M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

PENGARAHAN UNTUK PESERTA FKI

 

PENGUMUMAN

 

Di umumkan kepada seluruh dosen dan mahasiswa FSRD  peserta FKI agar kumpul di gedung Natia Mandala pada:

 

Hari                             : Selasa

Tanggal                       : 11 Oktober 2011

Pukul                           : 11.30 wita

Acara                          : Pengarahan dari Bapak Pembantu Rektor IV

 

DAFTAR PESERTA FKI ISI SURAKARTA 2011

NO NAMA L/P PRODI
1 I Ketut Alit Wijaya L Lukis
2 Ni Made Yeni Rahmadewi P Lukis
3 Ngakan Putu Agus Arta Wijaya L Lukis
4 I Wayan agus Darmayasa L Lukis
5 Ni N. Ratih Sintya Dewi Pinatih P Lukis
6 Jin Dirgandi L Lukis
7 I Putu Adnyana L Lukis
8 Dewa Putu Budiarta L Patung
9 R Kun Aji Pratama L Interior
10 Anur Prasojo Mukti L Interior
11 I Nyoman Tera Gradi W. L DKV
12 I Komang Gede Sentanu L DKV
13 Rizky Indra Brata L DKV
14 Yogi L DKV
15 Wardiyanta L Kriya
16 Putu Kusuma L Kriya
17 Desak Made Yuni P Kriya
18 I Made Andy Darmawan L Fotografi
19 A A GD Swabawa L Fotografi
20 Ngurah Arya Sutawan L Fotografi
21 Ni Made Sri Wahyuni P Fotografi

 

Demikian pengungumuman ini dibuat untuk dilaksanakan sekian dan terimakasih

 

 

 

 

 

Denpasar, 7 Oktober 2011

Pembantu Dekan III

 

TTD

Drs. D.A Tirta Ray, M.Si

NIP:195704231987101001

 

 

Teknologi 3D tingkatkan konsentrasi siswa

Teknologi 3D tingkatkan konsentrasi siswa

Jumat, 30 September 2011 16:58 WIB

London – Penggunaan instrumen pembelajaran berbasis teknologi 3D terbukti meningkatkan konsentrasi siswa di sekolah, demikian menurut sebuah penelitian.

Penelitian yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Badan Penelitian Internasional (International Research Agency) menunjukkan penggunaan instrumen pembelajaran berbasis 3D meningkatkan nilai tes siswa sebanyak 17 persen.

Seperti yang diberitakan oleh BBC, penelitian tersebut dilakukan terhadap 740 siswa sekolah di Perancis, German, Italy, Belanda, Turki, Inggris dan Swedia.

Penggunaan teknologi 3D juga membuat siswa yang cenderung pemalu untuk berani berbicara di depan kelas.

Hanya beberapa sekolah di Inggris yang sudah menggunakan teknologi 3D, seperti proyektor 3D dan juga kacamata 3D, dalam proses pembelajaran.

Para siswa diuji sebelum dan sesudah pelajaran bersama satu kelompok kontrol siswa yang belajar menggunakan sumber pembelajaran sederhana.

Rata-rata 86 persen siswa yang diajar dengan metode pembelajaran 3D mempunyai hasil ujian yang meningkat. Sementara itu, hanya terdapat 52 persen siswa dari kelas yang diajar dengan metode pembelajaran tradisional yang menunjukkan peningkatan hasil ujian.

Penelitian tersebut juga menunjukkan tingkat konsentrasi siswa meningkat. Sebanyak 92 persen siswa memperhatikan pelajaran dengan teknologi 3D. Sementara itu, dalam kelas biasa, hanya 46 persen siswa memperhatikan selama pelajaran.

“Ini (penggunaan teknologi 3D) menarik perhatian siswa… teknologi ini seperti memicu ketertarikan dalam belajar yang terjaga hingga di akhir pelajaran,” kata pemimpin penelitian Prof. Anne Bamford.

Jumlah pertanyaan dari siswa juga meningkat dan para guru melaporkan bahwa mereka yang mengajukan pertanyaaan adalah siswa yang biasanya tidak mau atau jarang bertanya di kelas,” kata Bamford kepada BBC.

