M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Hubungan dua budaya ISI Denpasar –  Suan Sunandha Rajabhat University

Hubungan dua budaya ISI Denpasar – Suan Sunandha Rajabhat University

Peningkatan hubungan dua budaya yang terpisah dalam dua negara dalam waktu dekat akan disatukan dalam Memorandum of Understanding antar dua institusi, melakukan pendekatan dengan pengiriman duta atau perwakilan dari Thailand untuk tampil di ISI Denpasar. Pengiriman yang terdiri dari 23 mahasiswa, 2 dosen, serta satu orang staff dijamu oleh Rektor ISI Denpasar beserta jajarannya dan staff .

Acara dibuka dengan tarian selamat datang yaitu tari Selat Segara yang dibawakan oleh mahasiswa ISI Denpasar, kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor ISI Denpasar, Prof.Dr. I Wayan Rai, S, MA, beliau menyampaikan pesan bahwa kedatangan perwakilan dari Suan Sunandha Rahabhat University merupakan pertemuan penting menjelang penandatanganan MoU, diharapkan setelah penandatanganan akan membuka lebar kesempatan untuk pelaksaan PAR (Program Academic Recharging) serta program Sandwich maupun pertukaran pelajar dan dosen. Sambutan dilanjutkan dengan presentasi singkat mengenai profile ISI Denpasar, dalam kesempatan ini Prof Rai menyampaikan Suan Sunandha Rajabhat University memiliki fakultas yang jenisnya hampir sama dengan Institus Seni Indonesia Denpasar sehingga hal ini akan memberikan kesempatan luas bagi dua fakultas untuk melakukan kerjasama-kerjasama dalam peningkatan kualistas.

Sambutan selanjutnya dibawakan oleh perwakilan Suan Sunandha Rajabhat University yaitu Prof. Chommanad Kijkhun (Ph.D), beliau menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas sambutan yang diberikan serta berharap proses penandatangan kesepakatan antara dua institusi akan berjalan lancar, dalam kesempatan ini beliau memperkenalkan profile universitasnya dengan penayangan film singkat yang berisi potongan-potongan kegiatan yang berlangsung di Suan Sunandha Rajabhat University.

Pemberian workshop singkat dibawakan oleh Gusti Ayu Srinatih, S.ST, M.Si diikuti oleh mahasiswa dari Suan Sunandha Rajabhat University, dalam workshop ini mereka diajarkan mengenai gerakan dasar dalam tarian Bali, tanpa butuh waktu lama dalam beberapa waktu mereka terlihat cukup menguasai gerakan tari yang diikuti oleh tabuhan gamelan, diharapkan hal ini akan memberikan pengalaman mengenai gerakan tarian Bali.

Pertunjukan pertukaran kebudayaan pun dimulai dengan penampilan 3 tarian yang dibawakan oleh mahasiswa Suan Sunandha Rajabhat University yaitu tarian Indonesia-Thailand yang menceritakan tentang hubungan baik yang telah terbina antar dua negara dalam satu kawasan Asia Tenggara, tari Manora, dan tari four Region of Thailand yang menggambarkan budaya Thailand yang berbeda antara wilayah utara, selatan, timur dan barat. Setelah penampilan tarian dari Thailand kemudian dilanjutkan dengan persembahan tarian oleh Mahasiswa ISI Denpasar dalam tarian Oleg Tamulilingan dan Satia Brasta. Acara ditutup dengan foto bersama dan bersalam-salaman.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Hari Raya Nyepi Dalam Konteks Seni Di Desa Pupuan

Hari Raya Nyepi Dalam Konteks Seni Di Desa Pupuan

Kiriman Kadek Swartana, Mahasiswa PS. Seni Karawitan ISI Denpasar

Nyepi merupakan salah satu hari raya umat beragama hindu yang ada di indonesia. Hari raya nyepi datang setiap satu tahun sekali, yaitu pada hari tilem sasih kasanga. Berkaitan dengan hari raya nyepi, penulis ingin berbagi sedikit tentang sejarah awal hari raya nyepi.kita semua tahu bahwa agama hindu berasal dari india dengan kitab sucinya weda. Di awal abad masehi bahkan sebelumnya, negeri india dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan.pertikaian antar suku-suku bangsa, al. (suku saka, pahiava, yueh chi, yavana dan malaya) menang dan kalah silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku menyebabkan terombang-ambingnya kehidupan beragama itu. Pola pembinaan kehidupan beragama menjadi beragam, baik karena kepengikutan umat terhadap kelompok-kelompok suku bangsa, maupun karena adanya penafsiran yang saling berbeda terhadap ajaran yang diyakini.
Dan pertikaian yang panjang pada akhirnya suku saka menjadi pemenang dibawah pimpinan raja kaniskha i yang dinobatkan menjadi raja dan turunan saka tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 saka, pada bulan maret tahun 78 masehi.
Dari sini dapat diketahui bahwa peringatan pergantian tarikh saka adalah hari keberhasilan kepemimpinan raja kaniskha i menyatukan bangsa yang tadinya bertikai dengan paham keagamaan yang saling berbeda.

