M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Akan Digelar Kolaborasi Wayang Internasional

Akan Digelar Kolaborasi Wayang Internasional

Mahasiswa Pedalangan tengah berlatih 'string puppet' bersama dalang dari India

Mahasiswa Pedalangan tengah berlatih 'string puppet' bersama dalang dari India

Denpasar- Sebagai implementasi atas keberhasilan ISI Denpasar dalam memenangkan Program Hibah Kompetisi (PHK) –B-Seni Bacht IV 2009, Jurusan Pedalangan akan mementaskan garapan wayang inovasi bertaraf internasional, yang berkolaborasi dengan wayang Jawa, Bali dan India. Wayang Jawa diwakili oleh penampilan dalang Dru Henro, S.Sn., M.Sn., wayang Bali oleh dalang I Ketut Sudiana, S.Sn., M.Sn., sementara dari India mendatangkan seniman asing yaitu dalang Lucky Buth. Latihan sudah dimulai dari tanggal 30 November 2009 lalu secara intensif. Garapan inovatif ini akan dipentaskan pada tanggal 6 Desember 2009, Pukul 20.00 wita, bertempat di Gedung Candra Metu ISI Denpasar.

Garapan yang melibatkan para dosen dan mahasiswa Jurusan Pedalangan ISI Denpasar ini bertujuan menggali dan mentransformasikan nilai-nilai humanism dan mulikulturalisme yang terkandung dalam wayang.

Menurut salah satu peñata garapan Dr. I Nyoman Catra, walaupun belum menemukan judul yang tepat, namun garapan ini akan diawali dengan hadirnya yogisuara diiringi oleh wirama yang dikombinasikan dengan nyanyian India. Yogiswara yang membawa puppet string Dewi Saraswati mengandung makna bahwa kepintaran, sastra-sastra yang terdapat dalam wujud Dewi Saraswati ini telah masuk kedalam raga yogiswara. Nyanyain yogiswara didengar oleh raja Teguh Darma Wangsa, dan membuat raja tertarik, sehingga terjadi dialog antara raja dengan yogisuara tentang kebudayaan. Kemudian yogisuara memperkenalkan kisah Mahabharata dan Ramayana kepada Teguh Darmawangsa, yang diantaranya mengenai kandungan Tri Pama: (1). Pertunjukan Wayang Bali di layar  (Gugurnya Sumantri), (2). Pertunjukan Wayang Wong (Kumbakarna Lina), dan (3). Pertunjukan Wayang Jawa (Karna Tanding). Selain itu yogisuara memperkenalkan seorang pedagang India yang kemudian memainkan atraksi wayang India/string puppet. Dari kisah tersebut dapat diambih hikmahnya bahwa kita sebaiknya bercermin pada wayang untuk membenahi manusia, karena wayang itu bukan sekedar tontonan namun juga sebagai tuntunan.

Sementara menurut salah satu mahasiswa pedalangan, Gede Wirawan yang diberi kesempatan untuk belajar dan memainkan wayang India merasa sangat senang dengan kesempatan ini. Karena selain dapat mempraktekkan bahasa Inggris, mempelajari gerak wayang India mampu menambah pengalaman dan wawasan keilmuan dibidang pewayangan dunia.

Tahun 2010, ISI Denpasar Berpeluang Mengirim Mahasiswa dan Dosen ke Kanda University-Jepang

Tahun 2010, ISI Denpasar Berpeluang Mengirim Mahasiswa dan Dosen ke Kanda University-Jepang

DSC_3876Denpasar– Sebanyak 27 orang rombongan ISI Denpasar yang terdiri dari dosen, pegawai dan mahasiswa ditambah 3 orang dari Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi (DIKTI) Depdiknas akan bertolak ke Jepang  pada dari tanggal 11-17 Nopember 2009. Keberangkatan ini dalam rangkan mewujudkan visi akademis DIKTI yaitu internasionalisasi Perguruan Tinggi Seni Indonesia.  Dipilihnya Jepang karena ISI Denpasar telah mempunyai MOU dengan universitas di Jepang seperti kanda University di prefektur Chiba, Tokyo National University of Art dll. Adapun kegiatan rombongan ISI Denpasar utamanya adalah untuk mengunjungi Kanda University dan ini merupakan kunjungan balasan dari kunjungan Kanda University sebelumnya.

