M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

PENGUMUMAN TEST TOEP DAN TKDA SERDOS JUNI-JULI 2015

Sehubungan dengan telah diusulkannya 33 orang Dosen ISI Denpasar untuk menjadi peserta SERDOS Gelombang I Tahun 2015 (surat telah disampaikan melalui Fakultas masing-masing), disampaikan bagi Dosen yang belum memiliki nilai test TOEP dan TKDA beberapa hal sebagai berikut :

  1. Laman Pusat Layanan Tes Indonesia, mulai periode ini bermigrasi ke https://plti.co.id/
  2. Para peserta dapat mengakses laman https://member.plti.co.id/site/login untuk membuat akun peserta.
  3. Para peserta diharapkan mengunjungi laman https://plti.co.id/ secara berkala untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai beberapa hal sebagai berikut:
    • Deskripsi Tes TOEP dan TKDA di PLTI
    • Panduan Pendaftaran Tes TOEP dan TKDA di PLTI (menyusul)
    • Panduan Pembayaran Tes di PLTI
  4. Periode tes TOEP dan TKDA periode Juni – Juli 2015 ini diperuntukan bagi Peserta Sertifikasi Dosen dan Pengusul NIDN
  5. Peserta yang terdaftar pada PLT yang tidak memenuhi kuota minimal (15 peserta) akan dipindahkan ke PLT terdekat.

Demikian diinformasikan, untuk dapat segera ditindaklanjuti.

Pengumuman lengkap dapat di klik disini

Ketug Bumi, ISI Denpasar Akan Tampilkan Tarian Berbeda pada PKB 2015

Ketug Bumi, ISI Denpasar Akan Tampilkan Tarian Berbeda pada PKB 2015

Sumber : http://bali.tribunnews.com/

Suara gendang bertalu-talu, berpadu dengan bunyi alat musik pukul lainnya gong, reong, ketipung, dan sejumlah alat musik tiup ikut mewarnai tabuh Ketug Bumi garapan ISI Denpasar, Bali, Senin (1/6/2015).

Tarian ini dipersiapkan untuk parade PKB 2015.

Tabuh ini akan mengiringi sebuah tarian yang bertajuk Ketug Bumi dengan mengambil konsep Tari Siwa Nataraja yang sebelumnya mengiringi tabuh Adi Merdangga.

Secara terpisah tabuh dan tarian ini berlatih, penggarapan tarian dilakukan di Studio Tari Ketut Reneng ISI Denpasar.

Menurut Putu Fenny Diaristha, seorang penari, walaupun dirinya sudah mempelajari tari tradisional cukup lama, tapi dalam menghafal Tarian Ketug Bumi memerlukan konsentrasi yang tinggi.

Sebab Tabuh Ketug Bumi menggunakan ketukan yang sedikit berbeda dari biasanya musik tradisi di Bali.

UJIAN AKHIR MAHASISWA PASCASARJANA ISI DENPASAR

UJIAN AKHIR MAHASISWA PASCASARJANA ISI DENPASAR

Nama : Ida Ayu Ratih Wagiswari

Nim :201321019

Minat :Penciptaan Seni

Telah melaksanakan Ujian Tugas Akhir Karya dengan Judul “Legu gondong” bertempat di pantai Merta Sari, Sanur-Bali. Pada hari: Kamis tanggal Dua Puluh Delapan bulan Mei tahun Dua Ribu Lima Belas, yang dibimbing oleh pembimbing utama: Dr. I Gede Arya Sugiartha, SSKar., M.Hum. Pembimbing Pendamping: I Ketut Sariada, SST, M.Si serta dewan penguji yang terdiri dari dosen Pascasarjana ISI Denpasar yaitu: 1) Dr. I Gusti Ayu Srinatih, SST., M.Si. 2) Dr. Ni Made Wiratini, SST.,MA. 3) I Gede Oka Surya Negara, SST., M.Sn.

