M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Permendiknas Nomor 67 Tahun 2008

Kami terus mencari berbagai hal yang dapat dimanfaatkan pengguna Internet di PT tentang berbagai hal antara lain salah satunya adalah permendiknas Nomor. 67 tahun 2008, tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen sebagai pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas. Cuplikannya sebagai berikut.

Menteri Pendidikan Nasional menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen sebagai pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas. Dalam peraturan Menteri ini yang dimaksud:

1.      Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

2.      Pimpinan perguruan tinggi adalah Rektor/Pembantu Rektor pada universitas/ institut, Ketua/Pembantu Ketua pada sekolah tinggi, dan Direktur/Pembantu Direktur pada politeknik/akademi negeri yang diselenggarakan oleh Departemen.

3.      Pimpinan fakultas adalah Dekan dan Pembantu Dekan pada perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Departemen.

4.      Senat perguruan tinggi adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi pada perguruan tinggi yang bersangkutan.

5.      Senat fakultas adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan fakultas yang memiliki wewenang untuk menjabarkan kebijakan dan peraturan universitas/institut untuk fakultas yang bersangkutan.

Selengkapnya dapat diunduh disini

Topeng Sumber Inspirasi Garapan Tari Panji Lana

Topeng Sumber Inspirasi Garapan Tari Panji Lana

Gus Surya

Gus Surya

Ida Bagus Gede Surya Peradantha, lahir di Denpasar, pada tanggal 19 Oktober 1987, tinggal di Jl. Sulatri Gg. XVII A no. 1 Kesiman, Denpasar Timur. Setelah lulus dari SMAN 1 Denpasar yang meneruskan ilmu di Jurusan Tari, Fak. Seni Pertunjukan ISI Denpasar. Dia mulai belajar menari pada umur 5 tahun, dibawah bimbingan Alm. IB Made Raka    (kakek) dan I.A.Wimba Ruspawati (Ibu). Aktif sebagai penari pada kegiatan Pesta Kesenian Bali ( PKB ) mulai tahun 1998, duta Kab. Badung. Pernah keluar sebagai juara 2 tari Baris Tunggal pada PKB tahun 1998. Pernah keluar sebagai juara 1 Tari Topeng Arsawijaya pada Pekan Seni Remaja se-Kota Denpasar tahun 2005. Belajar tari topeng pada Bpk. I Gede Oka Surya Negara, menekuni tari Topeng Arsawijaya. Belajar Tari Topeng Keras Pada Alm. IB. Made Raka (Geria Bongkasa, Abiansemal, Kab. Badung)

Dalam menempuh akhir Studi, Gus Surya, menggarap Karya tari yang akan diberi judul Panji Lana ini ditampilkan oleh lima orang penari putra dengan konsep kreasi baru. Lakon yang ingin ditampilkan adalah bersumber dari Babad Dalem Tungkub yang isi singkatnya menceritakan tentang tewasnya Arya Panji Singaraja yang kala itu merupakan Raja Bali terakhir, putra dari Raja Dalem Bedahulu. Setelah tewasnya Arya Panji Singaraja, Bali telah dinyatakan sebagai wilayah kekuasaan Majapahit. Oleh karena anak dari Arya Panji Singaraja masih remaja, dibuatkanlah sebuah topeng yang tujuannya adalah untuk mengenang wajah ayahnya yang telah wafat.  Di dalam garapan ini pula, ingin dipadukan unsur tari putra halus yang bersumber dari tari Topeng Dalem Arsawijaya, unsur tari putra keras dari Tari Topeng Keras dan memasukkan sedikit unsur-unsur gerak tari Jawa putra gagah. Hal ini dilakukan mengingat kebutuhan terhadap karakter yang ingin ditampilkan. Arya Panji Singaraja misalnya, digambarkan sebagai raja yang berwatak keras manis. Itulah mengapa unsur gerak dari kedua tari topeng tersebut dipadukan.

Garapan tari ini menggunakan kostum sesaputan dan menggunakan topeng sebagai properti sekaligus kostum. Topeng yang digunakan menggunakan karakter keras manis yang bersumber dari rupa Topeng Keras yang dikembangkan. Perlu disampaikan pula bahwa topeng yang digunakan memakai sistem canggem, yang pada bagian dalam topeng terdapat sekeping spons yang didesain untuk digigit oleh penarinya. Dengan demikian, maka akan memudahkan untuk melepas dan menarikan topeng tersebut terpisah dari wajah penari.

