by admin | Apr 29, 2011 | Berita
Bertempat di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, Kamis (28/4) Rektor ISI Denpasar menerima kunjungan Dirjen DIKTI (Pendidikan Tinggi) yang dalam kesempatan ini diwakili oleh SesDirjen atau sekretaris Dirjen DIKTI Dr. Haris Iskandar serta anggota komisi X DPR-RI yang membawahi bidang Pendidikan, Bapak I Wayan Koster dengan agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Pascasarjana ISI Denpasar. Turut diundang pula Rektor Universitas Udayana (Unud), Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksa), serta Koordinator Kopertis wilayah VIII serta seluruh civitas akademika baik dari dosen, pegawai, hingga mahasiswa ISI Denpasar menghadiri acara ini yang juga dimanfaatkan sebagai pemaparan atau sosialisasi mengenai program Dikti dalam bidang pendidikan.
Dalam kesempatan ini Bapak Dr.Haris Iskandar mengungkapkan dalam meningkatkan kualitas dibidang pendidikan dibutuhkan kerjasama semua pihak, tidak hanya dari pemerintahan dan dinas Pendidikan Tinggi namun juga pelaku atau civitas akademik yang terlibat didalamnya untuk selalu mendukung seluruh usaha atau strategi yang telah dibuat, adapun sasaran strategi yang telah ditentukan untuk beberapa tahun mendatang adalah berbagi sumber daya, proses, serta memanfaatkan sumber informasi, ketiga hal tersebut apabila dipahami dan dilakukan dengan baik diharapkan dapat menjadi senjata ampuh dalam peningkatan pendidikan di Indonesia. Dalam bidang seni misalnya, beliau mencontohkan ISI Denpasar yang memiliki karakter atau ciri khas yang akan selalu dicari oleh orang-orang yang memang ingin mempelajari kesenian atau budaya Bali, dan mereka diharuskan datang ke Bali. Dalam usaha peningkatan ini ada baiknya juga dibarengi dengan membuka program studi yang memang berkenaan dengan seni atau budaya tersebut serta program lanjutan pascasarjana.
Hal yang senada disampaikan pula oleh Bapak I Wayan Koster yang mengharapkan banyak gagasan baru dibidang pendidikan berupa Pengembangan Program Studi yang diharapkan disesuaikan dengan potensi daerahnya masing-masing .“Kedepannya keputusan baru di bidang pendidikan tinggi daerah dalam batas tertentu diharapkan tidak lagi diputuskan oleh pusat namun daerah juga mampu memutuskannya sehingga konsep desentralisasi bisa berjalan dengan baik”, lanjutnya.
Usai acara sambutan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan berupa lukisan yang dikerjakan oleh salah satu mahasiswa Jurusan Seni Lukis yaitu Wahyu Mahameru, ditengah keterbatasannya ia mampu menyelesaikan dua buah lukisan yang dipersembahkan untuk bapak SesDirjen dan salah satu anggota Komisi X DPR-RI. Kemudian Rombongan diarahkan menuju gedung Kriya Hasta Mandala untuk pembukaan pameran hasil karya mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, para rombongan cukup antusias menikmati karya yang disuguhkan sebelum akhirnya harus meninggalkan ISI Denpasar untuk kembali ke Jakarta.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Apr 29, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman I Gede Yudarta, SSKar., M.Si., Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar.
