M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Multiple Positions for USAID Project

Multiple Positions for USAID Project

Institute of International Education (IIE) and

The Indonesian International Education Foundation (IIEF)

Multiple Positions for USAID Project

IIE is one of the world’s largest and most experienced global higher education and professional exchange organizations. IIE, in collaboration with IIEF,  is seeking  Indonesian candidates for multiple positions for the upcoming Higher Education Leadership and Management (HELM) Project, funded by USAID/Indonesia.  We are seeking long-term senior managers, team leaders, and short-term experts with skills in the following areas related to higher education: financial planning and management, access and financial assistance, management and administration, transparency and accountability, strategic planning, quality assurance, public-private collaboration.

Technical experts for full-time staff positions and short-term consultancies should have the following qualifications:

Minimum of 10 years of experience required

Graduate degree in a relevant field

Experience working with institutions of higher education in Indonesia

Fluency in English and Bahasa Indonesia with strong verbal and written communication skills

Experience on USAID or other donor-funded projects preferred

Full-time project management staff should have the following qualifications:

Minimum of 5 years of experience managing donor-supported projects, including experience with USAID contract management

University degree required

Experience working with institutions of higher education in Indonesia preferred

Fluency in English and Bahasa Indonesia with strong verbal and written communication skills

For more information about IIE go to http://www.iie.org, for IIEF go to http://www.iief.or.id/, and for HELM, go to https://www.fbo.gov/.

Please send your resume and cover letter to [email protected]This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . Please specify short term or full time position. No phone inquiries accepted. Only qualified candidates will be contacted.

Closing date:  20 February 2011.

Sumber :  dikti

Eksotisme Ngelawang, Romantisme Usang

Eksotisme Ngelawang, Romantisme Usang

Kiriman Kadek Suartaya, Dosen PS Seni Karawitan

Eksotisme tentang sebuah pentas seni komunal yang dulu dapat disimak dalam rangkaian hari suci Galungan, kini selalu mengundang romantisme. Pentas seni nomaden yang dikenal dengan ngelawang itu, di masa lalu, memang pernah mengkristal menjadi peristiwa kesenian yang mewarnai Galungan bahkan tetap meriah hingga ritual Kuningan. Tetapi belakangan, pertunjukan keliling yang mementaskan puspa ragam seni tradisi Bali itu telah digerus perubahan zaman. Seperti tampak pada Galungan pertengahan Mei ini, begitu sulit memergoki sekaa-sekaa seni pertunjukan tampil penuh keintiman di tengah masyarakat.

Ngelawang memiliki makna melanglang lingkungan. Pada awalnya ngelawang adalah sebuah ritus sakral magis yang disangga oleh psiko-relegi yang kuat. Benda-benda keramat seperti Barong dan Rangda misalnya diusung ke luar pura berkeliling di lingkungan banjar atau desa yang dimaknai sebagai bentuk perlindungan secara niskala kepada seluruh masyarakat. Kehadiran benda-benda yang disucikan itu ditunggu dan disongsong dengan takzim oleh komunitasnya. Penduduk yang dapat memungut bulu-bulu Barong atau Rangda yang tercecer, dengan penuh keyakinan, menjadikannya obat mujarab atau jimat bertuah.

Tradisi ngelawang dalam konteks sakral magis sebagai persembahan penolak bala itu juga bermakna sama pada pentas ngelawang Galungan. Namun dalam perjalanannya, masyarakat Bali yang kreatif tak hanya ngelawang mengusung benda-benda sakral namun dibuat tiruannya untuk disajikan sebagai ngelawang tontonan. Dalam tradisi ngelawang Galungan tersebut, bentuk-bentuk seni balih-balihan seperti Arja, Janger, atau Joged misalnya juga dapat disaksikan  masyarakat sebagai hiburan. Masyarakat yang haus hiburan menstimulasi pentas ngelawang menjadi wahana berkesenian yang konstruktif dan apresiatif.

Sebagai seni tontonan, ngelawang adalah suguhan seni pentas yang serius tapi juga  santai.   Untuk mengapresiasinya penonton  tidak harus duduk kaku,  namun  bisa jongkok,  berdiri atau bergelayutan, bersentuhan dan  bergesekan sembari menikmati alam bebas. Hampir tak ada jarak antara pelaku seni  dengan penonton, semua lebur dan menyatu. Kehadiran seni pentas ini tidak terikat oleh tempat, ruang dan waktu. Pertunjukan tari Topeng misalnya bisa terjadi  di  bawah pohon besar  yang rindang,  pementasan Barong bisa digelar di tepi sungai, drama tari Arja bisa hadir di jalan  umum  atau bahkan di tengah keramaian pasar. Ia bisa dijumpai pada sore atau malam hari dan mungkin juga di pagi hari.

