by admin | Oct 7, 2011 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Di umumkan kepada seluruh dosen dan mahasiswa FSRD peserta FKI agar kumpul di gedung Natia Mandala pada:
Hari : Selasa
Tanggal : 11 Oktober 2011
Pukul : 11.30 wita
Acara : Pengarahan dari Bapak Pembantu Rektor IV
DAFTAR PESERTA FKI ISI SURAKARTA 2011
| NO |
NAMA |
L/P |
PRODI |
| 1 |
I Ketut Alit Wijaya |
L |
Lukis |
| 2 |
Ni Made Yeni Rahmadewi |
P |
Lukis |
| 3 |
Ngakan Putu Agus Arta Wijaya |
L |
Lukis |
| 4 |
I Wayan agus Darmayasa |
L |
Lukis |
| 5 |
Ni N. Ratih Sintya Dewi Pinatih |
P |
Lukis |
| 6 |
Jin Dirgandi |
L |
Lukis |
| 7 |
I Putu Adnyana |
L |
Lukis |
| 8 |
Dewa Putu Budiarta |
L |
Patung |
| 9 |
R Kun Aji Pratama |
L |
Interior |
| 10 |
Anur Prasojo Mukti |
L |
Interior |
| 11 |
I Nyoman Tera Gradi W. |
L |
DKV |
| 12 |
I Komang Gede Sentanu |
L |
DKV |
| 13 |
Rizky Indra Brata |
L |
DKV |
| 14 |
Yogi |
L |
DKV |
| 15 |
Wardiyanta |
L |
Kriya |
| 16 |
Putu Kusuma |
L |
Kriya |
| 17 |
Desak Made Yuni |
P |
Kriya |
| 18 |
I Made Andy Darmawan |
L |
Fotografi |
| 19 |
A A GD Swabawa |
L |
Fotografi |
| 20 |
Ngurah Arya Sutawan |
L |
Fotografi |
| 21 |
Ni Made Sri Wahyuni |
P |
Fotografi |
Demikian pengungumuman ini dibuat untuk dilaksanakan sekian dan terimakasih
Denpasar, 7 Oktober 2011
Pembantu Dekan III
TTD
Drs. D.A Tirta Ray, M.Si
NIP:195704231987101001
by dwigunawati | Oct 7, 2011 | Berita, pengumuman

Jumat, 30 September 2011 16:58 WIB
London – Penggunaan instrumen pembelajaran berbasis teknologi 3D terbukti meningkatkan konsentrasi siswa di sekolah, demikian menurut sebuah penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Badan Penelitian Internasional (International Research Agency) menunjukkan penggunaan instrumen pembelajaran berbasis 3D meningkatkan nilai tes siswa sebanyak 17 persen.
Seperti yang diberitakan oleh BBC, penelitian tersebut dilakukan terhadap 740 siswa sekolah di Perancis, German, Italy, Belanda, Turki, Inggris dan Swedia.
Penggunaan teknologi 3D juga membuat siswa yang cenderung pemalu untuk berani berbicara di depan kelas.
Hanya beberapa sekolah di Inggris yang sudah menggunakan teknologi 3D, seperti proyektor 3D dan juga kacamata 3D, dalam proses pembelajaran.
Para siswa diuji sebelum dan sesudah pelajaran bersama satu kelompok kontrol siswa yang belajar menggunakan sumber pembelajaran sederhana.
Rata-rata 86 persen siswa yang diajar dengan metode pembelajaran 3D mempunyai hasil ujian yang meningkat. Sementara itu, hanya terdapat 52 persen siswa dari kelas yang diajar dengan metode pembelajaran tradisional yang menunjukkan peningkatan hasil ujian.
Penelitian tersebut juga menunjukkan tingkat konsentrasi siswa meningkat. Sebanyak 92 persen siswa memperhatikan pelajaran dengan teknologi 3D. Sementara itu, dalam kelas biasa, hanya 46 persen siswa memperhatikan selama pelajaran.
“Ini (penggunaan teknologi 3D) menarik perhatian siswa… teknologi ini seperti memicu ketertarikan dalam belajar yang terjaga hingga di akhir pelajaran,” kata pemimpin penelitian Prof. Anne Bamford.