Kebudayaan Bali di Lombok khususnya di Kota Mataram diperkirakan sudah mulai berkembang semenjak kedatangan orang-orang Bali dan menetap secara permanen. Sebagaimana telah diungkap pada bab sebelumnya, bahwa keberadaan orang Bali dan menetap di Lombok terjadi pada saat dikuasainya Lombok sebagai bagian dari wilayah kekuasaan kerajaan Karangasem. Orang-orang tersebut sebagian besar merupakan masyarakat dari berbagai daerah di Karangasem yang mengikuti sanak saudara mereka pada saat berperang dan mengalahkan Lombok. Seiring dengan hal tersebut, kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan dan seni pertunjukan sebagai salah satu sub-unsurnya diperkirakan berkembang sesudah itu dan mengalami perkembangan yang pesat semenjak kondisi kepemimpinan Karajaan Karangasem mulai stabil. Berkembangnya kesenian, khususnya seni pertunjukan Bali, hal ini tidak terlepas dari pentingnya keberadaan kesenian guna mendukung setiap pelaksanaan upacara keagamaan. Sebagaimana umumnya, setiap pelaksanaan upacara keagamaan masyarakat Bali yang beragama Hindu akan senantiasa menyertakan kesenian baik dalam bentuk seni wali, bebali maupun balih-balihan. Adapun fungsinya adalah sebagai salah satu unsur yang sangat penting bagi kelengkapan dan mengiringi jalannya sebuah upacara keagamaan.
Sehubungan dengan hal itu, perkembangan kesenian Bali di Lombok pada awalnya adalah kesenian-kesenian dari daerah Karangasem. Diketahui bahwa pada masa itu daerah Karangasem bukan merupakan daerah yang kaya dengan kesenian sebagaimana halnya daerah-daerah seperti di Bali Selatan dan Bali Utara. Kesenian-kesenian yang berkembang di masyarakat Karangsem pada umumnya merupakan kesenian klasik dan sakral seperti Sanghyang, Gambuh, Topeng, Wayang, Angklung, Gambang, Selonding serta beberapa beberapa alat musik individual seperti preret dan genggong. Dari berbagai jenis kesenian tersebut hanya beberapa jenis saja yang dikembangkan di Lombok.
Maraknya perkembangan kesenian Bali diperkirakan dimulai pada abad ke 18 dimana beberapa jenis seni pertunjukan seperti Gambuh, Topeng, gamelan dengan barungan yang lengkap seperti Angklung, Gong Gede, Bebarongan mulai memasuki wilayah Lombok. Asumsi ini didasarkan atas data historis dimana salah seorang dari keturunan Jelantik yang pernah memerintah di Singaraja (Buleleng) diberikan mandat untuk memimpin kerajaan di Lombok. Perkembangan yang cukup pesat terjadi pada tahun 1950 merupakan dampak dari didatangkannya seniman Bali pada tahun 1945 dan mengadakan pementasan di bawah prakarsa Gusti Bagus Ramia. Sebagaimana diungkap dalam Monografi Daerah Nusa Tenggara Barat yang dibuat pada tahun 1977, pada tahun 1957 dan 1958 terdapat rombongan kesenian Bali yang membawa jenis-jenis tari kebyar. Akhir tahun 1957 Ida Wayan Pasha mulai melatih gending-gending iringan tari kebyar dimana pengembangan tariannya dilakukan oleh Ni Made Darmi pada tahun 1958 dan I Wayan Likes pada tahun 1961. Pada tahun 1963 tercatat terjadi pemasalan tari Bali yang diprakarsai oleh Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat yang semakin mempopulerkan tarian Bali dikalangan masyarakat baik ditingkat anak-anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah di sekitar Cakra, Mataram dan Ampenan. Tercatat beberapa tari kekebyaran yang popular di kalangan masyarakat diantaranya: Tari Pendet, Tari Candrametu, Tari Panji Semirang. Tari Demang Miring, Tari Margapati, Tari Wira-nata, Tari Kebyar Duduk dan Kebyar Terompong, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Nelayan, tari Terunajaya dan berbagai jenis tarian lainnya. Di samping jenis tari lepas juga berkembang beberapa jenis sendratari seperti Ramayana, Rajapala, Sunda-Upasunda, Arjuna Tapa serta beberapa bentuk dramatari seperti Arja, Topeng, Prembon, Gambuh dan Wayang Wong.
