PEMENTASAN KOMEDI STAMBUL “PAN BALANG TAMAK”

Pementasan yang diadakan di Gedung Kesriarnawa Taman Budaya pada tanggal 5 Nopember 2019 Pukul 19:00 WITA – Selesai

Pementasan yang diadakan di Gedung Kesriarnawa Taman Budaya pada tanggal 5 Nopember 2019 Pukul 19:00 WITA – Selesai
Disarikan oleh I Gede Mugi Raharja (Dosen S1, S2 dan S3 di ISI Denpasar ISI Denpasar)
Abstrak
Telah terjadi perubahan paradigma berpikir sebagai konsekwensi kemajuan peradaban. Kemajuan teknologi yang pesat telah mengarahkannya pada pilihan dalam kehidupan berkesenian ke teknologi digital. Kebenaran-kebenaran lama harus dikaji ulang, untuk menyiasati kenyataan yang menawarkan kebenaran baru. Era analog segera ditinggalkan dan berganti menjadi era digital. Untuk memertahankan kehidupan berkesenian, keyakinan bahwa manusia adalah makhluk mulia karena diberkahi imajinasi, harus dimunculkan lagi ke atas permukaan pemikiran. Kemajuan teknologi yang sangat pesat, telah mengarahkan pada pilihan dalam kehidupan berkesenian. Jika kita meyakini hal itu dan dijadikan pegangan keimanan dalam berkarya, maka rasa khawatir pada kebenaran baru tidak perlu ada, karena pada hakikatnya imajinasi adalah survive. Menghadapi perubahan teknologi Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini, perlu berpegang pada Nasihat Empu Filsafat Ronggowarsito, jangan mudah heran, jangan kagetan dan jangan memanjakan diri dalam melihat perubahan. Semua seniman sudah tahu dan meyakini, bahwa kebudayaan itu bergerak dan tidak statis, perubahan merupakan keniscayaan.
Kata Kunci: Analog, Digital, Survive, Ronggowarsito, Perubahan.
Selengkapnya dapat unduh disini
Kiriman : Luh Gede Krisna Widya Dewi (Mahasiswi FSP ISI Denpasar)
Abstrak
Tokoh Dewi Subadra merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran yang sangat penting dalam cerita Mahabharata. Tokoh Dewi Subadra juga dikenal dengan sebutan Roro Ireng. Sebutan tersebut diberikan pada dirinya sewaktu ia masih berusia anak-anak. Ada juga yang menyebut Dewi Subadra dengan nama yang sedikit berbeda, yaitu Dewi Sumbadra. Dewi Subadra merupakan putri dari Raja Baudewa, raja dari Kerajaan Surasena.
Dewi Subadra dikenal sebagai salah satu sosok yang sangat berpengaruh, hal tersebut juga didukung karena Dewi Subadra merupakan salah satu istri dari Arjuna dan ibu dari Abhimanyu. Selain itu, hal yang cukup menonjol dari tokoh Dewi Subadra adalah karena beliau merupakan kerabat dekat dari Sri Krshna.
Dalam rangka memenuhi tugas akhir analisis gerak dan karakter tari, penulis menggunakan metode kualitatif dalam penyusunan tulisan ini. Data skunder merupakan bagian dari metode kualitatif yang penulis gunakan dan penulis peroleh dari beberapa referensi buku. Hasil referensi dari beberapa buku menunjukan bahwa Dewi Subadra merupakan sosok yang dikagumi oleh rakyat, banyak orang yang terkesima dengan sifat yang dimiliki oleh Dewi Subadra.
Selengkapnya dapat unduh disini
Kegiatan workshop ngukir tulang dengan teknik foredem dilaksanakan oleh Program Studi Kriya ISI Denpasar 2019 tanggal 25-26 Oktober 2019 bertempat di Gedung Kriya Studi Keramik Program Studi Kriya ISI Denpasar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD ISI Denpasar. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang mahasiswa Kriya ISI Denpasar dan mendatangkan instruktur I Dewa Ketut Kenak dan I Dewa Komang Drike yang merupakan perajin ukir tulang dari Desa Tampaksiring Gianyar. Dalam sambutannya Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD ISI Denpasar menyebutkan menyambut gembira kegiatan workshop ini sangat penting bagi peningkatan keterampilan mahasiswa kriya dalam penggunaan teknologi menyambut wacana era revolusi industri 4,0.

Pada kesempatan tersebut ketua Program studi Kriya FSRD ISI Denpasar Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn juga menjelaskan tujuan workshop ini adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan mesin foredom yang dapat digunakan tidak semata untuk mengukir tulang tetpi juga dapat pada material lainnya, seperti kayu, logam dan keramik. Mahasiswa diharapkan bersinergi dengan teknologi yang terus berkembang dalam usaha meningkatkan produktifitasnya dalam berkarya.