M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Pemerintah Tawarkan Dosen Belajar ke Luar Negeri

Pemerintah Tawarkan Dosen Belajar ke Luar Negeri

Palembang  – Pemerintah menawarkan kepada dosen perguruan tinggi di Indonesia untuk memperdalam ilmu pengetahuan ke universitas di luar negeri, terutama jenjang pendidikan doktor.
Pemerintah di tahun 2011 ini memberikan peluang sebanyak 1.000 dosen yang belajar ke luar negeri dan peluang itu harus direbut perguruan tinggi di Indonesia, kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal saat pertemuan Konvensi Kampus dan temu rektor se Indonesia di Palembang, Kamis malam.
Oleh karena itu, melalui pertemuan forum rektor se Indonesia di Palembang ini peluang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bisa merebut seluruh perguruan tinggi yang ada, kata dia.
Menurut dia, perguruan tinggi juga perlu melakukan mitra pada universitas di luar negeri, sehingga kualitas sumber daya manusia akan semakin baik.
Jumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia sekarang ini sebanyak 54 unit ditambah 450 perguruan tinggi swasta, kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, pentingnya memperdalam ilmu ke luar negeri itu, karena dosen yang memiliki pendidikan strata tiga masih kurang.
Sekitar 155 ribu dosen perguruan tinggi yang ada di Indonesia, hanya 12 persen berjenjang S3, kata dia lagi.
Sehubungan itu, melalui forum rektor sekarang ini permasalahan tersebut harus dibahas bersama, kata dia.
Gubenur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, pertemuan forum rektor itu diharapkan pembangunan di daerah semakin maju terutam di provinsi yang akan menjadi tuan rumah SEA Games ini.
Sumsel kaya akan potensi sumber daya alam dan itu harus digali termasuk peran serta forum rektor, ujar dia.
Ketua forum rektor 2011 – 2012, Prof Dr Hj Badia Perizade mengatakan, pertemuan forum rektor itu diharapkan bermanfaat bagi semua pihak terutama Sumsel.(*) (T.U005/M033/R009)

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1294933449/pemerintah-tawarkan-dosen-belajar-ke-luar-negeri

Made Adi Darmawan Juara Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Made Adi Darmawan Juara Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Made Adi Darmawan Mahasiswa Fotografi ISI Denpasar Rebut Lomba Foto ‘Sumpah Pemuda’ di Jakarta

Kiriman Arba Wirawan

Jakarta: Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, hari Senin (10/1) sore di Media Center Kantor Kemenpora menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba foto ‘Sumpah Pemuda’ yang diselenggarakan Kemenpora. Lomba foto dengan menggunakan  kamera ponsel dan kamera saku ini  diikuti  319 peserta dari 15 provinsi di Indonesia.

Dewan juuri yang terdiri dari berbagai profesi menetapkan, untuk  kategori kamera ponsel juara  I  adalah AM Imam Zulkarnaen dengan judul foto  Tekun Sejak Dini, juara II dan III diraih I Made Adi Darmawan dari Badung Bali dengan judul foto Peduli Bencana dan Lukisan Luka Bangsa. Sedang katagori menggunakan kamera saku juara I Taufan Yusuf Nugroho dari Sragen Jawa Tengah, dengan judul foto  Giat Berlatih, juara II  Deski Friskia judul foto Lepas Tangan dan juara II  Karen Laurensia dengan foto berjudul  Future Scientis.

Hadiah berupa uang tunai, tropi dan sertifikat. Deputi Menpora Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salam  berharap lomba ini dapat memacu kreativitas pemuda di Indonesia. (ari)

I Wayan Eka Laksana Satiaguna (200705012) Desain Interior

Program MIT adalah kegiatan Student Mobility yang mempertemukan tiga Negara yaitu : Malaysia – Indonesia – Thailand dalam bidang akademik dan eksplorasi budaya. Saya sangat berterimakasih karena telah mendapat kesempatan untuk ikut serta didalamnya dan mendapatkan begitu banyak hal. Selama kurang lebih lima bulan (Agustus – Desember) saya mengikuti program ini di Thai Sudies program, Pridi Banomyong International College, Thammasat University, Tha Phra Chan Campus, Bangkok, Thailand, tahun akademik 2010, semester 1. Di sana saya belajar tentang bahasa, sejarah tumbuh kembangnya Thailand, sosial masyarakat Thailand, serta seni dan arsitektur Thailand, belajar menghargai perbedaan, mendapatkan banyak teman baru dari berbagai belahan negara dengan latar belakang pendidikan dan sosial yang beragam sehingga kami bisa saling belajar tentang negara masing-masing. Melihat bagaimana masyarakat di sana sangat menjunjung tinggi moral namun tetap berjalan dengan perkembangan jaman. Melihat banyak hal yang ternyata sangat mirip dengan apa yang ada di Indonesia, sebut saja dari segi arsitektur, di Thailand juga mengenal istilah Mandala, Tri Angga, serta Catus Pata (axis) yang ada di Bali, juga ada pengaruh kebudayaan Minangkabau berupa hiasan tanduk kerbau yang disebut Kalae untuk hiasan atap pada rumah tradisional Thailand. Di Thammasat university saya merasakan atmosper pendidikan yang kental, tidak heran karena kampus ini didirikan oleh Pridi Banomyong yang merupakan pencetus konstitusi negara ini. Pelayanan dari International Office yang betul-betul profesional dan responsif, juga segala fasilitas penunjang proses belajar mengajar tersedia. Taruhlah perpustakaannya yang dilengkapi dengan ruang audio-visual yang lengkap dengan koleksi DVD yang update, ya, belajar memang penting, tapi relaxing is essential… kemudahan akses perpustakaan tidak terbatas di kampus itu saja bahkan hingga ke kampus-kampus di luar Bangkok.

