari dengan peralatan wirless baik untuk headphone maupun untuk microphonnya. walaupun lebih banyak bermain improvisasi tetapi kesan atraktif lebih dominan, dalam artian sambil berjalan dia kadang mengajak ngobrol para pengunjung hotel, kadang meminta tamu untuk meniup seruling yang dia bawa. Memang merupakan sebuah pengalaman tersendiri bagi para tamu hotel untuk merasakan ikut bermain bersama group soulflip.

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata I, Selengkapnya

Melestarikan Budaya Bali, Mengurangi Global Warming

Melestarikan Budaya Bali, Mengurangi Global Warming

Kiriman  Made Nandini, Kelas 8 D SMPN 3 Denpasar

Isu global warming (pemanasan global) yang kini marak diperbincangkan berbagai kalangan, dampak negatifnya sudah mulai dirasakan. Matahari seolah pecah di siang hari, menyebabkan panas yang luar biasa. Sebaliknya, angin bertiup sangat kencang. Itu semua karena terjadi perubahan iklim akibat pemanasan global. Gerakan penanaman pohon pun mulai diadakan, namun dapatkah kita menanamkan budaya merawat dan melestarikan pohon-pohon itu?

Banyaknya polusi, baik polusi tanah, air, maupun udara merupakan faktor utama penyebab  terjadinya pemanasan global. Faktor lainnya meliputi penebangan dan pembakaran hutan. Lapisan ozon pada atmosfer terus menerus menipis, maka terjadilah peristiwa ‘efek rumah kaca’ yang berujung pada global warming.

Agama dan budaya di Bali adalah dua hal yang tidak dapat dilepaskan. Ritual-ritual yang diselenggarakan di Bali, sebenarnya adalah pengaruh budaya. Namun, karena ‘bahasa’ masyarakat Bali adalah upacara, jadi semua hal dikaitkan dengan ritual-ritual, termasuk budaya. Tumpek Bubuh, merupakan salah satu ritual Bali yang diadakan untuk menghormati tanaman, bagian dari lingkungan kita.

Masyarakat Bali mengenal falsafah yang disebut Tri Hita Karana, yang berarti tiga penyebab kebahagiaan. Ketiganya ialah hubungan selaras antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Hari raya terbesar Hindu di Bali, yaitu Nyepi, sangat terkait dengan Tri Hita Karana, dan alam lingkungan kita. Tahun baru Saka ini sangat membantu mengurangi faktor-faktor penyebab terjadinya pemanasan global. Setiap setahun sekali, kira-kira 60% polusi berkurang di Bali. Listrik pun menjadi hemat pemakaiannya. Betapa tidak, polusi udara, air, tanah, hingga pemakaian listrik berkurang dalam satu hari, karena adanya catur brata penyepian, yaitu empat syarat dalam Nyepi. Nyepi juga dimaksudkan memberikan ruang kepada alam untuk bernafas dan memperbarui diri. Bayangkan, bila seluruh dunia melaksanakan catur brata penyepian, maka ribuan hinggan jutaan ton polusi akan berkurang.

Melestarikan Budaya Bali, Mengurangi Global Warming, selengkapnya

Pemerintah Tawarkan Dosen Belajar ke Luar Negeri

Pemerintah Tawarkan Dosen Belajar ke Luar Negeri

Palembang  – Pemerintah menawarkan kepada dosen perguruan tinggi di Indonesia untuk memperdalam ilmu pengetahuan ke universitas di luar negeri, terutama jenjang pendidikan doktor.
Pemerintah di tahun 2011 ini memberikan peluang sebanyak 1.000 dosen yang belajar ke luar negeri dan peluang itu harus direbut perguruan tinggi di Indonesia, kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal saat pertemuan Konvensi Kampus dan temu rektor se Indonesia di Palembang, Kamis malam.
Oleh karena itu, melalui pertemuan forum rektor se Indonesia di Palembang ini peluang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bisa merebut seluruh perguruan tinggi yang ada, kata dia.
Menurut dia, perguruan tinggi juga perlu melakukan mitra pada universitas di luar negeri, sehingga kualitas sumber daya manusia akan semakin baik.
Jumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia sekarang ini sebanyak 54 unit ditambah 450 perguruan tinggi swasta, kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, pentingnya memperdalam ilmu ke luar negeri itu, karena dosen yang memiliki pendidikan strata tiga masih kurang.
Sekitar 155 ribu dosen perguruan tinggi yang ada di Indonesia, hanya 12 persen berjenjang S3, kata dia lagi.
Sehubungan itu, melalui forum rektor sekarang ini permasalahan tersebut harus dibahas bersama, kata dia.
Gubenur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, pertemuan forum rektor itu diharapkan pembangunan di daerah semakin maju terutam di provinsi yang akan menjadi tuan rumah SEA Games ini.
Sumsel kaya akan potensi sumber daya alam dan itu harus digali termasuk peran serta forum rektor, ujar dia.
Ketua forum rektor 2011 – 2012, Prof Dr Hj Badia Perizade mengatakan, pertemuan forum rektor itu diharapkan bermanfaat bagi semua pihak terutama Sumsel.(*) (T.U005/M033/R009)

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1294933449/pemerintah-tawarkan-dosen-belajar-ke-luar-negeri

Made Adi Darmawan Juara Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Made Adi Darmawan Juara Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Made Adi Darmawan Mahasiswa Fotografi ISI Denpasar Rebut Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Kiriman Arba Wirawan

Jakarta: Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, hari Senin (10/1) sore di Media Center Kantor Kemenpora menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba foto ‘Sumpah Pemuda’ yang diselenggarakan Kemenpora. Lomba foto dengan menggunakan  kamera ponsel dan kamera saku ini  diikuti  319 peserta dari 15 provinsi di Indonesia.

Dewan juuri yang terdiri dari berbagai profesi menetapkan, untuk  kategori kamera ponsel juara  I  adalah AM Imam Zulkarnaen dengan judul foto  Tekun Sejak Dini, juara II dan III diraih I Made Adi Darmawan dari Badung Bali dengan judul foto Peduli Bencana dan Lukisan Luka Bangsa. Sedang katagori menggunakan kamera saku juara I Taufan Yusuf Nugroho dari Sragen Jawa Tengah, dengan judul foto  Giat Berlatih, juara II  Deski Friskia judul foto Lepas Tangan dan juara II  Karen Laurensia dengan foto berjudul  Future Scientis.

Hadiah berupa uang tunai, tropi dan sertifikat. Deputi Menpora Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salam  berharap lomba ini dapat memacu kreativitas pemuda di Indonesia. (ari)

Loading...