Para peneliti juga mengamati serangkaian pelajaran Biologi, dimana para siswa belajar mengenai fungsi tubuh.

“Siswa dapat melihat cara kerja tubuh. Mereka mempelajari jantung secara nyata, tidak statis, melihat secara langsung darah mengalir melalui katup jantung, melihat pergantian oksigen, memutar, memiringkan hingga memperbesar gambar jantung,” kata Prof. Bamford.

Guru Biologi Ros Johnson mengatakan pembelajaran bagian-bagian tubuh menggunakan proyektor 3D memberikan cara baru dalam belajar dan membaca di Abbey School

sumber : antaranews.com

BALĀDHIKĀ

BALĀDHIKĀ

Penata

Nama                     : Agus Ary Andika

NIM                      : 2007.02.008

Program Studi       : Seni Karawitan

Sinopsis       :

Pada zaman penjajahan colonial Belanda peperangan demi peperangan terjadi diseluruh wilayahIndonesia, tak terkecualiBalidan Khususnya di Kerajaan Badung. Sikap Raja Badung yang tidak menunjukan tanda-tanda menyerah, dan memicu perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906.

Semangat Puputan yang dimiliki oleh laskar Badung atau dikenal sebagai “Baladhika” yaitu pasukan perang yang gagah berani. Hal tersebut menhyentuh hasrat penata untuk mengungkapkan kedalam sebuah karya komposisi karawitan kreasi Beleganjur, Pelog Lima Nada, yang tetap berpedoman pada unsur-unsur tradisi seperti kawitan, pengawak, pengecet, atau pekaad. Dalam proses penggarapan ditonjolkan berbagai variasi pukulan seperti geguletan kendang, aksen-aksen kendang belik, gong bheri dan rebana yang ritmis, namun tetap berpijak pada unsur melodi dengan cita rasa yang harmonis, dan pukulan yang mantap, menggambarkan puputan Badung

Pendukung Karawitan  :

Mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Denpasar dan   Sanggar Rare Angon SMP N 2 Abiansemal  Desa Sedang, Badung.

 

 

 

 

Unsur Mistik Pada Pertunjukan Wayang Calonarang Bagian II

Unsur Mistik Pada Pertunjukan Wayang Calonarang Bagian II

Kiriman I Ketut Gina, Mahasiswa PS. Seni Pedalangan

Unsur Mistik Pada Tembang

Pada tembang atau Gending Basur (Ginada Basur) yang dilantunkan oleh Twalen mengandung unsur mistik, karena mengungkap adanya ilmu hitam pada saat terjadinya perubahan wujud (ngelekas), hal itu dapat kita lihat pada babak III sebagai berikut:

”Liak destine mecanda

Ngawetuang wisia mandi

Ngelarang aji pangiwa

Siwa gni mwang siwa gandu

Durga sakti kearcana

Ngawe gering

Sasab grubug lan merana”. (pupuh ginada basur).

Arti bebasnya adalah :

Para pelaku mejik pada bersenang-senang

Mengeluarkan aura yang menakutkan

Bagi para yang melakukan ajaran mejik

Seperti siwa geni dan siwa gandu

Betari Durga yang dipuja

Yang menimbulkan wabah penyakit

Wabah penyakit dan perhara

Pupuh Ginada Basur di atas pada prinsipnya adalah pengundangan (pengaradan), artinya sang dalang mengundang para pelaku mistik (leak) agar datang ke tempat pementasan, guna mencoba kemampuan sang dalang itu sendiri, barang siapapun yang berani memasur (melantunkan pupuh Ginada Basur) di saat tengah malam, otomatis para pelaku mistik (leak) akan datang ke tempat di mana orang melantunkan tembang itu. Bagi orang-orang yang menganut ajaran mejik (pengeleakan) selalu mengharapkan kehancuran orang lain, dengan menghalalkan segala cara agar, orang lain kena musibah yang menyebabkan kematian.

