by dwigunawati | Aug 22, 2014 | Berita
Kiriman : Nyoman Lia Susanthi, SS., MA (Dosen Ps. Film dan Televisi ISI Denpasar)
Foto : Made Rai Kariasa, S.Sos
Peragaan dan pementasan seni budaya 2014 yang bertajuk Bali Mandara Mahalango berlangsung dari tanggal 13 Juli 2014 sampai 28 Agustus 2014. Bali Mandara Mahalango yang mengangkat dinamika seni budaya menuju kesejahteraan kemajuan dan keagungan peradabana Bali akan ditutup oleh garapan oratorium dari ISI Denpasar. Dalam mengemban kepercayaan ini ISI Denpasar dibawah komando Pembantu Rektor IV ISI Denpasar, I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn telah berupaya melakukan latihan secara rutin. Persiapan diawali dengan latihan secara sektoral kemudian baru latihan secara menyeluruh.
Dalam penutupan, ISI Denpasar akan menampilkan oratorium Pemerintah Provinsi Bali yang
berjudul “Bali Ning Nusa” (Bali Mandara). Garapan ini mengisahkan Dewa Kamajaya dan Dewi Ratih memadu cinta asmara di bumi. Dewa siwa menilai prilaku dewa dewi itu tidak pantas. Dewa Siwa menghukum sejoli itu hidup sebagai manusia di Mayapada dengan nama Kama dan Ratih. Selama menjalani hukumannya, Kama dan Ratih, harus mengekang cinta asmaranya, dan jika melanggar, keduanya akan mendapat hukuman yang lebih berat. Kama dan Ratih memilih pulau Bali sebagai tempat menjalani hukumannya. Kama dan Ratih mengembara melewati zaman prasejarah, zaman bali kuno, zaman kerajaan hingga zaman modern. Setelah Bali dalam keadaan aman, damai, sejahtera (Mandara), Kama dan Ratih dipanggil kembali Dewa Siwa menuju kahyangan sebagai Dewa Kamajaya dan Dewi Ratih.
Oratorium ini terdiri dari 4 babak yaitu babak I adalah prolog menggambarkan percintaan Dewa Kamajaya dengan Dewi Ratih. Kemudian Dewa Siwa menghukum keduanya untuk tinggal di bumi sebagai manusia. Dewa kamajaya dan Dewi Ratih diturunkan di pulau Bali pada zaman prasejarah melalui tari Sanghyang. Dewa Kamajaya menjadi Kama melalui Sanghyang Jaran dan Dewi Ratih turun dengan nama Ratih melalui Sanghyang Dedari.
Babak II melukiskan Bali zaman kuno, dimana keadaan yang aman tentram dimana masyarakat Bali hidup nyaman dibawah perlindungan dewata. Tetapi penguasa zalim yang bernama Mayadanawa menghancurkan kereligiusan itu. Dewa Indra datang menumpas kecongkakan dan kesewenang-wenangan Mayadenawa.
Babak III mengisahkan Bali dalam era kerajaan, dimana keadaan pulau Bali yang damai di bawah pengayoman para raja yang arif bijaksana. Namun kehancuran kemudian datang ketika patih sakti Kebo Iwa berhasil diperdaya oleh Gajah Mada dengan iming-iming gadis canik Putri Lemah Tulis.
Terakhir babak IV adalah Bali zaman modern yang melukiskan keadaan pulau Bali yang sejahtera di bawah pemerintahan republik yang terencana. Namun penjajah dan terorisme sangat berambisi menguasai dan menghancurkan pulau Bali. Para penjajah mengadu domba masyarakat Bali untuk berseteru. Para teroris begitu beringas menghancur- leburkan jagat pariwisata andalan ekonomi Bali. Ketegaran masyarakat Bali dan integritas para pemimpin Bali mampu kembali menciptakan keadaan aman, damai, dan sejahtera yang dikenal dngan Mandara.
