by admin | Nov 26, 2015 | Artikel
Kiriman : Kadek Suartaya, SSKar., M.Si (Dosen Jurusan Karawitan ISI Denpasar)
Pesta Kesenian Bali (PKB) yang digulirkan gubernur Ida Bagus Mantra adalah bentuk perlindungan dan kedermawanan bersifat kelembagaan yang kini sudah berusia 37 tahun. PKB tahun 2015 ini mengangkat tema “Jagaddhita: Memperkokoh Kesejahteraan Masyarakat”. Selama lebih dari seperempat abad ini, berbagai ekspresi seni dilestarikan dan dikembangkan. Bentuk-bentuk kesenian yang muncul pada zaman kejayaan dinasti Dalem Waturenggong, direkontruksi dan diaktualisasikan sejak era Mantra. Dari segi pengembangan, dapat disebut misalnya sendratari kolosal yang digelar di panggung besar Ardha Candra adalah “mercusuar” PKB.
Bali diidentikan dengan jagat seni. Ada pula generalisasi bahwa semua orang Bali adalah seniman. Memang sejak dulu atmosfir Bali tak pernah sepi dari merdunya suara gamelan, lenggang orang menari, senandung hening kidung, tutur dan petuah mangku dalang, dan seterusnya. Kehadiran beragam ungkapan seni itu seirama dengan denyut dan tarikan nafas religius masyarakatnya dalam semangat kolektif sekaha-sekaha kesenian di banjar atau dalam ketulusan ngayah di pura-pura.
Tetapi ketika zaman berubah dan kini ketika globalisasi menerjang, masih utuhkan harmoni dan romatisme kesenian Bali itu? Seperti kita ketahui era kesejagatan yang lazim bertiup dengan transformasi budaya sudah tentu membawa guncangan besar dan kecil pada tata kehidupan dan prilaku masyarakatnya. Dunia ide dan rasa dalam selimut estetika yang disebut kesenian Bali, rupanya tak juga luput dari “provokasi” semangat zaman. Kendati secara historis Bali memiliki pengalaman yang cukup teruji mengelola dan mengarahkan ekspresi seninya, tapi agaknya sebagian masyarakat Bali kekinian mulai berjarak dengan keseniannya sendiri dan sedang menggapai-gapai candu estetika jagat global.
Selengkapnya dapat unduh disini
by admin | Nov 24, 2015 | pengumuman
Kepada seluruh Civitas Akademika ISI Denpasar untuk menghadiri upacara bendera memperingati HUT KORPRI.
by admin | Nov 19, 2015 | kegiatan
Negara 22 November 2015 (Sun)
Place / Pura Jagat Nata Open Stage (Open 18:30)
Denpasar 24 November 2015 (Tue)
Place ? ISI, Natya Mandala open Stage (open 18:30)

by admin | Nov 16, 2015 | Berita
FSRD ISI Denpasar tak pernah berhenti untuk terus meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan. Salah satunya dengan cara menjaring kemampuan mahasiswa lewat berbagai lomba. Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Denpasar pada tanggal 5 November 2015, menggelar lomba komik strip bertempat di FSRD ISI Denpasar. Menurut Ketua Panitia Pelaksana A.A. Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si yang diwakili oleh Drs. Cok G.R Padmanaba, M.Erg bahwa lomba komik strip ini merupakan program bersama antara Prodi Desain Interior dan Prodi Desain Komunikasi Visual serta melibatkan mahasiswa dari prodi di lingkungan FSRD ISI Denpasar. Peserta yang terlibat adalah sebanyak 150 orang yang terdiri dari PS Seni Rupa Murni 20 mahasiswa, PS Kriya sebanyak 15 mahasiswa, PS Interior sebanyak 20 mahasiswa, PS DKV 50 mahasiswa, PS Fotografi 15 mahasiswa, PS Desain Mode 15 mahasiswa serta PS Film dan Tv sebanyak 15 mahasiswa.
Ketua panitia juga menyampaikan bahwa walaupaun acara ini terselenggara dalam situasi masa UTS, namun antuasias dan semangat perserta sangat tinggi. Disampaikan pula bahwa lomba komik strip ini berlangsung selama 1 hari yang mengambil tema “Mengangkat Keunggulan Lokal Dalam Komik Strip”. Untuk menghasilkan penilaian lomba yang berkualitas dan objektif maka dihadirkan 3 dewan juri yang berkompeten di bidang komik dan kartun yaitu Drs. Made Paramartha yang lebih akrab disapa Janggo Paramartha, Bapak Ida Bagus Ratu Antoni, S.Sn., M.Sn yang lebih dikenal dengan Mones serta Coema H Riberu yang disapa Cece Riberu.
Sementara Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M.Si dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin untuk menggali potensi-potensi mahasiswa dalam bidang komik. Dekan juga mengharapkan agar mahasiswa dapat menghasilkan karya terbaik. Untuk menghasilkan karya dengan kualitas baik maka pekerjaan tersebut harus dilakukan dengan senang hati serta gembira. Terlebih lagi dewan juri yang hadir adalah orang-orang yang berkompeten dibidangnya.
Setelah berdasarkan pertimbangan yang matang akhirnya dewan juri memutuskan pemenang lomba komik strip yaitu juara I adalah I Putu Yudhi Aditya dari DKV, juara II I Wayan Eka Sudam Bariana dari DKV, juara III Dicky Aditya Artha dari DKV, Harapan I Gede Dio Fredico dari DKV, Harapan II I Gede Sukarya dari Seni Murni serta harapan III diraih oleh Made Agata Guritna dari Desain Interior.