by admin | Jul 28, 2009 | Agenda, Berita

tampak Anggota Senat Akademik ISI Denpasar dan Rektor ISI sedang berfoto dengan Wisudawan Peraih IPK Tertinggi Tahun 2009
(Denpasar-Humasisi) Sebanyak 123 orang mahasiswa calon wisudawan ISI Denpasar Hari Selasa (28/7) resmi diwisuda di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Rektor PTN/PTS/Poltek se-Bali, Koordinator Kopertis Wil VIII, Bapak Bupati/Walikota se-Bali, Dewan Penyantun ISI Denpasar, Anggota Senat akademik ISI Denpasar, ketua BKS PT Seni se-Indonesia, Civitas Akademika ISI Denpasar, Mahasiswa calon wisudawan beserta keluarga dan para undangan lainnya, tumpah ruah menjadi satu, menyaksikan Wisuda Sarjana VII ISI Denpasar. Para undangan dikejutkan dengan prosesi bedel atau penjemputan anggota senat yang khas dan disuguhi Tari Kebesaran ISI Denpasar yaitu Siwa Nataraja. Tarian ciptaan Swasti Bandem ini tampak anggun dan megah ditarikan oleh dosen dan mahasiswa ISI Denpasar. Penontonpun terpukau dan merasa bangga dapat melihat tari kebesaran ini karena memang tarian ini tidak sembarangan ditarikan, hanya pada acara khusus saja.
Dalam laporannya Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA melaporkan bahwa untuk Wisuda Sarjana VII ini akan diwisuda 123 orang mahasiswa lulusan tahun akademik 2008/2009. Dengan perincian 46 orang dari Fakultas Seni Pertunjukan dan 77 orang dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, 18 orang dari PS Tari, 24 PS Karawitan dan 4 dari PS Pedalangan. Sedangkan untuk di FSRD PS Seni Rupa Murni 34 orang, PS Desain Interior 8 orang, PS DKV 26 orang, Kriya Seni 6 orang dan Fotografi 2 orang. Dengan diwisudanya 123 orang pada wisuda kali ini, maka sejak tahun 1973 hingga tahun 2009 (dari ASTI-STSI-ISI) telah berhasil meluluskan 1971 orang meliputi Sarjana Muda, Seniman Setingkat Sarjana dan Sarjana Seni. Pada kesempatan tersebut juga Rektor ISI Denpasar memberikan gembaran perkembangan selama 5 tahun yang juga merupakan bahan evaluasi terhadap kinerja yang dicapai dan sekaligus sebagai pertanggung jawaban rektor ISI Denpasar masa Bhakti periode tahun 2004-2009.
Acara Wisuda ini juga diisi dengan Orasi Ilmiah berjudul “Tantangan Bagi Seni Pada Millenium Pasca Modern” yang dibawakan oleh Prof. Dr. Bambang Sugiharto seorang Guru Besar Filsafat dan Estetika di Universitas Parahyangan dan FSRD ITB. Prof. Bambang menjelaskan bagaimana posisi duni Seni di Era Postmodern ini dari segi estetika dan fungsinya. Sementara itu juga diumumkan daftar Peserta Wisuda Sarjana Seni VII dengan Indeks prestasi Komulatif tertinggi ISI Denpasar tahun 2009 yaitu I Gede Made Indra Sadguna dari Jurusan Karawitan dengan IPK 3,94, I B Surya Peradantha dari Jurusan Seni Tari dengan IPK 3,91 dan I Wayan Mulyana dari Pedalangan dengan IPK 3, 77. Salah satu peraih IPK Tertinggi tahun 2009 I B Surya Peradantha merasa bangga dan gembira atas teripilhnya dia sebagai salah satu penerima mahasiswa peraih IPK Tertinggi tahun 2009 ini dan sudah barang tentu bersamaan dengan wisuda Sarjana Seni VII. Gus Surya juga mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan para dosen selama ini dan berpesan agar pendidikan di ISI Denpasar terus ditingkatkan dengan program yang kompetitif dan up to date.
Suasana gedung Natya Mandala berubah menjadi ceria setelah acara wisuda berakhir. Rasa haru, bangga dan gembira bercampur-aduk diantara para wisudawan dan keluarganya, menjadi pemandangan yang sangat indah. Menjadi Sarjana bukan merupakan akhir dari perjuangan, namun awal dari pembuktian kapabilitas keilmuan yang didapatkan di bangku kuliah, dalam menghadapi tantangan kehidupan dan karier yang sangat kompetitif.
by admin | Jul 27, 2009 | Berita, pengumuman

