by tik ISi | Mar 8, 2018 | Artikel
Kiriman : Tri Haryanto ( Dosen Jurusan Seni Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan )
Abstrak
Musik keroncong di Denpasar menggeliat lagi melalui acara Lenggaang Maco RRI Denpasar. Lenggang Maco adalah singkatan dari nama acara Berlenggang Bersama Irama Keroncong. Diawali dengan acara Pilihan Pendengar Musik Keroncong RRI Denpasar pada 2000 – 2004, akhirnya berlanjut dengan acara pilihan pendengar musik keroncong dengan iringan karaoke dan organ tunggal. Grup musik keroncong dan sekitarnya pun antusias dengan acara ini dan ikut meramaikan acara tersebut. Pada awal 2006 acara Pilihan Pendengar Musik Keroncong berubah namanya menjadi “Lenggang Maco” (Berlenggang Bersama Irama Keroncong) dengan iringan musik keroncong lengkap hingga sekarang. Melalui acara Lenggang Maco, pendengar bisa terpuaskan menikmati dan ber-interaktif ikut bernyanyi, sesuai dengan lagu keroncong yang disukainya. Di tengah perkembangan musik modern seperti saat ini, grup keroncong di Denpasar hampir selalu mementaskan lagu-lagu hits zaman sekarang. Jenis musiknya lagu-lagu pop Indonesia, lagu-lagu daerah Bali, sampai lagu dangdut dibawakan dengan musikal khas keroncong. Penyajian hanya untuk hiburan dan kebutuhan layanan kepada masyarakat agar tidak bosan dengan keroncong asli. Melalui acara Lenggang Maco, merupakan sebuah bentuk kepedulian pemerintah melalui RRI Denpasar terhadap perkembangan musik keroncong di Bali, khususnya di Kota Denpasar
Kata kunci: Pilihan Pendengar, Interaktif, Kepedulian, RRI Denpasar
Selengkapnya dapat unduh disini
by tik ISi | Mar 6, 2018 | pengumuman
Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Institut Seni Indonesia Denpasar melaksanakan Pelacakan Alumni/Tracer Study 2018. Untuk itu dimohonkan kepada segenap alumni ISI Denpasar lulusan tahun 2016, agar berpartisipasi dalam pengisian data tersebut. Atas keikutsertaannya dalam pengisian formulir Tracer Study ini, PPM ISI Denpasar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
Form Tracer Study Tahun 2018
by wahyu antara | Mar 1, 2018 | Berita
Denpasar (Antaranews Bali) – Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha menyatakan optimistis para lulusannya akan siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan masuknya dunia digital dan internet ke dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat.
“Sebagai perguruan tinggi unggul, ISI Denpasar harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini, termasuk akan masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia,” kata Rektor ISI Denpasar saat menyampaikan sambutan pada Wisuda Sarjana ke-20 ISI Denpasar di Denpasar, Rabu.
Menurut dia, meskipun Revolusi Industri 4.0 ditengarai akan banyak pekerjaan manusia yang digantikan dengan mesin dan robot, ISI Denpasar tetap memiliki keuntungan.
“Untungnya, karena basis Revolusi Industri 4.0 itu adalah kreativitas dan juga kewirausahaan. Di situ ISI Denpasar akan memiliki keuntungan, artinya kegiatan kreatif itu tidak bisa di dalamnya dilepaskan ada olah rasa dan olah logika, sementara olah rasa itu sulit dilakukan oleh mesin,” ucapnya.
Oleh karena itu, lanjut Prof Arya, pihaknya terus mengembangkan daya kreatif mahasiswa dalam menghadapi zaman Revolusi Industri 4.0 sehingga tenaganya akan tetap diperlukan meskipun sudah ada mesin dan robot.
“Misalnya untuk membuat garis dan warna, mesin mungkin bisa, tetapi tidak akan bisa membuat seberapa lekukan sesuai dengan ekspresi. Padahal dalam seni, yang penting ekspresi seni dan rasa, ini yang tidak akan mampu disaingi oleh mesin manapun dan secanggih apapun,” ucapnya.
