by admin | Mar 18, 2011 | Berita
Latihan akhir garapan seni sendratari serangkaian kegiatan Dharma Shanti Nyepi, berlangsung, di gedung Natya Mandala, Selasa(15/3). Rombongan bertolak ke Jakarta, Jumat malam (18/3). Garapan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang akan memboyong ratusan penari maupun penabuh tersebut akan tampil di Gedung Ahmad Yani Markas Besar TNI Cilangkap, Senin (21/3) mendatang.Sendratari yang berdurasi sekitar 40 menit itu, menyiratkan sarat makna dari narasi oratorium Purusadasantha yang mengusung konsep Bhinneka Tunggal Ika, yang diangkat dari karya sastra Mpu Tantular. Para seniman akademis, baik dari kalangan mahasiswa maupun para dosen ISI Denpasar, nampak serius mempersiapkan hajatan perayaan Nyepi 1933 yang akan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono.
Alur ceritanya berkisah tentang pergulatan cinta kasih dan kedamaian, serta keharmonisan hidup dalam ungkapan berbentuk pertunjukan seni budaya dan ekspresi keindahan cipta, karsa, cita masyarakat.Selain itu, tentunya mengingatkan hakekat kehidupan berbangsa dan bernegara yang dihuni oleh keberagaman, melalui perayaan Nyepi kali ini dijadikan momen untuk saling menghormati.
Cerita yang menyiratkan sebuah anugrah kemajemukan dalam kesetaraan di bawah panji-panji merah-putih Indonesia tercinta, dan dalam naungan kepak sayap Burung Garuda Pancasila yang gagah perkasa, serta Undang-undang Dasar 1945 yang adil dan beradab. Hal ini dibuktikan, dalam garapan seni ini dimeriahkan dengan tarian nusantara, di antaranya: tarian Kecak(Bali), tarian Buru (Papua), tarian Saman (Aceh), Pakarena (Sulawesi)
Prof. I Wayan Rai, S MA, rektor ISI Denpasar sempat mengingatkan supaya seluruh seniman akademis yang terlibat dalam garapan pertunjukan seni budaya terkait Dharma Santhi Nyepi ini untuk tetap menunjukan kualitas diri sebagai seniman profesional. Selain itu, menjaga etika, sopan santun, dan tata krama, serta mentaati segala petunjuk dari pimpinan rombongan selama berada di Jakarta. “Sehingga apa yang disajikan dalam pertunjukan seni budaya tersebut tercermin dalam tingkah polah dari para senimannya,” harapnya.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Mar 18, 2011 | Berita
Jakarta, 17 Maret 2011–Dirjen Dikti Djoko Santoso didampingi Sekretaris Ditjen Dikti Harris Iskandar membuka sidang komisi 4 dalam Rembuknas Pendidikan 2011. Sidang komisi yang dihadiri oleh rektor perguruan tinggi pemerintah, direktur politeknik, kepala dinas dan instansi terkait membahas efisiensi dan efektivitas layanan Dikti.
Djoko dalam sambutannya mengulas empat stategi umum dalam mewujudkan efisiensi dan efektivitas. Topik pertama adalah berbagi sumberdaya. Beberapa strategi yang dikemukakan antara lain adalah izin program studi baru, perguruan tinggi baru dan community college.
Topik yang dibahas berikutnya adalah berbagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Salah satu tujuan pembahasan topik ini adalah untuk menyetarakan kompetensi perguruan tinggi di Indonesia. Selain program studi baru, strategi lain yang diulas adalah mutasi dosen.
Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang baru saja secara resmi diluncurkan, menjadi salah satu ulasan dalam topik ketiga. Topik ini mengupas integrasi layanan pendidikan tinggi. Implementasi dari strategi ini adalah pangkalan data perguruan tinggi yang akurat, terbarukan dan terintegrasi.
Sebagai penutup, topik terakhir yang menjadi sorotan adalah intervensi. Intervensi ini dapat berupa pemberian hibah ijin, bantuan pendanaan dan penugasan PTK. Harris sebagai pemimpin sidang mengajak para peserta rapat untuk memberikan aspirasi untuk perumusan kebijakan.
Sumber: dikti.go.id
by admin | Mar 18, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman Handalas NP dkk, mahasiswa PS. Desain Komunikasi Visual ISI Denpasar.
Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sudah semakin pesat dari Handphone, Komputer, dan alat komunikasi lainnya yang semakin banyak di konsumsi remaja sekarang yang notabena adalah sebagai penerus bangsa. Sebagai penerus bangsa, sudah semestinya memiliki kualitas intelektual yang bagus.
