by admin | Aug 2, 2011 | Berita
Kiriman Dewi Yulianti, Dosen PS Seni Karawitan. Bertempat di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, Rektor ISI Denpasar memberikan pengarahan sekaligus membuka acara pembekalan KKN ISI Denpasar tahun 2011/2012 dengan jumlah peserta 147.
Adapun peserta KKN tahun ini, dari jurusan Karawitan 26, jurusan Tari 22, Pedalangan 4, FSRD 95. Lokasi KKN adalah Kecamatan Banjarangkan yang memiliki 13 Desa Dinas. Untuk tahun ini, mahasiswa ISI Denpasar akan melaksanakan kegiatan ini di Desa Dinas Bakas,Nyalian, Timuhun, dan Nyanglan.
Dipilihnya Kecamatan Banjarangkan, berdasarkan sinkronisasi antara permintaan masyarakat dengan program yang ada LP2M. Kegiatan ini pada tanggal 5 Agustus 2011 akan dibuka secara resmi, dan berakhir pada 5 September 2011.
Program prioritas di Desa Bakas adalah Seni Pertunjukan untuk persiapan Lomba Desa. Di desa lainnya programnya adalah penataan kantor desa, membuat dekorasi kantor, penataan taman, dll
Di akhir program, akan diadakan pentas hasil binaan, lomba lukis serta kegiatan lainnya.
Waktu untuk mahasiswa Seni Pertunjukan, mahasiswa mengajar di sekolah pada pagi hari, sore hari di Banjar dan rumah penduduk.Untuk mahasiswa pengkajian akan mendapatkan inspirasi guna menyelesaikan tugas akhir.
“KKN mahasiswa ISI Denpasar masih sangat diminati di masyarakat, hal ini terbukti dengan banyaknya permintaan masyarakat ke LP2M ISI Denpasar,” ujar I Wayan Sudana,S.ST.,M.Hum Ketua Panitia KKN tahun ini.
Mahasiswa KKN juga akan melaksanakan kegiatan tambahan serangkaian KKN di Desa Surabrata dan Tinungan, Tabanan yg merupakan bimbingan seni bagi masyarakat imbuh Sudana.
by admin | Aug 2, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman: Kadek Suartaya, SSKar., M.Si., Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar
Masyarakat mancanegara mengenal Legong sebagai seni tari dari Pulau Dewata. Terminologi kesenian bangsa-bangsa menempatkan Legong sebagai seni tari yang luwes gemulai dalam pangkuan gemerincing gamelan yang renyah dinamis. Seni pertunjukan yang seutuhnya merupakan rajutan estetika tari ini menggapai puncak kejayaannya para era kerajaan Bali. Saat itu beberapa kerajaan besar di Bali menjadikan Legong sebagai seni kesayangan sekaligus gengsi para penguasa. Namun sejak pupusnya patronisasi puri-puri oleh terjangan kolonalisme, Legong yang juga lazim disebut Legong Keraton, secara perlahan kian redup binarnya. Masyarakat Bali masa kini umumnya tak memiliki ikatan estetik-emosional dengan Si Elok Legong.
Akan tetapi aura seni tari yang biasanya dibawakan para gadis belia ini belum pudar betul. Ada kemungkinan tari ini akan berjaya kembali. Sebab, kini tidak sedikit generasi belia Bali yang mempelajari dengan tekun tari yang gambar-gambarnya banyak menghiasi buku-buku tentang Bali ini. Simaklah lomba-lomba tari yang sejak lima tahun terakhir ini digelar secara sporadis hampir di seluruh Bali. Selain mengkompetisikan jenis tari kebyar atau tari kreasi seperti Panji Semirang, Wiranata, Margapati, Tarunajaya, dan Oleg Tamulilingan, tari klasik Legong Keraton juga merupakan materi yang tak pernah ketinggalan dilombakan. Mungkin karena Legong dianggap sebagai dasar tari Bali jenis tari putri.
Dalam lomba-lomba tari yang diselenggarakan sanggar tari, sekolah, universitas hingga lembaga adat banjar tersebut, lomba tari Legong diikuti oleh gadis-gadis usia 9-13 tahun atau masih duduk dibangku SD dan SMP. Bagaimana semangatnya penampilan insan-insan belia itu menyajikan tari Legong dapat disaksikan misalnya dalam lomba tari di Banjar Kayumas Denpasar yang rutin digelar pada bulan Desember. Ratusan penari Legong cilik yang datang dari seantero Bali unjuk kebolehan di depan tim juri dan penonton, penuh gairah menggapai juara. Tari Legong yang umumnya dilombakan adalah sepenggal tari Condong yaitu tokoh emban dalam Legong Lasem yang sumber temanya diangkat dari cerita Panji. Kendati hanya sepotong, esensinya telah mewakili estetika dari beragam tema tari klasik Legong.