Meskipun seni mengutamakan olah rasa, dia tidak menafikan penggunaan teknologi. Pihaknya justru menyinergikan atau berdialektika dengan teknologi dan juga internet, karena memang sangat dibutuhkan untuk saling mengisi.
Prof Arya menambahkan, bidang seni dan desain sebagai basis keilmuan di ISI Denpasar menekankan dialektika antara rasio, rasa, dan intuisi. “Jadi, alangkah indahnya nanti teknologinya canggih, kemudian olah rasanya juga canggih,” ujarnya.
Oleh karena para mahasiswa ISI Denpasar sudah dibekali kemampuan yang komprehensif yakni teori, praktik, dan bahkan mata kuliah kreativitas, sehingga diyakini lulusannya tidak akan kalah bersaing.
“Pendidikan di ISI Denpasar berpedoman pada ekosistem seni yang saling mengisi, sehingga lulusan lebih diarahkan untuk mampu menciptakan dibandingkan mencari pekerjaan. Untuk itu, ISI Denpasar selalu mengembangkan program strategis agar mampu menjawab tantangan berbagai zaman,” ucapnya.
Dalam acara tersebut, ISI Denpasar melepas 78 orang lulusan, yakni 7 orang berasal dari program Pascasarjana (S2) Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, dan 71 orang lainnya yang berasal dari Fakultas Seni Pertunjukan, serta Fakultas Seni Rupa dan Desain yang mengambil program S1 dan Diploma 4.
by wahyu antara | Mar 1, 2018 | Berita
Seluruh komponen masyarakat dan civitas akademik Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar memaknai Hari Kasih Sayang dengan melakukan donor darah. Dari 58 orang terdaftar, hanya 33 orang yang lolos menyumbangkan darahnya. Mereka terdiri dari mahasiswa, dosen, masyarakat umum dan Rektor ISI Denpasar terlibat dalam aksi sosial itu. Donor darah kerjasama UKM Palang Merah Remaja (PMI) ISI
Seluruh komponen masyarakat dan civitas akademik Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar memaknai Hari Kasih Sayang dengan melakukan donor darah. Dari 58 orang terdaftar, hanya 33 orang yang lolos menyumbangkan darahnya. Mereka terdiri dari mahasiswa, dosen, masyarakat umum dan Rektor ISI Denpasar terlibat dalam aksi sosial itu. Donor darah kerjasama UKM Palang Merah Remaja (PMI) ISI Denpasar dengan PMI Provinsi Bali itu berlangsung di kampus setempat, Selasa (27/2).
Rektor, Prof. Dr I Gede Arya Sugiartha mengatakan, kegiatan donor darah ini rutin digelar dalam setiap tahunnya. Dirinya mengaku sudah dua kali ikut kegiatan donor darah ini. “Donor darah itu sangat penting bagi kesehatan. Dengan ikut donor darah, secara tidak langsung akan diketahui kondisi atau kesehatan tubuh kita. Apakah dalam keadaan sakit atau sehat karena diawali dengan cek dulu,” ungkapnya.
Prof. Arya kemudian mengajak seluruh komponen di lingkungan kampus ikut donor darah sebagai bentuk peduli kepada masyarakat yang membutuhkan.“Setiap pemangku kepentingan di Senat Mahasiswa ISI Denpasar mesti mengoptimalkan program kerja. Program kerja seperti donor darah harus dilaksanakan secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Senat Mahasiswa ISI Denpasar akan mengadakan donor darah pada Dies Natalis ISI Denpasar pada Juni 2018 mendatang. Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah mengundang masyarakat umum atau warga kampus.
Ketua Senat Mahasiswa ISI Denpasar, Ovika Aisanti mengatakan akan mengadakan donor darah pada Dies Natalis ISI Denpasar pada Juni 2018 mendatang. Targetnya 100 peserta dalam aksi donor darah Dies Natalis itu. Pihaknya berharap, seluruh warga kampus di ISI Denpasar dapat berpartisipasi. “Untuk tahun lalu pesertanya 50 orang termasuk tahun ini sekitar 50 orang lebih,” jelas Ovika.