M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI  Denpasar  Tampil Mempesona  Dalam ‘Saber’

ISI Denpasar Tampil Mempesona Dalam ‘Saber’

Kiprah ISI Denpasar untuk mencapai visi menjadi pusat unggulan (centre of excellence) dalam bidang penciptaan, pengkajian, dan penyaji serta pembina kesenian baik di tingkat lokal, nasional, maupun  internasional, tidak pernah surut. Setelah sebelumnya tampil dalam Ministerial Conference and Commemorative Meeting of the Non-Aligned Movement di Grand Hyatt Hotel Nusa Dua, ISI Denpasar kembali tampil dalam acara tingkat internasional bertajuk Ministerial Forum and Conference on System Assessment and Benchmarking for Education Result (SABER)-East and Southeast Asia Pilot, yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof.  Dr. Ir. H.Mohammad Nuh, DEA. serta delegasi dari Kamboja, Malaysia, Mongolia, Lao PDR,Thailand, Korea, Vietnam, Cina, serta Bank Dunia. Acara ini berlangsung dari tanggal 4-8Juni di hotel Westin, Nusa Dua.

ISI Denpasar menampilakn Tari Pendet pada acara pembukaan. Pesona Tari Pendet memenuhi ruang pertemuan tersebut. Pada acara makan malam yang dihadiri oleh seluruh delegasi, ISI Denpasar kembali menampilkan Tari Satya Brasta dan Oleg Tamulilingan, yang mengundang decak kagum seluruh hadirin malam itu. Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. yang hadir pada acara dinner malam itu, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Ditemui seusai foto bersama Mendiknas dan seluruh delegasi, dia memaparkan  bahwa kesuksesan ISI Denpasar adalah berkat kerja keras seluruh keluarga besar ISI Denpasar.

“Terima kasih dan syukur pada Hyang Widhi yang selalu menuntun kita sehingga setiap kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih pula kepada pihak panitia dari Kementrian Pendidikan Nasional  yang telah memberi kesempatan ISI Denpasar tampil pada acara tingkat internasional tersebut,”ucapnya sambil tersenyum.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

PTN Wajib Aktif Cari Calon Mahasiswa Miskin

PTN Wajib Aktif Cari Calon Mahasiswa Miskin

Jakarta – Kementerian Pendidikan Nasional mewajibkan seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) untuk aktif menjaring calon mahasiswa miskin berprestasi untuk mencegah salah sasaran dalam penyaluran beasiswa Bidik Misi.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan, hal ini disebabkan karena banyak dugaan penyaluran beasiswa “Bidik Misi Kemdiknas” salah sasaran.
“Banyaknya pemberitaan media yang menyebutkan banyak di antara calon mahasiswa penerima Bidik Misi tersebut yang penampilannya tidak mengesankan dari keluarga kurang mampu. Bahkan ada yang menenteng handphone merk terkenal, seperti Blackberry,” katanya ketika ditemui usai pertemuan Rektor di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu.
Selain itu, salah seorang petugas yang menerima pendaftaran mengaku menemukan ada beberapa kejanggalan, misalnya, penerima dari keluarga yang kedua orang tuanya bekerja sebagai PNS dan guru. Ada pula dari keluarga yang memiliki usaha.
“Dalam menangani masalah ini memang kita harus berhati-hati sebab setiap tahun ada sebanyak 20 ribu kursi yang disediakan. Kami akui untuk mendapatkan mahasiswa miskin berprestasi memang tidak mudah,” katanya.
Fasli menyatrakang PTN wajib “jemput bola” dan tidak harus menunggu ujian mandiri dan SNMPTN. “Siapa yang potensial akademik tapi tidak mampu, itu yang harus diambil”.
Dia juga mengatakan PTN harus memenuhi kuota beasiswa Bidik Misi setiap tahun yang didasarkan pada kemampuan dan prestasi akademik dan berasal dari keluarga tidak mampu.
Untuk itu, PTN harus mengecek ulang data siswa yang melamar sebagai penerima beasiswa Bidik Misi.
“PTN harus teliti siapa yang pantas menerima beasiswa tetapi belum dapat. Jika tetap tidak bisa memenuhi kuota, maka dibiarkan saja menjadi sisa anggaran dan dikembalikan ke kas negara. Rata-rata beasiswa Bidik Misi ini menyediakan memberikan beasiswa sebesar Rp 10 juta per anak per tahun,” katanya.
Beasiswa
Mengenai ada dugaan pemenang olimpiade bidang pendidikan tidak diterima melalui jalur undangan di PTN, Fasli Jalal mengatakan tidak semua pemenang olimpiade di bidang pendidikan harus mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional.
Perolehan beasiswa untuk para pemenang ditentukan oleh kualifikasi dan jenis olimpiade yang diikuti pemenang olimpiade.
“Dalam memberikan beasiswa untuk para pemenang olimpiade mengikuti prosedur berjenjang. Hanya (olimpiade) yang berkualifikasi yang pemenangnya dapat menerima beasiswa. Kalau tidak masuk kualifikasi, ya tidak dapat,” tambahnya.
Dia menegaskan, pihaknya memiliki daftar kualifikasi dan jenis olimpiade yang berhak memperoleh hadiah berupa beasiswa pendidikan dan sudah ada Surat Keputusan (SK) dari Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengatur tentang pemberian beasiswa pemenang olimpiade tersebut.
“Kami memiliki daftar jenis olimpiade apa saja yang masuk kualifikasi. Karena terkadang, ada olimpiade yang hanya diikuti sedikit negara yakni tujuh negara atau 10 negara. Padahal, olimpiade yang masuk kualifikasi tersebut harus diikuti oleh negara-negara yang tingkat kompetensinya cukup tinggi di dunia,” katanya.