Atmosfer pentas seni tontonan nan komunal kini telah sayup-sayup. Begitu pula ngelawang dalam konteks  sakral-magis agaknya semakin redup. Pada tahun 1970-an, aura magis ngelawang itu masih berbinar. Rumah-rumah penduduk sekonyong-konyong didatangi misalnya oleh Barong Kedingkling. Figur-figur topeng yang bersumber dari cerita pewayangan Ramayana ini disongsong dengan antusias oleh  seisi rumah. Diawali dengan sepotong tembang, misalnya tokoh punakawan Malen dan Merdah, lalu disusul  tokoh Subali dan Sugriwa menari semenit dua menit di halaman merajan. Selesai. Kendati singkat, umumnya masyarakat senang dan percaya aura ritual-magis yang dipancarkan ngelawang Galungan itu akan memberikan keselamatan dan perlindungan.

Hasrat hidup damai dan terlindung dari segala bencana tersebut itulah kiranya yang menjadi akar ngelawang. Diduga, ngelawang berkiblat dari sebuah mitologi Hindu, Siwa Tatwa. Alkisah ketika Dewa Siwa dan Dewi Uma bercinta tidak pada tempat dan waktunya, harmoni terguncang. Akibatnya adalah kesengsaraan bagi umat manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Sadar akan kekhilapannya itu, Dewa Siwa mengutus para dewa untuk menenangkan dan menenteramkan kembali seisi alam. Setiba di bumi, para dewa itu menciptakan dan mementaskan beragam bentuk kesenian. Lewat kasih pagelaran seni itu seisi jagat kembali damai.  Makna ruwatan dalam mitologi Siwa Tatwa tersebut juga senafas dengan kandungan tolak bala dalam legenda hancurnya keangkaramurkaan Mayadanawa yang kemudian disyukuri atau jadi pijakan awal Galungan, perayaan kemenangan dharma atas adharma.

Eksotisme Ngelawang, Romantisme Usang selengkapnya

Sistem Pemilihan Rektor PTN Dipersoalkan

Sistem Pemilihan Rektor PTN Dipersoalkan

JAKARTA – Komisi X DPR akan memanggil kalangan perguruan tinggi negeri dan swasta terkait persoalan sistem pemilihan rektor di perguruan tinggi yang ditentang sejumlah pihak.

Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairul Azwar mengatakan, pemanggilan ini terkait laporan dari sejumlah sivitas akademika perguruan tinggi negeri (PTN) tentang mekanisme pemilihan rektor yang dinilai masih dicampuri oleh pemerintah. Salah satu kasus yang terjadi adalah saat pemilihan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. “Tidak hanya rektor negeri, universitas swasta seperti Trisakti juga akan kami panggil untuk rapat dengar pendapat dengan kami secepatnya,”tegas Rully di Jakarta kemarin. Wakil Ketua Komisi X DPR Heri Akhmadi mengungkapkan, sejauh ini banyak laporan dari perwakilan perguruan tinggi terkait Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 24 Tahun 2010 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan Pemerintah.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyatakan, persoalan seputar Permendiknas No 24/2010 tersebut akan diagendakan untuk dibicarakan secara langsung dengan Mendiknas Mohammad Nuh.“Saat ini kami sedang meneliti dan membahas tentang pengaduan dan permendiknas tersebut,”katanya. Permendiknas tersebut membagi dua suara dalam proses pemilihan rektor PTN yakni 65% suara ditentukan oleh sivitas akademika dan 35% diberikan ke mendiknas. Anggota Komisi X DPR Tubagus Dedy Gumelar menilai, pemilihan rektor sudah tidak demokratis lagi karena ada campur tangan pemerintah.Faktor suka dan tidak suka masih sangat berperan dalam pemilihan rektor.

Dia pun meminta pemerintah mengkaji ulang permendiknas tersebut sebab sampai saat ini masih ada kuota sebesar 35% untuk mendiknas dalam pemilihan rektor.Padahal, sebelumnya pemilihan rektor hanya diputuskan di senat mahasiswa kemudian ditetapkan presiden. Keanehan lain, ungkapnya, saat ini jabatan rektor pun bukan eselon I sehingga tidak sewajarnya pemerintah mengintervensi dalam proses pemilihan. Senada diungkapkan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Edy Suandi Hamid.Menurut dia, adanya aturan pembagian kuota suara dalam pemilihan rektor sudah tidak dapat diadopsi lagi dalam era reformasi seperti sekarang ini.