Keberadaan Seni Pertunjukan Bali di kota Mataram, selengkapnya
by admin | Apr 28, 2011 | Berita, pengumuman
Unduh Pengumuman Penilaian Proposal Business Plan PMW : Klik disini
Unduh Jadwal Penilaian Proposal Business Plan PMW: Klik disini
PENGUMUMAN
No: 1067/IT5.5.1/KM/2011
Tentang
Presentasi Proposal Business Plan
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)
Institut Seni Indonesia Denpasar
Tahun 2011
Diumumkan kepada mahasiswa ISI Denpasar, bahwa pelaksanaan presentasi Proposal Business Plan akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 05 Mei 2011
Pukul : 09.00 WITA
Tempat : Gedung Grand Room
Pakaian : Bebas rapi + Jas Almamater
Pada saat pelaksanaan presentasi mahasiswa akan dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. (Kelompok + Jadwal Terlampir) dapat dilihat di website ISI Denpasar (www.isi-dps.ac.id), mahasiswa diharapkan hadir pukul 08.45 WITA.
Demikian agar diperhatikan sebaik-baiknya.
Denpasar, 28 April 2011
a.n. Rektor
Pembantu Rektor III
ttd
Drs. I Made Subrata,M.Si
NIP.195202111980031002
Tembusan
Rektor ISI Denpasar sebagai laporan
Catatan :
1. Presentasi Pemaparan Masing-masing Proposal : 8 Menit
2. Tanya Jawab : 17 Menit
3. Mahasiswa menyiapkan bahan powerpoint untuk presentasi
by admin | Apr 28, 2011 | Berita, pengumuman
Unduh pengumuman Bidik Misi : Klik disni
PENGUMUMAN
Nomor 1072/IT5.5/KM/2011
Tanggal 28 April 2011
Tentang
Perpanjangan Penerimaan Mahasiswa Baru
Program Beasiswa Bidik Misi Institut Seni Indonesia Denpasar
Tahun Akademik 2011/2012
Menyusul surat kami nomor 197a/I5.12/KM/2011 Tanggal 18 Maret 2011 perihal Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Beasiswa Bidik Misi Institut Seni Indonesia Denpasar, dengan ini kami sampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru melalui Program Beasiswa Bidik Misi Institut Seni Indonesia Denpasar Tahun Akademik 2011/2012 jadwal rekrutmen kami perpanjang sebagai berikut :
Pendaftaran : 1 Pebruari – 21 Juni 2011
Batas Akhir Pengumpulan Berkas : 30 Juni 2011
Seleksi : 11 – 14 Juli 2011
Pengumuman Hasil Kelulusan : 18 Juli 2011
Registrasi : 25 – 29 Juli 2011
Setiap calon pendaftar hanya boleh mendaftar di 1 (satu) perguruan tinggi dengan memilih 2 (dua) program studi. Program studi S1 di lingkungan ISI Denpasar sebagai berikut :
| Kode PS |
Nama Program Studi |
| 91-231 |
SENI TARI |
| 91-211 |
SENI KARAWITAN |
| 91-241 |
SENI PEDALANGAN |
| 90-201 |
SENI RUPA MURNI (minat LUKIS dan PATUNG) |
| 90-221 |
DESAIN INTERIOR |
| 90-241 |
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL |
| 90-211 |
KRIYA SENI (minat KAYU dan KRAMIK) |
| 91-271 |
FOTOGRAFI |
Tata Cara Pendaftaran :
1. Sekolah mendaftar melalui http://bidikmisi.dikti.go.id/pendaftaran tahap 1:
2. Sekolah merekomendasikan calon melalui http://bidikmisi.dikti.go.id/pendaftaran tahap 2 :
3. Pelamar mendaftar melalui http://bidikmisi.dikti.go.id/pendaftaran tahap 3 :
4. Sekolah mengirimkan berkas pendaftaran secara kolektif ke alamat ISI Denpasar
5. Berkas tambahan bagi calon mahasiswa yang memilih prodi Seni Rupa Murni, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual dan Fotografi untuk melampirkan Surat Keterangan Dokter Tidak Buta Warna.
