M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Ngayah Di Pura Desa Pedungan

Ngayah Di Pura Desa Pedungan

Kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, kembali digelar kampus seni ISI Denpasar Rabu dan Kamis (5-6/1) di Pura Desa, Desa Pakraman Pedungan dalam rangka Karya Ngusaba Desa. Rabu malam(5/1), sekitar 50 orang mahasiswa dan dosen Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar menghibur masyarakat Pedungan dengan beberapa tarian, yaitu Tari Oleg Tamulilingan, Jauk Manis, Selat Segara,Satya Brasta, Truna Jaya, dan Legong Kuntul. Para penari dari Jurusan Tari ini menghibur masyarakat yang tampak demikian antusias menyaksikan ilen-ilen tersebut, diiringi tabuh yang dimainkan oleh mahasiswa Jurusan Karawitan. Tampak hadir dalam kegiatan ngayah tersebut, Rektor ISI beserta jajarannya.

Hari berikutnya, Kamis (6/1) siang giliran para penabuh wanita Asti Pertiwi ISI Denpasar yang hadir ngayah di pura tersebut. Rombongan wanita berseragam kebaya putih dan kain warna hijau ini, dipimpin langsung oleh koordinator Asti Pertiwi, Ni Ketut Suryatini, S.Skar.,M.Sn. Penabuh wanita yang menuai perhatian “pemedek” yang hadir di pura tersebut, memainkan beberapa gending indah, diantaranya Sinom Ladrang, Slisir Lengker, Godeg Niring, Sekar Gadung, Selat Segara, dll.

“Ini adalah bukti nyata, bahwa kampus ISI Denpasar adalah milik masyarakat. Kegiatan “ngayah” adalah kesempatan emas bagi kami  untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Kami sangat berterim kasih kepada pihak panitia yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk ngayah,” ujar Suryatini saat ramah tamah dengan panitya.

Bendesa Desa Pakraman Pedungan, Drs. Nyoman Sumantra menyambut baik dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada ISI Denpasar yang telah turut  berpartisipasi ngayah di pura tersebut. “Masyarakat kami sangat rindu hiburan kesenian seperti ini. Hadirnya ISI di desa kami, selain memberi nilai edukasi bagi masyarakat, mahasiswa tentunya dapat menambah pengalaman dengan terjun langsung ke masyarakat” harapnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

P4TK Diharapkan Masuk Gerakan Kewirausahaan

P4TK Diharapkan Masuk Gerakan Kewirausahaan

Depok — Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal telah melantik Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata ( P4TK Bisnis dan Pariwisata ) Murtoyo,  yang menggantikan Wakil Sementara, Giri Suryatmana. Pelantikan berlangsung 5 Januari di Bojong Sari,  Depok, Jawa Barat.

Dalam sambutan , Fasli mengingatkan Murtoyo tentang pendidikan kewirausahaan. Menurut dia, pendidikan kewirausahaan adalah gerakan nasional dan seluruh perkembangannya akan terus diawasi  pemerintah. “P4TK dapat menjadi bagian yang terintegrasi dengan gerakan kewirausahaan tersebut,” ujarnya dalam pelantikan tersebut.

Fasli meminta P4TK kembali melakukan penyegaran dan gigih dalam menerapkan pendidikan kewirausahaan di setiap Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ), salah satu yang terutama adalah membuka peluang dan wawasan mengenai pendidikan kewirausahaan  dari kaum professional . Sebagaimana telah dicontohkan Wamendiknas, ketika dirinya menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,  dirinya mengirimkan 20 dosen dari perguruan tinggi negeri dan swasta untuk menempuh pendidikan kewirausahaan di Kauffman Foundation, Amerika Serikat.

Program ini sebagai upaya menanamkan pendidikan kewirausahaan di jenjang perguruan tinggi. Diharapkan kelak bila 20 orang itu kembali ke Indonesia mereka akan menjadi pengembang di pusat-pusat pendidikan kewirausahaan perguruan tinggi. ” Bila ini berjalan di tingkat SMK, maka kita bisa berharap nantinya akan terdapat pusat-pusat kewirausahaan di tingkat SMK, ” tuturnya sembari meminta P4TK untuk juga mengkompilasi data yang ada mengenai kewirausahaan dan terus mempelajari teknik juga wawasan yang baru di bidang tersebut.