Sumber: antaranews.com

Digitalisasi Tidak Matikan Media Cetak

Digitalisasi Tidak Matikan Media Cetak

Denpasar  – Era digitalisasi media seiring kemajuan teknologi informasi tidak akan membuat mati media ceta, deemikian terungkap pada seminar “Masa Depan Digitalisasi dan Interdependensi Media” dalam Kongres ke-23 Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) di Denpasar, Rabu.

Dirut Tempo Bambang Harymurti menyatakan, walaupun tiras media banyak yang turun, tetapi secara akumulatif oplah nasional bertambah cukup signifikan.
Hal itu mengingat banyaknya penerbitan baru di berbagai daerah maupun di Jakarta. “Potensi di daerah-daerah lebih besar. Walaupun oplah masing-masing tidak besar, tetapi jumlah medianya banyak,” katanya.

Bambang memberikan contoh tiras koran dalam setahun naik 5.000 eksemplar, maka kalau jumlahnya 50 penerbitan, maka kenaikannya mencapai 250.000 eksemplar.
Mengenai pendapat yang menyatakan koran akan mati, dia menyamakan dengan kondisi dahulu, ketika berkembang radio, media cetak diperkirakan akan mati, saat berkembang stasiun televisi, radio yang akan tutup.

“Ini paradoks, sudah Maghrib, kok seperti masih duhur,” ucapnya.
Sementara Dahlan Iskan yang pada kongres itu kembali terpilih menjadi Ketua SPS periode 2011-2015, menyatakan dalam empat tahun terakhir tidak ada media anggota SPS yang mati.
“Semuanya tetap mampu bertahan, bahkan diwarnai cukup banyaknya penerbitan baru di daerah-daerah yang mampu terus tumbuh,” kata Dirut PLN itu.

Suratkabar kini tidak bisa lagi menempatkan diri dalam pengertian media cetak semata karena di era digital media cetak juga harus menempatkan berita-beritanya di dunia online.
“Untuk menurunkan berita, kita tidak bisa menunggunya sampai besok. Karena media online lainnya sudah menurunkan beritanya detik demi detik. Sedangkan yang disiarkan pada versi cetak, bisa berita-berita terakhir,” kata GM Kompas Multimedia Eddy Taslim.

Seminar tersebut juga menghadirkan PV Digital Music and Konten Managemen Telkomsel, Krishnawan Pribadi, mewakili Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
Dia menyatakan bahwa perangkat yang dimiliki perusahaannya sangat mendukung meningkatkan kerja sama penyiaran berita dengan berbagai media guna merespon perkembangan minat pasar.

Sumber: antaranews.com

FSP ISI Denpasar Yudisium 60 Mahasiswa

FSP ISI Denpasar Yudisium 60 Mahasiswa

Sebanyak 60 mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar, Senin (6/6) mengikuti yudisium di kampus setempat. Mereka masing-masing berasal dari Jurusan Tari: 22 penciptaan, dan 4 pengkajian, Jurusan Karawitan: 27 penciptaan, 1 pengkajian, dan Jurusan Pedalangan: 4 penciptaan, 2 pengkajian.

Rektor ISI Denpasar Prof DR I Wayan Rai S MA yang hadir dalam yudisium tersebut meminta agar calon sarjana ini tidak terjangkit penyakit ‘ngekoh’ (malas). Prof Rai sangat bangga karena dari 60 mahasiswa yang segera menyandang titel sarjana ini sebagian besar ingin melanjutkan pendikan S2 di ISI Denpasar.

Dalam acara yudisum kemarin, juga diserahkan penghargaan kepada peraih nilai tertinggi. Untuk tiga besar dari penciptaan diraih I Made Putra Wijaya (Tari), I Wayan Diana Putra (Karawitan), dan Ni Wayan Nova Jayanti (Tari). Sementara dari Pengkajian: Ni Kompyang Setyawati (Tari), I Gede Gunadi Putra (Tari), dan I Ketut Gina (Pedalangan). 7 isu

Dekan FSP, I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn. yang ditemui seusai acara yudisium tersebut, kembali menyebut bahwa keberhasilan mahasiswanya dalam menyelesaikan tugas akhir adalah berkat uluran tangan masyarakat. “Tugas akhir mahasiswa tidak akan mampu dilaksanakan dengan baik, tanpa bantuan dari sanggar-sanggar seni maupun banjar-banjar yang ada di seluruh Bali. Terima kasih pula kepada dosen pembimbing, pegawai, danpara pimpinan yang telah mendukung kesuksesan mahasiswa ini,” papar Garwa.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Loading...