Jumlah pertanyaan dari siswa juga meningkat dan para guru melaporkan bahwa mereka yang mengajukan pertanyaaan adalah siswa yang biasanya tidak mau atau jarang bertanya di kelas,” kata Bamford kepada BBC.
Para peneliti juga mengamati serangkaian pelajaran Biologi, dimana para siswa belajar mengenai fungsi tubuh.
“Siswa dapat melihat cara kerja tubuh. Mereka mempelajari jantung secara nyata, tidak statis, melihat secara langsung darah mengalir melalui katup jantung, melihat pergantian oksigen, memutar, memiringkan hingga memperbesar gambar jantung,” kata Prof. Bamford.
Guru Biologi Ros Johnson mengatakan pembelajaran bagian-bagian tubuh menggunakan proyektor 3D memberikan cara baru dalam belajar dan membaca di Abbey School
sumber : antaranews.com
by dwigunawati | Oct 7, 2011 | Berita, Galeri
Penata
Nama : Agus Ary Andika
NIM : 2007.02.008
Program Studi : Seni Karawitan
Sinopsis :
Pada zaman penjajahan colonial Belanda peperangan demi peperangan terjadi diseluruh wilayahIndonesia, tak terkecualiBalidan Khususnya di Kerajaan Badung. Sikap Raja Badung yang tidak menunjukan tanda-tanda menyerah, dan memicu perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906.
Semangat Puputan yang dimiliki oleh laskar Badung atau dikenal sebagai “Baladhika” yaitu pasukan perang yang gagah berani. Hal tersebut menhyentuh hasrat penata untuk mengungkapkan kedalam sebuah karya komposisi karawitan kreasi Beleganjur, Pelog Lima Nada, yang tetap berpedoman pada unsur-unsur tradisi seperti kawitan, pengawak, pengecet, atau pekaad. Dalam proses penggarapan ditonjolkan berbagai variasi pukulan seperti geguletan kendang, aksen-aksen kendang belik, gong bheri dan rebana yang ritmis, namun tetap berpijak pada unsur melodi dengan cita rasa yang harmonis, dan pukulan yang mantap, menggambarkan puputan Badung
Pendukung Karawitan :
Mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Denpasar dan Sanggar Rare Angon SMP N 2 Abiansemal Desa Sedang, Badung.



by admin | Oct 6, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman I Ketut Gina, Mahasiswa PS. Seni Pedalangan
Unsur Mistik Pada Tembang
Pada tembang atau Gending Basur (Ginada Basur) yang dilantunkan oleh Twalen mengandung unsur mistik, karena mengungkap adanya ilmu hitam pada saat terjadinya perubahan wujud (ngelekas), hal itu dapat kita lihat pada babak III sebagai berikut:
”Liak destine mecanda
Ngawetuang wisia mandi
Ngelarang aji pangiwa
Siwa gni mwang siwa gandu
Durga sakti kearcana
Ngawe gering
Sasab grubug lan merana”. (pupuh ginada basur).
Arti bebasnya adalah :
Para pelaku mejik pada bersenang-senang
Mengeluarkan aura yang menakutkan
Bagi para yang melakukan ajaran mejik
Seperti siwa geni dan siwa gandu
Betari Durga yang dipuja
Yang menimbulkan wabah penyakit
Wabah penyakit dan perhara
Pupuh Ginada Basur di atas pada prinsipnya adalah pengundangan (pengaradan), artinya sang dalang mengundang para pelaku mistik (leak) agar datang ke tempat pementasan, guna mencoba kemampuan sang dalang itu sendiri, barang siapapun yang berani memasur (melantunkan pupuh Ginada Basur) di saat tengah malam, otomatis para pelaku mistik (leak) akan datang ke tempat di mana orang melantunkan tembang itu. Bagi orang-orang yang menganut ajaran mejik (pengeleakan) selalu mengharapkan kehancuran orang lain, dengan menghalalkan segala cara agar, orang lain kena musibah yang menyebabkan kematian.
