Kiriman : I Made Radiawan ( Dosen Desain Mode ISI Denpasar)
ABSTRACT
Rejang dance is a dance from Bali. The Rejang Asak in Karangasem Regency distinguishes from other rejang in Bali, especially in the use of the headdresses for Rejang Asak, namely payas perong. Currently, a detail explanation regarding with this headdress is rarely find in the literatures. Therefore, this study focuses on documenting and describing parts of the Rejang Asak headdresses. The data is collected through interviews, visiting the site, and documentation. Then the data is transcript and analyzed with Balinese Ornamentation theory and categorization. This study contributes to the expansion of Rejang Asak detail explanation in the literature.
Keywords: rejang asak dance, Karangasem, head piece, plumeria
Pelaksanaan Tugas Akhir bagi mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar merupakan salah satu syarat untuk kelulusan. Pelaksanaan tugas akhir yang diawali dengan beberapa proses adminstratif, seperti pendaftaran tugas akhir, pengumpulan berkas ujian proposal, pelaksanaan ujian proposal, pelaksanaan ujian akhir dan proses pengumpulan laporan akhir, saat ini berjalan dengan pencatatan pada aplikasi Microsoft Excel. Penggunaan Microsoft Excel sendiri belum terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik ISI Denpasar (JISTA) sehingga menyebabkan beberapa permasalahan. Permasalahan yang dihadapi antara lain, (1) belum rapinya administrasi registrasi dan pengumpulan berkas, (2) proses bimbingan belum termonitor dengan baik, (3) penerbitan SK berita acara ujian serta penilaian Tugas Akhir yang masih memerlukan beberapa proses pencetakan dokumen secara berulang. Permasalah yang ditimbulkan tidak hanya pada proses administrasi data saja, permasalahan yang terkait dengan pengambilan keputusan seperti kuota pembimbing, proses pelaksaan bimbingan tugas akhir yang kurang termonitoring, dan manajemen pencarian topik tugas akhir yang kurang praktis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu rancang bangun sistem informasi yang terintegrasi dengan sistem sebelumnya. Proses analasis sistem informasi dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap staff akademik serta melakukan observasi terhadap pelaksanaan tugas akhir. Proses observasi tersebut, tentunya sangat tergantung dari proses analisis kebutuhan sistem. Proses ini dinamakan requirements engineering. Kegagalan pengembangan perangkat lunak terjadi akibat adanya kondisi tidak konsisten (inconsisten), tidak lengkap (incomplete), tidak benar (incorrect) dari requerement specification. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, teknik analisis kebutuhan perangkat lunak atau software requirement specification harus dilakukan secara komprehensif. Adapun proses ini terdiri dari proses requirement elicitation, requirement specification dan validation and verification. Proses analisis kebutuhan yang tepat, tentunya dapat mengurangi kegagalan dalam pengembangan sistem informasi pengelolaan tugas akhir ini. Selain itu kebutuhan fungsional harus dapat diukur dan bersifat SMART yang terdiri dari Specific (spesifik), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Realistic (masuk akal) dan Traceble (dapat dilacak). Adapun proses perancangan sistem menggunakan perangkat pemodelan Unified Modelling Language (UML), yang meliputi use case diagram dan activity diagram. Penggambaran dua diagram UML untuk menjelaskan ruang lingkup serta alur sistem secara lebih mudah oleh user, sehingga pemahaman mengenai sistem yang akan dibangun dapat dilakukan secara menyeluruh.
Kata kunci: Sistem Informasi, Tugas Akhir, Analisis Kebutuhan, SMART
Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum, dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Drs I Nyoman Artayasa, MKes, serta sejumlah peserta seleksi Jalur Mandiri yang terhubung dalam Zoom Meeting sebelum pelaksaan ujian. ANTARA/HO-Dok ISI Denpasar
Denpasar (ANTARA) – Institut Seni Indonesia Denpasar melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 untuk Jalur Mandiri melalui ujian secara daring dari rumah masing-masing calon mahasiswa.
“Untuk Jalur Mandiri ini, kami akan menerima mahasiswa 30 persen dari kuota total mahasiswa baru atau sekitar 150 orang,” kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum, di Denpasar, Kamis.
Seleksi Jalur Mandiri ISI Denpasar ini dilaksanakan selama dua hari, dari 5-6 Agustus 2020 yang diikuti oleh 363 calon mahasiswa dari 383 orang yang sebelumnya telah mendaftar.
“Dengan seleksi Jalur Mandiri ini, maka kami akan segera menyelesaikan sistem penerimaan mahasiswa baru karena September mendatang sudah dimulai perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2020/2021,” ucap Prof Arya.
ISI Denpasar sebagai satu-satunya kampus seni negeri di wilayah Bali-Nusra ini, lanjut dia, sama dengan tahun-tahun sebelumnya menerima calon mahasiswa baru melalui tiga jalur yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir melalui Jalur Mandiri.
Melalui tiga jalur seleksi itu, ISI Denpasar akan menerima calon mahasiswa sebanyak 600 orang, sama halnya dengan kuota tahun sebelumnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr Drs I Nyoman Artayasa, MKes, menambahkan untuk seleksi Jalur Mandiri biasanya pihak ISI Denpasar lebih melihat dari sisi praktik yang dilakukan calon mahasiswa.
Namun, karena kondisi pandemi COVID-19, akhirnya diputuskan memakai sistem ujian secara daring. Selain mengujikan mengenai materi seni, juga berisi materi mengenai Pancasila, wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum lainnya.
Di samping mengikuti ujian secara daring, calon mahasiswa sebelumnya juga wajib sebelumnya menyertakan atau mengirimkan portofolio.
Prof Artayasa menambahkan, terkait penentuan siapa yang lolos di Jalur Mandiri ini akan diakumulasikan antara nilai hasil ujian secara daring dan portofolio yang sudah diputuskan untuk diberikan bobot penilaian sekian persen.
“Mudah-mudahan semua prosesnya dapat berjalan dengan lancar dan pada prinsipnya kami melaksanakan seleksi dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 secara ketat,” ujarnya didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama, SE, MM itu.
Sementara itu, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi ISI Denpasar Nyoman Lia Susanthi, SS, MA mengatakan pihaknya bekerja sama dengan bagian akademik ditugaskan menyelenggarakan ujian Jalur Mandiri secara daring.
“Calon mahasiswa tidak ke kampus untuk melaksanakan kegiatan ujian daring, tetapi mahasiswa melakukan ujian tulis dari rumah masing-masing,” ujarnya.
Lia mengatakan dari 383 orang yang sudah mendaftar di Jalur Mandiri, yang mengikuti tes secara daring sebanyak 363 orang, atau 95 persen dari jumlah pendaftar.
“Dua hari sebelumnya, kami melakukan pertemuan teknis untuk memastikan bahwa peserta harus bisa terkoneksi dengan internet. Selain itu, peserta harus memiliki dua device atau alat untuk mendukung kegiatan ujian, yakni PC atau laptop, dan handphone,” ucapnya.
Peserta ujian, tambah Lia, sebelumnya sudah diminta untuk menginstal program Safe Exam Browser yang bertujuan untuk mengunci browser dari masing-masing peserta ujian agar tidak bisa membuka aplikasi selain ujian yang diberikan.