Pada faktanya hal ini tidak selalu sesuai dengan harapan, karena tidak selamanya kemajuan teknologi khususnya komputer berdampak baik bagi kesehatan individu pemakainya. Salah satu gangguan kesehatan yang terjadi adalah Computer Vision Syndhrome yaitu kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, pengelihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah pengelihatan lainnya. Persatuan dokter mata Amerika mendefinisikan CVS sebagai kumpulan gejala okuler (mata) maupun non okuler, yang timbul selama atau setelah bekerja di depan monitor komputer. Mekanisme terjadinya CVS diduga merupakan akibat gabungan dari faktor permukaan mata, akomodasi, karakteristik komputer, juga oleh faktor eksternal (seperti pencahayaan dan tata ruang). Yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan mata lainnya seperti rabun dekat, silinder, bahkan katarak.
Hal ini di sebabkan oleh adanya radiasi layar monitor komputer yang mengandung gelombang beta pada monitor mengakibatkan kerusakan pada retina. Menurut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, pancaran radiasi gelombang beta yang ditimbulkan oleh monitor komputer. Perlu diketahui, monitor komputer produksi mulai tahun 2004 telah menyertakan sebuah komponen silikon radioaktif lemah yang mampu membuat warna XVGA lebih cerah dengan biaya yang murah. Pancaran radioaktif ini akan terus aktif hingga meluruh habis selama 20 tahun. Kerusakan pada mata tidak bersifat langsung, tetapi bersifat gradual.
Saat Anda melakukan kegiatan di depan komputer dalam waktu yang lama, sebaiknya anda perlu mengistirahatkan mata dengan menutupnya selama 5 menit secara berkala. Karena pencahayaan yang terlalu terang pada layar komputer akan membuat mata menjadi silau dan jika cahayanya terlalu buram akan membuat kinerja mata meningkat untuk melihat sehingga menimbulkan kelelahan.
Mengatasi Computer Vision Syndhrome (CVS) dengan Senam Mata Selengkapnya
by admin | Mar 17, 2011 | Berita
DEPOK – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menyatakan, perlu ada efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pendidikan.
Efisiensi di antaranya dalam pengelolaan anggaran penyelenggaraan pendidikan, yaitu sekira 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Akan sangat disayangkan jika anggaran yang besar ini tidak kita kelola sebaik-baiknya. Sebab, kita otomatis dapat 20 persen, sementara kementerian lain juga masih sangat membutuhkan dana,” kata Mendiknas ketika membuka Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2011, di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (d/h Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai) Kemendiknas, Bojongsari, Depok, Rabu (16/3/2011).
Nuh menjelaskan, semua proses yang terjadi dalam dunia pendidikan adalah irreversible, atau tidak bisa dibalik. Karena itu, Nuh mengingatkan, semua yang dilakukan harus tepat dan efektif. “Sebab, kesalahan dalam dunia pendidikan beda dengan kesalahan dalam bidang manufaktur. Dalam dunia manufaktur, jika terdapat kesalahan dalam suatu produk, maka produk itu bisa ditarik dari pasaran. Hal itu tidak dapat kita lakukan dalam dunia pendidikan,” ujar mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
Sesuai paparan Mendiknas, maka “Efisiensi dan Efektivitas“-lah yang diusung menjadi tema RNP 2011. Dalam agenda rutin tahunan Kemendiknas ini, para stakeholders dunia pendidikan mereka akan membahas berbagai masalah, di antaranya soal bantuan operasional sekolah (BOS), dan tata kelola organisasi.
Pembukaan RNP 2011 juga dihadiri oleh Menko Kesra Agung Laksono. Di hari pertama RNP 2011, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dijadwalkan memberi pengarahan bertema “Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Menyongsong Pembangunan Ekonomi Tahun 2025.” Selain Agung, praktisi pendidikan Ratna Megawangi akan berbagi cerita soal Success Story Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); serta Sandiaga Uno akan menyampaikan materi mengenai “Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja.”
Hingga 18 Maret mendatang, para peserta RNP 2011 akan bersidang dalam tiga sidang pleno dan tujuh sidang komisi yang berlangsung paralel. Ketujuh komisi akan membahas bidang PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pendidikan orang dewasa, bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa, dan tata kelola organisasi
Sumber : okezone.com
by admin | Mar 17, 2011 | Berita
Depok-Tata kelola pendidikan harus terus menerus dilakukan secara efektif dan efisien baik dari sisi penggunaan anggaran maupun proses pendidikan itu sendiri. Efisiensi dilakukan karena dari sisi anggaran pendidikan terus membaik, sedangkan efektivitas dilakukan karena proses di dunia pendidikan tidak bisa dibalik (irreversable).
“Efisiensi tidak harus diterjemahkan pengiritan, tetapi ketepatan dalam mengalokasikan sumber daya termasuk dana,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh pada Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) Tahun 2011 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (d/h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai) Kemdiknas, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/3/2011).