Semoga apa yang telah saya lalui selama lima bulan kebelakang ini dapat memberikan hasil yang diharapkan sehingga program ini dapat berlanjut untuk dapat diikuti oleh mahasiswa selanjutnya dan seterusnya serta terimakasih kembali saya ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan andil besar dalam terbentuknya dan kelancaran program ini, serta yang telah memberikan begitu banyak bantuan dari awal hingga akhir baik di Indonesia maupun di Thailand sampai tulisan ini dibuat. Khop Khun Maak Khrap, Sawatdii Khrap, Leew Cee Kan…



Analisis Tekstual Gending Kethuk, Bagian I

Analisis Tekstual Gending Kethuk, Bagian I

Analisis Tekstual Gending Kethuk 2 Kerep Minggah 4 Laras Slendro Pathet Sanga, Bagian I

Kiriman I Nyoman Kariasa, Dosen PS Seni MKarawitan

1. Pendahuluan/Pengantar

Sebagai orang yang berlatar belakang berbeda dalam menganalisis gending-gending  karawitan Jawa, sudah tentu mengalami berbagai kendala dalam mengungkap dan membedah objek yang dimaksud. Hambatan dan kendala tersebut tentunya lebih banyak  mengenai penafsiran istilah-istilah karawitan Jawa itu sendiri. Walaupun istilah-istilah tersebut sudah ada dalam bentuk tulisan, namun karena kurangnya pengalaman memainkan dan “bergaul” dengan gending Jawa, tentu tulisan ini jauh dari baik. Kami berusaha mencari tahu istilah tersebut, setidaknya dapat kami mengerti dengan cara pandang kami sendiri, yang berkaitan dengan judul di atas.

Kami sengaja mencari objek yang lebih “menantang” untuk bisa menyelami karawitan Jawa lebih dari sekedar tahu(pernah mendengar). Memasuki dunia karawitan Jawa yang begitu luas, kami berusaha mencari tahu istilah mendasar yang berkaitan dengan judul di atas. Walaupun sebagian kata-katanya sudah akrab di telinga kami, namun sebelum berbicara lebih jauh, sekiranya istilah-istilah tersebut masih perlu  dicantumkan dalam tulisan ini. Bagi teman-teman yang berlatar belakang Jawa mungkin saja istilah-istilah ini sudah mubasir dan tidak perlu diulas kembali. Akan tetapi bagi yang berlatar belakang non Jawa kemungkinan besar istilah-istilah ini menjadi sekerlip cahaya dalam kegelapan. Pengertian istilah berikut ini hanya merupakan ringkasan dari buku Konsep Pathet Dalam Karawitan Jawa karya Bapak Sri Hastanto, dan mengadakan silang pendapat dengan mewawancarai beberapa teman baik dosen maupun mahasiswa karawitan.

2. Pengertian Istilah

a) Gending

Dalam Karawitan gending merupakan salah satu istilah yang sangat penting. Istilah ini untuk memberi nama lagu-lagu yang disajikan baik instrumental maupun vokal. Berdasarkan bentuknya gending dapat digolongkan dalam keluarga gending ageng, gending alit dan gending pamijen. Istilah gending ini merujuk pada pengertian sebuah lagu, sedangkan alit (yang berarti kecil), ageng (besar), dan pamijen ( tidak seperti biasanya),  merujuk pada bentuknya. Jadi gending dalam golongan diatas dalam penyajiannya  dapat diidentipikasi melalui bentuknya.

Pengelompokan lain mengenai gending adalah merujuk pada ricikan pokok, seperti gending rebab, gending gambang, gending gender, gending bonang. Rujukan pada ricikan tersebut karena ricikan ini adalah yang melakukan buka sebagai awal dari penyajian gending. Juga ada pengelompokan gending berdasarkan fungsi seperti gending Pakurmatan yaitu fungsi gending yang digunakan dalam sebuah upacara, untuk menghormati salah satu mata acara dalam upacara itu.

Gending klenengan, merupakan jenis gending yang merujuk pada sebuah peristiwa karawitan yang mana gending-gending yang disajikan khusus untuk didengarkan. Dalam acara  klenengan biasanya ditampilkan gending baik yang berbentuk gending alit maupun yang berbentuk gending ageng. Keluarga besar gending lainnya adalah gending wayangan dan gending beksan. Gending wayangan merupakan peristiwa karawitan yaitu pertunjukan wayang kulit purwa, madya, maupun wayang gedog. Gending beksan merupakan gending yang disajikan untuk gending-gending tari.

Analisis Tekstual Gending Kethuk 2 Kerep Minggah 4 Laras Slendro Pathet Sanga, Bagian I, Selengkapnya

Loading...