Sejak tahun 78 masehi itulah ditetapkan adanya tarikh atau perhitungan tahun saka, yang satu tahunnya juga sama-sama memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut caitramasa, bersamaan dengan bulan maret tarikh masehi dan sasih kesanga dalam tarikh jawa dan bali di indonesia. Sejak itu pula kehidupan bernegara, bermasyarakat dan beragama di india ditata ulang.
Oleh karena itu peringatan tahun baru saka bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional. Keberhasilan ini disebar-luaskan keseluruh daratan india dan asia lainnya bahkan sampal ke indonesia.Kehadiran sang pendeta saka bergelar aji saka tiba di jawa di desa waru rembang jawa tengah tahun 456 masehi, dimana pengaruh hindu di nusantara saat itu telah berumur 4,5 abad.Dinyatakan sang aji saka disamping telah berhasil mensosialisasikan peringatan pergantian tahun saka ini, jüga dan peristiwa yang dialami dua orang punakawan. Pengiring atau caraka beliau diriwayatkan lahirnya aksara jawa onocoroko doto sowolo mogobongo padojoyonyo. Karena aji saka diiringi dua orang punakawan yang sama-sama setia, sama-sama sakti, sama-sama teguh dan sama-sama mati dalam mempertahankan kebenaran demi pengabdiannya kepada sang pandita aji saka.

Rangkaian peringatan pergantian tahun saka peringatan tahun saka di indonesia dilakukan dengan cara nyepi (sipeng) selama 24 jam dan ada rangkaian acaranya antara lain :

  1. Upacara melasti, mekiyis dan melis intinya adalah penyucian bhuana alit (diri kita masing-masing) dan bhuana agung atau alam semesta ini. Dilakukan di sumber air suci kelebutan, campuan, patirtan dan segara. Tapi yang paling banyak dilakukan adalah di segara karena.sekalian untuk nunas tirtha amerta (tirtha yang memberi kehidupan) ngamet sarining amerta ring telenging segara. Dalam rg weda ii. 35.3 dinyatakan apam napatam paritasthur apah (air yang murni baik dan mata air maupun dan laut, mempunyai kekuatan yang menyucikan).
  2. Menghaturkan bhakti/pemujaan Di balai agung atau pura desa di setiap desa pakraman, setelah kembali dari mekiyis.

Tawur agung/mecaru. Di setiap catus pata (perempatan) desa/pemukiman, lambang menjaga keseimbangan. Keseimbangan buana alit, buana agung, keseimbangan dewa, manusia bhuta, sekaligus merubah kekuatan bhuta menjadi div/dewa (nyomiang bhuta) yang diharapkan dapat memberi kedamaian, kesejahteraan dan kerahayuan jagat (bhuana agung bhuana alit). Dilanjutkan pula dengan acara ngerupuk/mebuu-buu di setiap rumah tangga, guna membersihkan lingkungan dari pengaruh bhutakala. Belakangan acara ngerupuk disertai juga dengan ogoh-ogoh (symbol bhutakala) sebagai kreativitas seni dan gelar budaya serta simbolisasi bhutakala yang akan disomyakan. (namun terkadang sifat bhutanya masih tersisa pada orangnya).

  1. Nyepi (sipeng) Dilakukan dengan melaksanakan catur brata penyepian (amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan).
  2. Ngembak geni. Mulai dengan aktivitas baru yang didahului dengan mesima krama di lingkungan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas diadakan acara dharma santi seperti saat ini.