Konsep estetik legong dengan kompleksitas tari dalam ikatan iringan gamelannya dapat membawakan beragam lakon. Demikian pula kreasi tari yang mengacu pada pola garap Legong, pelegongan, yang belakangan telah ratusan digarap, berangkat dengan aneka tema dari berbagai sumber cerita. Masyarakat Bali dapat menyimak geliat kreasi pelegongan tersebut di arena Pesta Kesenian Bali (PKB). Dalam mata acara pagelaran festival atau parade Gong Kebyar, greget kreasi pelegongan merupakan bentuk seni pentas yang pernah beberapa kali diwajibkan untuk diketengahkan. Selain dalam ajang PKB, ujian-ujian akhir di ISI Denpasar juga telah banyak menelorkan kreasi pelegongan.
Kendati para koreografer masa kini telah banyak mencipta seni tari dengan konsep estetik legong yang disebut pelegongan, tapi gaungnya di tengah masyarakat Bali kurang terasa. Setidaknya, dari ratusan kreasi pelegongan itu tak satu pun dikenal baik oleh masyarakat penonton. Jangankan menjadi karya seni yang monumental, bahkan sebagian besar dari kreasi pelegongan, baik yang menggebrak di PKB maupun yang membuncah di ISI atau di sanggar-sanggar tari, hanya mengalami pementasan perdana saja. Kreasi-kreasi pelegongan itu sirna bak dibungkam hingar bingar kehidupan dan hiburan global kekinian. Kreasi pelegongan yang berpijak dari genius estetik lokal, tercekal.
Sesungguhnya, legong sebagai ekspresi artistik dan konsep estetik telah mengundang kekaguman dunia namun kini kurang diindahkan oleh pemiliknya, masyarakat umum Bali. Tari legong yang di masa lalu konon memiliki puluhan tema, kini sebagian besar tak jelas jejak-jejaknya. Keberadaan Kokar (kini SMK 3 Sukawati) dan ASTI (kini ISI Denpasar) pada awal-awal berdirinya pernah secara getol merekonstruksi beberapa tema legong, diantaranya Legong Kuntul, Legong Candrakanta, dan Legong Semarandana. Demikian pula kantong-kantong legong seperti Desa Saba dan Peliatan (Gianyar), Binoh (Badung), Tista (Tabanan), sempat bersemangat mengawal style legong-nya masing-masing. Kini, hanya di Peliatan, legong masih mengerling dan tersenyum, mungkin karena dolar wisatawan.
Demikianlah, kini, masyarakat umum hanya mengenal Legong Lasem yang dibawakan oleh tiga orang penari putri. Penonton akan menyaksikan seorang penari mengawali sebagai Condong yang kemudian dilanjutkan dengan dua penari sebagai legong-nya. Sepasang penari ini membawakan bagian inti yang disebut pengawak dengan gerak-gerak yang abstrak ekspresif. Pada bagian akhir, unsur pendramaan tersaji dalam adegan roman dan perang. Condong kembali tampil memakai sayap, beradegan perang dengan salah satu penari yang memerankan Prabu Lasem. Legong Lasem berkisah tentang cinta bertepuk sebelah tangan Prabu Lasem dengan Putri Rangkesari.
Kisah cinta bertepuk sebelah tangan itu kini seakan merundung tari Legong. Kreasi-kreasi para kreator tari masa kini dalam format yang disebut pelegongan tersebut, belum mendapatkan balasan “cinta asmara“ setimpal dari masyarakat. Masyarakat Bali kurang mengapresiasinya. Padahal, secara kultural, Legong adalah nilai keindahan yang tak ternilai. Oleh karena itu, kita tentu berharap Legong tak hanya mengerling dan tersenyum semu sebagai sajian seni turistik belaka melainkan menjadi wahana harmoni rohaniah atas esensi keindahahan gemulai tarinya yang mempesona dan kandungan moralitas lakon-lakonnya yang memperkaya fajar budi dan cakrawala kebudayaan.
