by admin | May 26, 2015 | Artikel
Kiriman : I Gede Mawan, S.Sn (Dosen Fakultas Seni Pertunjukan)

Ragam bentuk gamelan yang diwarisi oleh masyarakat Bali, merupakan peninggalan budaya daerah yang sangat penting artinya dalam sejarah perkembangan kesenian Bali. Musik Mandolin yang merupakan musik golongan baru, dalam perkembangannya mengalami pasang surut yang biasa dialami oleh semua jenis kesenian yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor, bentuk, dan persepsi masyarakat tentang musik Mandolin di desa Pupuan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian studi kasus tentang revitalisasi musik mandolin dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan kurang berkembangnya musik Mandolin di masyarakat. Faktor internal antara lain; kurangnya bakat dan kemampuan, kurangnya sikap terbuka, kurang kreatif dalam memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada. Sedangkan faktor eksternal antara lain; faktor ekonomi, teknologi, serta media yang menjadi penyebar informasi. Eksistensi sebuah kesenian yang berkembang di masyarakat tidak terlepas dari peranan masyarakat pendukungnya. Revitalisasi dan regenerasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan untuk menyelamatkan sebuah seni pertunjukan. Masyarakat beranggapan bahwa betapa pentingnya melakukan revitalisasi terhadap berbagai jenis kesenian yang berkembang di masyarakat, agar keberadaannya tetap lestari sebagai warisan budaya yang adiluhung dan sekaligus sebagai identitas daerah dalam merekatkan budaya bangsa.
Selengkapnya>>
by admin | May 19, 2015 | Agenda, Berita
Visi Institut Seni Indoensia (ISI) Denpasar untuk menjadi pusat unggulan (centre ofexcellence) seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal, sudah sangat seirama dengan kiprah kampus seni ini dalam kegiatan Tri Dharma yang mencakup bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian pada masyarakat. Dalam bidang penelitian (riset), para dosen ISI Denpasar selalu aktif mengadakan penelitian baik yang dilaksanakan secara mandiri maupun dengan biaya dari DIKTI.
Dalam sebuah penelitian Hibah Bersaing yang diketuai oleh Ni Ketut Dewi Yulianti, S.S., M.Hum. dengan anggota Drs. Rinto Widyarto, M.Si. dan Ni Ketut Yuliasih, SST.,M.Si. dan mengangkat judul ‘Inovasi Pengajaran Tari Bali dan Jawa dengan Dua Bahasa (Indonesia-Inggris) dalam Upaya Memeperkokoh Kiprah ISI Denpasar di Dunia Internasional” yang didanai oleh DIKTI pada tahun 2014, telah menghasilkan sebuah buku teks dwibahasa dengan judul “Inovasi Pengajaran Tari Bali dan Jawa dengan Bahasa Indonesia dan Inggris’, serta dua DVD dengan judul “ Inovasi Pengajaran Gerak Dasar Tari Bali dengan Bahasa Inggris dalam Upaya Memperkokoh Kiprah ISI Denpasar di Dunia Internasional” dan Inovasi Pengajaran Gerak Dasar Tari Jawa dengan Bahasa Inggris dalam Upaya Memperkokoh Kiprah ISI Denpasar di Dunia Internasional”
Buku panduan pengajaran tari Bali dan Jawa dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta DVD yang berisi rekaman pengajaran tari Bali dan Jawa dalam bahasa Inggris, tidak hanya bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa ISI Denpasar, namun juga memberi dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat umum yang belajar dan mengajar seni tari. Selain mengajarkan gerak dasar tari Bali dan Jawa dengan buku dan DVD tersebut, mereka akan secara langsung dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.
