M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Spanduk sebagai Sarana Promosi Aromas Café Di Legian Kuta Bali

Spanduk sebagai Sarana Promosi Aromas Café Di Legian Kuta Bali

Kiriman: I Ketut Baskara Program Studi Desain Komunikasi Visual Jurusan Desain ISI Denpasar

Spanduk

Pada sub ini mahasiswa akan membahas tentang visualisasi desain pembuatan media promosi spanduk yang digunakan sebagai salah satu media komunikasi visual sebagai sarana promosi Aromas Café di Jalan Legian Kuta-Bali.

Unsur Visual Desain

1. Bentuk Fisik

Bentuk fisik dari spanduk ini persegi panjang dan mempunyai ukuran 300 x 80 cm agar telihat jelas bila dilihat dari jarak jauh.

2. Ilustrasi

Dalam desain media spanduk ini, ilustrasi yang dipergunakan adalah gambar brokoli sebagai background, gambar dari salah satu menu di Aromas Café, serta logo dari Aromas Café itu sendiri.

Menggunakan background brokoli agar memberi kesan hijau yang merupakan cirri khas warna sayuran. Gambar salah satu menu di Aromas Café yaitu Aromas Pizza karena merupakan salah satu menu andalan di Aromas Café. Menggunakan gambar logo Aromas Café agar masyarakat mengetahui identitas dari Aromas Café itu sendiri.

3. Teks

Desain media spanduk ini menggunakan teks berupa slogan “healthy vegetarian cuisine“, dimana memberikan informasi kepada masyarakat bahwa di Aromas Café menyediakan masakann vegetarian yang menyehatkan. Sedangkan copy text menampilkan sedikit informasi tentang Aromas Cafe.

4. Huruf / Typografi

Desain media promosi ini menggunakan dua jenis huruf atau typografi, yaitu: Vivaldi, serta Arial. Jenis typografi tersebut diatas dikomposisikan menurut ukuran dan keseimbangan guna mendapatkan kesatuan serta ritme yang tepat dimana nantinya dapat memberikan keseimbangan informasi yang dinamis.

5. Warna

Dalam desain media poster ini menggunakan warna sebagai berikut :

–  Untuk background menggunakan warna hijau kekuningan.

Penggunaan warna hijau kekuningan pada background disesuaikan dengan tema yang diangkat, yaitu tentang vegetarian yang sangat terkait dengan sayuran.

–  Untuk kotak tempat tulisan memakai warna orange dari wortel dan juga agar lebih atraktif

Logo Aromas Café menggunakan warna kuning serta biru.

Warna kuning merupakan warna yang menarik mata dibanding dengan warna lainnya serta membangkitkan nafsu makan, kemudian warna biru lebih berhubungan dengan ketenangan dan meditasi yang selalu dikaitkan dengan iman dimana yang menjadi salah satu alasan seseorang untuk menjadi seorang vegetarian adalah untuk melatih kesabaran iman. Sehingga kedua warna tersebut diharapkan mampu menunjukan bahwa Aromas Café adalah sebuah restoran vegetarian.

– Tulisan menggunakan warna putih dan coklat tua.

Warna putih pada tulisan ini digunakan karena merupakan warna netral sehingga tidak terpengaruh oleh warna lain. Begitu juga warna coklat yang merupakan salah satu warna tanah. Merupakan salah satu warna alam selain warna hijau.

6. Bahan

Desain media spanduk ini menggunakan bahan vinyl dipilih karena memiliki kualitas dan ketebalan yang bagus serta tidak mudah robek, sehingga spanduk lebih tahan lama.

7. Teknik Cetak

Untuk mewujudkan spanduk, cetak digital dipilih karena lebih menghemat waktu dan biaya.

 Kreatif Desain

Kreatif desain merupakan proses kreatif yang terdiri dari layout/gambar kasar dan gambar detail, serta mempertimbangkan indikator serta unsur-unsur desain dan bobot penilain desain sebagai acuan desain terpilih. Dalam proses kreatif desain spanduk ini, dibuat 3 alternatif desain.

Desain spanduk ini dipilih karena jika dibandingkan dengan 2 alternatif desain yang lainnya, tata letak dalam desain spanduk ini dianggap lebih menarik, lebih banyak memenuhi kriteria desain serta paling sesuai dengan konsep perancangan yang digunakan yaitu “natural”. Teks yang digunakan dalam desain ini berupa slogan promosi yang singkat, jelas dan informatif. (untuk lebih jelasnya lihat lampiran).