Garapan seni ini diiringi dengan Gambelan Gong Gede Saih Pitu dan dibawakan oleh sekitar 100 penari dengan durasi waktu 60 menit.
by dwigunawati | Aug 22, 2014 | Berita
Kiriman : Nyoman Dewi Pebryani, ST., MA (Dosen Ps. Desain Fashion ISI Denpasar)
Foto : Made Rai Kariasa, S.Sos
Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengadakan Rapat Senat Terbuka penerimaan mahasiswa baru periode tahun 2014/2015 bertempat di Gedung Citta Kelangen pada hari selasa (19/07). Sejumlah 531 mahasiswa yang diterima di Kampus ISI Denpasar beserta orang tua atau wali menghadiri acara penerimaan secara resmi mahasiswa baru. Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiharta, SSKar.,M.Hum, selaku ketua senat Institut membuka secara resmi acara penerimaan mahasiswa baru yang ditandai dengan pemakaian jas almamater ISI Denpasar kepada perwakilan mahasiswa baru periode tahun 2014/2015.
Rektor ISI Denpasar dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kampus ISI Denpasar dan terimakasih kepada orang tua atau wali mahasiswa yang mempercayakan putra/i mereka untuk menapaki lingkungan perkuliahan di ISI
Denpasar. Beliau juga berharap agar mahasiswa yang telah diterima secara resmi di ISI Denpasar mampu menjaga nama baik kampus ISI Denpasar, “serta mampu menamatkan pendidikannya tidak lebih dari empat tahun dan segera terjun ke masyarakat untuk menerapkan ilmu yang diterima di kampus”, tambahnya.
Pembantu Rektor III, Drs. I Wayan Gulendra, M.Si, dalam laporannya mengungkapkan bahwa seluruh mahasiswa yang hadir saat ini telah mengikuti serangkaian agenda, mulai dari kegiatan pengenalan kegiatan administrasi akademik dan kemahasiswaan yang diadakan tanggal 11 hingga 14 agustus 2014, kemudian acara mejaya-jaya yang diadakan bertepatan dengan hari
Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 agustus 2014, dan acara puncak rapat senat terbuka penerimaan mahasiswa baru pada hari ini, selasa, (19/7).
ISI Denpasar memiliki 12 program studi (prodi) dibawah dua fakultas yakni Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Sejumlah 531 mahasiswa yang diterima di kampus ISI Denpasar terdiri dari 218 mahasiswa dari FSP (Prodi Seni Tari sebanyak 44 mahasiswa, Prodi Seni Karawitan sebanyak 84 mahasiswa, Prodi Pedalangan sebanyak 7 mahasiswa, Prodi Sendratasik sebanyak 55 orang, dan Prodi Musik sebanyak 24 mahasiswa) dan 313 mahasiswa dari FSRD (Prodi Seni Rupa Murni sebanyak 46 mahasiswa, Prodi Desain Interior sebanyak 50 mahasiswa, Prodi DKV sebanyak 81 mahasiswa, Prodi Kriya Seni sebanyak 16 mahasiswa, Prodi Fotografi sebanyak 30 mahasiswa, Prodi Desain Fashion sebanyak 47 mahasiswa, dan Prodi Film dan Televisi sebanyak 41 mahasiswa).
by admin | Aug 21, 2014 | Berita, pengumuman

Informasi selengkapnya, silahkan lihat disini
by dwigunawati | Aug 21, 2014 | Berita
Kiriman : Nyoman Lia Susanthi, SS., MA (Dosen Ps. Film dan Televisi ISI Denpasar)
Foto : Made Rai Kariasa, S.Sos
Memperingati Dirgahayu RI ke-69, ISI Denpasar mengadakan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh civitas akademika ISI Denpasar, baik pejabat struktural, dosen, pegawai hingga mahasiswa ISI Denpasar. Upacara berlangsung tanggal 17 Agustus 2014 bertempat di lapangan upacara ISI Denpasar. Petugas upacara yaitu para mahasiswa ISI
Denpasar, dengan seragam putih-putih, sangat cakap dalam menjalankan tugasnya.
