M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Penandatanganan MoU dengan Alliance Francaise

Penandatanganan MoU dengan Alliance Francaise

Kiriman Nyoman Dewi Pebriyani, ST., MA., Dosen PS. Desain Interior. 

Bertemapat di Gedung Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hari Sabtu (5/5) diselenggarakan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ISI Denpasar dengan Alliance Francaise Denpasar. Perwakilan dari Alliance Francaise Denpasar Ms.Virgine Isnard selaku direktur yayasan melakukan penandatanganan dengan Rektor ISI Denpasar. Penandatanganan MoU kali ini sangat istimewa, dikatakan demikian karena usai melakukan penandatanganan langsung diadakan workshop dan seminar sebagai aplikasi dari MoU ini, “ini merupakan hal yang luar biasa, tidak hanya penandatanganan, tetapi langsung action” ungkap Prof. Rai dalam sambutannya.

Acara yang dihadiri oleh segenap pejabat struktural, dosen, pegawai, dan mahasiswa di lingkungan ISI Denpasar ini dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 10.00. Usai acara Penandatanganan MoU, kemudian dilanjutkan dengan agenda pelaksaanaan workshop dan seminar oleh seniman komik dari Prancis, yakni Mr. Joel Alessandra.

Workshop diadakan di Fakultas Seni Rupa dan Desain, dengan melibatkan beberapa mahasiswa dan dosen dari jurusan Desain Komunikasi Visual. Mr. Joel mengadakan workshop komik dengan tema “Nature and City”, dalam workshop ini beliau menjelaskan mengenai tahapan pembuatan komik, kemudian cara pembuatan story board, comic script, illustrasi, hingga karakter dalam komik. “dalam membuat komik, anda harus bisa mengimajinasikan karakter dan cerita dalam sebuah gambar”, ungkap mr.joel disela-sela workshop. Setelah menyelesaikan karakter dan gambar selanjutnya adalah tahapan finishing, dalam penyelesaian gambar, Mr.Joel memperkenalkan teknik baru kepada peserta workshop, yakni teknik kopi, dengan menggunakan kopi seduh dan kuas beliau mempraktekkan cara mewarnai karakter komik. Hal ini tentu saja membuat peserta takjub, “kopi yang disimpan selama berhari-hari juga bisa digunakan dalam teknik ini, semakin lama kopi disimpan maka hasilnya akan semakin pekat”, ungkapnya.

Usai mengadakan workshop dilanjutkan dengan Seminar yang dilaksanakan pada pukul 14.30 di gedung Latta Mahosadi ISI Denpasar. Dalam presentasi yang dibawakan oleh Mr.Joel, beliau memperlihatkan beberapa karya komik yang pernah dikerjakan. Serta menceritakan bagaimana proses pembuatan sebuah komik dari mulai proses ide, produksi, hingga sampai ke tangan konsumen. Tentu saja hal ini membuat peserta antusias mendengarkan dan melontarkan banyak pertanyaan dalam sesi Tanya jawab. “Bagaimana caranya agar saya bisa menjadi seorang komikus seperti anda” salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang peserta. “yang terpenting adalah jangan pernah putus asa dan ambillah ide cerita dari hal-hal yang terdekat dengan anda, sehingga anda memiliki informasi yang lengkap mengenai ide cerita itu” ungkap mr.joel.

Adapun acara seminar ini ditutup dengan pemberian sertifikat penghargaan dari oleh ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual kepada Ms.Virginie Isnard dan Mr.Joel Alessandra, kemudian foto bersama dengan beberapa dosen dan seluruh peserta seminar.

Rektor Hadiri The 1st Taiwan-Indonesia Higher Education Summit

Rektor Hadiri The 1st Taiwan-Indonesia Higher Education Summit

Kiriman Ni Ketut Dewi Yulianti, Dosen PS. Seni Karawitan.

Pertukaran ide, ilmu pengetahuan dan juga kolaborasi untuk meningkatkan international competitiveness sangatlah penting dalam dunia pendidikan. Memperluas networking dengan penandatanganan MoU dengan universitas atau instansi lain baik lokal, nasional,maupun internasional, merupakan upaya ISI Denpasar untuk memberi peluang luas kepada mahasiswa, staff, maupun dosen di lingkungan ISI Denpasar untuk meningkatkan kualitas diri. Untuk meningkatkan upaya ini, Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A. menghadiri the 1st Taiwan-Indonesia Higher Education Summit, dari tanggal 16-18 April 2012 di Bertempat di National Taiwan University of Science and Technology (Taiwan Tech), Taipei, Republic of China.

Ditemui seusia upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Rabu,2/2), Prof. Rai mengatakan sangat senang bisa menghadiri acara tersebut. Perjanjian dan persetujuan kerjasama di bidang pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan SDM dalam menghadapi persaingan global. Mengutip sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei ini,”Semai dan tanamlah biji dari tumbuhan yang kamu miliki meskipun kamu tahu esok akan mati, dan siapa yang menanam, dia yang akan memetik”. Kita hendaknya berlomba-lomba menanam kebaikan demi anak-cucu kita. Hal ini merupakan motivasi yang sangat bijak, sehingga setiap peluang harus dimanfaatkan dengan baik,sehingga tema Hari Pendidikan Nasional 2012, Bangkitnya Generasi Emas Indonesia dapat kita maknai bersama, demi masa depan Terkait Taiwan_Indonesia Higher Education Summit yang baru saja saya hadiri Perguruan Tinggi di Taiwan sangat berminat untuk bekerja sama dengan ISI Denpasar.