Sinopsis Ujian Tugas Akhir Dramatari Legu Gondong

” Dikisahkan di Gria Jero Agung, Desa Intaran Sanur tersebutlah sepasang calon diksa yang akan melakukan upacara pediksan untuk menjadi pendeta. serangkaian upacara pediksan tersebut diharuskan melaksanakan ritual nyeda raga (mati suri) kepada kedua calon pendeta. seketika itu juga calon pendeta laki-laki tidak bisa kembali bernafas dan dinyatakan telah meninggal. kecurigaan terjadi kepada calon pendeta perempuan karena dianggap menganut ilmu hitam dan membunuh calon pendeta laki-laki tersebut. merasa tidak melakukannya calon pendeta perempuan ini membela diri dan memohon agar tidak terjadi kecurigaan terhadap dirinya. namun pergunjingan di tengah masyarakat pun terjadi dan memfitnah bahwa calon pendeta perempuanlah pelakunya. merasa dirinya di fitnah oleh masyarakat, maka calon pendeta perempuan ini merasa marah dan ia pun benar-benar akan menganut ilmu Darma Weci sebagai ilmu hitam untuk membalas dendam fitnah tersebut kepada masyarakat Intaran. Di dapatlah ilmu Darma Weci tersebut berdasarkan panugrahan di Pura Dalem Blanjong berupa panugrahan Legu Gondong. saat itu tiba, maka terjadilah kekacauan, wabah penyakit, kematian, dan perkelahian antar masyarakat. untuk menghentikannya warga segera menemui Raja Kesiman untuk mendapatkan petunjuk. Sang Raja kesiman pun memberikan titah agar diadakan ritual pemelastian ke laut untuk menetralisir kekuatan Legu Gondong tersebut.”

Seminar Nasional ” Seni Dalam Glokalisasi “

Seminar Nasional ” Seni Dalam Glokalisasi “

Poster-WEB-

SEMINAR NASIONAL

“SENI DALAM GLOKALISAI”

Latar belakang

Globalisasi merupakan fenomena yang luar biasa sepanjang zaman peradaban manusia modern. Adanya variasi dalam perkembangan media telah banyak menghasilkan perubahan besar dalam  beberapa aspek baik kehidupan social, budaya, maupun kesenian. Dengan adanya media global ini membuat banyak Negara-negara di belahan dunia  bersaing khususnya dalam hal budaya. Disini media berperan penting bagi wadah persaingan Negara-negara tersebut untuk memunculkan budaya masing-masing agar dapat menjadi sesuatu yang global. Globalisasi menjadi kesempatan besar bagi masing-masing budaya untuk mengenalkan di kancah internasional. Terkait dengan globalisasi menjadi sebuah perbincangan yang hangat dikalangan seniman dan desainer dengan persoalan eksistensi seni ditataran dunia global dan lokal. Mengambil wacana yang dibahasakan pada proseding Pascasarjana 2012 pada pengantarnya, Globalisasi  yang sedang  diwacanakan ternyata melampaui batas-batas kata world Globalisasi mengisyaratkan mengenai poin-poin lokal seni budaya yang tersebar di manapun dapat disebut aktivitas global. Jim Supangkat memberikan pandangannya mengenai global art bahwa upaya mengidentifikasi global contemporary art yang justru mempertanyakan tanda-tanda keseragaman. Berkaca dari konteks pengaruh era globalisasi terhadap budaya  dan kesenian lokal, rasanya semakin terpinggirkan. Warisan budaya lokal serta kesenian traditional (lokal) kita, semakin jauh terpinggirkan dari ingatan publik, baik generasi tua apalagi generasi muda, di tengah gelombang munculnya “budaya baru” di era globalisasi yang terus menjamur. Untuk menghidupkan budaya lokal tidak mesti menghapuskan globalisasi karena terkait dengan perkembangan zaman. Alternatif  yang harus dilakukan adalah perlu adanya semangat glokalisasi. Ritzer mendefiniskan, glokalisasi sebagai interpenetrasi global dan lokal yang memberikan hasil unik dalam wilayah geografis yang berbeda. Jika glokalisasi menekankan pada integrasi antara lokal dan global maka globalisasi adalah suatu proses yang menciptakan homogenitas melalui perluasan global mengenai format umum dan praktek tertentu (Ritzer, 2004: 77). Pada sisi lain, glokalisasi melibatkan interaksi dari banyak format budaya lokal dan global yang memimpin heterogenitas dalam kaitan dengan variasi lingkungan budaya. Di tengah dua ekstrim ini, Ritzer menyatakan bahwa “globalisasi melibatkan suatu pertentangan antara grobal dan glokal”(Ritzer, 2004. Melihat permasalahan yang diatas maka menjadi sebuah motivasi kami untuk mengadakan seminar yang sifatnya nasional dengan mengambil judul glokalisasi dalam seni.

Tujuan

Untuk mengetahui pengaruh glokalisasi terhadap eksistensi kesenian traditional (lokal).

Untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran masarakat terhadap kesenian daerahnya (lokal)

Manfaat

Dapat mengetahui pengaruh glokalisasi terhadap eksistensi kesenian traditional (lokal)

Dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap kesenian daerahnya.

Gedung : Citta Kelangen ISI denpasar

Tanggal : 23 Juli 2015

Pendaftaran : Pascasarjana ISI Denpasar

Tlp/Fax : (0361) 227316 / 236100

email : [email protected]

Loading...