Dramatari Topeng, salah satu jenis kesenian yang inspirasi ceritanya bersumber dari Babad, merupakan kekayaan yang dimiliki oleh daerah Bali dalam bidang seni pertunjukan yang ber-genre bebali, yaitu sebagai penunjang jalannya upacara. Secara harafiah, kata topeng berarti suatu benda yang digunakan untuk menutupi muka asli pemakainya (I Made Bandem & I Nyoman Rembang, Perkembangan Topeng Bali sebagai Seni Pertunjukan. Denpasar : Percetakan Bali (Offset), 1976. hal.1). Dramatari topeng adalah pertunjukan tari berlakon yang keseluruhan penarinya menggunakan topeng sesuai dengan karakter yang  diperankan. Di Bali sendiri, kata topeng telah identik dengan istilah tapel yang juga berarti tutup muka. Eksistensi dramatari topeng dalam khasanah kebudayaan Bali merupakan sesuatu yang senantiasa harus kita banggakan dan dilestarikan. Hal ini disebabkan karena di dalam setiap pementasan dramatari topeng, selalu terkandung pesan-pesan moral, tuntunan hidup hingga mengantarkan kita mengenal kisah-kisah sejarah masa lampau yang wajib kita ketahui. Sumber lakon yang banyak digunakan dalam pementasan dramatari topeng antara lain bersumber dari Babad atau prasasti, sehingga ia pun mendapat sebutan sebaga dramatari “chronicle play“(seni pertunjukan Babad). Oleh karena ia bersentuhan langsung dengan cerita-cerita Babad, maka dramatari topeng pun dapat dikatakan sebagai media ungkap sejarah, di samping juga merupakan media pendidikan, mengungkap isi prasasti dan sebagainya. Bila diteliti lebih lanjut, di dalam setiap pementasan dramatari topeng terdapat tokoh Patih, tokoh orang tua  (dukuh, peranda ataupun patih wredha), tokoh rakyat jelata (bebondresan) dan yang terakhir tokoh Raja (Dalem). Semua tokoh ini memiliki karakter, peranan dan arti yang sangat penting dalam pementasan dramatari topeng, sesuai dengan lakon yang diambil.

Panji Lana

Panji Lana

Penggarapan karya tari jenis patopengan ini karena ketertarikan terhadap karakter gerak tari Topeng Keras yang gagah dan tegas, tari topeng Dalem Arsawijaya yang mengalun, agung dan berwibawa. Tidak lupa pula menilik pada potensi yang dimiliki, khususnya di bidang tari patopengan, menjadikan penata merasa tergugah dan tertarik untuk melahirkan sebuah karya tari kreasi baru jenis patopengan yang masih bernafaskan tradisi. Ketertarikan ini muncul dengan sendirinya manakala penata mulai terjun ke dalam pementasan Dramatari Topeng beberapa tahun belakangan ini. Di samping itu pula, lakon garapan yang ingin dilahirkan merupakan cerita Babad yang belum begitu awam terpublikasikan. Cerita Babad yang dimaksudkan ialah Babad Dalem Tungkub yang menceritakan tentang terciptanya sebuah topeng Sidakarya yang sekarang masih tersimpan di Br. Buruwan, Desa Sanur, akibat dari penaklukan penguasa Bali pada jaman dahulu yaitu Arya Panji Singaraja oleh Patih Gajah Mada. Cerita Babad ini bila dikaji untuk kepentingan seni tari, dirasa memiliki alur yang akan mampu memberi rangsangan estetis dalam berkarya dan akan menarik bila dikemas ke dalam bentuk karya tari, karena nuansa yang terkandung di dalamnya seperti keagungan, ketegangan, konflik dan penyelesaiannya mempunyai benang merah yang jelas.

Pengumuman Hasil Evaluasi Proposal Penelitian Unggulan

Pengumuman Hasil Evaluasi Proposal Penelitian Unggulan

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR

Local Project Implementing Unit (LPIU) P.H.K.: B-Seni

Alamat Jalan Nusa Indah Denpasar   Telp. (0361) 227316, Fax (0361) 236100

E-Mail. [email protected]

Nomor    : 37/PHK: B-Seni/V/2009.                                                        Denpasar,  22 Mei  2009. Lampiran: 1 (satu) rangkap

Perihal     : Pengumuman Hasil Evaluasi Proposal Penelitian Unggulan

Kepada

Yth.       Bapak/Ibu/Sdr. Dosen Pengajar Aktif.