“Dirjen Dikti telah menyiapkan dana untuk kegiatan mutual relationship dalam dunia pendidikan ini. MoU kerjasama pendidikan tinggi Taiwan-Indonesia menjadikan peluang PNS untuk belajar di Taiwan semakin tinggi dan terbuka luas, serta lebih mudah. dan berharap bahwa melalui kerjasama dan forum seperti ini kita bisa belajar banyak dari Taiwan, bagaimana mengembangkan constructive idea and program sehingga ISI Denpasar dapat berkibar dalam jajaran world class university. Marilah kita bekerja keras dengan selalu menanamkan kebaikan, sehingga bangkitnya generasi emas Indonesia benar-benar kita maknai, karena emas dimanapun tetap emas, sekalipun dicelupkan dalam lumpur, emas tidak akan kehilangan kilaunya,” pungkas Prof. Rai.

Hardiknas 2012 Akan Diwarnai Berbagai Kegiatan

Hardiknas 2012 Akan Diwarnai Berbagai Kegiatan

Jakarta — Menyongsong peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar berbagai kegiatan sejak April sampai Juni mendatang. Hardiknas yang jatuh tepat pada tanggal 2 Mei akan diwarnai dengan kegiatan rutin upacara, dan resepsi hardiknas pada malam harinya. Selain itu, Kemdikbud juga menggelar pameran internal di halaman parkir gedung Kemdikbud. “Stand-stand pameran sedang digarap,” demikian dijelaskan Mendikbud Mohammad Nuh, di Gedung Kemdikbud, Senin (30/04).

Dalam resepsi Hardiknas nanti, akan dilakukan penandatanganan dengan Garuda dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni). “Kita akan menyerahkan beasiswa kepada keluarga penyandang cacat,” katanya. Mendikbud juga akan menyerahkan Al-Qur’an Braille, komputer bicara, dan buku-buku Braille. Pemutaran film animasi pun telah disiapkan untuk menghibur siswa-siswi pada kesempatan tersebut.

Untuk puncak acara Hardiknas, sampai saat ini masih tersedia dua alternatif jadwal. 21-22 Mei, atau 4-6 Juni. Acara puncak akan diadakan di Istora Senayan Jakarta, dan direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Puncak Hardiknas direncanakan digabung dengan Hari Kebangkitan Nasional seperti tahun lalu,” tutur Menteri Nuh.

Tema Hardiknas 2012 adalah ‘Bangkitnya Generasi Emas Indonesia’. Tema tersebut disesuaikan dengan rencana besar Kemdikbud untuk menyiapkan generasi emas hadiah ulang tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 nanti. Tahun ini dianggap sebagai masa ‘menanam’ generasi emas tersebut. “Dari 2012-2035 Indonesia mendapat bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif paling tinggi diantara usia anak-anak dan orang tua,” jelas Mendikbud.

Dengan bonus demografi tersebut, pemerintah telah menyiapkan grand design pendidikan. Pendidikan anak usia dini digencarkan dengan gerakan PAUDisasi. Pembangunan dan rehabilitasi sekolah dan ruang kelas baru dilakukan secara besar-besaran, serta intervensi khusus untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) siswa SMA. “2020 nanti, minimal pekerja kita lulusan SMA,” katanya. Peningkatan APK perguruan tinggi juga dilakukan dengan meningkatan akses, memastikan keterjangkauan, dan memastikan ketersediaan.

Sumber: kemdiknas.go.id

Kemdikbud Akan Luncurkan Program Warisan Nasional

Kemdikbud Akan Luncurkan Program Warisan Nasional

Jakarta — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera akan meluncurkan program Warisan Nasional. Program ini sebagai upaya pencatatan warisan budaya nasional secara akurat dan menyeluruh, sebelum dicatatkan ke Badan Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan dunia. Pencatatan ini juga akan menjadi cerminan kondisi riil warisan budaya Indonesia. Warisan yang dicatatkan adalah warisan benda dan tak benda.

“Candi, keris, angklung, tenun, tari-tarian, harus dicatatkan dalam warisan nasional,” kata Direktur Internalisasi dan Diplomasi Budaya, Kemdikbud, Etty Indriati, saat mendampingi Wamendikbud bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, di Gedung Kemdikbud, Rabu (25/04). Rencananya, Kemdikbud akan membuat daftar lebih dari dua ribu warisan budaya yang ada di Indonesia. Baik yang sudah diaplikasikan ke UNESCO maupun belum.

Pencatatan warisan budaya ini akan dilakukan pada individu atau komunitas yang didaftarkan secara daring (online). Warisan budaya diperoleh dari lintas turun-temurun, oleh karena itu, dari berbagai warisan budaya yang didaftarkan, akan dinilai oleh dewan pakar apakah warisan budaya yang diusulkan itu melanggar hukum dan UUD 45 atau tidak. Yang termasuk dalam dewan pakar adalah seniman, akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, wartawan, dan semua yang memiliki kepakaran dalam analisis budaya.

Budaya yang masuk warisan nasional akan ditetapkan dalam peraturan menteri. Etty menjelaskan, pentingnya program warisan budaya nasional selain sebagai rekam budaya, juga menjadi ketentuan dari UNESCO, bahwa jika ingin mendaftarkan sebuah budaya menjadi warisan dunia, harus diakui dulu di dalam negeri sendiri.

Dengan adanya pengakuan dari negara tentang warisan nusantara, akan memberi semangat bagi masyarakat untuk melestarikannya. Pelestarian budaya merupakan penguatan jati diri bangsa, dan ketahanan nasional.

Sumber: Kemdiknas.go.id

Loading...