by admin | Aug 22, 2015 | Berita
Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A
Dalam ajang bergengsi yang digelar tahunan oleh pemerintah Provinsi Bali dalam bidang seni yaitu Bali Mandara Mahalango, ISI Denpasar akan menampilkan sebuah tontonan yang menggabungkan seni pertunjukkan dan seni rupa menjadi garapan seni rupa pertunjukkan. Garapan yang digagas oleh konseptor Sujana Suklu dan Cok Ratna Cora ( dosen ISI Denpasar) berdurasi 55 menit. Keunikan garapan ini terletak pada kombinasi antara tontonan pertunjukkan dan instalasi seni rupa yang digabungkan secara apik, sehingga instalasi seni rupa juga bagian dari pertunjukan yang dieksplorasi oleh seni pertunjuukan.
Garapan ini mengisahkan Gerhana bulan merah, kisah penanda lahirnya energi mahadasyat ke dunia. Energi utuh yang belum mengenal dualisme, siang-malam, laki-laki-perempuan, baik-buruk, tinggi-rendah, besar-kecil, kuat-lemah – energi sempurna milik Sang Tunggal yang memilih bumi sebagai tempat memilin dan memilah molekul-molekul energi. Bila saatnya tiba, Energi utuh akan kembali menuju pusaran energi mahadasyat milik Sang Tunggal.
Energi utuh telah membelah dirinya menjadi molekul-molekul peristiwa dalam berbagai dualisme, mitos-science, siang-malam , baik-buruk, kuat-lemah, yang tertuang dalam kisah-kisah fenomenal dunia : Kala Rau (Bali), Naga Memakan Bulan (China), Gerhana Bulan Penyebar Virus (Jepang), Refleksi Perbuatan (Suku Indian Navajo), Tipu Daya Columbus dengan Suku Indian (Inggris) dan Rotasi edar bulan memasuki penumbra menuju umbra (science).
Berbagai peristiwa dualisme Sang energi yang membelah dirinya dalam berbagai peristiwa dalam kisah kehidupan telah menemukan titik padu atau Equibilirium (keseimbangan), dan kini tiba waktunya untuk memilin serta memilah berbagai energi yang bergerak mendekat, menjauh, melekatkan diri bagai molekul-molekul yang menari menjadi satu garis dalam rotasi sempurna, Sang Gerhana Bulan Merah.
Garapan ini akan tampil pada tanggal 23 Agustus 2015 di Panggung Terbuka, Ardha Candra, Art Center Denpasar pukul 19.00 wita.
by admin | Aug 21, 2015 | Berita
Kiriman Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A.
ISI Denpasar sebagai perguruan tinggi yang bergerak di bidang seni telah mampu menunjukkan prestasinya pada bidang lain yaitu bahasa. Pada ajang Seleksi National University Debating Championship (NUDC) wilayah Bali, NTT, NTB yang berlangsung di Universitas Dhyna Pura, pada tanggal 30-31 Juli 2015, ISI Denpasar masuk 8 besar dan lolos ke ajang NUDC tingkat nasional. Delapan PT yang lolos adalah Universitas Nusa Cendana, Politeknik Negeri Bali, STIBA Saraswati Denpasar, STIKES Bali, Universitas Udayana, Universitas Mataram, ISI Denpasar dan Universitas Pendidikan Nasional. Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat nasional berlangsung di Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat pada tanggal 19 hingga 24 Agustus 2015.
Mahasiswa ISI Denpasar yang berjuang mengharumkan nama lembaga yaitu Muliawati Moelyono, Nita Ayu Kartika Sari serta Kadek Paramitha Hariswari. Keberhasilan para mahasiswa tidak terlepas dari dukungan Rektor dan dibawah naungan Pembantu Rektor III serta binaan para dosen bahasa ISI Denpasar yaitu Ni Ketut Dewi Yulianthi, S.S., M.Hum., Ni Kadek Dwiyani, S.S., M.Hum, Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A., Putu Agus Bharatayadya, S.S., M.Hum dan Ni Putu Tisna Andayani, S.S., M.Hum.
by admin | Aug 19, 2015 | Berita
Sebanyak 520 mahasiswa baru ISI Denpasar mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertempat di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dimulai tanggal 18 hingga 21 Agustus 2015. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor ISI dan dihadiri para pejabat struktural dilingkungan ISI Denpasar.