Jurusan Seni Tari, Jurusan Seni Pedalangan,

dan Jurusan Seni Rupa Murni Peserta Kompetisi

Proposal Hibah Penelitian Unggulan

PHK: B-Seni ISI Denpasar 2009

di–

Tempat.

Dengan hormat, dengan ini kami mengumumkan kepada Bapak/Ibu/Saudara Hasil Evaluasi Proposal Hibah Penelitian/Hibah Pengajaran yang telah dilakukan oleh Tim Reviewers yang diangkat dengan Surat Keputusan Rektor ISI Denpasar Nomor: 629/I5/LL/2009  tertanggal 20 April 2009. Adapun hasil evaluasinya adalah seperti terlampir.

Sebagai tindak-lanjut dari hasil evealuasi tersebut, pihak terkait dimohon memperhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Bagi mereka yang proposal penelitiannya dinyatakan “Diterima” agar segera menyetorkan Proposal Penelitian yang disempurnakan (berdasarkan masukan yang telah diberikan oleh Tim Reviewers pada saat presentasi dilaksanakan) paling lambat hari Jumat, tanggal 29 Mei 2009 sudah harus sampai di Sekretariat  LPIU PHK: B-Seni ISI Denpasar. Unit Pelaksana tidak akan memproses pembuatan surat kontrak penelitiannya sebelum penyempurnaan proposal penelitian dilakukan sesuai masukan yang diberikan oleh Tim Reviewers.
  1. Bagi mereka yang proposal penelitiannya dinyatakan “Ditolak”, kami atas nama Unit Pelaksana PHK: B-Seni ISI Denpasar mengucapkan terima kasih atas keikut-sertaannya dalam kompetisi, mudah-mudahan proposal tersebut dapat dicoba diusulkan untuk hibah dari sumber lain dengan mengakomodasi saran-saran yang diterima selama presentasi.
  1. Kepada mereka yang proposal penelitiannya di nyatakan “Diterima” agar memperhatikan rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB)-nya masing-masing dan menyesuaikan kembali dengan jangka waktu kontrak yang akan disetujui. Jangka waktu kontraknya akan berlaku sejak tanggal 1 Juni s/d 30 Nopember 2009 (selama 6 mulan efektif).
  1. Untuk kepentingan sistem pembayaran dalam kontrak, para Ketua Peneliti yang dinyatakan “Diterima” agar menyetorkan Nomor Rekening Bank atas nama yang bersangkutan dan menyetorkan meterai tempel sebanyak 2 lembar senilai masing-masing Rp. 6.000,–. Nomor Rekening Bank dan meterai tersebut diperlukan untuk pembuatan Surat Kontrak Perjanjian Pelaksanaan Penelitian karena sistem pembayarannya adalah LS (langsung) dari KPPN Denpasar ke dalam rekening bank ketua peneliti.

Demikian kami sampaikan, atas segala perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Direktur Eksekutif,

Dr. I Nyoman Suteja, M.Hum.

NIP. 131 124 313.

Tembusan disampaikan kepada Yth:

  1. Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) Dirjen Dikti Depdiknas, di Jakarta.
  2. Para anggota Tim Reviewers Component B.1 I-MHERE Batch III ISI Denpasar 2009 di tempat.

DAFTAR JUDUL PROPOSAL

HIBAH PENELITIAN DAN HIBAH METODE PENGAJARAN INOVATIF

PROGRAM HIBAH KOMPETISI UNGGULAN BIDANG SENI (PHK: B-Seni)  BATCH IV

ISI DENPASAR TAHUN 2009

No.

Judul Proposal Penelitian

Nama Ketua Peneliti

Nilai Evaluasi Rata-rata

Keterangan

1.

Ekspresi Nilai-Nilai Humanisme dan Multikulturalisme Dalam Seni Lukis Wayang Bali dan Jawa. Drs. I Ketut Murdana,. M.Sn.

523

Diterima

2.

Studi Komparatif  Nilai-Nilai Humanisme dan Multikulturalisme Dalam Wayang : Suatu Kajian Terhadap Atribut Wayang pada Peninggalan Candi-Candi Hindu di Jawa Timur Drs. I Made Yasana, M.Erg.

478

Ditolak

3.

Tinjauan  Nilai-Nilai Humanisme dan Multikulturalisme Lukis Klasik Bali Periode Dalem Waturenggong – 2005 Drs. I Wayan Kondra, M.Si.

458

Ditolak

4.