Insan Belia Bali Berlomba Menyayangi Legong, selengkapnya
by admin | Aug 2, 2011 | Berita, pengumuman
I. PENGUMUMAN PELELANGAN
No. 6852/ULP/ISI/VIII/2011
Tahun Anggaran 2011 Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Satuan Kerja ISI DENPASAR, dengan alamat Jalan Nusa Indah Denpasar – Telp. (0361) 227316, melaksanakan Pelelangan Umum Pascakualifikasi untuk paket pekerjaan KONSTRUKSI sebagai berikut :
|
No.
|
Nama Pekerjaan
|
Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
|
Kualifikasi/Bidang
|
|
1
|
Pembangunan Gedung Pameran ISI Denpasar
|
Rp. 7.741.914.000 |
Non Kecil/ Bangunan – bangunan non perumahan lainnya
|
|
2
|
Pembangunan Gedung SERBAGUNA ISI Denpasar
|
Rp. 24.731.199.000 |
Non Kecil/ Bangunan – bangunan non perumahan lainnya
|
Peserta dapat melakukan pendaftaran mulai hari/tanggal SENIN, 1 AGUSTUS 2011 s.d , SENIN 8 AGUSTUS 2011 setiap hari kerja mulai jam 09.00 Wita s.d 15.00 Wita, melalui:
a) pendaftaran langsung ke ULP ISI DENPASAR, dengan alamat Jalan Nusa Indah Denpasar – Telp. (0361) 227316; atau
b) pendaftaran tidak langsung melalui e-mail dengan alamat “[email protected]“
Dengan mengisi formulir pendaftaran yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan.
Formulir pendaftaran, syarat-syarat pendaftaran, dan Dokumen lelang dapat dilihat dan diunduh pada http.//www.isi-dps.ac.id.
Denpasar, 01 Agustus 2011
Pokja Pengadaan Jasa Pekerjaan Konstruksi
ISI Denpasar TA. 2011
Catatan :
Pada waktu PENDAFTARAN dan PENGAMBILAN DOKUMEN :
1). Apabila yang mendaftar adalah orang yang ditugaskan oleh direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang, pendaftar harus melampirkan surat tugas dari direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang, Copy IUJK, Copy SBU, dan copy kartu pengenal.
2). Apabila yang mendaftar adalah direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang, pendaftar harus melampirkan Copy IUJK, Copy SBU, dan copy kartu pengenal.
3). Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pendaftaran dan pengambilan dokumen pelelangan.
4). Khusus untuk pendaftaran yang dilakukan melalui e-mail, peserta akan terdaftar pada ULP saat data yang dikirim peserta diterima oleh ULP. (Mohon agar peserta yang mendaftar dengan cara ini melakukan konfirmasi kepada POKJA ULP untuk memastikan apakah data yang dikirim telah diterima POKJA ULP atau belum dengan menghubungi ULP ISI Denpasar Telepon (0361) 227316 Ex. 115 setiap hari kerja Jam 09.00 Wita s.d 15.00 Wita.
Formulir Pelelangan GD Pameran dan GD Serba Guna
by admin | Aug 2, 2011 | Berita, pengumuman
Ketentuan:
1. Desain Sofa, anda punya kriteria sofa favorit? Atau memiliki bakat mendesain sofa? Saatnya anda salurkan hasrat mendesain dalam Sofa Design Competition 2011
2. Kriteria Desain, desain sofa harus memiliki kriteria sebagai berikut:
a. COMFORT (ergonomis dan kenyamanan)
b. STYLE (Contemporary American Style)
c. ORIGINALITY (desain baru dan belum pernah dipublikasikan)
3. Peserta, terbuka untuk umum (amatir, murid, non profesional dan profesional)
4. Syarat Pengiriman Karya
a. Melampirkan sketsa 3D atau sketsa free hand desain sofa (dalam format jpg file)
b. Memberikan penjelasan Gambar Detail Teknik (Detail Technical Drawing) dari tampak muka, atas dan samping lengkap dengan material dan ukuran (dalam format jpg file)
c. Menyertakan essai atau keterangan konsep karya desain.
d. Melampirkan CV data diri (berupa nama, alamat email, nomor kontak telepon dan alamat surat)
5. Waktu Pengiriman Karya, pengiriman karya paling lambat diterima pihak redaksi Dwell Indonesia hingga 25 Agustus 2011 dan dikirim via email ke [email protected]. Info lengkap bisa dilihat pada situs www.arborandtroy.com
6. Hadiah Pemenang
a. Pemenang utama yang terpilih, hasil karya akan diproduksi oleh Arbor&Troy.
b. Pemenang utama berhak mendapatkan hadiah satu set sofa dari Arbor&Troy bernilai lebih dari puluhan juta rupiah
c. Karya pemenang utama akan dipublikasikan pada majalah Dwell Indonesia, Livingetc Indonesia dan Nylon Indonesia
Desain pemenang utama akan menjadi milik Arbor&Troy dan pihak Arbor&Troy dalam proses produksi berhak melakukan modifikasi bila diperlukan.
