M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Diana Spencer: Surealisme Dalam Mashab Batuan Ala Wayan Bendi

Kiriman : Made Tiartini Mudarahayu (Mahasiswa Program Pascasarjana (S2), Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak

Dibutuhkan kesadaran bagi peneliti lokal untuk mau mendalami segala bentuk kearifan lokal Bali, seperti masalah seni lukis tradisi. Seni lukis mashab Batuan misalnya, merupakan salah satu dari beberapa jenis lukisan tradisi yang ada di Bali. Seni lukis mashab Batuan memiliki keunikan tersendiri yang sesungguhnya dapat menjadi sumber kajian bagi peneliti lokal. Salah seorang tokoh seni lukis penerus mashab Batuan adalah Wayan Bendi, yang karyanya berbeda dengan kebanyakan seniman Batuan lain. Konsep penciptaan seni Wayan Bendi menekankan imajinasi dalam berkarya, karena imajinasi menurutnya tidak pernah salah. Hal ini yang menyebabkan keunikan karyanya, seperti pada lukisannya yang berjudul Diana Spencer. Unsur garis pada karya Wayan Bendi tegas dengan tekanan yang merata pada semua sisi lukisan. Tidak terdapat transisi ketebalan garis antara objek lukisan di depan dengan objek lukisan di belakang. Bentuk-bentuk yang diproduksi Wayan Bendi merupakan bentuk-bentuk naïf atau kekanak-kanakan, tidak anatomis, tidak sesuai dengan proporsi tubuh manusia. Warna-warna pada karyanya didominasi oleh warna monokromatik. Namun Wayan Bendi juga tetap memberi emphasis dengan mengahdirkan warna merah, biru dan putih pada ikon-ikon yang ia jadikan pusat perhatian, contohnya adalah pada ikon bendera United Kingdom.

Kata Kunci: Mashab Batuan, Wayan Bendi, Imajinasi, Diana Spencer, Naif.

Selengkapnya dapat unduh disini

THE 6TH INTERNATIONAL SEMINAR ON NUSANTARA HERITAGE (ISONH) 2017

THE 6TH INTERNATIONAL SEMINAR ON NUSANTARA HERITAGE (ISONH) 2017

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menjadi tuan rumah dalam kegiatan The 6th International seminar on Nusantara Heritage (ISONH) 2017 yang dilaksanakan pada Senin (25/09) kemarin. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Natya Mandala kampus setempat yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh ketua panitia pelaksana (Dr. A.A. Rai Remawa). Acara kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA sebagai perwakilan dari Dewan Komite sebelum dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Rektor ISI Denpasar (Prof. Dr. Arya Sugiartha) yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan seminar internasional ini.

Pada kegiatan seminar ini diadakan seminar parallel yang dilaksanakan di beberapa ruang terpisah di Gedung Citta Kelangen kampus setempat dan dibagi sesuai dengan topik seminar diantaranya adalah performing arts, visual art & design, serta culture & literature. Kegiatan The 6th International seminar on Nusantara Heritage (ISONH) 2017 kali ini mendatangkan beberapa orang sebagai keynote speaker diantaranya adalah : Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA. (Indonesia); Dr. Diane Butler (USA); Dr. Jean Couteau (Perancis); Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA (Indonesia); Prof. Madya, Dr. Abdul Halim Husain (Malaysia);  dan Prof. Yamaguchi Shinobu, Ph.D (Jepang). Peserta seminar pada kali ini berjumlah lebih dari seratus peserta yang berasal dari beberapa negara.

Antara Kreativitas, Industri Hiburan, Dan Seni Tradisi Sebagai Landasan Berkarya Untuk Komersial Dengan Materi Tari Janger Dari Bali

Kiriman : I Nyoman Galih Adi Negara (Mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar)

ABSTRAK

Sebuah karya seni pasti memiliki pesan, serta bisa menyentuh jiwa penikmatnya, baik dalam seni pertunjukan maupun seni rupa. Banyak bentuk kesenian telah tercipta atas dasar kreativitas serta kearifan lokal di suatu tempat. Seni pertunjukan adalah seni yang bersifat temporer atau sementara, biarpun sudah ada alat untuk mengabadikan seni pertunjukan, namun seni tersebut tetaplah bersifat temporary. Hal tersebut dikarenakan seorang penari tidak akan pernah bisa melakukan gerakan yang sama dalam satu tarian di waktu yang berbeda. Seni pertunjukan khususnya di Bali sangatlah terkenal, terutama seni tradisinya. Tariannya, musiknya, serta seni pertunjukan lainnya, sudah dikenal hingga manca negara. Dewasa ini industri kreatif berkembang sangat pesat, dari permintaan pariwisata hingga permintaan pribadi, terus membanjiri seni pertunjukan di Bali. Pelaku-pelaku seni berlomba-lomba untuk memberikan suatu pembaharuan agar produknya laku terjual. Salah satu usahanya adalah berkreasi dengan seni tradisi yang ada di Bali, mengingat pamor yang telah dimiliki oleh seni tradisi Bali.

Kata kunci : Seni tradisi, Komersial, Industri kreatif

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...