Dalam upacara bendera saat sesi istirahat, juga diisi dengan acara penyerahan mahasiswa, dosen, pegawai, dan kepala program studi berprestasi serta penghargaan bagi PNS dengan pengabdian 10 tahun, 20 dan 30 tahun.
by dwigunawati | Aug 21, 2014 | Berita
Kiriman : Nyoman Lia Susanthi, SS., MA (Dosen Ps. Film dan Televisi ISI Denpasar)
Menyambut Dirgahayu RI ke-69, ISI Denpasar tidak pernah ketinggalan untuk berpartisipasi dalam pameran pembangunan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi Bali. ISI Denpasar mempercayakan panitia pameran pembangunan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) ISI Denpasar. Ketua LP2M ISI Denpasar Dr. Drs. I Gst. Ngurah Ardana, M.Erg menyusun panitian dan mempersiapkan bahan pameran dengan melibatkan seluruh unsur di lingkungan ISI Denpasar. Adapun yang dipamerkan adalah karya-
karya dosen dan mahasiswa ISI Denpasar baik berupa buku, hasil penelitian, video karya penciptaan dari seni pertunjukan dan karya penciptaan dari seni rupa dan desain.
Pembukaan pameran berlangsung tanggal 14 Agustus 2014 oleh Gubernur Bali, Made Mangku
Pastika. Dalam kesempatan tersebut ISI Denpasar dipercaya untuk mengisi acara dengan menampilkan tari dan hiburan. Tari pembukaan yang ditampilkan ISI Denpasar adalah tari Stuti Puja. Tarian ini sebagai salah satu karya terbaru ciptaan dosen ISI Denpasar. Tarian ini ditampilkan untuk dapat diperkenalkan di masyarakat. Selain itu ISI Denpasar juga menmpilkan hiburan bondres yang merupakan karya mahasiswa Jurusan Sendratasik ISI Denpasar. Karya tersebut adalah karya yang berhasil menang dalam PKM. Pameran yang berlangsung hingga 23 Agustus 2014 ini dilaksanakan di Art Center, Taman Budaya Denpasar.
by dwigunawati | Aug 20, 2014 | Berita
Kiriman : Nyoman Lia Susanthi, SS., MA (Dosen Ps. Film dan Televisi ISI Denpasar)
Foto : Made Rai Kariasa, S.Sos
Dalam usaha merealisasikan Tri Darma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, ISI Denpasar selalu mengagendakan kegiatan ngayah di desa-desa. Seperti halnya pada tanggal 8 Agustus 2014, ISI Denpasar ngayah ke Banjar Wani, desa Krambitan, Kabupaten Tabanan. Rombongan dipimpin oleh Pembantu Rektor (PR) IV ISI Denpasar, I Ketut Garwa, S.SN., M.Sn. Ditemui disela-sela kegiatan, PR IV menyampikan bahwa ajang ini penting untuk memposisikan peran ISI Denpasar di masyarakat Bali, bahwa ISI adalah
milik masyarakat. Selain itu lewat ngayah ISI juga ingin memperkenalkan di masyarakat karya-karya terbaru ciptaan dosen ISI Denpasar, yang nantinya bisa digunakan di masyarakat. Rombongan diterima di salah satu rumah penduduk yaitu Nyoman Saudin.
Dalam kegiatan ngayah ini ISI Denpasar membawakan beberapa tari yaitu, tari Stuti Puja (hasil karya terbaru), Truna Jaya, Jauk Manis serta Oratorium Ramasita (Ramayana). Garapan tari-tarian ini dibawakan oleh para penari dari mahasiswa Jurusan Tari ISI Denpasar dan diiringi
oleh mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Denpasar, selain itu terdapat juga keterlibatan mahasiswa Jurusan Sendratasik dan Pedalangan ISI Denpasar. Mereka dibimbing oleh para dosen dilingkungan ISI Denpasar.
Pementasan ini ditungu-tunggu masyarakat setempat, mereka sangat antusias mengikuti sluruh rangkaian persembahan dari ISI Denpasar hingga akhir pementasan.