Sosialisasi Program Magang Dan Studi/Projek Independen Bersertifikat (MSIB)


Kiriman : Made Tiartini Mudarahayu (Program Studi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar)
Â
ABSTRAK
Salah satu mazhab seni lukis tradisional Bali yang muncul hampir bersamaan dengan puncak kejayaan seni lukis modern yang mengedepankan indvidualisme adalah mazhab seni lukis mini Keliki. Menariknya bahwa meskipun lahir pada masa kejayaan seni lukis modern, seni lukis mini Keliki dapat tetap berkembang dengan akar konsep berkesenian di Bali, yaitu menjunjung konsep kolektifitas Ditinjau dari sejarah terciptanya mazhab seni lukis mini Keliki Kawan oleh I Ketut Sana, maka dapat dilihat konsep seni rupa kolektif yang tersirat di dalamnya. Konsep seni rupa kolektif tercermin sangat jelas melalui aspek kekaryaan oleh I Ketut Sana sebagai pelopor, maupun perkembangan seni lukis mini Keliki ini oleh generasi penerus melalui kelompok Werdhi Jana Kerthi Keliki. Metode yang digunakan untuk melakukan kajian adalah dengan metode kualitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Konsep kolekyif melalui nilai seni lukis Ubud dapat terlihat melalui bentuk-bentuk plastis yang digunakan dan warna-warna lembut dan netral yang diterapkan dalam penciptaan karya, serta teknik penciptaan yang serupa melalui teknik sigarmangsi, ngontur dan nyelah. Sedangkan nilai-nilai seni lukis Batuan dan Young Artist dapat dilihat melalui penerapan struktur keseimbangan formal melalui penerapan unsur-unsur serupa pada setiap bagian sisi karya. Konsep seni rupa kolektif terlihat terefleksi dengan baik melalui elaborasi nilai-nilai dalam seni lukis mazhab Ubud, Batuan dan Young Artist ke dalam seni lukis mini Keliki. Selain itu, konsep seni rupa kolektif juga terlihat melalui proses penciptaan karya seni lukis mini Keliki.
Kata kunci: Konsep, Kolektif, Seni Lukis Mini Keliki
 Selengkapnya dapat unduh disini


In implementing the Tri Dharma of Higher Education, lecturers of the Craft Study Program, Faculty of Fine Arts and Design, the Indonesian Art Institute, Denpasar, held community service at the Dalem Temple, Serongga Traditional Village, Gianyar, Saturday 11 December 2021. This community service activity was filled with making uparengga kober penwasangan. which will be used at the temple ahead of the piodalan which will take place on the full moon day, December 18, 2021. The administrator of the Kayangan Dalem Temple in the Serongga Traditional Village, Drs. I Kadek Mertanadi, M.Sc. (55 years old) positively welcomed the activity program of the Crafts Department lecturers at ISI Denpasar. Because this activity can help complete the uperengga equipment before the piodalan at the temple.
The chairman of the committee as well as the temple prejuru Drs. I Ketut Astawa Suyasa (63 years old) also thanked the Craft Study Program ISI Denpasar for the implementation of this PKM program. He hopes that this service program will continue in the future. This activity is considered positive because it can help manners and cannot be assessed in terms of material and also as a cultural preservation program for local wisdom.
Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn, a representative lecturer of Craft Study Program ISI Denpasar on that occasion explained that this community service activity involved 20 lecturers and was carried out regularly every semester at different places and programs. This Craft Study Program was attended by the Vice Chancellor of ISI Denpasar, Dr. Drs. I Ketut Muka, M.Si. The service of the Craft Study Program at the Dalem Temple in the Serongga Traditional Village is also equipped with the planting of candlenut trees (tingkih) around the temple area. Candlenut fruit is used as a means of ceremony in Hinduism in Bali. During this service, cleaning aids were also delivered.
Reporter: I Wayan Mudra


Dalam implementasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen-dosen Prodi Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar, mengadakan pengabdian kepada masyarakat di Pura Dalem Desa Adat Serongga Gianyar, Sabtu 11 Desember 2021. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diisi dengan pembuatan uparengga kober penawasangan yang akan digunakan di pura tersebut menjelang piodalan yang akan berlangsung pada hari Purnama 18 Desember 2021. Pemangku Pura Kayangan Dalem Desa Adat Serongga, Drs. I Kadek Mertanadi, M.Si. (55 tahun) menyambut positif program kegiatan dosen-dosen Prodi Kriya ISI Denpasar. Karena kegiatan ini dapat membantu melengkapi piranti uperengga menjelang piodalan di pura tersebut.
Ketua panitia sekaligus prejuru pura Drs. I Ketut Astawa Suyasa (63 tahun) juga mengucapkan terimakasih kepada Prodi Kriya ISI Denpasar atas pelaksanaan program PKM ini. Beliau berharap kedepan program pengabdian ini bisa berlanjut. Kegiatan ini dinilai positif karena dapat membantu krama dan tidak bisa dinilai dari segi materi dan juga sebagai program pelestarian budaya kearifan lokal.
Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn, wakil dosen Prodi Kriya ISI Denpasar pada kesempatan itu menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 20 orang dosen dan dilakukan rutin persemester pada tempat dan program yang berbeda. Kegiatan pengabdian Prodi Kriya ini dihadiri oleh Wakil Rektor ISI Denpasar Dr. Drs. I Ketut Muka, M.Si. Pengabdian Prodi Kriya di Pura Dalem Desa Adat Serongga ini juga dilengkapi dengan penanaman pohon kemiri (tingkih) di sekitar setra pura tersebut. Buah kemiri digunakan sebagai sarana upacara.dalam Agama Hindu di Bali. Pada pengabdian tersebut juga dilakukan penyerahan alat-alat bantu kebersihan.
Pewarta: I Wayan Mudra