Hari Raya Nyepi Dalam Konteks Seni Di Desa Pupuan selengkapnya

Dosen ISI Denpasar Promosi Budaya Bali Di Australia

Dosen ISI Denpasar Promosi Budaya Bali Di Australia

Upaya ISI Denpasar untuk go international terus dibarengi dengan berbagai kegiatan Tri Darma yang melibatkan seluruh civitas akademika kampus seni ini. Beberapa hari sebelumnya, ISI Denpasar dikunjungi dua kampus seni  Thailand, yaitu Songkhla Rajabhat University dan Suan Suanandha Universty, dan selanjutnya I Made Kartawan dari jurusan Karawitan juga memberikan workshop di Jepang, sekarang I Made Sidia seorang dosen jurusan Pedalangan,Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar berada di Melbourne Australia dari tanggal 4 s/d 17 april 2011 untuk menghadiri undangan dari “The Art Center of Melbourne” dalam pementasan seni dan workshop.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A., mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan “The Art Center of Melbourne” terhadap  ISI Denpasar. Pihaknya berharap, dengan kerjasama seperti ini, citra ISI Denpasar tentunya semakin meningkat di dunia internasional. Dosen lain sudah disiapkan untuk implementasi kerjasama internasional lainnya. ”Saya sangat mendukung dosen, pegawai, maupun mahasiswa untuk berkiprah di tingkat internasional sesuai dengan peraturan yang berlaku, demi kemajuan kampus untuk  go internasional,”harap Prof Rai.

Sidia, dosen ISI dan seniman multi- talenta yang sudah tidak disanksikan lagi. Berbagai karyanya diantaranya “MOKSA” yang dipentaskan oleh ISI Denpasar  pada “10th Anniversary of Gunarsa Fine Arts Museum” pada bulan January 2004, “THE THEFT OF SITA” international multi media production, yang dipentaskan di Adelaide Festival pada tahun 2000, “HARI KESEHATAN” yang dipentaskan pada World Environment Day tahun 2008 di Jakarta, “DIBURU WAKTU” Theatre and multimedia performance, tahun 2005 di Darwin, serta karya lainnya. Sidia juga pernah diundang untuk memberikan “workshop” di UNIMA Perth tahun 2008.

“Saya baru saja mengadakan Workshop di Melbourne Art Centre pesertanya sekitar 35 orang. Workshop tentang  wayang dan Topeng sambil tyang promosi tentang Budaya Bali Tentu saja juga tentang kampus kita. Pesertanya adalah guru-guru seni di Melbourne. Mereka juga sudah belajar bahasa Indonesia, tyang presentasi pawer point, tentang seni tradisi wayang di Bali , kemudian tiang perkenalkan beberapa garapan wayang Kontemporer yang pernah tiang buat baik di Campus maupun wayang Bom Bali yang pernah tiang buat. Mereka sangat senang di akhir Work shop  meraka kita ajarkan membuat wayang dari kertas Kartoon.. mereka cukup pintar bikin wayang,dan selanjutnyua tiang  pentas topeng dan atraksi wayang …dengan wayang tradisi dan Modern. Inggih itu yang tiang bisa ceritakan. Semoga kampus kita dan Budaya Bali semakin disenangi dan dicintai oleh semua orang di dunia seingga kita sebagai orang Bali akan semakin sayang dan terus melestarikan budaya kita yang adi luhung ini, disamping mengolah atau mengkreasikan  lebih banyak selama tidak menyimpang dari norma-norma yang kita miliki atau pakem yang sudah ada. Salam Budaya dan Sukses Untuk lembaga kita,” Demikian tutur Sidia pada Humas ISI Denpasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Taman Permandian Tirta Empul dan Taman Permandian Gua Gajah

Taman Permandian Tirta Empul dan Taman Permandian Gua Gajah

Kiriman Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn., Dosen PS. Desain Interior ISI Denpasar.

Taman Permandian Tirta Empul kini berada di dalam lingkungan Pura Tirta Empul, yang lokasinya berdekatan dengan Istana Presiden di desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan prasasti batu yang terdapat di Pura Sakenan Desa Manukaya, disebutkan bahwa permandian ini dibangun oleh Raja Sri Candrabhaya Singha Warmadewa pada 962 Masehi, di bulan Kartika (Oktober), saat bulan terang tanggal 13 (dua hari sebelum purnama), hari pasaran Kajeng (Soebandi, 1983: 58). Namun hasil pembacaan prasasti oleh Prof. Dr. Stutterheim (Belanda) dengan yang dilakukan kemudian oleh Dr. L C Damais (Perancis) berbeda. Hasil pembacaan ulang Damais menguraikan bahwa, raja yang membangun permandian Tirta Empul adalah  E(e)dra Jaya Singha Warmadewa pada 882 Saka atau 960 Masehi (Sashtri, 1963: 42).

