M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan ISI Denpasar 2018 Dukung Kemenristekdikti Raih Opini WTP

Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan ISI Denpasar 2018 Dukung Kemenristekdikti Raih Opini WTP

Sebanyak 35 orang yang terdiri dari pejabat pembuat komitmen, bagian perencanaan, anggaran, unit pengadaan, serta operator yang terlibat dalam peyusunan laporan keuangan di lingkungan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Keuagan, Selasa (17/4) kemarin di kampus setempat.

Bimtek yang mengundang narasumber dari DJPB Provinsi Bali dan KPPN Kota Denpasar itu bertujuan meningkatkan pemahaman para pengelola dan pelaksana anggaran di ISI Denpasar dalam upaya mewujudkan penatausahaan keuangan pemerintah yang tertib, efesien, transparan, dan akuntabel menuju ‘God Govermance’ yang bermuara pada target opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Kemenristekdikti. Demikian dikatakan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan ISI Denpasar Dr. Drs. I Gusti Ngurah Seramasara. M. Hum., di sela bimtek.

Seramasara menambahkan, melalui bimtek itu akan tercipta ‘link and match’ antara laporan keuangan dengan pembayaran. “Dalam proses itu lah terjadi transaksi. Transaksi itu yang kami harap harus transparan,” kata pria asal Puri Saba, Gianyar ini. Apa lagi, menurutnya, sistem pelaporan keuangan saat terdapat perbedaan dari sebelumnya, yakni dari segi paradigma perencanaan dan standar akun yang perlu disosialisasikan oleh bagian keuangan, perencanaan dan anggaran di kampus yang terletak di Jalan Nusa Indah itu.

Meski ia menilai sumber daya manusia (SDM) di ISI Denpasar sudah cukup menguasai penyusunan laporan keuangan, namun Seramasara berkomitmen menggelar bimtek maupun pelatihan secara berkelanjutan. “Memang SDM kami di sini latar belakangnya akuntan dan orang ekonomi. Tapi kami terus dorong agar menigkatkan kompetensi melali bimtek dan latihan sehingga semua pihak memahami secara koordinatif mendukung laporan keuangan yang trasparan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Seramasara mengaku, hasil audit di ISI Denpasar selama ini relatif cukup baik alias tidak ada temuan yang fatal. Kesalahan administratif masih mendominasi. “Biasanya kesalahan administrative jadi temuan. Salah ngetik surat tugas dan lain-lain. Kami juga tidak sepelekan urusan ini,” ujar dia yang didampingi Humas I Gde Eko Jaya Utama, SE., MM.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Umum dan Keuangan ISI Denpasar Drs. I Made Raka Mahendra menyebut, pihaknya melibatkan pejabat dan staf terkait dari tingkat fakultas dan institusi. Senada dengan Seramasara, hal ini bertujuan untuk menciptakan laporan keuangan yang efektif, efesien, akuntabel dan transparan.

ISI Denpasar Gelar Lomba Lagu Pop Solo 2018

ISI Denpasar Gelar Lomba Lagu Pop Solo 2018

Sertakan SMA/ SMK Se-Bali Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kembali menggelar lomba lagu pop solo antar mahasiswa se- Bali. Ajang tahunan yang dilaksanakan UKM Kesenian Senat Mahasiswa ISI , berlangsung di Gedung Citta Kelangen, Kampus ISI ,  Sabtu ( 14/4).

Ajang ini diikuti  82 peserta   dari kalangan mahasiswa dan  SMA/SMK se- Bali . Lomba lagu pop solo dibuka langsung oleh Rektor ISI Denpasar yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Drs. Nyoman Artayasa, M.Kes dibagi menjadi tiga kategori. Diantaranya , kategori lomba lagu pop Bali, lomba lagu pop barat dan lagu pop Indonesia. 

Warek I ISI Denpasar Prof. Artayasa mengungkapkan kegiatan ini rutin digelar oleh lembaga Senat Kemahasiswaan , yang bertujuan untuk pengembangan lagu – lagu di Bali. ” Untuk mencari pengalaman bagi kalangan muda , khususnya anak – anak SMK dan SMA di Bali,” kata Prof. Artayasa usai acara . 

Dikatakan, ajang ini juga sekaligus memperkenalkan atau mempromosikan prodi musik yang dimiliki ISI Denpasar. ” Sedikit tidaknya kita sudah membina lomba ini, sekaligus memperkenalkan musik lewat program studi musik bagi lulusan SMA dan SMK, ” tuturnya.

Prof. Artayasa menegaskan kegiatan seperti ini secara tidak langsung memberikan informasi tentang kelembagaan terutama kesempatan bagi calon mahasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi negeri. ” Dalam hal penerimaan calon mahasiswa baru, setiap tahun ISI mengalami  peningkatan jumlah pelamar sebesar 10 persen, selain kegiatan lomba ini, kita juga gencar sosialisasi di berbagai daerah tidak saja di Bali melainkan di luar daerah, , ” ungkap Prof. Artayasa didampingi Humas ISI Gede Eko Jaya Utama . 

Sementara itu Ketua Panitia Lomba Ni Made Ayu Dwara Putri menjelaskan lomba ini bertujuan mencari dan mewadahi bakat kalangan generasi muda khususnya di Bali. ” Lomba ini adalah upaya menggali dan mencari bakat musik, bernyanyi sekaligus memberikan ruang dan pengalaman bagi kalangan generasi muda Bali, ” ucap Ayu.

Ditambahkan, banyak kalangan muda Bali memiliki potensi untuk menekuni dunia musik. ” Tercermin dari apresiasi peserta yang cukup baik dan kualitas yang kita harapkan mampu menjadi modal mereka untuk menambah kemampuan tampil pentas di atas panggung, ” tandasnya. 

Untuk pemenang lomba ini, Ayu menyebutkan , kategori lomba pop Bali juara 1  diraih Kadek Nita Purnama Sari, Juara 2 Ni Made Mawar Pradnyawati dan Juara 3 Ni Nengah Susi Laksmi Perbriyanti dan tiga pemenang harapan. 

Kategori lagu pop Barat juara 1 diraih Komang Putri Astrini, Juara 2 Muhammad Syahfuddin Jihansyah , Juara 3 A.A Ayu Istri Ray Mayuni dan tiga pemenang harapan. 

Kategori lagu pop Indonesia Juara Juara 1 diraih Ni Komang Suriatari, Juara 2 Luh Gede Yuniasti Widhiasih Jorareis  dan Juara 3 Ni Putu Kaniya Indira ditambahin tiga harapan lainya.

 

Loading...