M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Empat mahasiswa ISI Denpasar mengikuti program ASEAN International Mobility for Students (AIMS)

Empat mahasiswa ISI Denpasar mengikuti program ASEAN International Mobility for Students (AIMS)

Kiriman : Kerjasama Luar Negeri ISI Denpasar

Tahun 2015 ISI Denpasar memperoleh 4 Kuota untuk mengikuti program ASEAN International Mobility for Students (AIMS) yang dilaksanakan selama 1 Semester (Semester ganjil) yang berasal dari kedua fakultas di ISI Denpasar. Mahasiswa yang mewakili Fakultas Seni Rupa dan Desain adalah Zahrein Mohamad dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, FSRD dan Ni Made Tiartini Mudarahayu dari Program Studi Seni Rupa Murni. Kedua mahasiswa tersebut akan mengikuti pendidikan di Thammasat University, Thailand dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2015, sedangkan untuk Fakultas Seni Pertunjukan diwakilkan oleh Ida Ayu Made Dwita Sugiantini dari Program Studi Seni Tari dan I Dewa Ketut Wicak Sandita dari Program Studi Seni Pedalangan, kedua mahasiswa tersebut akan mengikuti pendidikan di The University of Malaya, Malaysia dari bulan September 2015 s/d Januari 2016. Mahasiswa yang dikirim adalah mahasiswa yang mempunyai prestasi, berkemampuan Bahasa Inggris, dan IPK di atas 3,0.

Seluruh mahasiswa memperoleh beasiswa dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Nilai yang diperoleh di Perguruan Tinggi luar akan dikonversikan dengan nilai mata kuliah yang harus mereka tempuh di ISI Denpasar pada semester ini.

Rektor ISI Denpasar sangat mendukung kegiatan ini dan berpesan kepada para mahasiswa agar menjaga nama baik almamamater. Selama menempuh pendidikan disana jangan hanya mengambil ilmunya saja akan tetapi harus juga mempelajari seni dan budaya di negara tempat mereka belajar agar dapat berguna bagi mereka setelah kembali ke Indonesia.

GALI POTENSI KESENIAN ISI DENPASAR SASAR 14 DESA DI BULELENG

GALI POTENSI KESENIAN ISI DENPASAR SASAR 14 DESA DI BULELENG

Sumber : Bali Post

Warisa Kesenian yang begitu beragam di kabupaten buleleng belekangan ini mulai mengundang perhatian dari pihak akademisi di Bali. Untuk mengembangkan potensi kesenian di Bali Utara Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menawarkan kepada pemerintah daerah melakukan penelitian dalam rangka menggali dan mengembangkan potensi kesenian di daerah ini. Tahap awal, penggalian akan menyasar 14 desa, Desa – desa ini dipilih karena dari catatan sejarah hingga fakta memiliki warisan kesenian original namun pengembangannya belum optimal.

Demikian di ungkapkan rector ISI Denpasar  Dr. I Gede Arya Sugiartha, SS.Kar., M.Hum. saat menghadiri penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ratusan mahasiswanya di Puri Seni Sesana Budaya Singaraja, Rabu (2/9) kemarin.

Acara itu dihadiri Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Buleleng I Made Sedana mewakili Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Buleleng Dra. Wayan Laugraheni, Ketua Panitia KKN Ida Ayu Trisnawati, S.ST., M.Si., camat dan perbekel di lokasi KKN mahasiswa ISI Denpasar.

Lebih jauh Arya mengatakan, tawaran untuk berpartisipasi dalam menggali dan mengembangkan potensi kesenian dibuleleng sebagai tindak lanjut setelah mahasiswanya menuntaskan program KKN selama sebulan. Mahasiswa maupun tenaga dosen dilingkungan ISI Denpasar akan siap membantu pemerintah daerah dalam memetakan jenis – jenis kesenian di 14 Desa di Buleleng. Tidak hanya mendata, pihaknya akan mempelajari lebih dalam terkait potensi tersebut dan kemudian merancang program yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi kesenian yang “tertidur” tersebut. “ Kami sudah berbicara dengan pak Bupati pada waktu pembukaan KKN. Kami siap memetakan dan menggali potensi kesenian di 14 desa ini dan merancang pola pengembangannya. Tentu dalam pelaksanaan kami dari sudut keilmuan dan modal materialnya disiapkan dari pemerintah disini dan itu sudah kami bicarakan dengan pak bupati” tegasnya.