Barong
(Denpasar-Humasisi) ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan pencetak seni terus berupaya mewujudkan cita-cita sebagai penyaji dan pencipta seni. Hal tersebut direalisasikan lewat pelaksanaan Festival Kendang, Bapang Barong, dan Jauk Manis yang merupakan prakarsa dari mahasiswa ISI Denpasar, yaitu dibawah naungan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurusan Karawitan ISI Denpasar. Menurut Ketua Panitia, Komang Dharma Santika, kegiatan ini sudah dipersiapkan sejak bulan Mei lalu, atas latar blakang karena seringnya mahasiswa ngayah di masyarakat yang menampilkan tari bapang barong dan jauk manis. Sementara tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan krativitas mahasiswa khususnya di lingkungan ISI Denpasar serta untuk melestarikan budaya dan seni tradisional Bali. Festival yang dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 23 Juli 2009 sampai dengan 25 Juli 2009, diikuti 46 peserta yang terdiri dari 8 peserta Tari Bapang Barong, 11 peserta Tari Jauk Manis, dan 19 peserta kendang tunggal. Para peserta ini diwajibkan untuk mahasiswa ISI Denpasar yang masih aktif dari dua Fakultas yaitu Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Sementara dosen pembina sekaligus kordinator kegiatan, I Made Kartawan, S.Sn., M.Si., menyampaikan bahwa ada hal unik khususnya bagi pemain kendang, dimana pengundundian dilakukan 30 menit sebelum lomba dimulai. Ini dimaksudkan untuk mengukur kepiawaian seorang tukang kendang dan penari, karena sebelumnya mereka tidak pernah menyelaraskan antara tari dan tabuh. Tantangan ini akan mampu menunjukkan bahwa apabila tukang kendang ataupun penarinya bermain bagus, maka bias dipastikan bahwa tukang kendang dan penarinya cekatan. Sementara kemampuan mahasiswa dinilai oleh 3 dewan juri yang memang berkompeten dibidangnya, mereka yang menguasai tabuh dan tari. Tiga dewan juri tersebut adalah I Wayan Jebeg, Drs KT. Wijana, I Wayan Kawi, S.Pd. Dari hasil rapat dewan juri yang meraih juara satu lomba kendang Bapang Barong atas nama I Ketut Yuliatra, juara dua Wayan Diana Putra, dan Juara tiga Kadek Alit Suparta. Kategori Kendang Jauk Manis, juara satu I Made Widana, juara dua Pande Yoga Pranata, serta juara tiga, Sang Ery Widya Sasmika. Sementara kategori Bapang Barong, juara satu I Putu Eka Wisnaya, juara dua Sang Kompyang Widya S., Juara tiga Dewa Gede Guna Arta. Untuk Jauk Manis juara satu I Gst, Ngr. Agung Darma A., Juara 2 I Made Putra Wijaya, dan juara tiga I Putu Wiyoga Mahendra.

dari kiri ke kanan (PR II/I Gd. Arya Sugiartha, SSkar,M.Hum, PR I/Drs. I ketut Murdana, MSn, Rektor (sedang memegang topeng barong) prof. Dr. I wayan Rai S., MA, bederta panitia dan mahasiswa)
Sementara Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., dalam sambutannya sebelum membuka Festival Kendang, Bapang Barong dan Jauk Manis tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhapat inisiatif mahasiswa ini. Pihaknya akan terus memotovasi kegiatan mahasiswa yang positif, karena dalam rangka Dies Natalis VI dan Wisuda Sarjana Seni VII ISI Denpasar, para mahasiswa ISI Denpasar mampu menunjukkan jati dirinya. Hal tersebut dibuktikan bahwa selain mahasiswa mampu dan mahir berkancah dalam dunia seni, ternyata mereka juga memiliki kelebihan dibidang lain, yaitu mahir berbahasa Inggris, terbukti suksesnya pelaksanaan lomba Debat Bahasa Inggris Tk Institut (23 Juli 2009), selain itu mahasiswa yang memiliki bakat dibidang tarik suara juga telah diwadahkan dalam kelompok paduan suara yang nantinya tampil dalam wisuda sarjana ISI Denpasar (28 Juli 2009), serta bakat memainkan alat musik yang tergabung dalam group band. Dalam memeriahkan dies natalisnya, ISI Denpasar telah melaksanakan kegiatan yang berlandaskan para 4 olahan yaitu olah raga, dimana para pembukaan pekan dies, ISI Denpasar menggelar jalan santai. Untuk olah rasa, ISI Denpasar melaksanakan Festival Kendang, Bapang Barong dan Jauk manis, yang mampu membangkitkan seniman muda ini untuk menampilkan seni lewat rasa yang dimiliki. Sementara olah pikir, ISI Denpasar telah sukses menyelenggarakan lomab Debat Bahasa Inggris dan lomba Menulis Artikel. Sementara untuk lebih mendekatkan pada TYME lewat olah kalbu ISI Denpasarpun telah melaksanakan Tirta Yatra ke 2 pura (21 Juli 2009) yaitu ke Pura Tamba Waras dan Batukaru Tabanan.
by admin | Jul 26, 2009 | Berita