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini mengatakan, jika masih ada suara pemerintah dalam prosesi pemilihan rektor, pemerintah masih tidak percaya dengan kebijakan kampus yang seharusnya otonom. Persentase tersebut juga masih memberikan porsi dominan kepada pemerintah sehingga terlalu kuat intervensi yang bisa dilakukan pemerintah. Karena itu, tegas Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BK PTIS) ini, permendiknas tersebut perlu dikaji ulang. Pengamat Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Said Hamid Hasan juga berpendapat sama.Menurut dia, meski PTN milik pemerintah, rektor bukanlah wakil menteri. Rektor tetap harus memiliki kebebasan akademis tinggi dan kekuatan politik untuk mengelola perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Dalam hal ini,kata Said, mendiknas seharusnya hanya berperan secara formal atau dalam arti hanya berfungsi mengangkat dan mengesahkan rektor yang dipilih senat. Suara senat seharusnya memiliki integritas yang tinggi dalam pemilihan, bukan suara mendiknas. “Pemilihan rektor harus dilakukan terbuka. Bisa saja dipilih dari orang luar kampus tersebut,” tandasnya. Dia juga meminta sistem ini dikaji ulang karena tidak boleh seorang rektor terbatasi independensi dan otonominya.Pengkajian ulang ini juga dimaksudkan untuk mencegah intrik dalam pemilihan rektor.“Apalagi, jika ada manuver politik yang terlibat di dalamnya,” tegasnya.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal ketika dikonfirmasi mengenai polemik pengangkatan rektor PTN ini tidak mau menjawab apa pun. Persoalan ini lebih baik langsung ditanyakan kepada mendiknas. “Aduh, saya tidak mau menjawab hal itu,”tegasnya. (neneng zubaidah).

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com

ISI Denpasar Hadiri TKMDII Di Bandung

ISI Denpasar Hadiri TKMDII Di Bandung

Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD) ISI Denpasar di bawah pimpinan Dekan, Dra. Ni Made Rinu,M.Si., kembali mengundang rasa bangga Rektor dan jajarannnya. Sebelumnya, Rabu (9/2) mahasiswa Jurusan Fotografi mengadakan audensi dengan Rektor terkait acara FKMFI (Forum Komunikasi Mahasiswa Fotografi Indonesia) Juni mendatang di kampus ISI Denpasar, kemarin Jumat (11/2), mahasiswa Jurusan Design Interior dilepas oleh Rektor sebelum berangkat ke Universitas Kristen Maranata di Bandung guna menghadiri acara bertajuk TKM DII (Temu Karya Mahasiswa Disain Interior se-Indonesia) dengan tema “Budaya Dalam Disain” yang akan berlangsung dari tanggal 13-18 Februari 2011. Pelepasan ini ditandai dengan penyerahan bendera FSRD dan ISI Denpasar oleh Rektor kepada mahasiswa.

Drs. D.A. Tirta Ray,M.Si, Pembantu Dekan bidang kemahasiswaan FSRD menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 68 mahasiswa Disain Interior, 2 dosen pendamping, serta 2 dosen pembimbing. Menurutnya, dalam TKM DII ini mahasiswa akan menghadiri workshop tentang finishing furniture, jewellery , Reka Oles, dan HAKI. Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan studi ekskursi untuk mahasiswa Jurusan Disain Interior. “Kami bertharap apa yang akan didapatkan selama di Bandung, dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Mahasiswa harus menjaga nama almamater, dengan terus menjaga etika dan attitude yang baik selama mengikuti kegiatan,” Rinu menambahkan.

Rektor ISI Denpasar, Prof.Dr.I wayan Rai S.,M.A., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan dosen yang selalu bekerja keras dalam setiap kegiatan kampus.”Dengan tema “Budaya dalam Disain”, kegiatan TKM DII ini akan menjadi ajang belajar yang sangat baik bagi mahasiswa untuk belajar tentang banyak hal di Universitas Kristen Maranatha. Hendaknya setiap mahasiswa berupaya agar selalu memberi citra positive bagi kampus kita,”harap Prof Rai.

Sementara itu, Prof. Paul Trinidad dari University of Western Australia, kemarin  hadir menemui Rektor guna membahas draft MoU yang segera akan ditandatangani akhir Februari ini. Draft MoU tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak. Hadir pula dalam pertemuan tersebut, PR II, PR IV, Dekan FSRD, PD II, serta Ketua Prodi Fotografi, FSRD mendampingi Rektor.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Terkendala Rendahnya Tingkat Pendidikan, 761 Ribu Lowongan Kerja Tidak Terisi

