M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Tiga Dosen FSRD Pameran Di ALVA UWA Australia

Tiga Dosen FSRD Pameran Di ALVA UWA Australia

Hari Rabu,(21/9) tiga dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar, bertolak ke Faculty of Architecture, Landscape and Visual Arts (ALVA), University of Western Australia (UWA) Ini adalah implementasi MOU ISI-UWA dan MoA  antara FSRD-ALVA. Rektor ISI Denpasar, Prof. DR. I Wayan Rai.,S.MA menerima tim dosen FSRD diantaranya:  Dra. Ni Made Rinu, M.Si, Drs. I Made Bendi Yudha,M.Sn dan I Komang Arba Wirawan.,S.Sn.,M.Si yang diundang untuk berpameran, workshop dan memberikan kuliah di ALVA selama dua minggu 21 September sampai 2 Oktober 2011. “Saya melihat undangan ini merupakan sebuah kepercayaan kepada ISI”ungkap Rektor. “Untuk itu kesempatan yang baik ini dapat dilaksanakan sesuai dengan program yang direncanakan”ungkap Rektor.

Program ini berlangsung berkat keberhasilan mahasiswa ALVA yang mengikuti kuliah di FSRD dalam program “International Studio for Culture and Exchange FSRD – ALVA (ISACFA)” pada bulan Juni-Juli Tahun ini. “Saya berharap untuk peningkatan kualitas dosen kita program selanjutnya adalah pengambilan beasiswa untuk kuliah di ALVA, sedangkan ISI menawarkan mahasiswa ALVA untuk menempuh pendidikan Program Pascasarjana di isi” ungkap Rai.

Implementasi MoU keduanya adalah pemgiriman mahasiswa ALVA ke ISI Denpasar, Prof. Paul Trinidad mengajar di FSRD dan sekarang pengiriman dosen FSRD.

Ini menandakan MoU dan MoA tidak sebatas diatas kertas saja, bahwa implementasi Visi go Internasional berjalan sesuai dengan renstra ISI. Kata Rai. Pada kesempatan tim FSRD diterima Rektor ISI mengucapkan terimakasih atas bimbingan dan restu sehingga program dapat terlesakna sesuai dengan rencana.”Tanpa restu Bapak Rektor FSRD tidak akan bias seperti ini” ungkap Rinu. Ini kesempatan yang luar biasa memberi kuliah di luar negeri walaupun dengan keterbatasan yang ada. Hal ini merupakan pengalaman dan proses pembelajaran dan kesempatan ini akan menjadi catatan perjalanan FSRD kedepan” Imbuh Rinu.

Ni Made Rinu akan mempresentasikan lukisan kamasan dan tradisi ubud yang merupakan kompetensi yang digeluti selama ini. Begitu juga I Made Bendi Yudha yang membawakan materi lukisan kontenporer dan modern, akan mengerjakan proyek karyanya dan mempresentasikan kepada mahasiwa ALVA. Serta I Komang Arba Wirawan, mempresentasikan art fotografi, dalam proses penciptaan dari ide, konsep sampai teknik dalam penciptaan fotografi seni.

Kesempatan ini merupakan sebuah awal program berkelanjutan, yang rencananya akan diselenggarakan setiap tahun. Sehingga kami mengharapkan dosen FSRD membentuk karakter diri untuk dapat berkiblat dan go Internasional” harap Bendi.

Program ini juga mendapat dukungan dari Konsulat RI di Perth, sehingga kerjasama ISI Dps dan Perth selama ini akan terus dapat ditingkatkan. Rencana pameran yang dibuka bersama oleh Rektor ISI Dps- dan Rektor UWA, dengan undangan dari Konsulat RI di Perth, seniman, akademisi mahasiswa dan masyarakat pencita seni.

Wujud Garapan Pakeliran Jaya Tiga Sakti

Wujud Garapan Pakeliran Jaya Tiga Sakti

Kiriman I Gusti Ngurah Nyoman Wagista, Mahasiswa PS. Seni Pedalangan ISI Denpasar.