Dynamic Configuration of  Humanist Values and Multicultural Derivative in The Mahabharata-Based Wayang Puppet Show Prof. Dr. I Nyoman Sedana, MA.

610

Diterima

5.

Tembang Bali: Sebuah Kajian Bentuk, Fungsi dan Maknanya dalam Masyarakat Bali I Dewa Ketut Wicaksana, SSP., M.Hum.

457

Ditolak

6.

Perkembangan Seni Pewayangan / Pedalangan Bali Dewasa ini Ni Wayan Suratni, S.Sn.

451

Ditolak

7.

Dokumentasi dan Inventarisasi Seni Pertunjukan Tari Nusa Tenggara Barat Drs. Rinto Widyarto, M.Si.

550

Diterima

8.

Dokumentasi dan Inventarisasi Seni Tari di Jawa Tengah Sulistyani, Skar, M.Si.

425

Ditolak

9.

Dokumentasi dan Inventarisasi Seni Tari Sumatera Yulinis, SST., M.Si.

442

Ditolak

11.

Dokumentasi dan Inventarisasi Tari Legong di Bali Ni Ketut Yuliasih, SST., M.Hum.

602

Diterima

11.

Dokumentasi dan Inventarisasi Tari Janger di Bali I Gde Sukraka, SST., M.Hum.

427

Ditolak

12.

Dokumentasi dan Inventarisasi Tari Baris di Bali I Ketut Sumantra, SST.

422

Ditolak

13.

Innovative Teaching Method: A Classroom Action Research (CAR) for Increasing the Communicative English Acquisition of the Performing Art Students of ISI Denpasar through Activity Model. Dr. Drs. I Nyoman Suteja, M.Hum.

572

Diterima

14.

Increasing English Acquisition of the Performing Art Students of ISI Denpasar through Teaching Learning Process Using Role-play Model. Ni Putu Tisna Andayani, SS.

423

Ditolak

15.

Teaching English through Small Droup Discussion Practice for Increasing the Acquisition of the Performing Art Students of ISI Denpasar. Noman Lia Susanti, SS.

452

Ditolak

16.

Metode Praktek Dengan Pola Nyantrik Dalam Proses Pembelajaran Mata Kuliah Menggambar Wayang Pada Pelukis Wayang Tradisional Bali Drs. I Nyoman Nirma.

566

Diterima

17.

Strategi Pembelajaran Stimulus Responsif Terhadap Mata Kuliah Tinjauan Seni pada Program Studi Seni Rupa Murni ISI Denpasar Drs. I Made Ruta.

452

Ditolak

18.

Pendekatan Individual dalam Inovasi Pembelajaran Sketsa Dewa Gde Putu Budiarta, M.Si.

448

Ditolak

Denpasar, 22 Mei 2009.

Direktur Eksekutif,

Dr. I Nyoman Suteja, M.Hum.

NIP. 131 124 313.

Kunjungan Prof. Satrio Soemantri Brodjonegoro ke ISI Denpasar

Kunjungan Prof. Satrio Soemantri Brodjonegoro ke ISI Denpasar

Prof Satrio Soemantri Brodjonegoro berkunjung ke ISI Denpasar pada tanggal 18 Mei 2008. Beliau berbicara dihadapan civitas ISI Denpasar. Tentang krisis global dan industri kreatif.

Krisis ekonomi global berpengaruh pada kehidupan, terjadinya PHK besar-besaran, perusahaan banyak mengurangi jam kerja sehingga berakibat pada berkurangnya pendapatan. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang berkurang.

prof Satrio dan Rektor ISI Denpasar

prof. Satrio dan Rektor ISI Denpasar

Fenomena menarik non Bank juga turut collapse, karena pengaruh jual beli yang menggunakan kurs keuangan. Contoh seperti ini diambil karena merupakan salah satu krisis global yang terjadi, tetapi bagaimana krisis tersebut dapat mengambil khihmahnya. Industri kreatif malah tumbuh dengan pesat. Industri kreatif memiliki ketahanan cukup besar karena memiliki keunggulan dalam kreativitas yang bermanfaat bagi masyarakat. Contoh dengan mobil fiat di Italia yang mengembangkan mobil kecil dengan menggunakan kreatifitas sehingga mempunyai nilai tambah sehingga bisa mengambil alih/mengakuisisi General Motor di AS.