Di bawah ini dilanjutkan pada kutipan pupuh ginada basur sebagai berikut:
”Dasaksara kaincepang
Panguripan panca geni
Manyumbah mider buana
Kaja Kelod Kangin Kauh
Pamurtyan Ongkara sungsang
Sinah ugig
Ngawe laliate nyungsang”. (pupuh ginada basur)
Arti bebasnya adalah :
Aksara yang jumlahnya sepuluh itu terus direnungkan
Yang mampu menghidupkan panca geni
Menyembah kepada empat penjuru
Utara Selatan Timur dan Barat
Yang akan melahirkan ongkara terbalik
Sudah jelas merusak
Yang membuat pengelihatan terbalik
Keterangan dari pupuh ginada di atas adalah yang dilakukan oleh orang yang belajar ilmu pengiwa, maka dia akan memeras aksara yang jumlahnya sepuluh butir itu sebagai dasar (sa, ba, ta, a, i, na, ma, si, wa, ya), kemudian menjadi Pancaksara. Pancaksara kemudian menjadi tri aksara, seterusnya menjadi dwi aksara, dan akhirnya menjadi ekaksara yakni Ongkara: ongkara ngadeg atau berdiri sebagai dasar panengen, dan ongkara sungsang atau terbalik sebagai dasar pengiwa. Karena keadaan menjadi terbalik maka terbalik pula persepsi orang melihat fisik pelaku ilmu hitam tersebut, seperti halnya mistik berasal dari bahasa Inggris Mistake yang artinya salah persepsi pandangan orang kepada benda hasil dari pelaku ilmu hitam tersebut. Nara sumber di atas mengindikasikan bahwa, terjadinya perubahan wujud bagi pelaku ilmu hitam akan dilihat berbeda bagi orang yang tingkatan kedyatmikannya lebih rendah dari pelaku ilmu hitam itu sendiri. Kalau kemampuan yang dimiliki lebih tinggi dari pelaku ilmu hitam itu sendiri, maka perubahan wujud itu tidak akan nampak atau orang tersebut tidak mampu dikelabui oleh pelaku ilmu hitam. Kardji dalam bukunya yang berjudul Ilmu Hitam dari Bali menyebutkan bahwa, Gegendu bisa berubah wujud menjadi sapi, kerbau, kuda, yang merupakan wujud pengeleakan tingkat lima (5), akan tetapi jika kita bisa mengamati secara cermat, akan kelihatan dengan jelas bahwa kaki sapi, kerbau, kuda jadi-jadian tersebut sesungguhnya hanya berkaki tiga (3), orang yang memiliki ilmu panengen kelas tinggi akan melihat hal yang sebenarnya, yakni seorang yang memakai tongkat, berkain kancut (wiron) putih, berselimut putih, memakai kerudung seperti suster.
Di bawah ini ada lagi pupuh ginada yang memngungkap keberadaan ajaran ilmu hitam sebagai berikut:
”Mamusti masuku tunggal
Nunggalang adnyana sandhi
Japa mantra kauncarang
Ngamijilang geni murub
Tuhu luih mawisesa
Iku yukti
Brahma Semeru ngaranya”. (pupuh ginada basur).
Arti bebasnya sebagai berikut :
Berdoa posisi berdiri dengan satu kaki bertumpu di tanah
Berkonsentrasi penuh terpusat di hati
Dengan membaca mantra
Mengeluarka api berkobar-kobar
Sangat menakjubkan dan sangat dahsyat
Itulah yang disebut brahma semeru.
Pupuh Ginada Basur di atas menjelaskan bahwa orang yang telah memiliki ilmu hitam tingkat tinggi hingga tingkat kesebelas yang disebut Aji Brahma Semeru, yang mampu mengeluarkan api dari ubun-ubunnya hingga menembus langit, akan sangat membahayakan bagi orang yang terkena serangannya dengan radius tertentu. Ilmu seperti itu menurut tingkatannya adalah tingkat kedelapan. Kalau dibandingkan dengan tingkatan ilmu yang dimiliki oleh Rarung yang mencapai tingkat kesembilan, berarti Aji Brahma Semeru setingkat berada di bawah Ajian Pudak Sategal.
Unsur Mistik Pada Pertunjukan Wayang Calonarang Bagian II selengkapnya