Di bawah ini dilanjutkan pada kutipan pupuh ginada basur sebagai berikut:

”Dasaksara kaincepang

Panguripan panca geni

Manyumbah mider buana

Kaja Kelod Kangin Kauh

Pamurtyan Ongkara sungsang

Sinah ugig

Ngawe laliate nyungsang”. (pupuh ginada basur)

Arti bebasnya adalah :

Aksara yang jumlahnya sepuluh itu terus direnungkan

Yang mampu menghidupkan panca geni

Menyembah kepada empat penjuru

Utara Selatan Timur dan Barat

Yang akan melahirkan ongkara terbalik

Sudah jelas merusak

Yang membuat pengelihatan terbalik

Keterangan dari pupuh ginada di atas adalah yang dilakukan oleh orang yang belajar ilmu pengiwa, maka dia akan memeras aksara yang jumlahnya sepuluh butir itu sebagai dasar (sa, ba, ta, a, i, na, ma, si, wa, ya), kemudian menjadi Pancaksara. Pancaksara kemudian menjadi tri aksara, seterusnya menjadi dwi aksara, dan akhirnya menjadi ekaksara yakni Ongkara: ongkara ngadeg atau berdiri sebagai dasar panengen, dan ongkara sungsang atau terbalik sebagai dasar pengiwa. Karena keadaan menjadi terbalik maka terbalik pula persepsi orang melihat fisik pelaku ilmu hitam tersebut, seperti halnya mistik berasal dari bahasa Inggris Mistake yang artinya salah persepsi pandangan orang kepada benda hasil dari pelaku ilmu hitam tersebut. Nara sumber di atas mengindikasikan bahwa, terjadinya perubahan wujud bagi pelaku ilmu hitam akan dilihat berbeda bagi orang yang tingkatan kedyatmikannya lebih rendah dari pelaku ilmu hitam itu sendiri. Kalau kemampuan yang dimiliki lebih tinggi dari pelaku ilmu hitam itu sendiri, maka perubahan wujud itu tidak akan nampak atau orang tersebut tidak mampu dikelabui oleh pelaku ilmu hitam. Kardji dalam bukunya yang berjudul Ilmu Hitam dari Bali menyebutkan bahwa, Gegendu bisa berubah wujud menjadi sapi, kerbau, kuda, yang merupakan wujud pengeleakan tingkat lima (5), akan tetapi jika kita bisa mengamati secara cermat, akan kelihatan dengan jelas bahwa kaki sapi, kerbau, kuda jadi-jadian tersebut sesungguhnya hanya berkaki tiga (3), orang yang memiliki ilmu panengen kelas tinggi akan melihat hal yang sebenarnya, yakni seorang yang memakai tongkat, berkain kancut (wiron) putih, berselimut putih, memakai kerudung seperti suster.

Di bawah ini ada lagi pupuh ginada yang memngungkap keberadaan ajaran ilmu hitam sebagai berikut:

”Mamusti masuku tunggal

Nunggalang adnyana sandhi

Japa mantra kauncarang

Ngamijilang geni murub

Tuhu luih mawisesa

Iku yukti

Brahma Semeru ngaranya”. (pupuh ginada basur).

Arti bebasnya sebagai berikut :

Berdoa posisi berdiri dengan satu kaki bertumpu di tanah

Berkonsentrasi penuh terpusat di hati

Dengan membaca mantra

Mengeluarka api berkobar-kobar

Sangat menakjubkan dan sangat dahsyat

Itulah yang disebut brahma semeru.

Pupuh Ginada Basur di atas menjelaskan bahwa orang yang telah memiliki ilmu hitam tingkat tinggi hingga tingkat kesebelas yang disebut Aji Brahma Semeru, yang mampu mengeluarkan api dari ubun-ubunnya hingga menembus langit, akan sangat membahayakan bagi orang yang terkena serangannya dengan radius tertentu. Ilmu seperti itu menurut tingkatannya adalah tingkat kedelapan. Kalau dibandingkan dengan tingkatan ilmu yang dimiliki oleh Rarung yang mencapai tingkat kesembilan, berarti Aji Brahma Semeru setingkat berada di bawah Ajian Pudak Sategal.

Unsur Mistik Pada Pertunjukan Wayang Calonarang Bagian II selengkapnya

Loading...