Sanggar-sanggar seni yang tersebar diseluruh Bali juga dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam mengajarkan tari kepada orang asing, sehingga hasil penelitian ini juga dapat digunakan untuk memperkenalkan budaya Bali dan Jawa ke dunia Internasional.
by admin | May 19, 2015 | Berita
Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A ( Dosen Film dan Tv ISI Denpasar)
Pada tanggal 7 Mei 2015 digelar pembukaan pembekalan KKN mahasiswa ISI Denpasar tahun ajaran 2015/2016. Pembukaan dihadiri oleh seluruh mahasiswa sebagai peserta KKN ISI Denpasar, Para Pembantu Rektor, Dekan FSP dan FSRD beserta jajarannya. Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN ISI Denpasar sangat ditunggu-tunggu masyarakat, sehingga banyak permintaan dari desa untuk bersurat ke Rektor untuk meminta KKN Mahasiswa ISI Denpasar.
Sementara Ketua Pelaksana KKN Ida Ayu Trisnawati, S.ST., M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang menjadi unsur dalam tri darma perguruan tinggi, sehingga dikategorikan sebagai kegiatan yang bersifat intrakulikuler. KKN merupakan ketentuan wajib bagi mahasiswa dengan bobot 3 SKS. KKN tahun ajaran 2015/ 2016 dilaksanakan di Kabupaten Buleleng dengan tersebar di 14 desa yaitu Desa Pemuteran, Pemaron, Bestala,Kalisada, Madenan, Tejakula, Menyali, Bengkel, Sepang, Busungbiu, Munduk, Pedawa, Bengkala, dan Bontihin.
Tema KKN pada tahun ini adalah “Melalui KKN ISI Denpasar Tahun 2015 Kita Ciptakan Kader Pembangunan Masyarakat Desa yang Bertindak Lokal Berpikir Global Dalam Bidang Seni dan Budaya”. Untuk itu sebelum mahasiswa dapat merealisasikan tema tersebut maka mahasiswa akan diberikan pembekalan yang digelar 2 hari dari tanggal 7 hingga 8 Mei 2015.
Pembekalan diawali dengan arahan dari Rektor ISI Denpasar dilanjutkan dengan pemberian materi Pembangunan Desa oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah desa Kabupaten Buleleng, materi kedua tentang kesehatan dan sanitasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Materi tentang teknologi tepat guna oleh Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes., Materi tentang Perkembangan KKN oleh Dr. Drs. I Gst Ngr Ardana, M.Erg (Ketua LP2M ISI Denpasar) serta Etika Pergaulan di Desa diberikan oleh Dr. Dra. Ni Luh Sustyawati, M.Pd.
Usai pembekalan ini tanggal 9 Mei 2015 akan digelar ujian tertulis sebagai nilai KKN yang memiliki kontribusi 15%. Sebelum terjun ke desa nantinya akan dilakukan upacara serah terima dari pihak ISI Denpasar kepada Bupati Buleleng. Di desa mahasiswa harus melakukan kegiatan sesuai dengan program yang telah disusun dan pelaksanaan ini memiliki nilai kontribusi 55%. Sisanya 15% dari nilai laporan dan 15% dari nilai dosen pembimbing serta panitia.
Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN pada periode ini meningkat dari tahun sebelumnya karena 2 prodi yaitu Sendratasik dan Desain Mode pada tahun ajaran ini mulai mengikuti kegiatan KKN. Jumlah peserta adalah 304 dari FSRD sebanyak 181 dan dari FSP sebanyak 123. Dengan mengikuti KKN selama satu bulan maka diharapkan mencapai tujuan secara umum dari KKN yaitu:
- Memberikan pengalaman belajar langsung ke masyarakat untuk menemukan, merumuskan, menganalisa dan menanggulangi masalah pembangunan desa secara teknis serta pragmatis maupun interdisipliner;
- Menyumbangkan pemikiran atas dasar keilmuan, teknologi dan seni agar tumbuh kader-kader pemberdayaan pembangunan di desa;
- Mengupayakan peningkatan hubungan anatara PT dengan instansi terkait di Pemda dan masyarakat.