Menurut Pria Asal desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan ini, potensi kesenian umumnya di buleleng begitu beragam dan tidak banyak dimiliki oleh daerah lain di Bali. Dari sekian banyak potensi kesenian itu, memang masih memerlukan upaya nyata oleh pemerintah untuk mengembangkan agar warisan leluhur itu tetap eksis  dan dikenali oleh kalangan generasi muda. Untuk itu, pelaksanaan KKN ratusan mahasiswanya selama sebulan itu telah dijalankan sejumlah program mulai dari aspek pembinaan tari, tabuh, dan program penting lainnya.

Bahkan peserta KKN di Desa Bontiing mahasiswanya telah berhasil memfasilitasi masyarakat disesa ini dalam menciptakan sebuah tarian yang dijadikan maskot Desa Bontiing  Kecamatan Kubutambahan. Tarian ini diberikan nama “Keseselan Semaya”. Tarian ini tercetus dari ide Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Dari sinopsisnya, nama tari ini diambil dari Bungan Keselan  yang banyak tumbuh di Pura Pucak Manik Bang Desa Bontiing. Tarian ini dimainkan oleh lima orang penari dan diiringi penabuh. Tarian ini dipentaskan untuk upacara penyambutan dalam pelaksanaan upacara menurut adat Bali. “Kami sangat senang karena mahasiswa kami bisa memfasilitasi wargs dalam KKN untuk menggarap sebuah tari dan sekaligus dijadikan maskot desa. Ini awal dan kami siap untuk terus menggali kesenian lain di daerah ini” imbuh Arya sembari diiyakan oleh Ketua Panitia KKN ISI Denpasar Ayu Trisnawati.

ISI DENPASAR GELAR SEMINAR HASIL PENELITIAN 2015

ISI DENPASAR GELAR SEMINAR HASIL PENELITIAN 2015

Kiriman : Ni Ketut Dewi Yulianti, S.S.,M.Hum

Di hari pertama bulan September, Selasa, 1 September 2015, LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar   menggelar seminar hasil penelitian Desentralisasi dan Kompetitif Nasional 2015. Acara pembukaan yang bertempat di  Gedung Citta Kelangen kampus seni ini, dihadiri oleh Rektor ISI yang diwakili oleh PR I, hadir pula PR II, PR III, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, Dekan  Fakultas Seni Rupa dan Desain,  Ketua Prodi di Lingkungan ISI Denpasar, serta para peneliti pemenang hibah dan undangan dosen serta mahasiswa.

Kapuslit LP2M ISI Denpasar, Drs. I Wayan Mudra, M.Sn. dalam laporannya menyampaikan ucapkan terimakasih kepada seluruh civitas akademika ISI Denpasar yang telah mendukung acara seminar tersebut. Mudra mengatakan, seminar ini merupakan seminar hasil penelitian dosen ISI Denpasar yang didanani tahun 2015 baik penelitian Desentralisasi maupun Kompetitif Nasional. Seminar diikuti oleh 30 peneliti yang  terdiri dari 1 MP3EI, 8 Hibah Bersaing, 6 Fundamental, 2 Penelitian Disertasi Doktor, 13 Dosen Muda. Seminar ini akan dilanjutkan dengan pameran hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dirancang pada bulan Desember 2015.

Rektor ISI Denpasar, yang diwakili oleh Pembantu Rektor I, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya sangat bangga akan keberhasilan dosen ISI Denpasar dalam bidang penelitian. Kiranya di tahun-tahun mendatang, jumlah penelitian semakin meningkat, dan kualitasnya pun makin baik, dengan tema yang mengacu pada visi dan misi ISI Denpasar, sehingga ISI Denpasar terus menjadi pusat unggulan (center of excellence). “Hibah penelitian tidak hanya menguntungkan dosen dalam hal financial, namun juga menjadi catatan pada CV yang akan menjadi penentu untuk kenaikan pangkat,” ujar Artayasa sebelum membuka acara seminar secara resmi.

Tujuan dari pelaksanaan seminar ini adalah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab ilmiah peneliti tehadap lembaga ISI Denpasar tentang  proses penelitian yang telah dilakukan dan hasil yang telah dicapai. Selain itu seminar ini adalah wadah untuk mendiskusikan hasil-hasil penelitian yang telah dicapai untuk mendapat masukan-masukan sebagai bahan penyempurnaan hasil penelitian. Seminar ini juga diharapkan mampu menggugah minat dosen lainnya untuk mengajukan proposal penelitian pada tahun berikutnya, disamping sebagai persiapan peneliti menghadapi monev eksternal dari DP2M Dikti, yang deperkirakan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Seminar ini juga dimaksudkan untuk mendukung ISI Denpasar sebagai Centre of Excellence.