            Wujud garapan pakeliran “Jaya Tiga Sakti ” ini adalah garapan pakeliran inovativ layar lebar penggabungan antara teater dengan pertunjukan wayang. Sebagai penggarap saya mencoba mengembangkan dan mengkemas secara rapi antara adegan wayang dengan teater, pencahayaan, dan beberapa pengolahan bentuk dialog, vocal, gerak wayang, serta iringan.

            Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan  diuraikan unsur – unsur yang menunjang garapan ini, antara lain : Sinopsis, iringan, properti, pembabakan, pakem/teks pertunjukan wayang.

Sinopsis

Dikisahkan di Kerajaan Sumbawa memerintahlah seorang raja yang bernama Prabu Dedela Nata. Beliau merupakan Raja yang bersifat angkuh , garang, dan bengis. Kerajaan Sumbawa makmur di bawah pemerintahan beliau. Para Rakyat serta mahapatih bergembira karena Sumbawa merupakan kerajaan yang merdeka di bawah pimpinan Dedela Nata. Kerajaan Sumbawa menolak bersatu dengan Kerajaan Wilwatikta.

            Dikisahkanlah kebingungan dan kerisauan Ratu Tribuana Tunggadewi. Ratu Tribuana Tunggadewi bingung dan risau karena Sumbawa tidak mau tunduk kepada Majapahit. dalam persidangan yang diadakan di pendopo, timbulah akal Gajah Mada untuk mengadu ki Pasung Grigis dengan Dedela Nata, yaitu dengan menunjuk Pasung Grigis sebagai senopati dalam penyerangan ke Sumbawa. Akal beliau pun disampaikan kepadaRatu Trubuana Tunggadewi. Ratu setuju, dan segera memerintahkan untuk mengangkat Ki Pasung Grigis agar menjadi senopati.Sidang dilanjutkan, dengan penunjukan Pasung Grigis Sebagai Senopati  ( panglima perang). Beliau tidak menolak untuk dikirim, sebab keturunan darah kesatria utama, gelanggang peperangan itu seolah-olah perahu menuju jasa dan kebajikan. Setelah Pasung Grigis dilantik, belia pun meninggalkan pendopo.

            Sebetulnya gejolak batin Ki Pasung Grigis yang sedih, marah, malu bercampur aduk, mengingat kekalahan menyakitkan yang beliau alami, serta Gugurnya Raja Bali, ditahannya beliau di jawa, semua itu menyisakan luka yang sangat dalam di hati beliau. Namun Beliau berusaha melupakan perasaan itu, dan menyongsong tugas mulia sebagai tahanan Wilwatikta, yaitu menjadi panglima perang.

             Di sela- kesedihan rakyat bali, terdengarlah kabar bahwa Maha Patih Ki Pasung Grigis tiba di Bali untuk berpamitan dengan istri dan keluarga beliau yang tinggal di Tengkulak. Maka dengan sukacita disambutlah Ki Pasung Grigis oleh rakyat bali, istri dan keluarga beliau. Ki Pasung Grigis menceritakan bahwa beliau akan bertugas sebagai panglima perang Wilwatikta untuk menggempur kerajaan Sumbawa. Bersedihlah hati Gusti Ayu Meketel, namun dengan lapang dada beliau mengikhlaskan kepergian Ki Pasung Grigis menuju Sumbawa. Setelah waktunya tiba, Ki Pasung Grigis berpamitan dengan sang istri dan melanjutkan perjalanan menuju sumbawa.

            Tidak diceritakan perjalanan beliau, sampailah di sumbawa. Rakyat  sumbawa geger mendengar akan kedatangan pasukan Wilwatikta. Para rakyat pesisir pun diserang oleh pasukan jawa. Berita ini terdengar oleh Raja Dedela Nata, beliau murka dan memerintahkan para patih mempersiapkan bala tentara untuk menyongsong musuh. Raja pun turun ke medan perang untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Kerajaan Sumbawa. Peperangan tak terelakkan. Banyak pasukan kedua belah pihak berguguran. Dedela Nata berperang tanding dengan Ki Pasung Grigis, saling tikam, saling pukul, berguling, mereka mengeluarkan seluruh kesaktiannya. Berkat takdir, peperangan berakhir dengan Ki Pasung Grigis dan Dedela Nata sama-sama meninggal. Keduanya gugur sebagai Kesatria Bela Bangsa. Gugur demi Negara, serta Gugur demi bersatunya kerajaan di Nusantara, serta gugur demi tercapainya Sumpah Amukti Palapa Gajah Mada.