Tampak Rektor ISI Denpasar(Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA) foto bersama dengan Ibu-Ibu Dharma Wanita dan Para Dewan Juri
(Denpasar-Humasisi)Hari Minggu (26/7) pagi kampus ISI Denpasar tampak berbeda dari biasanya. Tampak para dosen yang biasanya sibuk dengan kegiatan perkuliahan berubah menjadi sibuk mengerjakan penjor dan gebogan, dengan sesekali bercengkrama akrab dengan teman-temannya. Hal itu terungkap dalam pelaksanaan Lomba Penjor dan Gebogan untuk Dosen dan Dharma Wanita yang digagas oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, dalam rangka Dies Natalis VI Wisuda Sarjana VII 2009. Menurut Panitia Gebogan Drs, I Made Bendi Yudha, MSn Lomba Penjor diikuti oleh seluruh Program Studi yang ada di FSRD ISI Denpasar (Lukis, Patung, Kriya Kayu, Kriya Keramik, Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Fotografi) dan Pegawai . Sedangkan untuk Lomba Gebogan diikuti dharma Wanita FSRD ISI Denpasar termasuk Dosen yang wanita dan para Istri Dosen. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memupuk kreatifitas ketrampilan didalam kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan khususnya di Bali, khususnya untuk meraikan kegiatan Dies Natalis VI dan Wisuda Sarjana VII.

Gebogan karya Prodi Fotografi yang menggondol Juara I
Pj. Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, MSn menyatakan terharu karena diluardugaan para peserta lomba sangat antusias untuk mengikuti kedua lomba ini. Antusias peserta sangat membanggakan dan keakraban antara Dosen, Pegawai dan Dharma Wanita tampak sangat kental dan nyaris tanpa jarak. Semua menyatu dalam kegiatan ini. Bahkan Ibu-Ibu Dharma Wanita sepakat setelah kegiatan ini akan mengadakan arisan Bulanan sebagai wadah silahturami antar anggota. Tema Dies Natalis VI ini “Keragaman Budaya sebagai Pemersatu Bangsa” begitu dinterprestasikan menjadi “Beragam Lomba sebagai Pemersatu Civitas Akademika FSRD ISI Denpasar”. Ini merupakan modal awal yang sangat bagus dimana kesadaran, dedikasi yang tinggi dan motivasi untuk berbuat yang lebih baik dapat meningkatkan kinerja dan prestasi Fakultas ke depannya. Rinu juga menambahkan ke depannya rencannya kegiatan ini akan dilangsungkan dengan skala besar internal ISI Denpasar dengan mengundang Ibu-Ibu Dharma Wanita Fakultas Seni Pertunjukan. Bahkan Ibu-ibu Dharma Wanita mengusulkan agar pelaksanaan lomba Tahun depan pelaksanaannya dibalik yaitu Ibu-ibu membuat penjor sedangkan bapaknya membuat gebogan. Menurut salah satu peserta Lomba Gebogan Ida Ayu Kade Suksma Dewi, SSn, M.Erg seorang dose Desain Interior, semoga kegiatan ini menjadi kalender tahunan di ISI denpasarkarena memupuk kreatifitas dan keakaraban antara pesertanya. Ditana mengenai perasaan mengikuti Lomba gebogan Dayu Suksma menyatakan senang isa bertemu dengan Ibu-ibu Dharam wanita FSRD yang lain dan semoga bisaaadilanjutkan dengan kegiatan arisan.
Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA mengatakan bahwa acara ini menunjukan partisipasi seluruh warga ISI Denpasar dalam menyonsong Dies Natalis VI sesuai dengan bidangnya masing-masing, sehingga terlihat rasa kebersamaan untuk meiliki kampus. Bahkan tercatat acara ini merupakan untuk pertama kalinya dilaksanakan di ISI Denpasar dan terlihat seluruh prodi ikut berpartisipasi. Semangat ini diharapkan untuk terus dipertahankan dalam hal membangun kampus kita yang tercinta ini. Akhir kata prof. Rai juga mengucapkan terima kasih dan bangganya terhadap seluruh panitia yang telah bekerja keras.
Pada kesempatan tersebut setelah dilakukan penjurian maka ditetapkan yang menjadi juarauntuk Kategori Penjor adalah juara I Prodi Seni Lukis, Juara II Prodi Kriya Keramik dan Juara III diraih oleh Prodi Kriya Kayu. Sedangkan untuk Kategori gebogan Juara I diraih oleh Prodi Fotografi, Juara II pegawai dan Juara III oleh Prodi DKV. Penyerahan hadiah akan dilanngsungkan pada hari Minggu(26/7) malam yang bertepatan dengan malam esenian dies Natalis VI. Namun bagaimanapun juga bukan Juara yang menjadi patokan namun semangat untuk berpartisipasi untuk ikut membangun ISI Denpasar ke depan.