Solusi untuk menghadapi krisis adalah harus menumbuhkan industri kreatif. Indonesia mempunyai potensi, peluang tinggal menghasilkan produk yang mempunyai kreatifitas tinggi dan dicari oleh masyarakat. Karya seni harus mempunyai nilai yang tinggi, dan paling dibutuhkan oleh banyak orang. Industri Seni kalau dilihat dari sisi daya beli, banyak orang yang mengatakan bahwa sulit orang membeli karya seni jika daya beli masyarakat menurun.

Bagaimana seni kreatif dijadikan sebagai kebutuhan yang esensial bukan hanya dengan slogan tetapi dengan karya nyata. Pendidikan di Mancanegara, Prof Satrio melihat bahwa pendidikan seni sama pentingnya dengan pendidikan  lainnya. Di beberapa negara, karya seni bukan sebagai kebutuhan yang mewah tetapi merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakatnya.

Pendidikan Tinggi haruslah mempunyai Visi dan misi yang terarah. Walaupun Visi-misi pada beberapa PT di Indonesia masih terjadi visi misi PT yang tidak tefokus dan terarah.

Mengenai Pendidikan Seni di ISI Denpasar, Prof Satrio melihat ada 2 track/jalur berbeda:

1. ISI Denpasar ingin meciptakan sesuatu yang terbaik (penciptaan),

2. ISI Denpasar ingin menciptakan ilmuwan (pengkajian),

sehingga dari sinilah segala ide kreatif muncul. Nilai tambah akan meningkat, kalau kreativitas akan terus ditingkatkan.

prof-satrio-berbicara-pada-civitas-isi-denpasar

Perbincangan Prof. Satrio dengan civitas ISI Denpasar

Bagaimana keindahan (seni) menjadi sesuatu kebutuhan pokok, bagaimana pendidikan seni (ISI Denpasar) menciptakan kehidupan masyarakt yang harmonis, karena pendidikan seni terdapat fenomena untuk memperkaya bahkan menampilkan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Sehingga sivitas ISI diminta proaktif untuk memperkaya norma-norma, dan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Masyarakat Jepang dan Cina sangat memegang teguh nilai-nilai tradisi dalam mencapai perkembangan, nilai-nilai tersebut dijadikan pedoman dalam mencapai kemajuan. Satrio berpendapat bahwa yang akan bertahan terhadap kemajuan dan modernisasi adalah berdampingannya antara tradisi dan modernisasi.

ISI memerlukan strategi dalam mengharmoniskan antara tradisional dan modern seperti pembentukan misalnya Translation center. Dimana nilai-nilai tradisional di sebarluaskan kepada masyarakat dunia melalui penerjemahan naskahnaskah kuno yang banyak mengandung nilai-nilai kehidupan. Kalau ini terus dikembangkan maka hanya satu-satunya yang ada di dunia.

Pendidikan secara keseharian, secara tidak langsung memberikan nilai-nilai yang ada di masyarakat. ISI mempunyai kemampuan penyelesaikan konflik dari sisi budaya. ISI mempunyai kemampuan untuk berkolaborasi, ISI mempunyai kemampuan untuk eunterpretenership dalam mengembangkan softsklill, seperti kemampuan berkomunikasi dan saling menghargai, sehingga ISI bisa dikembangkan menjadi sebuah institusi yang mempunai kemampuan membina masyarakat madani. Sehingga ISI menjadi sebuah tempat dalam mengembangkan milenium goal (yang mengungkapkan 13 butir kebutuhan dasar manusia).

Kekuatan ISI terletak pada fungsi menciptaan masyarakt yang harmonis melalui karya seni yang ditampilkan dalam berbagai cara. Terbuka peluang yang sangat lebar sehingga kreativitas perlu dikembangkan. Berdasarkan pengamatannya, di Jepang, konsentrasi penuh dapat menghasilkan sebuah ide kreatif. Berbeda dengan di Indonesia bahwa para seniman akademis perlu waktu untuk menumbuhkan ide kreatifnya.

Gelar Karya TA Karawitan Hari ke empat

Pergelaran Karya Tugas Akhir Program Studi Seni Karawitan kali ini, menampilkan 5 karya karawitan baik yang bersifat kreasi ataupun kontemporer, Pergelaran Ujian karya karawitan, merupakan salah satu tugas pada mata kuliah Tugas Akhir (TA) dengan beban SKS sebanyak 6 SKS bagi mereka yang mengambil minat penciptaan karya seni karawitan. Ujian Tugas Akhir diselenggarakan dalam dua rangkaian yaitu Ujian Karya Seni dan Ujian Karya Tulis yang berupa Skrip Karya seni.  Pada hari Keempat, Kamis, 21 Mei 2009 akan diikuti oleh lima karya seperti berikut.

