by admin | Jun 13, 2011 | Berita
Serpong — Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan, pada jenjang perguruan tinggi, pendidikan Pancasila wajib untuk diberikan pada para mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, pendidikan Pancasila ini tidaklah harus menjadi sebuah mata pelajaran tersendiri, melainkan diberikan keleluasaan bagi perguruan tinggi untuk memilih cara dalam menyampaikan pendidikan tersebut.
“Kami sudah menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus diberikan. Mau jadi pendidikan sendiri silakan. Mau jadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan silakan, atau mau dimasukkan dalam pengembangan diri peserta didik silakan ” kata Fasli, di hadapan para civitas akademis Universitas Multimedia Nusantara serta para kepala sekolah yang menghadiri acara seminar internasional dengan tema” Utilization of Information and Communication Technology ( ICT ) in The Process of Teaching and Learning “, pada 8 Juni di Serpong, Tanggerang..
Sebenarnya revitalisasi pendidikan Pancasila di perguruan tinggi ini sudah dilaksanakan kurang lebih dua tahun yang lalu. Fasli yang ketika itu masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sudah mencoba mendiskusikan mengenai pendidikan Pancasila ini.
Dari pertemuan-pertemuan tersebut terlihat bahwa pelaksanaan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi memiliki berbagai macam pandangan. ” Kira-kira ada empat pertemuan kala itu, dan saya hadir tiga di antaranya. Memang kala itu cara pandang perguruan tinggi masing-masing berbeda. Ada UGM (Universitas Gajah Mada ) yang menjadikan Pancasila sebagai payungnya dan di dalamnya di padukan dengan civic education, ada UPI ( Universitas Pendidikan Indonesia ) yang menjadikan PKN sebagai payungnya, tetapi memberikan pendidikan Pancasila sebagai bagian tersebar di dalamnya, dan bahkan UI ( Universitas Indonesia ) menyerahkan 18 SKS untuk pengembangan kepribadiannya yang di dalamnya komponen-komponen sebagai tindak lanjut butir-butir Pancasila sudah dipastikan ketersediaannya,” kata Fasli.
Walaupun memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya, Fasli mengajak para civitas akademika untuk menyosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, dan sebagai tindak lanjut pelaksanaan pendidikan tersebut. Fasli mengatakan langkah selanjutnya adalah melakukan monitoring pelaksanaanya, karena secara garis besar di jenjang pendidikan tinggi, pendidikan Pancasila sudah memiliki polanya.
Di jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan Pancasila sedang dievaluasi pelaksanaannya. Kenmdiknas tengah melihat kembali standar kurikulum, standar kompetensi lulusan dan standar isi yang cocok dengan nilai-nilai Pancasila. ” Bila kita belum menemukan apa yang kita harapkan, maka akan terus kita tambahkan, mudah-mudahan hal ini akan dapat diwujudkan dalam proses pembelajaran.”.
Karena itu Fasli, mengingatkan bahwa pendidikan Pancasila ini harus segara di segarkan kembali. “Pendidikan Pancasila tidak lagi harus dogmatis seperti P4 dahulu, tapi haruslah interaktif, harus ada pembiasaan, harus dapat membangun budaya sekolah dan yang terpenting harus ada ketauladanan dari pemimpin, baik kepala sekolah, guru dan tokoh masyarakat ,” kata Fasli.
Sumber: kemdiknas.go.id
by dwigunawati | Jun 13, 2011 | Berita, pengumuman
Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyatakan bahwa masyarakat Indonesia belum memanfaatkan media Internet untuk hal-hal yang produktif dan lebih banyak menghabiskan waktu hanya untuk media sosial seperti Facebook dan Twitter.
Padahal, sebagai media yang menjadi lalu lintas informasi tanpa batas, Internet bisa dimanfaatkan untuk mencari bahan penelitian maupun untuk pelajaran. ”Penggunaan Internet masih untuk hal-hal yang belum produktif seperti game, media sosial,” kata Tifatul Sembiring ketika membuka pameran Indonesia International Communication Expo 2011 & Conference di Jakarta Convention Center, Rabu.
Oleh karena itu, Tifatul meminta operator di Indonesia untuk menyediakan layanan konten yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara sebagaimana yang tertera dalam pembukaan UUD 1945. ”Sebaiknya produk-produk (teknologi) kita yang menunjang elemen bangsa,” katanya. Dia juga menegaskan para operator untuk memperhatikan konten-konten lokal yang sekarang berkembang dan menyerap tenaga-tenaga lokal di Indonesia.
Sementara itu, Tifatul memaparkan road map teknologi di Indonesia. Pada 2012, pemerintah mencanangkan Indonesia terhubung dari Sabang sampai Mearuke.
Pada 2014, pemerintah mencanangkan Indonesia Informatif dimana masyarakat Indonesia sadar akan informasi dari kalangan elit hingga masyarakat bawah.
“Harapan dari Indonesia Informatif yaitu menciptakan masyarakat yang rasional tidak mudah terprovokasi,” katanya.
Pada 2015, Indonesia Broadband dan 2018 Indonesia Digital. ”Pada 2018 nanti, tidak ada lagi TV analog, semuanya serba digital,” kata Tifatul menambahkan.