Fasli juga mengingatkan tentang pentingnya industri kreatif. Industri ini telah menyumbangkan enam persen Produk Domestik Bruto Nasional. Karena itu, pemerintah optimistis industri kreatif dapat terus meningkat, terlebih bila melihat latar belakang Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan keterampilan, ” Oleh karena itu P4TK harus mampu melakukan inovasi dan mencari cara bagaimana kita mengembangkan industri kreatif di jenjang SMK, bila perlu siapkan satu tim yang memang ditugaskan menelaah perkembangan industri kreatif ini, ” ucap Pelaksana Tugas Sementara Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. (yogie)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/p4tk.aspx

Merekrut Dosen Peneliti

Merekrut Dosen Peneliti

Publikasi penelitian di Indonesia rendah.Demikian hasil survai setentang publikasi penelitian di Indonesia berkategori rendah. Survei yang dilakukan oleh  SCImago itu  menempatkan Indonesia pada posisi ke-64 dari 234 negara yang diteliti sepanjang tahun 1996 – 2008,jauh dibawah Arab Saudi,Pakistan,dan Bangladesh.

Hasil survei itu tidak mengagetkan lagi sebab sudah bukan rahasia umum kuantitas dan kualitas penelitian  dosen masih rendah. Menurut Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti),jumlah dosen yang meneliti belum mencapai 10 persen dari sekitar 150.000 dosen tetap di perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Hanya sekitar 12.000 dosen yang terdata melakukan penelitian.

Jika riset saja enggan,bagaimana mempublikasikannya ?

Angka Kredit Dosen

Kalau dikatakan  dosen tidak meneliti tentu tidak betul juga karena penelitian bagi dosen merupakan tugas yang harus dilaksanakan seperti halnya mengajar. Tridarma Perguruan Tinggi menyatakan bahwa tugas staf akademik terdiri dari pengajaran,penelitian,dan pengabdian masyarakat. Satu saja dari ke tiga unsur  tersebut tidak  dipenuhi,maka jenjang kepangkatan dosen akan terhambat.Itu artinya karir dosen akan begitu-begitu saja.

Baik, dosen  negeri maupun swasta supaya pangkatnya naik ke jenjang yang lebih tinggi harus mengumpulkan angka kredit (kum). Kum itu berasal dari unsur pengajaran,penelitian,dan pengabdian. Ketika seorang dosen baru diangkat sebagai dosen tetap,khususnya pegawai negeri ,ia diangkat dengan golongan III b dengan jabatan asisten ahli madya, ,sesuai dengan syarat dosen harus S2. Selama setahun,dosen baru akan mengalami percobaan (calon pegawai negeri sipil) , jika sudah memenuhi syarat diangkat menjadi pegawai negeri secara penuh .

Agar dapat naik golongan dan jabatan yang lebih tinggi hingga mencapai profesor,maka dosen harus mengumpulkan kum yang diperoleh dengan melaksanakan tugas dosen seperti yang tercantum dalam Tridarma Perguruan Tinggi. Untuk naik dari golongan III/b ke III/c misalnya, diperlukan kum 100 point. Begitu seterusnya hingga dosen mendapatkan golongan tertinggi IV/e (Gurubesar) dibutuhkan keseriusan dan waktu yang panjang mengumpulkan angka kredit.

Penelitian merupakan salah satu unsur yang harus dilakukan dosen untuk naik golongan. Penelitian dosen dihargai dengan 5 point. Bila, penelitian dipublikasikan pada jurnal ilmiah ,maka nilainya menjadi 10 sampai 15.Apalagi kalau hasil penelitian itu dipubliksikan di jurnal internasional,kumnya bisa mencapai 50.

Namun faktanya, meski penelitian maupun publikasi ilmiah memiliki nilai yang sangat tinggi, namun dosen yang gemar meneliti merupakan kaum minoritas.Hal ini juga sebagai pertanda kepangkatan dosen di Indonesia tidak bertambah signifikan sepanjang tahun. Meski,telah bertahun-tahun jadi dosen,namun pangkatnya tidak naik-naik.Kebanyakan dosen di Indonesia pensiun pada Golongan IV/a.

Karenanya tak usah heran kalau jumlah profesor kita pun tergolong rendah di Asia.Kurangnya guru besar di universitas di Indonesia dengan demikian menjelaskan satu hal, bahwa kegiatan penelitian hampir tidak ada. Situasi ini terjadi di semua universitas baik yang besar maupun kecil.

Dosen Peneliti

Meski setiap tahun Dikti menambah anggaran penelitian bagi dosen,namun tetap saja bagi dosen,terutama yang berasal dari daerah merasa kesulitan menembusnya. Banyak dosen yang mengeluh karena sudah berkali-kali membuat proposal untuk menembus hibah penelitian yang ditawarkan dikti,namun tidak pernah lolos dari seleksi Reviwer Dikti.Akhirnya,kebanyakan dosen frustasi dan enggan berpartisipasi menembus hibah penelitian yang ditawarkan Dikti.

Apa sebab? Sebagian besar proposal penelitian yang dikirimkan ternyata tidak memenuhi kriteria yang sudah ditentukan Dikti. Dosen-dosen kita belum mempunyai kemampuan menyusun proposal penelitian yang berkelas sehingga harus gugur dari seleksi reviewer dikti yang ketat. Atmosfir PT kita yang masih berkultur pengajaran belum mampu mencetak peneliti .