Iringan  

            Iringan dalam pertunjukan wayang kulit merupakan salah satu komponen penting yang dapat memberikan warna sebuah pertunjukan. Dalam garapan ini saya memakai barungan semarapegulingan sebagai iringan inti dari pakeliran ini. Gambelan semarapegulingan akan memberikan aksen serta mendukung suasana di Bali. Adapun instrumen gambelan gambelan semarapegulingan  yang dipakai :

  1. Sepasang kendang krumpung
  2. Sepasang kendang jedugan
  3. Satu buah klentuk
  4. Satu buah cengceng ricik
  5. Satu buah klenang
  6. Empat tungguh gangsa
  7. Empat tungguh kantilan
  8. Dua tungguh calung/jublag
  9. Dua tungguh jegogan
  10. Satu buah gong
  11. Satu buah kempur
  12. Satu buah klentong
  13. Lima buah cengceng kopyak
  14. Empat buah suling

Selain mempergunakan Semarapegulingan, garapan ini juga mempergunakan iringan dari beberapa alat gamelan jawa yang bernada selendro. Tujuannya adalah untuk mendukung adegan jawa. Adapun beberapa alat tersebut meliputi

  1. Empat tungguh demung selendro
  2. Satu tungguh bonang penerus selendro
  3. Satu tungguh kenong selendro
  4. Dua tungguh slentem selendro

Selain alat-alat di atas, dalam garapan ini mempergunakan 8 buah rebana. Rebana ini dipergunakan untuk mendukung adegan-adegan, terutama pada adegan rakyat di Sumbawa.

Wujud Garapan pakeliran Jaya Tiga Sakti selengkapnya

DWAPARA

DWAPARA

Penata

Nama                     : Ngakan Made Wikrama Jaya

Nim                       : 200601006

Program Studi       : Seni Tari

Sinopsis :

Garapan tari Dwapara sebuah kehidupan rumah tangga yakni seorang suami yang memiliki istri lebih dari satu. Garapan ini akan mengungkapkan intrik-intrik persaingan, pertengkaran, ketidakadilan dengan bahasa gerak tari kontemporer. Makna yang terkandung dapat mengetuk masyarakat penonton agar dapat menghindari kehidupan berpoligami, karena hal ini dapat merugikan semua pihak.

Penata Iringan                 : I Gede Krisna Putra

Pendukung Tari      : Mahasiswa Jur.Seni Tari Smtr.IV ISI Dps

1. Ni Luh Anix Sariardani

2.Ida Ayu Made Suwari Yanti

3.Ni Wayan Siyantarini

4.I Gusti Ayu Tirtarasmanik

Pendukung Karawitan       : Sekaa Seni “ Ketug Bumi “ Br. Darmayasa, Gulingan Mengwi

Muhibah Seni ke San Fransisco USA

Muhibah Seni ke San Fransisco USA

ISI (Institut Seni Indonesia) Denpasar kembali melenggang di dunia internasional. Rombongan muhibah seni ini beranggotakan 22 orang yang terdiri dari 10 dosen, 10 mahasiswa ISI Denpasar dan didampingi  seorang  tim reviewer  DIKTI  Drs. Tjipto Sumadi, M.S.i.,MPD, serta seorang dari Ka. Seksi Kerjasama Luar Negeri, Dit. Kelembagaan dan Kerjasama Dirjen dikti Dra. Nining Setyawati berada di San Fransisco sejak 6 September lalu, dan kembali ke tanah air pada 16 September 2011. Kegiatan yang dibiayai DIKTIini dikoordinir oleh Konjen RI di San Fransisco beserta staf KJRI.

Para seniman ISI Denpasar ini pentas sebanyak 4 kali untuk resepsi diplomatik HUT RI ke 66, International House UC Berkeley, Asian Art Museum, dan University of San Fransisco. Workshop tari nusantara yang digelar mendapat sambutan yang sangat antusias dari peserta. Rektor ISI Denpasar mengatakan,”Hasil akademis kerjasama dengan UC Berkeley, University of San Fransisco, untuk program S2 dan S3 bagi dosen ISI Denpasar serta Sandwich Program, seminar, workshop, serta kontribusi artikel untuk Jurnal MUDRA ISI Denpasar. Hal ini merupakan peluasan networking untuk antisipasi peluang dan tantangan ke depan,”ujar Prof Rai.