Spanduk sebagai Sarana Promosi Aromas Café Di Legian Kuta Bali, selengkapnya

Serah Terima Pengelolaan Sisten Informasi Akademik (SIA)

PENGUMUM A N

No. 033/IT.5.7/TP/2011

 

Berdasarakan surat serah terima Sistem Informasi Akademik (SIA) ISI Denpasar  dengan nomor : 031/IT.5.7/TP/2011 antara UPT. Puskom ISI Denpasar dan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAKK), maka terhitung tanggal 1 Juli 2011 Sistem Infomasi Akademik (SIA) sepenuhnya dikelola oleh BAAKK. Hal-hal yang berhubungan dengan Sistem Informasi Akademik (SIA) seperti permintaan username dan password pada Portal Akademik dilaksanakan di BAAKK

Demikian pengumuman ini , atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.

 

Denpasar, 13 Juli 2011

Kepala UPT Puskom,

 

Hendra Santosa, S.Skar., M.Hum

NIP. 196710311992031001

 

Surat serah terima Sistem Informasi Akademik (SIA) bisa diunduh disini

Satyaning Amba

Satyaning Amba

Penata

Nama                     : Ni Nyoman Wahyu Adi Gotama

Nim                        : 200701001

Program Studi  : Seni Tari

Sinopsis :

Sosok Dewi Amba sebagai putri raja, dengan kesetiaan dan ambisinya terus menuntut agar Bhisma mempersunting dirinya. Tetapi Bhisma menolak karena ia adalah seorang Sukla Bramacari. Dewi Amba tidak menyerah dan terus berusaha mengejar Bhisma. Kebencian dan dendam Dewi Amba kepada Bhisma semakin memuncak, Bhisma dianggap sebagai sumber kehancuran hidupnya.

Penata Karawitan   : Uda Pramesti, S.Sn

Pendukung Tari      :

  1. Ida Ayu Ratih Wagiswari          (Mahasiswi Jur.Tari, smtr IV   ISI Dps)
  2. Ida Ayu Made Dwita Sugiantini ( SMK Negeri 3 Sukawati )
  3. Kadek Ayu Era Pinatih               ( SMK Negeri 3 Sukawati )
  4. Ni Nyoman Andra Kristina Susanti ( SMK Negeri 3 Sukawati )

Pendukung Karawitan       : Sanggar Sunari, Denpasar

 

Kemdiknas Upayakan Penurunan Biaya Orang Tua Mahasiswa

Kemdiknas Upayakan Penurunan Biaya Orang Tua Mahasiswa

Jakarta — Kementerian Pendidikan Nasional mengusulkan komposisi anggaran pendidikan tinggi yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diturunkan menjadi 20 persen. Cara ini ditempuh untuk mengurangi pendanaan yang berasal dari orang tua mahasiswa.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, komposisi pembiayaan meliputi pembiayaan yang bersifat mengikat, tidak mengikat, dan PNBP. Saat ini komposisi anggaran bersumber dari PNBP sebanyak 37,20 persen. “Kami usulkan PNBP 20 persen, sehingga jumlah SPP yang ditarik dari mahasiswa otomatis turun,” katanya
saat menyampaikan simulasi pembiayaan pendidikan tinggi didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Harris Iskandar, di Kemdiknas, Jakarta, Selasa (12/07)..

Sedangkan pembiayaan yang bersifat mengikat diusulkan naik dari 25,62 persen menjadi 48 persen dan tidak mengikat dari 37,18 persen menjadi 32 persen. “Kami sudah ketahui cara menghitungnya, sehingga bisa dilakukan berbagai perubahan jika diperlukan,” katanya .

Djoko menyebutkan, isu pembiayaan pendidikan meliputi sistem pembiayaan berkeadilan, ketergantungan pada kontribusi orang tua/mahasiswa yang tinggi, pembedaan menurut kelompok bidang ilmu, upah minimum regional, standar pelayanan minimum, rumusan satuan biaya (unit cost), dan bantuan biaya pendidikan.

Adapun satuan biaya pendidikan meliputi tiga komponen. Pertama, biaya operasional yang mencakup biaya tetap, biaya variabel seperti pegawai, bahan ajar, operasional dan pemeliharaan, dan utilitas. Kedua, biaya tiap komponen mencakup geografi dan ketersediaan sarana. Ketiga, kurikulum dan metode mencakup biaya mutu.

Djoko menyebutkan, saat ini kebutuhan anggaran di 83 perguruan tinggi negeri (PTN) termasuk Universitas terbuka setiap tahunnya mencapai Rp 38,86 triliun. Sebanyak Rp 30,9 triliun dari anggaran ini dibebankan kepada pemerintah, sedangkan sisanya Rp 7,9 triliun atau maksimal 30 persen dari biaya operasional ditanggung oleh masyarakat.

“Kita memang belum menerapkan batas atas dari biaya SPP. Ke depan, kita hitung terus untuk menetapkan . Itu memang harus dikendalikan, tetapi yang penting kalau sudah ditetapkan ada usaha memperbesar biaya untuk mereka yang ekonominya lemah. Itu yang harus terus kita kampanyekan, tetapi yang menyumbang jangan dilarang. Akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada ekonomi lemah,” katanya. (agung)

Sumber: kemdiknas.go.id

Loading...