6. Untuk yang sudah mendaftar melalui SNMPTN undangan, bisa langsung ke tahap 3.
Informasi lebih lanjut harus berpedoman pada Panduan Bidik Misi dan Formulir pendaftaran, dapat diunduh di www.dikti.go.id atau www.bidikmisi.dikti.go.id
Demikian atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Rektor
ttd.
Prof. Dr. I Wayan Rai S.,MA
NIP 195505261981031002
by admin | Apr 28, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman: I Ketut Suarjana, Mahasiswa PS. Seni Karawitan ISI Denpasar
1. Deskripsi Garapan
Komposisi karawitan kreasi pepanggulan yang berjudul KUNG merupakan komposisi karawitan instrumental yang berpijak dari pola-pola tradisi yang sudah ada, namun pnggarap memiberikan sentuhan kreatif serta disesuaikan dengan perkembangan nuansa estetika kekinian. Dengan mengembangkan, penataan pola-pola dan unsur musikal baik dari struktur lagu, teknik permainan maupun motif- motif gendingnya dengan penataan dan pengolahan unsur – unsur musikal seperti : nada, melodi, irama ( ritme ), tempo, dinamika. Disamping itu dilakukan penataan dalam penyajiannya agar karya seni yang disajikan tidak hanya enak didengar tetapi juga enak untuk dipandang dalam penyajiuan karya nantinya sebagai sebuah karya seni petunjukan.
Selain hal – hal tersebut diatas, sifat – sifat estetika umum seperti unity ( keutuhan, kekompakan, kebersihan ), complexity ( kerumitan ) dan intensity ( kekuatan, kesungguhan, keyakinan ) juga dijadikan acuan dalam mewujudkan garapan karya seni. Garapan komposisi karawitan kreasi pepanggulan dengan judul KUNG ini mempergunakan kaidah struktur komposisi karawitan kreasi yaitu : kawitan, pengawak, pengecet dan pekaad.
2. Analisa Pola Struktur
Dalam komposisi karya seni dengan judul Kung, penggarap mencoba dalam struktur garap komposisi dibagi menjadi beberapa bagian dalam karawitan tradisi bali masing-masing dari bagian-bagian tersebut seperti yang telah disebutkan sebelumnya diatas. Dari masing-masing bagian dalam garapan memiliki keterkaitan dan saling mengisi dalam setiap dari struktur komposisinya. Untuk memperjelas dari isi sebuah garapan yang penggarap deskripsi kan kedalam karya tulis penggarap dalam perbagian dari beberapa bagian dari garapan karya seni Kung, sebagai berikut:
Bagian I (Kawitan)
Pada bagian ini penggarap menggambarkan suasana ceria yang dimulai dengan intro pukulan gangsa kemudian disusul dengan gending kebyar yang dimulai dengan nada ndang lalu diakhiri di nada ndang. Gending bagian kawitan ini diakhiri dengan gending pengrarang yang dibawakan oleh terompong yang juga bermain silih berganti dengan riong, gangsa, dan kantilan untuk mencari bagian gegenderan.
Bagian II (Bebaturan)
Pada bagian ini penggarap menggambarkan suasana agung, Sebelum menuju bagian bebaturan diantarkan oleh sebuah transisi yaitu gending motif kebyar yang dimulai di nada ndang kemudian berakhir di nada ndang.
Bagian III (pengawak)
Pada bagian pengawak penggarap menggambarkan suasana kangen serta rindu, Bagian pengawak ini adalah bagian terpenting dari sebuah komposisi tabuh telu pegongan. Dari penyajian pengawak komposisi tabuh lelambatan yang dimainkan terkait dengan komposisi tabuh telu ini dipakai suatu pola gending pengawak yang menyerupai pola tabuh pat pegongan.