Selanjutnya pada masa pemerintahan pasangan Raja Sri Dhanadhiraja Lancana – Sri Dhanadewi Ketu (Masula – Masuli) yang memerintah pada 1178 – 1255, dibangunlah Pura Tirta Empul. Pembangunan Pura Tirta Empul ini dimaksudkan sebagai tempat suci (padharman) Bathara Indra, dirancang oleh I Bandesa Wayah. Semua pancuran di Taman Permandian Tirta Empul kemudian diberi tanda sesuai dengan fungsinya (Soebandi, 1983: 59-60).

Mata air Tirta Empul berada di halaman dalam (Jeroan) Pura Tirta Empul ditampung dalam sebuah kolam besar dan dinamakan Taman Suci. Kolam dengan pancuran yang ada di sisi barat Pura disebut Tirta Surya Bulan Bintang. Sedangkan Taman Permandian Tirta Empul berada di sisi selatan Pura, terdiri dua buah kolam yang dipisahkan oleh jalan menuju ke dalam Pura. Kolam permandian dengan 13 pancuran yang ada di barat jalan berfungsi untuk pembersihan rohani dan untuk air suci upacara kematian. Kolam dengan pancuran di timur jalan berfungsi untuk air suci upacara keagamaan. Di halaman luar (Jabaan) Pura Tirta Empul juga dibangun kolam renang, serta permandian umum untuk pria dan wanita, berupa pancuran di bagian tenggara halaman.

Taman Permandian Gua Gajah

Taman permandian Gua Gajah terletak di obyek purbakala Gua Gajah, yang berada di Banjar (dusun) Goa, desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, wilayah  Kabupaten Gianyar. Taman permandian yang berupa kolam dan pancuran ini ditemukan pada 1954 oleh Krijgsman dari Dinas Purbakala, sedangkan guanya sendiri ditemukan lebih awal, yakni pada 1923 (kempers, 1960: 39 dan 42). Kolam permandian Gua Gajah  berada di depan gua dengan letak lebih rendah dari gua. Di sebelah timur permandian tersebut dibangun Pura Gua Gajah, yang dulunya berada di lokasi Taman Permandian, saat permandian tersebut masih tertimbun tanah.

Permandian Gua Gajah menghadap ke barat, terdiri dari 2 kelompok permandian yang dipisah oleh sebuah kolam kecil di tengah-tengahnya. Arca-arca pancuran berbentuk wanita yang semula ditemukan di depan gua, kemudian dikembalikan pada tempatnya di permandian, serta difungsikan sebagai arca pancuran. Sumber air pancuran dialirkan dari timur gua melalui saluran aslinya, yang berupa terowongan di dalam tanah.

Taman Permandian Tirta Empul selengkapnya

Pelatihan Operator Website Unit BAUK

Pelatihan Operator Website Unit BAUK

Demi menunjang tersebarnya informasi secara maksimal yang bisa dinikmati oleh siapapun dan dimanapun, itu bisa kita dapati dengan salah satunya melalui website. Dengan adanya website, masyarakat luas akan sangat mudah mencari informasi yang mereka perlukan dengan cepat dari berbagai sumber yang bisa dipercaya. Untuk itulah website juga perlu diupdate atau diperbaharui setiap saat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Begitupun Institut Seni Indonesia Denpasar yang harus mengupdate websitenya setiap saat agar informasi yang disampaikan benar-benar yang uptudate.

Serangkaian dengan itu, UPT. Puskom ISI Denpasar memberikan pelatihan kepada operator website unit  yang bertugas di unit Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) ISI Denpasar pada hari Kamis tepatnya tanggal 24 Maret 2011 bertempat di ruang UPT.Puskom ISI Denpasar lantai II mulai pukul 09.00 wita sampai 14.00 wita. Pelatihan ini hanya berlangsung sehari yang diikuti oleh satu (1) orang dari tiga (3) peserta  yang dipandu oleh seorang instruktur.

Pada pelatihan tersebut dijelaskan sekaligus mempraktekkan tentang tata cara yang harus dilalui untuk mengupdate data maupun menambahkan berita terbaru yang harus diketahui oleh semua civitas akademika melalui media internet sehingga mereka tidak harus datang langsung ke sumbernya cukup dari tempat mereka berada baik itu dalam maupun luar negeri sekalipun yang ada akses internetnya. Dan kesemuanya itu sangat menunjang misi Institut Seni Indonesia yaitu ‘Go International” melalui ICT.

