M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Nuh: Manfaatkan TIK, Semua Jadi Mungkin!

Nuh: Manfaatkan TIK, Semua Jadi Mungkin!

DEPOK, – Rembuk Nasional Pendidikan (Rembuknas) 2011 yang berlangsung sejak Selasa (15/3/2011) lalu di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional, Bojongsari, Depok, resmi ditutup oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh hari ini, Jumat (18/3/2011).

Seperti pada sambutannya di pembukaan Rembuknas, Mendiknas kembali menegaskan mengenai pentingnya efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan layanan pendidikan yang dapat dilakukan melalui tiga pilar, yaitu berbagi sumber daya, integrasi proses, serta penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

“Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), semua menjadi mungkin untuk dinikmati bersama,” kata Nuh.

Nuh juga menilai, Rembuknas kali ini adalah Rembuknas terbaik sejak mengikutinya pada 2000. Ia menambahkan, terdapat banyak kriteria penilaian untuk menentukan Rembuknas 2011 ini sebagai yang terbaik.

“Ada 10 kriteria penilaian, di antaranya dinamika diskusi yang bagus dan peserta yang lebih baik,” papar Nuh.

Rencananya, sore ini akan digelar rapat antara Kemdiknas dengan pejabat eselon mengenai hasil Rembuknas 2011. Rapat tersebut untuk mendiskusikan agar hasil dari Rembuknas dapat segera dilaksanakan.

Sumber: kompas.com

ISI Denpasar Tampilkan “Purusada Santha” Di Dharma Shanty Jakarta

ISI Denpasar Tampilkan “Purusada Santha” Di Dharma Shanty Jakarta

Latihan akhir garapan seni sendratari serangkaian kegiatan Dharma Shanti Nyepi, berlangsung, di gedung Natya Mandala,  Selasa(15/3). Rombongan bertolak ke Jakarta, Jumat malam (18/3). Garapan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang akan memboyong ratusan penari maupun penabuh tersebut akan tampil di Gedung Ahmad Yani Markas Besar TNI Cilangkap, Senin (21/3) mendatang.Sendratari yang  berdurasi sekitar 40 menit itu, menyiratkan  sarat makna dari narasi oratorium Purusadasantha yang  mengusung konsep  Bhinneka Tunggal Ika, yang diangkat dari karya sastra Mpu Tantular. Para seniman akademis, baik dari kalangan mahasiswa maupun para dosen ISI Denpasar, nampak serius mempersiapkan hajatan perayaan Nyepi 1933 yang akan dihadiri oleh Presiden RI  Susilo Bambang Yudoyono.

Alur ceritanya berkisah tentang pergulatan cinta kasih dan kedamaian, serta keharmonisan hidup dalam ungkapan berbentuk pertunjukan seni budaya dan ekspresi keindahan cipta, karsa, cita masyarakat.Selain itu, tentunya mengingatkan hakekat kehidupan berbangsa dan bernegara yang dihuni oleh keberagaman, melalui perayaan Nyepi kali ini dijadikan momen untuk saling menghormati.

Cerita yang menyiratkan sebuah anugrah kemajemukan dalam kesetaraan di bawah panji-panji merah-putih Indonesia tercinta, dan dalam naungan kepak sayap Burung Garuda Pancasila yang gagah perkasa, serta Undang-undang Dasar 1945 yang adil dan beradab. Hal ini dibuktikan, dalam garapan seni ini dimeriahkan dengan tarian nusantara, di antaranya: tarian Kecak(Bali), tarian Buru (Papua), tarian Saman (Aceh), Pakarena (Sulawesi)
Prof. I Wayan Rai, S MA, rektor ISI Denpasar sempat mengingatkan supaya seluruh seniman akademis yang terlibat dalam garapan pertunjukan seni budaya terkait Dharma Santhi Nyepi ini untuk tetap menunjukan kualitas diri sebagai seniman profesional. Selain itu, menjaga etika, sopan santun, dan tata krama, serta mentaati segala petunjuk dari pimpinan rombongan selama berada di Jakarta. “Sehingga apa yang disajikan dalam pertunjukan seni budaya tersebut tercermin dalam tingkah polah dari para senimannya,” harapnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Efisiensi Dan Efektifitas Layanan Dikti

Efisiensi Dan Efektifitas Layanan Dikti

Jakarta, 17 Maret 2011–Dirjen Dikti Djoko Santoso didampingi Sekretaris Ditjen Dikti Harris Iskandar membuka sidang komisi 4 dalam Rembuknas Pendidikan 2011. Sidang komisi yang dihadiri  oleh rektor perguruan tinggi pemerintah, direktur politeknik, kepala dinas dan instansi terkait membahas efisiensi dan efektivitas layanan Dikti.

Djoko dalam sambutannya mengulas empat stategi umum dalam mewujudkan efisiensi dan efektivitas. Topik pertama adalah berbagi sumberdaya. Beberapa strategi yang dikemukakan antara lain adalah izin program studi baru, perguruan tinggi baru dan community college.

Topik yang dibahas berikutnya adalah berbagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Salah satu tujuan pembahasan topik ini adalah untuk menyetarakan kompetensi perguruan tinggi di Indonesia. Selain program studi baru, strategi lain yang diulas adalah mutasi dosen.

Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang baru saja secara resmi diluncurkan, menjadi salah satu ulasan dalam topik ketiga. Topik ini mengupas integrasi layanan pendidikan tinggi. Implementasi dari strategi ini adalah pangkalan data perguruan tinggi yang akurat, terbarukan dan terintegrasi.

Sebagai penutup, topik terakhir yang menjadi sorotan adalah intervensi. Intervensi ini dapat berupa pemberian hibah ijin, bantuan pendanaan dan penugasan PTK. Harris sebagai pemimpin sidang mengajak para peserta rapat untuk memberikan aspirasi untuk perumusan kebijakan.

Sumber: dikti.go.id

Loading...