7. Pengumumnan Pemenang, acara pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 14 September 2011 di showroomArbor&Troy Mal Grand Indonesia, bertepatan dengan soft lounching edisi perdana majalah Dwell Indonesia.

by admin | Aug 1, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman: I Nyoman Larry Julianto, S.Sn., M.Ds., Dosen PS DKV. ISI Denpasar
Pengaruh budaya dari luar terasa semakin derasnya baik itu yang berdampak positif maupun negatif. Apabila unsur negatifnya lebih banyak diserap oleh kalangan generasi muda, maka dikhawatirkan akan tumbuh generasi – generasi yang konsumtif bukan produktif serta tidak memiliki ‘nilai’ pola pikir yang kreatif. Apabila pengaruh dari sisi negatif yang ditimbulkan lebih banyak, maka pengaruh yang tidak sesuai dengan yang kita butuhkan ini akan merasuk terus pada para generasi muda, sampai ke masalah pola pikirnya (way of thinking) maupun cita rasanya (sense of taste).
Fenomena diatas terjadi, tidak lepas dari peran seorang desainer komunikasi visual karena penyampaian informasi atau pesan melalui wujud visual desainnya akan mampu mengkonstruksi suatu ‘pola pikir’ yang baru. Kehadiran ‘local genius’ ini tidak bisa lepas dari naluri alamiah (basic instinct) yang masih murni, dimana hal ini dimiliki oleh para desainer ‘lokal’ dalam proses ‘penciptaan’ karya desainnya. Lokal yang dimaksud disini adalah lingkungan dimana seorang desainer ‘melahirkan’ ide kreatifnya. Salah satu contoh peran seorang desainer adalah melalui sebuah iklan yang kreatif. Iklan kreatif adalah iklan yang mampu menyampaikan pesan secara efektif dengan cara yang tidak terduga. Biasanya tampil sederhana dan elegan, namun sering membuat orang tertawa pada saat melihatnya. Semakin kreatif sebuah wujud visual iklan, maka akan berdampak cukup ampuh dalam menstimulus audience, karena iklan tersebut akan semakin mudah untuk diingat.
Oleh karena itu, bagi setiap kalagan desainer – desainer muda sangat diharapkan untuk dapat bersama – sama menggalakkan kembali ‘local genius’ dalam implementasinya terhadap strategi visual dan strategi media, supaya seorang desainer tidak kehilangan jatidiri, baik bersifat pribadi, kesukuan, maupun yang bersifat nasional, sehingga peran sebagai seorang desainer komunikasi visual juga memiliki kebanggaan nasional (national pride) ditengah – tengah multi majemuknya kebanggaan bangsa – bangsa di dunia.
Reinterpretasi ‘Local Genius’ Menuju Desain ‘Mutakhir’
Reinterpretasi dapat diartikan memaknai kembali ‘pola pikir kreatif’ seorang desainer muda dalam memahami perkembangan ilmu desain komunikasi visual serta wujud visual desain yang mutakhir. Pemahaman ‘mutakhir’ disini adalah segala sesuatu yang dapat bersifat ‘tepat guna’ serta ‘tepat sasaran’ atau dengan kata lain dapat dikatakan ‘sangat efektif’ dalam kaitannya terhadap target audience. Efektif dapat diartikan sebagai kamampuan sebuah wujud visual desain media komunikasi visual untuk dapat menjangkau ruang lingkup yang lebih luas serta mampu ‘mengubah jalan pikiran’ target audience, sehingga mereka dapat memaknai kembali peran sebuah media. Pemahaman audience terhadap sebuah wujud visual media komunikasi visual, diharapkan memiliki ‘efek ganda’ dari kedua sisi. Efek ganda yang dimaksudkan yakni; dari sisi penyampai pesan, tercapainya pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah kegiatan promosi serta tercapainya ‘pesan lapis kedua’ yang ingin dicapai dalam upaya meningkatkan stimulus. Dari sisi komunikan, diterimanya pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator serta diterimanya pesan ‘lapis kedua’ dari komunikator, sehingga secara sadar mampu untuk ‘mengubah jalan pikiran’ target audience.