ISI DENPASAR MASUK OCTOFINAL & RAIH “BEST SPEAKER” DI NUDC PONTIANAK

ISI DENPASAR MASUK OCTOFINAL & RAIH “BEST SPEAKER” DI NUDC PONTIANAK

Kiriman : Ni Ketut Dewi Yulianti, S.S.,M.Hum

Tim debat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar berhasil melaju ke tingkat nasional pada lomba National University Debating Championship (NUDC) 2015. Setelah meraih kemenangan di tingkat regional kopertis wilayah VIII pada lomba yang diselenggarakan di kampus Universitas Dhyana Pura dari tanggal 29-30 Juli 2015, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bersama tujuh universitas lainnya, yaitu UNUD, Undiknas, Stikes Bali, PNB, Stiba Saraswati, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Mataram mewakili Kopertis wilayah VIII melaju ke NUDC tingkat nasional yang diselenggarakan di  Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat nasional tersebut diadakan pada tanggal 19-24 Agustus 2015.

Lomba debat  ini diikuti 336 orang peserta mahasiswa dari 110 kampus pemenang, perwakilan 14 wilayah Indonesia. Jika ditotal peserta termasuk para official , pembina dan pendamping tim juri maka ada 500 orang yang bertandang di Bumi Khatulistiwa pada NUDC 2015 di kampus Untan. Berangkat ke Pontianak dari ISI Denpasar, debater ISI Denpasar Nita Ayu Kartika Sari dan Muliawati Moeliono  serta  Paramita Hariswari sebagai adjudicator, dengan pendamping dosen Ni Ketut Dewi Yulianti, S.S.,M.Hum.  Para debater berjuang dalam tujuh rounds  selama lima  hari, hingga berhasil masuk babak octofinal (babak perdelapan besar) dalam peringkat 32 besar dengan posisi ke-25. Prestasi gemilang ini tentu merupakan kebanggaan bagi ISI Denpasar, dengan peringkat ke 25 dari 110 universitas dari seluruh Indonesia.

Selain meraih peringkat 25, ISI Denpasar dengan debater Muliawati Moeliono juga masuk sebagai salah satu dari the  best 10 novice speakers, dengan membawa pulang piagam dan medali. Keberhasilan tim ISI Denpasar ini mendapat apresiasi dari Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. Tim debater didampingi Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan diterima Rektor di ruang kerjanya pada hari Kamis, 27 Agustus yang lalu. “Keberhasilan tim debat ISI Denpasar merupakan kebanggaan bagi kita, dan terima kasih atas kerja kerasnya selama di NUDC Pontianak. Kita akan bentuk UKM Debat Bahasa Inggris, dan tim debat ini bisa mengajarkan pada mahasiswa lainnya, untuk meneruskan keberhasilan kalian,” ujar Rektor ISI.

Muliawati sangat berterima kasih kepada semua civitas akademika ISI Denpasar yang telah membantu dan mendoakan agar ia dan timnya memperoleh yang terbaik. Sementara itu, Nita Kartika anggota tim debat serta Paramitha adjudicator mengaku senang dan bangga karena mendapat kesempatan mengikuti lomba sampai di tingkat Nasional.

Garapan Seni Rupa Pertunjukan: Gerhana Bulan Merah  oleh ISI Denpasar Mendapat Sambutan Meriah Penonton

Garapan Seni Rupa Pertunjukan: Gerhana Bulan Merah oleh ISI Denpasar Mendapat Sambutan Meriah Penonton

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A

Dalam ajang bergengsi yang digelar tahunan oleh pemerintah Provinsi Bali dalam bidang seni yaitu Bali Mandara Mahalango, ISI Denpasar sukses menampilkan sebuah tontonan baru yang menggabungkan seni pertunjukkan dan seni rupa menjadi garapan seni rupa pertunjukkan. Garapan yang digagas oleh konseptor Sujana Suklu dan Cok Ratna Cora (dosen ISI Denpasar) berdurasi 45 menit. Keunikan garapan ini terletak pada kombinasi antara tontonan pertunjukkan dan instalasi seni rupa yang digabungkan secara apik, sehingga instalasi seni rupa juga bagian dari pertunjukan yang dieksplorasi oleh seni pertunjukan. Garapan ini telah tampil sukses dan menarik penonton pada tanggal 23 Agustus 2015 di Panggung Terbuka, Ardha Candra, Art Center Denpasar. Gubernur Bali, Mangku Pastika didampingi Rektor ISI Denpasar juga sangat antusias menyaksikan pementasan tersebut.

Garapan ini dibuka dengan narasi yang mengungkapkan bahwa gerhana bulan merah merupakan energi dasyat ke bumi yang tidak mengenal dualisme. Dilanjutkan dengan video mapping oleh mahasiswa Film dan Tv ISI Denpasar dengan diiringi illustrasi musik karya I Ketut Sumarjana (dosen musik ISI Denpasar).