Terkendala Rendahnya Tingkat Pendidikan, 761 Ribu Lowongan Kerja Tidak Terisi

JAKARTA – Data yang cukup mengejutkan dirilis Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) terkait rendahnya penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sebanyak 32 persen dari 2.381.841 jumlah lowongan kerja terdaftar ternyata tidak dapat terisi oleh para pencari kerja. Hal itu dipicu rendahnya tingkat pendidikan serta tidak sesuainya keahlian dan ketrampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Ini masalah baru yang harus dipecahkan dalam waktu dekat. Karena setiap tahun jutaan sarjana berebut mencari pekerjaan,” ujar Menakertrans Abdul Muhaimin Iskandar saat membuka acara Career and Scholarship Expo XI yang diadakan di Kampus Universitas Indonesia, Depok Kamis (10/2).
Menurut laporan Informasi Pasar Kerja (IPK )yang diterima Kemenakertrans dari Provinsi dan Kabupaten/Kota, pada 2010 lowongan kerja terdaftar mencapai 2.381.841 orang, namun penempatan tenaga kerja hanya 1.620.221 orang. Artinya sebanyak 32 persen lowongan kerja di perusahaan-perusahaan tidak dapat terisi. “Karena itu ya solusinya, perusahaan diberikan kesempatan untuk bergerilya ke kampus-kampus seperti ini,” kata dia.
Acara UI Career and Sholarship 2011 sendiri memang digalang untuk mengatasi problem tersebut. Dalam acara di UI itu, ada 60 Perusahaan dan 14 Lembaga Pendonor Beasiswa yang melakukan proses rekrutmen dan seleksi langsund di lapangan. Diantaranya ada PT. Pertamina (Persero), Standard Chartered Bank, PT. Procter & Gamble Home Product Indonesia, PT. Astra Internasional, Total E&P Indonesia, Educatiun USA-AMINEF, Kampus France, Embassy of Japan (Education Section), dan lembaga Uni Eropa (Erasmus Mundus).
Muhaimin mengatakan, untuk meningkatkan prosentase dan jumlah lowongan kerja yang dapat terisi, pihaknya meminta kepada Dinas-dinas Tenaga Kerja dan pengelola pendidikan tinggi atau Universitas untuk mengadakan bursa kerja secara rutin. “Pelaksanaan bursa kerja sangat dibutuhkan untuk mempertemukan secara langsung antara pencari kerja lulusan universitas yang sedang mencari pekerjaan dengan perusahaan atau pengguna tenaga kerja,” kata Muhaimin.
Bursa kerja, kata dia, memiliki nilai penting dan strategis untuk mempercepat penempatan tenaga kerja secara praktis, efisien? dan efektif serta membantu pencari kerja untuk menemukan pekerjaan yang diinginkan. Bahkan untuk mempermudah pencari kerja, Kemenakertrans kini merancang Bursa Kerja Online (BKOL) yang tersambung secara online dengan perusahaan pencari kerja.
Solusi lain untuk meningkatkan lowongan kerja terisi, para pencari kerja dapat memenfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK). Disana mereka bisa meningkatkan keahlian dan keterampilannya sehingga bisa sesuai dengan kualifikasi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.
“Sebelum mendapatkan pekerjaan, pencari kerja bisa belajar dan berlatih dulu di BLK. Bahkan mereka pun bisa menggunakan Kios 3 in 1 yang memilki fasilitas dan program pendampingan untuk pelatihan, sertifikasi pelatihan dan penempatan kerja,” kata Muhaimin.
Yang tak boleh terlupakan, kata Muhaimin adalah keberadaan bursa kerja dan BKOL harus benar-benar di sosialisasikan bagi para pencari kerja sehingga memudahkan mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan. Pihak perusahaan pun diharapkan membuka diri untuk memberikan informasi kebutuhan pekerja bagi para pencari kerja. Tujuannya agar ada kesesuaian minat dan kualifikasi pendidikan sarjana dengan perusahaan tersebut. “Agar dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” pungkas Muhaimin. (zul)

Sumber: http://www.jpnn.com

Pendaftaran Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha 2011

Formulir Pendaftaran Sosialisasi PMW : Klik disini

PENGUMUMAN

Nomor  : 464 /I5.12.1/KM/2011

Tanggal 09 Februari 2011

Tentang

SOSIALISASI PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA

DI LINGKUNGAN ISI DENPASAR TAHUN 2011

Ditujukan kepada mahasiswan ISI Denpasar yang menyelesaikan kuliah 5 semester (duduk di semester VI  atau minimal telah menempuh  80 sks, angkatan  ≤ 2008), kami mengharapkan kehadiran  Saudara pada :

Hari/Tanggal           :  24 Februari 2011

Pukul                            : 12.30 – 14.30  WITA

Tempat                        :  Gedung Natya Mandala ISI Denpasar

Acara                           :  Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2011

Pakaian                       :  Bebas Rapi.

Mahasiswa yang memenuhi syarat agar mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut di Sub.Bag. Kemahasiswaan Institut mulai hari : Kamis, 10 s.d. 22 Februari 2011dari pukul 10.00 s.d 14.00 WITA.

Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

an. Rektor

Pembantu Rektor III

ttd.

Drs. I Made Subrata,M.Si

NIP.195202111980031002

Tembusan :

1.      Rektor sebagai laporan.

2.      Dekan FSRD untuk diketahui

3.      Dekan FSP untuk diketahui

Loading...