Bagian IV ( Pengecet )
Pada bagian ini penggarap mengambarkan suasana cinta dan kasmaran. Pengecet adalah salah satu bagian struktur komposisi karawitan bali. Dalam struktur tabuh lelambatan pegongan pengecet adalah bagian keempat yang mempunyai rangka tersendiri berbeda dengan kerangka gending pengawak atau pengisep, Dimana bagian pengecet yang penggarap buat lebih mendominan jenis pukulan kantilan yang menggunakan jenis pukulan kekenyongan yang di mulai dengan nada nding kemudian berakhir di nada ndang di mana pukulan ini berpungsi untuk merperjelas suasana cinta dan kasmaran sesuai konsep penggarap.
Wujud Garapan Komposisi Kung selengkapnya
by admin | Apr 27, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman: Pande Putu Indra Utama Putra, Mahasiswa PS. Desain Komunikasi Visual, ISI Denpasar.
1. Teknik Frame By Frame
Interactive media frame by frame menggunakan hanya satu scene, dan dalam perancangannyapun sangat mudah. Berikut ini saya mencoba untuk mengajak anda mempraktekan langsung dan saya tuntun anda dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Langkah pertama buka tampilan adobe flash dan tentukan ukuran/size dari tampilan yang anda inginkan.
- Tentukan jumlah halaman yang akan anda inginkan dan masukan keyframe pada frame 1,2,3 dan seterusnya sesuai dengan jumlah halaman(dengan menekan F6 anda telah menambahkan keyframe)spt gambar di bawah ini.
- Disetiap frame berikan background warna yang berbeda dengan menggunakan Rectangle tool.
- Buat layer baru beri nama action
- Ikuti langkan ke 2 dengan menekan F6 disetiap frame dan berikan action ‘stop’(sorot action -> Global Function -> Timeline Control -> stop). Ulangi langkah tadi disetiap frame).
- Buat layer baru dengan nama button next. Kemudian buat button sesuai dengan kreasi anda.
- Berikan action pada button bukan pada frame dengan cara mengklik/mengaktifkan obyek button. (sorot action -> Global Function -> Timeline Control -> goto -> klik type pilih next frame).
- Buat layer baru dengan nama button previous. Kemudian buat button sesuai dengan kreasi anda.
- Berikan action pada button bukan pada frame dengan cara mengklik/mengaktifkan obyek button. (sorot action -> Global Function -> Timeline Control -> goto -> klik type pilih previous frame).
- Buat layer baru dengan nama music.
- Tampilan setiap page sudah anda buat, langkah selanjutnya adalah memasukan sound dengan cara sorot file -> import -> import to stage -> cari folder music anda, secara otomatis music akan berada pada layer music anda.
- Klik frame pada layer music anda dan dibagian bawah akan muncul option music, lihat gambar dibawah ini dan ikuti penjelasan yang ada terutama di bagian Sync: select start dan loop.
Anda telah memiliki basic dari ineteractive media dengan langkah frame by frame.
- Lakukan test movie dengan cara menekan CTRL+Enter.
- Untuk content anda tentukan sendiri mau dibuat seperti apa dan tentunya harus sesuai dengan konsep awal anda. Selamat mencoba.
2. TEKNIK SCENE BY SCENE
Dalam teknik Scene By Scene, kita akan menggunakan banyak scene tergantung dari jumlah page atau halaman yang ada. Kelebihan menggunakan scene by scene adalah pada penampilan animasi, memanage tampilan/halaman lebih mudah dan jika kita menggunakan atau menambahkan sound/suara dalam setiap halaman background sound bisa berubah-ubah sesuai dengan konsep yang ada. Berikut ini saya ajak anda untuk membuat sebuah interactive media menggunakan teknik scene by scene.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Tentukan jumlah halaman kemudian tambahkan scene dengan cara sorot menu utama ‘insert’ kemudian sorot ‘scene’ seperti gambar dibawah ini.
Interactive Media, selengkapnya