Dilanjutkan dengan garapan tari yang merespon istalasi bambu karya I Gede Oka Surya Negara, S.ST., M.Sn (dosen Tari ISI Denpasar) dan diiringi oleh musik garapan I Nyoman Kariasa, S.Sn., M.Sn (dosen Karawitan ISI Denpasar).

Gerhana bulan merah yang terjadi setiap 100 tahun sekali merupakan fenomena dunia. Dalam garapan ini direkostruksi kisah-kisah yang terjadi diberbagai belahan dunia. Kisah Kala Rau di Bali, Kisah Naga Memakan Bulan terjadi di China, Gerhana Bulan Penyebar Virus di Jepang, Refleksi Perbuatan oleh Suku Indian Navajo, dan kisah cerita tipu daya Columbus dengan Suku Indian yang menyatakan bahwa gerhana bulan merah adalah kemarahan Tuhan, sehingga suku Indian takut pada Columbus, sehingga Columbus mampu menaklukkan suku Indian.

Garapan ini memberi pesan bahwa apapun kisah-kisah yang terjadi di berbagai belahan dunia akibat gerhana bulan merah, merupakan tugas manusia sendiri untuk memilih serta memilah berbagai energi yang bergerak guna dimaknai secara positif. Selain itu mengingatkan kita bahwa fenomena besar tersebut akan terjadi pada tanggal 28 September 2015.

I Komang Arba Wirawan: ” DARI KONFLIK DESA KE LAYAR KACA: ANALISIS WACANA LIPUTAN BALI TV DALAM KASUS KEMONING-BUDAGA, KLUNGKUNG, BALI “

I Komang Arba Wirawan: ” DARI KONFLIK DESA KE LAYAR KACA: ANALISIS WACANA LIPUTAN BALI TV DALAM KASUS KEMONING-BUDAGA, KLUNGKUNG, BALI “

Sumber : http://www.pps.unud.ac.id/

Kamis, 20  Agustus 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus I Komang Arba Wirawan, S.Sn., M.Si, dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul DARI KONFLIK DESA KE LAYAR KACA: ANALISIS WACANA LIPUTAN BALI TV DALAM KASUS KEMONING-BUDAGA, KLUNGKUNG, BALI “. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

Promovendus foto bersama dengan Pimpinan Sidang, Promotor, Kopromotor dan Tim Penguji setelah sidang selesai

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana liputan Bali TVkasus Kemoning-Budaga, Klungkung, Bali, sebuah konflik yang meletus 17 September 2011 yang menimbulkan wacana pembubaran desa pakraman. Liputan kasus ini memojokkan Gubernur Made Mangku Pastika, dikabarkan seolah-olah dia mengatakan hendak membubarkan desa pakraman di Bali. Sementara Bali TV dan Bali Post yang berada dalam naungan Kelompok Media Bali Post (KMB) terus mengeksploitasi wacana pembubaran desa pakraman secara subjektif, Gubernur Made Mangku Pastika tidak bisa menerima sehingga melakukan somasi bahkan menuntut Bali Post secara perdata di Pengadilan Negeri Denpasar. Hubungan antara Gubernur Made Mangku Pastika dan KMB yang pada awalnya baik kemudian menjadi konflik yang serius. Wacana pemberitaan Bali TV yang ikut memperuncing konflik ini menarik diteliti untuk mengetahui agenda subjektif di balik politik penayangan berita dan wacana tanding yang menanggapinya. Data utama penelitian ini berupa wacana pemberitaanBali TV mengenai kasus Kemoning-Budaga yang berupa dokumentasi dari materi yang pemah ditayangkan. Teori yang dipergunakan adalah teori wacana, agenda setting, jraming, dan semiotika. Keempat teori ini diaplikasikan secara eklektik untuk menganalisis secara kritis proses pembentukan wacana dan wacana tanding dalam kasus Kemoning-Budaga. Hasil analisis menunjukkan bahwa wacana liputan kasus bentrok Kemoning-Budaga di Bali TV merupakan perpanjangan dari wacana media cetakBali Post yang dikelola dengan agenda setting yang jelas untuk kepentingan sosial, politik, dan  ideologiAjeg Bali KMB. Pada saat yang sama Gubernur Made Mangku Pastika memanfaatkan lembaga kehumasan Pemprov Bali dan media di luar KMB seperti TVR! Bali dan Radar Bali untuk melancarkan wacana tanding. Wacana kasus Kemoning-Budaga menunjukkan contoh nyata bagaimana media massa mengabaikan objektitivitas untuk kepentingan-kepentingan kekuasaan. (pps.unud/IT)

Loading...