1. STONE MUSIC

Stone Music, foto by GC

Karya: A.A. Gede Lanang Ambara

Sinopsis :

Stone Music merupakan sebuah garapan komposisi musik kontemporeryang dilatarbelakangi oleh kehidupan manusia purba pada jaman batu. Pengolahan tempo, ritme dan dinamika akan ditata melalui bunyi – bunyian yang dihasilkan oleh batu.

Pendukung Karawitan   : Sanggar Yudistira, Kapal

2. ANAMAN

Anaman, foto by GC

Karya: I Made Mujana

Sinopsis :

Secara etimologi anaman berarti tipat. Tipat merupakan maha karya yang dibuat berdasarkan rasa estetik dan mengandung falsafah yang sangat tinggi. Kulit tipat ini terbuat dari janur yang dijalin sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Jika diperhatikan, dalam kulit tipat, terdapat jalinan-jalinan janur yang sangat unik dan pada akhir jalinan atau ujung dari janur tersebut akan bersatu kembali. Jalinan dari kulit tipat, memberikan inspirasi bagi penata untuk ditransformasikan kedalam sebuah bentuk komposisi karawitan kreasi dengan judul Anaman.

Komposisi karawitan ini, memakai Gamelan Gong Kebyar sebagai media dalam menyampaikan apa yang diamati yang diwujudkan kedalam sebuah bentuk karawitan kreasi dengan memanfaatkan dan memperhatikan unsure-unsur musik yang ada. Namun, dalam komposisi karawitan inin masih memakai pola tradisi yang juga ditonjolkan dan dikembangkan melalui pengolahan melodi, pengembangan pola hitungan dan pola ritme sehingga nantinya menjadi sebuah kesatuan atau jalinan yang menyerupai kulit tipat.

Pendukung Karawitan   : Sanggar Seni Lingga Jati, Jalan Kebo Iwa, Denpasar

3. PRAHARA

Prahara, foto by GC

Karya: I Made Dedik Widnyana

Sinopsis :

Prahara adalah sebuah realita sosial, yang kenyataanya selalu membuat masyarakat dihantui perasaan resah dan gelisah. Walaupun selalu diartikan negatif, tetapi penata mencoba menjadikannya sebagai sebuah daya rangsang, dalam penataan komposisi karawitan, dimana didalamnya akan menjelaskan bawa dia tidak selalu bermakna negatif, tetapi suatu saat dia bisa menegakkan kembali nilai sebuah kebenaran yang lain, komposisi ini diwujudkan dalam bentuk komposisi karawitan baru, dimana kesan. Melalui media ungkap Gamelan Selonding dan beberapa instrument musiknya inovatif dan unsur-unsur musiknya ditata sedemikian rupa agar komposisi ini terkesan bernuansa baru.

Pendukung Karawitan   : Sekaa Gong Sancaya Kanti Desa Kesiman, Denpasar

4. BANGSING

Bangsing, foto by GC

Karya: I Komang Budiana

Sinopsis :

Bangsing adalah akar gantung yang tumbuh dari dahan beringin, dan keagungan pohon yang teramat besar, dahan dan ratingnya serta merta selalu berusaha untuk memperbesar diri karena akar dari pohon ini menjalar begitu rupa serta menimbulkan kerimbunan dan kesejukan.

Terlihat dari fenomena yang ada, pohon ini mempunyai karakteristik atau kekhasannya berupa akar yang tumbuh bergantung, berlawanan dan berbalapan hingga menimbulkan keunikan dan kekilitan suatu kebersamaan satu sama lainnya.

Pendukung Karawitan   : Sekaa Gong ST.Cakra Werdhi Kutuh Sayan Ubud

5. PAUM

Paum, foto by GC

Karya: I Made Agus Rijayana

Sinopsis :

Paum merupakan proses untuk mencari mufakat dalam sebuah organisasi. Indahnya perbedaan pendapat dan perselisihan rapat/sangkep menginspirasi penata untuk mentransformasikan perbedaan dan perselisihan ke dalam sebuah komposisi tabuh kreasi baru dengan repertuar seperangkat barungan gong kebyar dengan megedepankan unsur-unsur musikalitas seperti tempo, dinamika, ritme dengan konsep perubahan.

Pendukung Karawitan:

1.  Sanggar Siwer Nadi Swara Br.Pagan Kelod

2. Mahasiswa Jurusan Karawitan FSP ISI Denpasar

Loading...