M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Transisi Panel Kartun Panji Koming

Kiriman : I Wayan Nuriarta ( Dosen Ps. Desain Komunikasi Visual FSRD ISI Denpasar )

Abstrak

Kartun Panji Koming adalah sebuah kartun kritik, artinya kartun yang hadir tidak saja bermuatan humor namun juga memiliki fungsi menyampaikan pesan/ kritik sosial terhadap situasi masyarakat saat kartun ini dimuat. Kartun Panji Koming yang hadir di Koran Kompas secara visual berbentuk komik strip yaitu cara bercerita kartun menggunakan bahasa ungkap dengan memanfaatkan beberapa panel. Hadir dengan menggunakan bahasa ungkap komik, maka para pembaca diajak untuk menikmati kartun ini dengan cara ‘membaca’ tiap panelnya, dari panel pertama sampai panel terakhir. Dari panel yang satu dengan panel yang lain terjadi transisi panel ke panel. Kartun 31 Desember 2017 ini menggunakan transisi subyek ke subyek dan aksi ke aksi. Dengan ukuran penggambaran menggunakan ukuran medium long shot dan clouse up. Cara pengambilan gambar menggunakan sudut pengambilan wajar. Pesan yang terkandung dalam kartun ini adalah agar tiap tokoh politik mampu tetap menjaga perdamaian dalam pesta demokrasi di 171 daerah. Para pemangku kebijakan juga diharapkan merealisasikan janji kampanye untuk mensejahterakan rakyat. Itulah pesan kartun Panji Koming untuk menyambut tahun baru 2018 sebagai tahun politik.

Kata Kunci: Transisi Panel, Panji Koming, Makna

 Selengkapnya dapat unduh disini

Pemimpin itu Berpotensi, Bekerja ekstra

Pemimpin itu Berpotensi, Bekerja ekstra

Denpasar ( Antara News Bali) Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof.Dr I Gede Arya Sugiartha, S.Kar.M.Hum mengatakan “Seorang pemimpin itu memiliki potensi, bekerja ekstra berinovasi dan bermanfaat .

Hal itu dalam sambutannya pada saat pelantikan  organisasi Senat  Mahasiswa dan Badan Perwakilan Kemahasiswaan (BPM) ISI Denpasar di kampus setempat  Rabu

Mantan Ketua Mapala ISI Denpasar tahun 1986 ini meyakinkan ” pemimpin yang ada saat ini, berawal dari pemimpin yang belajar, mengabdi dan pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampusnya.

Rektor yang menjabat ditahun kelima ini menginginkan perlu adanya inovasi dari kegiatan kemahasiswaan yang telah tersistem,terstruktur dan terbiaya.

Dari 42 mahasiswa dalam ajang pemilihan ” Pemilu Raya” Ovika Aisanti dari falkutas Desain Fashion yang terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa periode 2018 kata Humas ISI Denpasar I Gede Ekojaya Utama,SE, MM

Sementara  Ketua Senat Mahasiswa periode 2018 Terpilih Ovika Aisanti menyampaikan serangkaian kegiatan mahasiswa 1 tahun kedepan diantaranya: dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PMI akan melaksanakan kegiatan donor darah, UKM Kesenian melakukan kegiatan lomba menyanyi lagu pop dan mengembangkan panduan suara mahasiswa ISI Denpasar, UKM olahraga melakukan  kegiatan lomba futsal ISI Cup.

Selain itu UKM Menwa melakukan kegiatan rutin upacara bendera, dari UKM penalaran, penelitian  dan keilmuan melakukan kegiatan seminar tingkat institut juga lokakarya.

Tidak hanya itu UKM Mapala melakukan kegiatan mendaki, UKM kewirausahaan  berwirausaha di toko kampus, UKM Duta kampus melakukan kegiatan pemililhan putra/putri kampus yang diisi lomba fashion dan dance.

Dan melanjutkan kegiatan Pesta Seni Mahasiswa ISI Denpasar yang bertajuk ” Kita Lo Gini’

Kolabirasi Seoul Institute of The Arts dengan ISI Denpasar Rancang Perkuliahan Berbasis IT

Kolabirasi Seoul Institute of The Arts dengan ISI Denpasar Rancang Perkuliahan Berbasis IT

Sebagai kampus seni satu-satunya di Bali, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpar mempunyai visi Menjadi Pusat Unggulan (Centre of Excellence) Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Berwawasan Universal. Untuk mewijudkan visi itu, salah satu upaya ISI Denpasar yakni memperluas kerja sama internasional dengan perguruan tinggi luar negeri.

Selasa (30/1), kemarin, rombongan dari Seoul Institute of The Arts, Korea Selatan yang dipimpin Ji-Young Kim, berkunjung ke kampus setempat untuk menjajagi kerja sama di bidang perkuliahan berbasis IT sehingga memungkinkan untuk membuka kelas perkuliahan jarak jauh antar-kedua perguruan tinggi seni beda negara itu.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya dengan Seoul Institute of The Arts telah terjalin ikatan kerja sama yang cukup baik. Bahkan dirinya pernah melakukan kunjungan ke kampus itu. “Mereka di sana juga mengelola program studi (prodi) seni, sama seperti kita. Tapi kami akui teknologi mereka jauh lebih canggih. Kami ingin tiru teknologi mereka. Bagus khan kita tiru yang baik-baik,” sebutnya di sela menerima rombongan.

Arya berharap, kunjungan tersebut menghasilkan sesuatu sesuai harapan. Sehingga apa yang menjadi visi dan cita-cita lembaga tercapai. ISI Denpasar juga membuka peluang menerima mahasiswa baru dari luar negeri, termasuk Korea Selatan melalui jalur Dharma Siswa serta jalur mandiri di tahun ajaran baru 2018 ini. 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes mengatakan hal senada. Menurut dia, para teknisi dari Seoul Insitute of The Arts langsung meninjau studio di masing-masing prodi di ISI Denpasar untuk memastikan kesiapan penggunaan teknologi atau berbasis IT.

Jika semua berjalan lancar, lanjut dia, semester depan diharapkan kerja sama yang dirancang bisa diimplementasikan. Ditambahkan Artayasa, kerja sama yang dibangun bisa bersifat jangka pendek, menegah dan panjang. “Ini sedang dibahas detail-detailnya. Bisa saja nanti pertukaran pelajar satu semester untuk jangka pendeknya. Namun kami tegaskan, itu semua membutuhkan anggaran. Jadi kami persiapkan dan perhitungkan dulu dengan matang,” ujar dia.

Associate Dean/Office of External Relations Seoul Institute of The Arts Ji-Young Kim memaparkan, antara ISI Denpasara dengan kampusnya terdapat banyak persamaan, di antaranya, jumlah mahasiswa, keprofesionalan, visi-misi, serta prodi yang dikelola. “Saya sangat terkesan dengan kebudayaan dan kesenian Bali. Terutama gaya arsitekturnya dan gemelannya,” akunya.

Disinggung mengenai isu erupsi Gunung Agung yang berkembang di Kota Seoul, Korea Selatan, dirinya mengaku warga di kotanya tidak terlalu khawatir. Pun demikian, ia mewakili rombongan sejatinya sudah mengetahui Gunung Agung di Bali mengalami erupsi, tapi ia mengaku tidak takut dan menikmati keindahan alam Bali. “Di negara mana pun tetap ada ancaman bencana. Kami santai saja,” pungkas dia.

Loading...