Teknik – teknik komunikasi pemasaran ’tradisional’ kini semakin merosot efektivitasnya disaat pasar makin terfragmentasi, biaya – biaya meningkat, jumlah audience menurun dan fenomena clutter makin menggejala. Maka dari itu, proses ’reinterpretasi’ terhadap jalur baru untuk berkomunikasi dengan konsumen harus terus dikembangkan, sehingga apabila dipahami serta dimaknai lebih dalam lagi, salah satu alternatif yang tepat dan akan terus berkembang pesat di masa yang akan datang adalah ambient advertising. Ambient advertising menawarkan kelebihan – kelebihan berikut ini:
- Bila dekat dengan lokasi pembelian, biaya kampanye ambient bisa lebih murah dibandingkan dengan promosi penjualan apabila dibandingkan dengan pemberian diskon, serta mampu memberi insentif di lokasi pembelian (point-of-purchase incentive) tanpa efek negatif yaitu merosotnya keuntungan
- Kampanye ambient yang diterapkan dengan baik ikut ’meningkatkan’ citra merek
- Kampanye kreatif sering mendapat liputan pers, bahkan kampanye tertentu memang sengaja di desain agar mendapatkan liputan luas karena memberikan ’efek ganda’
- Permintaan yang besar terhadap point-of-sale communications serta media out-of-standard.
Reinterpretasi “Local Genius” dalam Perkembangan Seni Rupa dan Desain “Mutakhir”, selengkapnya
by admin | Aug 1, 2011 | Berita, pengumuman
I. PENGUMUMAN PELELANGAN
No. 6852/ULP/ISI/VIII/2011
Tahun Anggaran 2011 Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Satuan Kerja ISI DENPASAR, dengan alamat Jalan Nusa Indah Denpasar – Telp. (0361) 227316, melaksanakan Pelelangan Umum Pascakualifikasi untuk paket pekerjaan KONSTRUKSI sebagai berikut :
|
No.
|
Nama Pekerjaan
|
Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
|
Kualifikasi/Bidang
|
|
1
|
Pembangunan Gedung Pameran ISI Denpasar
|
Rp. 7.741.914.000 |
Non Kecil/ Bangunan – bangunan non perumahan lainnya
|
|
2
|
Pembangunan Gedung SERBAGUNA ISI Denpasar
|
Rp. 24.731.199.000 |
Non Kecil/ Bangunan – bangunan non perumahan lainnya
|
Peserta dapat melakukan pendaftaran mulai hari/tanggal SENIN, 1 AGUSTUS 2011 s.d , SENIN 8 AGUSTUS 2011 setiap hari kerja mulai jam 09.00 Wita s.d 15.00 Wita, melalui:
a) pendaftaran langsung ke ULP ISI DENPASAR, dengan alamat Jalan Nusa Indah Denpasar – Telp. (0361) 227316; atau
b) pendaftaran tidak langsung melalui e-mail dengan alamat “[email protected]“
Dengan mengisi formulir pendaftaran yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan.
Formulir pendaftaran, syarat-syarat pendaftaran, dan Dokumen lelang dapat dilihat dan diunduh pada http.//www.isi-dps.ac.id.
Denpasar, 30 Agustus 2011
Pokja Pengadaan Jasa Pekerjaan Konstruksi
ISI Denpasar TA. 2011
Catatan :
Pada waktu PENDAFTARAN dan PENGAMBILAN DOKUMEN :
1). Apabila yang mendaftar adalah orang yang ditugaskan oleh direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang, pendaftar harus melampirkan surat tugas dari direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang, Copy IUJK, Copy SBU, dan copy kartu pengenal.
2). Apabila yang mendaftar adalah direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang, pendaftar harus melampirkan Copy IUJK, Copy SBU, dan copy kartu pengenal.
3). Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam pendaftaran dan pengambilan dokumen pelelangan.
4). Khusus untuk pendaftaran yang dilakukan melalui e-mail, peserta akan terdaftar pada ULP saat data yang dikirim peserta diterima oleh ULP. (Mohon agar peserta yang mendaftar dengan cara ini melakukan konfirmasi kepada POKJA ULP untuk memastikan apakah data yang dikirim telah diterima POKJA ULP atau belum dengan menghubungi ULP ISI Denpasar Telepon (0361) 227316 Ex. 115 setiap hari kerja Jam 09.00 Wita s.d 15.00 Wita.