by admin | Nov 12, 2013 | Berita
Kiriman: Ni Putu Astrini, Ni Kadek Oka Aryanti, I KadekAnggaDwi Putra, dan I Gusti Ayu Agung Aryawaningrat P. (Mahasiswa Tv dan Film ISI Denpasar).
Denpasar- Pembukaan Art Summit yang ke 7 berlangsung secara spektakuler di Bali, tepatnya di Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia Denpasar pukul 19.00 wita malam kemarin(8/10). Pembukaan festival dan seminar internasional pada pertunjukan seni kontemporer yang bertajuk Art Summit Indonesia (ASI) 2013 berlangsung di empat tempat yang berbeda yaitu Bali, Jakarta, Yogyakarta dan Surakarta. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu juga hadir dalam pembukaan Art Summit ini. Selain itu suasana semakin klasik karena para undangan termasuk menteri mengenakan pakaian batik cirikhas bangsa Indonesia.Tidak hanya itu para undangan juga di suguhkan papertunjukan dari beberapa seniman kontemporer, salahsatunya Agus Teja Sentosa atau yang lebih akrab disapa Gus Teja.
Pada pembukaan ASI, alumni ISI Denpasar tahun 2005 ini menampilkan musik kontemporer berjudul Ku Tak Sabar, yang bertemakan cinta dibalut nuansa humor yang menggelitik khusus diciptakan untuk acara Art Summit 2013. Beliau menegaskan musik Ku Tak Sabar terinspirasi dari kerinduan yang tak tertahankan, lama tak berjumpa dengan pujaan hati dan beliau mengungkapkan perasaan itu dalam sebuah karya musik dengan nuansa humor yang menggelitik. Beliau dengan ketiga personilnya mengaku sangat bersemangat untuk turut ikut serta dalam mengisi acara ini. Dengan alat musik yang dibilang tidak biasa, Gus Teja bereksperimen dengan peralatan ibu rumah tangga seperti baskom, gelas, gayung dan sebagainya yang tak lasim digunakan untuk bermain musik pada umumnya yang mampu memukau penonton yang hadir malam itu.
Namun dibalik penampilannya, beliau mengungkapkan ada beberapa kendala yang di hadapi saat melakukan gladi yaitu masalah sulitnya mengatur waktu karena para personil Gus Teja mempunyai kesibukan masing-masing dan kurangnya profesionalitas dari pihak panitia saat pementasan yang berlangsung terlambat.“Dengan adanya Art Summit ini menjadi wadah para seniman untuk berkarya dan menampilkan karyanya pada orang banyak agar seni menjadi lebih bergairah”, tutur Gus Teja.
by admin | Nov 8, 2013 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Nomor : 2552/IT5.5.1/KM/2013
Tentang
Pengumpulan Laporan Akhir
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)
Tahun 2013
Diumumkan kepada mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar penerima Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2013, untuk memproses pencairan Bantuan Modal Kerja yang lagi 20% agar segera mengumpulkan Laporan Akhir Program Mahasiswa Wirausahanya di Sub Bagian Kemahasiswaan ISI Denpasar paling lambat hari Jumat tanggal 22 Nopember 2013, jam 13.00 wita.
Demikian disampaikan untuk diperhatikan terima kasih
Denpasar, 8 Nopember 2013
Kepala Biro Administrasi Akademik,
Kemahasiswaan dan Kerjasama
Ttd.
Drs. I Gusti Bagus Priatmaka, MM
NIP. 196004061986011001
Tembusan :
- Rektor ISI Denpasar
- Dekan Fakultas Seni Pertunjukan
- Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain
by admin | Nov 7, 2013 | Berita, pengumuman
Diberitahukan kepada semua mahasiswa FSRD ISI Denpasar penerima Bidik Misi angkatan 2010,2011,2012 diwajibkan untuk hadir pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 12 Nopember 2013
Waktu : 12 : 30 Wita
Tempat : Gedung Cita Hasta Mandala Lt 3 FSRD
Acara :Pengarahan dari Ka.Biro Akademik & Kemahasiswaan dan PD III mengenai pengelolaan Beasiswa Bidik Misi
Demikian kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan. Terima kasih.
Denpasar, 7 Nopember 2013
A.n Dekan
Pembantu Dekan III,
AAGdeBagusUdayana,S.Sn,M.Si
NIP.197910041999031002
by admin | Nov 4, 2013 | Berita
Kiriman: Galih Seta Dananjati, I Gusti Komang Bagus Dharma Putra, Moch. Zulfiqar R.A., I Putu Kurniawan Adi Putra (Mahasiswa PS TV dan Film ISI Denpasar)
Denpasar- Dalam penyelenggaraan Art Summit Indonesia VII pada Selasa (8/10) kemarin, ISI Denpasar mementaskan sebuah tarian kontemporer yang berjudul “Jay Shita”. Jay sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti kesucian atau keagungan, sedangkan Shita merupakan nama dari istri Rama yang seorang tokoh pewayangan. Tarian yang menceritakan tentang sosok perempuan yang kuat dalam menghadapi berbagai macam diskrimansi oleh pihak laki-laki ini melibatkan sepuluh penari, yaitu lima penari laki-laki dan lima penari perempuan. Dari segi musik, tarian kontemporer ini diiringi oleh kolaborasi antara alunan gamelan Bali dengan alunan biola yang dikemas secara kontemporer. Tarian ini pun menjadi pementasan pamungkas yang sukses menutup acara pada malam itu
Pementasan kali ini pun dibuat lebih menawan dengan penggunaan teknologi video mapping, yaitu teknologi visualisasi grafis video pada sebuah obyek. Hal ini terbukti ketika beberapa bagian tarian yang menampilkan teknologi ini membuat para penonton yang menyaksikan selalu dibuat berdecak kagum. Seperti pada adegan ketika Shita berusaha dibakar dimana video mapping menampilkan visualisasi nyala api pada keseluruhan latar panggung yang bertempat di gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Tak heran apabila persiapan yang dilakukan kelompok ini terbilang cukup lama, yaitu selama sekitar satu bulan. Surya Oka, selaku pencipta tarian ini juga menuturkan tidak ada kendala yang berarti dalam persiapan pementasan kali ini, hanya kendala menyamakan waktu mengingat para penari tetap harus menjalani proses perkuliahan.

Koreografer Surya Oka saat diwawancara
Ketika ditanya mengenai makna yang terkandung dalam tarian ini, Surya Oka menuturkan sengaja mengangkat isu kesetaraan gender dalam pementasan tarian Jay Shita kali ini. Beliau merasa bahwa kaum perempuan sampai saat ini masih sering mendapatkan diskriminasi dalam berbagai hal. “Yang ingin saya sampaikan kepada penonton pada pementasan kali ini adalah bagaimana pun juga wanita harus tetap menjaga kesucian dan keagungannya” ungkap pria yang juga mengajar sebagai dosen di ISI Denpasar ini.