Sumber : antaranews.com
by admin | Jun 12, 2011 | Berita
“Dewabharata Putra Gangga bersumpah,Wahai para Dewata, aku bersumpah tidak akan menjadi raja Hastina.Dengan tulus ikhlas, mahkotaku akan kuberikan kepada putra Satyawati. Wahai para dewata agung, aku, Dewabharata bersumpah, tidak akan kawin sepanjang hayatku. Dengarlah, mulai detik ini aku seorang brahmacari“. Demikianlah sepenggal narasi oratorium Bisma Dewabharata berkumandang agung di panggung terbuka Ardha Candra dalam acara pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke XXXIII dengan tema Desa, Kala, Patra, Adaptasi diri dalam multikultur, Jumat malam (10/6) yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudoyono beserta Ibu Negara, Menbudbar, Gubernur Bali serta undangan lainnya. Penampilan ISI Denpasar malam itu mengundang decak kagum seluruh undangan yang hadir malam itu.
ISI Denpasar yang setiap tahunnya selalu tampil dalam kegiatan PKB, kali ini mempersembahkan oratorium yang melibatkan 175 mahasiswa dan dosen dari fakultas seni pertunjukan, dengan iringan gamelan Gong Gede. Selain itu, ISI Denpasar juga mempersembahkan tari penyambutan (Pendet) yang dibawakan oleh mahasiswa Dharmasiswa asal Jepang berkolaborasi dengan murid- murid dari SLB. Paduan suara ISI Denpasar juga tampil malam itu, dengan membawakan lagu Indonesia Raya.
Pada acara pawai yang diadakan pada hari Sabtu (11/6), ISI Denpasar tampil terdepan dengan Adi Merdangga, yang telah ada sejak tahun 1984 serta tarian kolosal Siwa Nata Raja mengawali atraksi budaya pembukaan PKB tersebut. Penampilan tim ISI Denpasar dalam atraksi budaya dimulau dari depan bangsal Jaya Sabha Gubernuran Denpasar hingga Taman Budaya Denpasar, tempat berlangsungnya aktivitas seni tahunan di Bali itu. Disusul dengan duta seni dari delapan kabupaten dan satu kota di provinsi itu.
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A. yang hadir dalam acara tersebut, tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya atas sukses ISI Denpasar dalam acara pembukaan dengan penampilan Oratorium Bisma Dewabharata maupun Adi Merdangga dan Tari Siwa Nata Raja.”Semua ini adalah berkat tuntunan Tuhan, serta kerja keras seluruh keluarga besar ISI Denpasar. Semua hasil dari kerja keras kita adalah untuk membangun Bali, serta bangsa Indonesia yang kita cintai,”ujar Prof. Rai seraya tersenyum.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Jun 12, 2011 | Berita
Masyarakat yang gemar berwisata sekaligus hobi memotret bisa lebih mengeksplorasi bakatnya lewat lomba foto Sadar Wisata 2011. Lomba yang diselenggarakan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat, Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (Ditjen PDP) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) ini menyiapkan total hadiah Rp 50 juta.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemenbupar Drs. Bakri, MM mengatakan, lomba ini bertujuan untuk menggalakkan kesadaran masyarakat agar semakin mencintai daerah wisata di Tanah Air. “Kami berharap komunitas fotografi dan masyarakat umum bisa mengikuti lomba ini, sekaligus untuk menginformasikan daerah tujuan wisata di Indonesia, “kata Bakri saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Budpar Jakarta, Kamis (9/6).
Tema lomba foto kali ini “Peran Masyarakat dalam Menggalakkan Sadar Wisata di Destinasi Pariwisata Melalui Penerapan Sapta Pesona”. Lomba ini telah berlangsung sejak 1 Maret lalu dan penyerahan karya foto masih ditunggu hingga 24 Juni mendatang. Hingga kini sudah ada 210 foto yang masuk ke meja dewan juri. Masih banyak waktu dan kesempatan untuk mengirimkan foto tersebut. “Syaratnya mudah, yang penting foto itu bisa menggerakkan orang yang melihat untuk datang dan berkunjung ke destinasi wisata tersebut, “ujar Bakri.
Ada lima dewan juri yang akan menilai foto-foto tersebut yakni Sigit Pramono (Ahli fotografi ” BCA), Arbain Rambey (Fotografer – Kompas), Darwis Triadi (Darwis Triadi – School of Photography), Bambang Wijanarko (Komunitas Fotografi Budpar), dan Hilda Sabri (Wartawan Bisnis Indonesia). Kelima dewan juri tersebut akan melakukan penilaian terhadap foto yang bertema Sapta Pesona, yakni Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan.
Fotografer kawakan Indonesia, Darwis Triadi berujar, untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus tidak perlu menggunakan kamera yang mahal. Tidak perlu yang mahal. Zaman sekarang kamera pocket digital sudah banyak dijual di pasaran dengan harga murah dan kualitas bagus. “Apalagi kalau yang dipotret tempat yang memang sudah indah. Tidak perlu ragu, capture, lalu kirimkan pada kami,” ujarnya.
Ketua Dewan Juri, Sigit Pramono juga menyampaikan hal senada. Ini semua bisa menjadi sumbangan kecil bagi pariwisata di Indonesia. Kita semua sudah tau, negeri kita adalah negeri yang indah, namun sayang banyak warganya yang tidak sadar akan hal itu, ujarnya sambil berharap masyarakat mau ikut mempromosikan daerah wisatanya melalui lomba ini.
Adapun karya foto terbaik dan masuk dalam nominasi juara lomba akan dipamerkan di Mal Artha Gading – Jakarta Utara selama tiga hari pada 22 hingga 24 Juli 2011 mendatang.
Sumber: budpar.go.id