Pada 8 September 2011 pertunjukan di Palace of Fine Art,ISI menampilkan Tari Padang Ulan, Tari Berburu, serta Tari Pakarena, pada 9 Septembe pertunjukan di International House, UC Berkeley dengan  Instrumentalia Rejang Ileh, Tari Selat Segara, Topeng Tua, Instrumentalia Rejang Gucek, Tari Pakarena, seta Dramatari Gambuh, pada 10 September, pertunjukan di asian art museum san francisco dengan mata acara : instrumentalia, tari selat segara, tari topeng tua, tari topeng keras, topeng penasar, dramatari gambuh, pada 11 September  rombongan menghadiri acara penutupan resmi pameran Bali (diundang oleh Asian Art Museum) bergabung dengan komunitas bali pendukung pameran, pada 12 September: pertunjukan di University of San Francisco dengan acara ; instrumentalia, tari selat segara, tari topeng tua, instrumentalia, tari pakarena, tari berburu, dramatari gambuh, serta kegiatan akademis lainnya.

“Keindahan kota Golden Gate Bridge San Fransisco serta antusiasme audience dalam setiap pementasan  tentu merupakan unforgettable moment  bagi kita semua, dan tentu menjadi energizer untuk melangkah lebih baik lagi demi citra ISI Denpasar yang lebih baik,”ujar Dekan FSP, I Ketut Garwa yang turut hadir dalam muhibah seni tersebut.

Nama-Nama Pembimbing TA Semester Ganjil 2011/2012

PENGUMUMAN

Besama ini kami sampaikan nama-nama Dosen Pembimbing Tugas Akhir Mahasiswa FSRD Semester Ganjil 2011/2012

File dapat di download disini.

Demikian kami sampaikan atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

 

Denpasar, 19 September 2011

Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan

 

TTD

 

I Ketut Suwitra, SE

NIP. 197904272001121003

Peresmian Peserta Tugas Akhir Mahasiswa FSRD

Peresmian Peserta Tugas Akhir Mahasiswa FSRD

Peresmian Tugas Akhir Mahasiswa Semester Ganjil 2011/2012 FSRD ISI Denpasar Diresmikan Oleh Bapak Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. Wayan Rai S, MA.

Tugas Akhir pada semester ini diikuti oleh 45 0rang mahasiswa yakni:

1. Ps. Seni Rupa Murni 11 orang

2. PS. Kriya Seni 1 orang

3. PS. Desain Interior 10 Orang

4. PS. Desain Komunikasi Visual 23 orang

5. Ps. Fotografi (tidak ada peserta)

Dalam peresmian kali ini juga dihadiri oleh Pembantu Rektor I, Dekan FSRD ISI Denpasar dan pembantu dekan I dan II beserta seluruh peserta, dosen pembimbing, anggota senat, serta Panitia.

Dalam sambutanya Dekan FSRD Mengharapkan kepada seluruh Peserta Tugas Akhir ; Dalam menghasilkan karya ilmiah baik pengkajian maupun penciptaan, harus menggunakan teori-teori terkini sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga karya ilmiah yang dihasilkan sebagai hasil inspirasi terbaru dan handal sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, dan inspirasi yang dihasilkan merupakan murni dari inspirasi dari penciptanya tetapi bukan inspirasi dari orang lain yang mengandung unsur PLAGIAT. Disamping itu pula mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiahnya harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasanya sebagai ilmu pengetahuan yang menunjukan karakter bangsa.

Sedangkan Bapak Rektor ISI Denpasar dalam sambutanya mengharapkan dan menekankan bahwa acara peresemian tugas Akhir Bukan Hanya sebagai rutinitas biasa, tetapi harus mampu menghasilkan sesuatu yang berbeda dan mempunyai nilai plus dibbandingkan dengan peresmian  T.A yang sebelumnya sudah dilakukan.

Loading...