Sejarah Filsafat Barat

Sejarah Filsafat Barat

Kiriman; Saptono, SSn., Dosen PS. Seni Karawitan ISI Denpasar.

Filsafat Sokrates sampai fil Max

1.Pendahuluan

Filsafat diambil dari bahasa Arab. Falsafah berasal dari bahasa Yunani Philosophia, kata majemuk yang terdiri dari dua kata philos artinya cinta atau suka, dan kata sophia yang artinya bijak. Dengan demikian jelas bahwa kebijaksanaan itu belum diraih, seorang filsuf adalah orang yang sedang mencari kebijaksanaan. Dengan demikian filsafat adalah usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh suatu pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati.(Harun, 1980:7-8)

Mempelajari filsafat Yunani berarti menyaksikan kelahiran filsafat. Filsafat dilahirkan kerena kemenangan akal atas dongeng yang memberitakan tentang asal mula segala sesuatu baik dunian maupun manusia.

Pra Sokrates

THALES adalah filsuf yang termasuk tujuh orang bijak, menurut dia yang menjadi asal mula segala sesuatu adalah air.

Tokoh berikutnya Anaximandros (610 -540 SM), beliau tidak setuju dengan air sebagai asal mulanya, karena air adalah sebagai hal yang terbatas. Bagaimana dengan hal yang tak terbatas itu terjadi di dunia ini ? Ia berpandangan bahwa hal ini disebabkan karena penceraian (ekkrisis) dari to apeiron (yang tak terbatas) dilepaskan anasir-anasir yang saling berlawanan, yaitu;antara panas dan dingin, kering dan basah. Maka dalam dunia ada hukum keseimbangan dan antara anasir-anasir yang berlawanan ada yang menjadi dominan, hukum keseimbangan tadi mengusahakan akan adanya keseimbagnan lagi dan seterusnya.

Pandangan tersebut di atas juga dibantah oleh filsuf Anaximenes, ia mengemukakan bahwa segala sesuatu berasal adalah dari hawa/udara. Udara yang menjadikan manusia hidup. Manusia akan mati apabila ia tidak bernapas (Harun, 1980:18)

Seperti yang telah dikemukakan para filsuf di atas adalah filsuf alam (hukum alam), karena alam semesta senantiasa berubah menjadikan siang-malam, terang-gelap, panas-dingin, dan sebagainya.

Sokrates

Sokrates hidup tahun 469-399 MS, ia memindahkan filsafat dari langit ke bumi sasaran yang diselidiki bukan lagi jagat raya, melainkan manusia sebagai obyeknya. Beliau memberikan ajarannya dengan kebijakan atau kautaman (arate), yaitu pengetahuantentang yang baik adalah satu dan menyeluruh (ibid:37).

Kemudian Protagoras filsafatnya bahwa manusia menjadi ukuran bagi segala sesuatu yang ada dan yang tidak ada. Bagi orang sehat angin dirasa segar, akan tetapi bagi orang sakit angin dirasa dingin, menggigilkan.

Plato (427-347 MS), ia seorang fulsuf Yunani yang terkenal, murid dari Sokrates ini berpandangan bahwa filsafatnya adalah pengetahuan tentang segala yang ada, ilmu yang berminat untuk mencapai kebenaran yang asli (Juhaya, 2003 : 2). Bagi plato idea bukanlah gagasan yang hanya terdapat dalam pikiran saja (subyektif), dan bukan gagasan yang dubuat dan ditemukan oleh manusia. Sebab idea ini bersifat obyektif artinya berdiri sendiri, dan tidak tergantung kepada pemikiran manusia. Dalam ini idealah yang memimpin pikiran manusia (Harun 1980:40).

Aristoteles (384-322 SM),ia adalah murid dari Plato. Pandangan filsafatnya ilmu yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu; metafisika, logika, etika, ekonomi, politik, dan estatika (Juhaya 2003:2). Ajarannya tentang manusia melalui dua tahap, yang pertama ia masihdipengaruhi Plato, sehingga masih mengajarkan dualisme antara tubuh dan jiwa. Akan tetapi dualisme ditinggalkan dengan dijembatani jurang ‘yang ada’ diantara tubuh (materi) dan jiwa (bentuk). Hal ini disebabkan tubuh menjadi tubuh yang hidup, dan jiwa adalah asas hidup dalam arti yang seluas-luasnya (Harun, 1980:51).

Sejarah Filsafat Barat selengkapnya

Loading...