Dalam laporannya, Pembantu Rektor I ISI Denpasar, Prof. Dr. I Nyoman Artayasa, M.Kes menyampaikan bahwaKegiatan penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan melalui dua jalur yaitu Jalur Program Beasiswa Bidik Misi dan Jalur Seleksi Mandiri. Pada tahun 2015 ISI Denpasar memperoleh alokasi sebanyak 150 orang penerima bidik misi. Alokasi beasiswa Bidik Misi didistribusikan ke 2 fakultas dan 12 program studi, dengan jumlah pendaftar sebanyak 205 orang. Sementarapenerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi mandiri, diikuti oleh 508 orang pelamar terdiri atas pelamar di FSP sebanyak 142 orang dan pelamar FSRD sebanyak 366 orang. Jumlah mahasiswa yang dinyatakan lulus dan mendaftar kembali sebanyak 370 orang terdiri atas yang mendaftar kembali di FSP sebanyak 130 orang dan di FSRD sebanyak 240 orang termasuk program DKV non regular 42 orang. Pembantu Rekto III menambahkan bahwa perkembangan penerimaan mahasiswa tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014 adalah jumlah pelamar meningkat dari 695 orang menjadi 713 orang naik sebanyak 3%, jumlah mahasiswa yang diterima menurun dari 601 orang menjadi 520 orang. Hal ini karena daya tampung di program studi Desain Interior dan Desain Komunikasi Visual diturunkan dan di beberapa program studi tidak mendaftar kembali.
Sementara Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum dalam saat membuka acara menyampaikan bahwa mahasiswa kuliah di ISI Denpasar adalah karena pilihan mereka bukan karena kesempatan. Mereka yang diterima adalah orang-orang pilihan yang memiliki talenta dan bakat khusus sehingga menjadikan ISI Denpasar sebagai pilihan mereka untuk melanjutkan studi. ISI Denpasar adalah perguruan tinggi kecil yang memiliki kwalitas besar karena ISI Denpasar lebih mementingkan kwalitas mahasiswa dibandingkan kuantitas (jumlah) mahasiswa. Sehingga pada kesempatan tersebut Rektor ISI Denpasar yang menyampaikan branding ISI Denpasar yaitu ‘Pengemban dan Pengembang Seni Budaya Bali”, merasa bangga kepada semangat civitas akademika ISI Denpasar untuk melahirkan sarjana seni yang handal, karya seni berkualitas, dan pengabdi masyarakat berdaya guna. Karena SDM ISI Denpasar cukup handal yaitu 25% bergelar Doktor sisanya hampir semua bergelar Master.
Mahasiswa baru ISI Denpasar dalam kegiatan ini mendapatkan materi tentang paradigma baru pendidikan tinggi, pola pengembangan kemahasiswaan, pendidikan karakter Bangsa, panduan studi dan system informasi akademik, system dan proses pembelajaran, etika dan tata pergaulan kampus, serta pengenalan lagu hymne dan mars ISI Denpasar, pelatihan pedel dan Tari kebesaran Ciwa Nataraja bagai mahasiswa FSP serta workshop sketsa bagi mahasiswa FSRD.
by admin | Aug 18, 2015 | Berita
Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A
Pada tahun 2015 Balai bahasa Provinsi Bali kembali menyelenggarakan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pembinaan bahasa dan menumbuhkembangkan kesadaran penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di kalangan generasi muda. Dari seleksi yang cukup ketat, dua mahasiswa ISI Denpasar atas nama I Made Gana Hartadi Prodi DKV dan Ni Putu Elsye Andriani Delfina jurusan Desain Mode FSRD ISI Denpasar lolos dalam 10 besar finalis Duta Bahasa Provinsi Bali 2015 dari 58 peserta. Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2015 pukul 18.30 wita di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, dan pemenangnya akan mewakili Bali ditingkat Nasional.
Sebelum masuk pada acara puncak yaitu malam pemilihan Duta Bahasa, para finalis dikarantina selama 3 hari sebagai bagaian dari proses seleksi dengan materi presentasi proposal dan debat. Selanjutnya masuk pada acara puncak yaitu malam pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali. Dari 20 finalis dicari 12 besar dengan materi seleksi yaitu menyampaikan visi misi, selanjutnya dalam pencarian 6 besaradiseleksi kembali dengan menjawab pertanyaan dari sesama finalis. Dan terpilih 3 besar dengan proses seleksi menjawab pertanyaan dewan juri dan tamu VIP. Dari seleksi yang sangat ketat tersebut, dua mahasiswa ISI Denpasar atas nama I Made Gana Hartadi mendapat peringkat 3 dan Ni Putu Elsye Andriani Delfina masuk 6 besar.
Keberhasilan para mahasiswa ISI Denpasar lolos dalam ajang ini tidak terlepas dari dukungan Rektor ISI Denpasar beserta jajarannya dan atas binaan Tim Dosen Bahasa ISI Denpasar yaitu Ni Kadek Dwiyani, S.S., M.Hum, Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A, Putu Agus Bharatayadnya, S.S., M.Hum, Ni Ketut Dewi Yulianthi, S.S., M.Hum serta Ni Putu Tisna Andayani, S..S., M.Hum.