Hadir pada acara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Pimpinan Komisi X DPR RI, Pimpinan Komisi III DPD RI, pimpinan perguruan tinggi/universitas/politeknik/sekolah tinggi, pejabat eselon I dan II Kemdiknas. RNP juga dihadiri oleh para kepala dinas provinsi/kab/kota dan pimpinan pengurus organisasi bidang pendidikan.
Tema RNP 2011 adalah “Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pelaksanaan Misi 5 K Kemdiknas”. Agenda tahunan ini diselenggarakan untuk mengevaluasi kebijakan pendidikan tahun lalu, menyiapkan dan mempertajam kegiatan pada 2011, serta sebagai masukan program pada 2012.
Pada paparannya Mendiknas menyampaikan, pendidikan dapat dijadikan sebagai mesin mobilitas vertikal baik sosial, ekonomi, dan budaya. Mendiknas mengilustrasikan, seorang anak berusia sepuluh tahun setelah mengikuti proses pendidikan dan lulus pada usia 23 tahun pada usia 44 tahun sudah menjadi pimpinan perusahaan (CEO).
Berdasarkan ilustrasi itu, kata Mendiknas, maka prinsip yang dipegang dalam mengelola dunia pendidikan harus ramah secara sosial. “Jangan sekali-sekali kita men-dropout atau mengeluarkan siswa kita, mahasiswa kita, karena pertimbangan finansial. Drop out pada hakekatnya adalah urusan keputusan akademik, tetapi kalau penyebabnya nonakademik tidak nyambung,” katanya.
Mendiknas menyebutkan, ada lima fokus utama Kemdiknas, yakni pendidikan anak usia dini (PAUD), menuntaskan wajib belajar 9 tahun, pendidik dan tenaga kependidikan, pendidikan vokasi, dan pendidikan tinggi. “PAUD akan kita jadikan sebagai gerakan nasional. Kita kaitkan paud, pos yandu, dan pmtas (pemberian makanan tambahan anak sekolah). Pemerintah tidak mendirikan lembaga baru, tetapi mendukung organisasi sosial kemasyarakata yang sudah bergerak di lapangan,” katanya.
Adapun tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah terkait akses mencakup ketersediaan dan keterjangkauan, peningkatan kualitas pendidikan, kinerja 2011, dan kesetaraan pendidikan.
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyampaikan, Indonesia memiliki kesempatan emas jika dilihat dari jumlah penduduk usia produktif yang mencapai 70 persen. Kondisi yang dibutuhkan untuk meraih kesempatan ini adalah apabila mampu menyediakan pendidikan yang berkualitas dan mampu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. “Saya menaruh harapan besar agar kegiatan ini benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai media bagi penyelarasan perencanaan pembangunan pendidikan,” ujarnya.
Agung mengemukakan, berdasarkan data World Economic Forum 2010 menunjukkan bahwa global competitiveness index Indonesia meningkat dari ranking 54 menjadi 44 dunia. Peningkatan ini, kata dia,ditopang oleh sektor pendidikan.” Human Development Indeks (HDI) juga meningkat pada posisi 108 dunia dari sebelumnya 111.
Agung menyebutkan, tiga faktor utama yang mempengaruhi HDI adalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. “Pemerintah menempatkan tiga tantangan sebagai prioritas pembangunan,” ujarnya.
Ketua Panitia Penyelenggaran RNP 2011, Sekretaris Jenderal Kemdiknas Dodi Nandika melaporkan, RNP sebagai bagian dari tahapan siklus perencanaan pembangunan nasional untuk menajamkan rancangan rencana kerja pemerintah 2011. “Selama rembuk, ada tiga sidang pleno dan tujuh sidah komisi yang berlangsung paralel,” katanya.
Dodi menyampaikan, selain arahan dan sambutan Menkokesra dan Mendiknas, sidang pleno akan diisi oleh Menko Perekonomian tentang pengembangan sumber daya manusia dalam menyongsong pembangunan ekonomi tahun 2025 , paparan Wamendiknas tentang karakter bangsa, paparan BPK tentang keuangan, paparan Ratna Megawangi tentang anak usia dini.
Acara RNP dirangkai peluncuran pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT) oleh Menkokesra didampingi Mendiknas, penandatanganan MoU antara Mendiknas dengan Kepala Badan Pusat Statistik, dan penandatanganan kontrak kinerja Mendiknas dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas (Dirjen Dikti) Djoko Santoso, serta penandatanganan kontrak kinerja Dirjen Dikti dengan Rektor Universitas Sriwijaya, Rektor ITB, Direktur PTK Ditjen Dikti, Direktur Politeknik Negeri Jember, dan Kopertis Wilayah XI. (aline/agung)
Sumber: kemdiknas.go.id