Kalau sudah demikian yang perlu disalahkan adalah rekrutmennya. Sudah tahu bahwa salah satu tugas dosen meneliti,namun rekrutmen dosen tidak mensyaratkan kemampuan meneliti. Meski menjadi dosen harus lulusan S2 ,namun tetap saja kemampuan menelitinya minim sekali. Lalu bagaimana ?

Belajar dari negara maju,rekrutmen dosen tidak seperti di Indonesia yang hanya sekadar melakukan tes tertulis ,tes wawancara,dan tes mengajar. Agar dapat menjadi dosen  di negara maju,terlebih dulu menawarkan menjadi asisten dosen kepada lulusan terbaiknya. Selama menjadi asisten,universitas menawarkannya mengambil program master atau doktor di universitas yang bersangkutan. Semasa menjadi asisten,universitas akan melibatkannya membantu profesor senior melakukan penelitian. Baru, setelah menyelesaikan program doktor, universitas menawarkan posisi dosen kepadanya. Bila diterima,ia tidak langsung menjadi dosen tetap,namun dikontrak dulu selama beberapa  tahun agar dapat dinilai prestasi kerjanya.

Tentu saja penelitian yang dilakukan oleh dosen kontrak tersebut merupakan  salah satu variabel penting mengangkatnya menjadi dosen tetap. Bila ia berprestasi selama menjadi dosen,pihak universitas akan memudahkannya meraih jabatan profesor.Tidak rumit seperti di negara kita. Makanya,di negara maju,seperti Amerika Serikat usia profesor masih muda belia. Berbeda dengan di sini,sebagian besar profesor sudah berusia tua hingga tidak produktif lagi meneliti.

Mengharapkan tercipta kultur meneliti yang berujung pada publikasi ilmiah bagaimanapun harus dimulai dari input ,rekrutmen dosen. Sulit, kalau masih mengharapkan kepada dosen yang terbiasa mengajar untuk meneliti. Model-model rekrutmen yang dapat menjaring dosen yang bukan saja piawai berceramah,tapi juga ahli meneliti harus sudah dimulai sejak sekarang. Semoga.

Arfanda Siregar
Dosen Politeknik Negeri Medan

Sumber: http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1811:merekrut-dosen-peneliti&catid=159:artikel-kontributor

Tawaran Beasiswa Tahun Akademik 2011/2012 dari Pemerintah Romania

Tawaran Beasiswa Tahun Akademik 2011/2012 dari Pemerintah Romania

Yth. Rektor/Ketua/Koordinator Kopertis I – XII
Seluruh Indonesia

Dengan hormat kami sampaikan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menerima berita faksimil dari Kedutaan Besar RI Bucharest dengan Nomor 5912/MENT/2010 tanggal 27 Desember 2010 perihal informasi tawaran beasiswa tahun akademik 2011/2012 dari Pemerintah Romania bagi warga negara asing berdasarkan Peraturan Pemerintah Romania HG. 288/1993. Beasiswa ditawarkan bagi seluruh warga negara asing (non-Uni Eropa) yang berminat untuk melanjutkan studi pada jenjang S1, S2 dan S3 di Universitas Negeri di Romania dengan bahasa pengantar bahasa Romania.

Sebagaai bahan informasi tambahan, bersama ini kami lampirkan copy (a) methodologi program beasiswa; (b) kalender program beasiswa; (c) formulir permohonan yang dikeluarkan Kemlu Romania; (d) formulir permohonan untuk mendapatkan surat izin belajar yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Riset, Pemuda dan Olah Raga Romania dan (e) daftar universitas-universitas negeri di Romania. Untuk butir (a) publik dapat mengakses melalui situs http://www.mae.ro/node/1794.

Bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar, dapat mengirimkan berkas aplikasi kepada Kementerian Luar Negeri Romania atau Kementerian Pendidikan Riset, Pemuda dan Olah Raga melalui perwakilan Romania di Jakarta dengan batas akhir penerimaan berkas pada tanggal 15 April 2011.

Berkaitan dengan hal itu, kami mohon kiranya Saudara dapat menginformasikan dan menyebarluaskan kepada dosen dan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Saudara dan Kopertis Wilayah masing-masing.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

Jakarta, 31 Desember 2010

Direktur Kelembagaan dan Kerjasama,

Ttd.

Achmad Jazidie

NIP. 19590219 198610 1 001

Tembusan:

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

Surat Selengkapnya
Informasi Beasiswa

Sumber: http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1810:tawaran-beasiswa-tahun-akademik-20112012-dari-pemerintah-romania&catid=142:berita-beasiswa

Loading...