Kunjungan diawali ke Kanda University of International Studies (11 November 2009). Rombongan disambut oleh Direktur Internasional Studies, Prof. Sugimoto dan dosen dari Kanda University of International Studies, Prof. Minagawa. Dalam kunjungannya rombongan diperkenalkan berbagai sarana dan prasarana kampus serta proses pembelajaran yang bertaraf internasional. Menurut Prof. Minagawa, mahasiswa Kanda University berasal dari berbagai Negara di dunia.

pelarasan gamelan (2)Setelah peninjauan kampus, acara dilanjutkan dengan kegiatan pelarasan gamelan milik Kanda University yang akan digunakan oleh rombongan ISI Denpasar dalam pementasan di Kanda University. Prof. Minagawa mengungkapkan bahwa gamelan milik Kanda University ini merupakan salah satu dari kurang lebih 40 set gamelan Bali yang ada di Jepang. Namun belum ada tenaga ahli untuk pelarasan gamelan Bali, sehingga ini tentunya membuka peluang besar bagi tamatan ISI Denpasar melebarkan sayap ke Jepang, apalagi selama menempuh pendidikan di ISI Denpasar, mahasiswa Jurusan Karawitan mendapat mata kuliah pelarasan gamelan Bali.

Selain misi akademis, rombongan ISI Denpasar juga melakukan pementasan berbagai tari dan tabuh (13 November 2009), guna menghibur civitas dari Kanda University termasuk para seniman Jepang. Pementasan yang diadakan di teater Kanda University berjalan dengan sukses dan mendapat apresiasi yang bagus dari penonton.

Pada tanggal 14 November 2009, diadakan pertemuan antara Rektor ISI Denpasar dengan Rektor Kanda University of International Studies.  Dalam pertemuan disepakati bahwa program yang telah disepakati dalam MOU lebih diperkuat lagi dan diimplementasikan lebih intens. Diharapkan tahun 2010 ISI Denpasar sudah dapat mengirimkan mahasiswa maupun dosen dalam rangka exchange program. Demikian pula Kanda University akan melanjutkan pengiriman mahasiswa atau dosennya ke ISI Denpasar, mengingat Kanda University sudah sejak beberapa tahun lalu.

Salah satu peserta lomba pidato bahasa Indonesia

Salah satu peserta lomba pidato bahasa Indonesia

Yang lebih menarik lagi, dalam kunjungan rombongan ISI Denpasar ke Kanda University, pihak kampus senagja menggelar kegiatan lomba berpidato bahasa Indonesia, dengan tema “Masa Depan, Hubungan Antara Jepang dan Indonesia”. Para peserta berasal dari Kanda University, Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Asia dan Universitas Waseda. Para peserta berjumlah 14 orang. Dalam lomba pidato ini, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo bertindak sebagai pendukung dan sponsor. Pemenang dari lomba pidato bahasa Indonesia adalah Ishikawa dan Risa. Mereka diberikan hadiah utama berupa tiket Tokyo-Denpasar PP oleh pihak KBRI.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Pengumuman CPNS ISI Denpasar 2009 Final

Pengumuman CPNS ISI Denpasar 2009 Final

Tutwuri Handayani

Tutwuri Handayani

Berdasarkan Surat Kepala Biro Kepegawaian Depdiknas Nomor: 7771/A4/KP/2009 tanggal 11 Nopember 2009 perihal  Pengumuman  PNS Tahun 2009, bersama ini kami umumkan daftar nama pelamar CPNS Institut Seni Indonesia Denpasar Tahun 2009 yang dinyatakan lulus (terlampir).  Peserta yang dinyatakan lulus agar segera menghubungi Sub Bagian Kepegawaian sej ak tanggal ditetapkan. Demikian untuk maklum.

Pengumuman Rektor

Daftar peserta yang dinyatakan lulus

Perayaan Tumpek Krulut di ISI Denpasar,  Pemujaan Seni Menuju Harmonisasi Alam

Perayaan Tumpek Krulut di ISI Denpasar, Pemujaan Seni Menuju Harmonisasi Alam

Tumpek klurut

Tumpek klurut

Denpasar- Sebagai sujud syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa,  dalam manifestasinya sebagai Dewa Iswara atas terciptanya suara-suara suci/tabuh dalam keindahan dan seni, maka pada hari Sabtu, kliwon, wuku Krulut (28 November 2009), ISI Denpasar mengadakan upacara persembahyangan bersama yang berlangsung setiap 6 bulan sekali. Dalam masyarakat, ‘tetabuhan’ sangat identik dengan “Gong”, bukan dengan istilah ‘gamelan’. Oleh karena itu pada hari ini juga sering disebut dengan Odalan Gong. Tujuannya adalah agar perangkat suara untuk kelengkapan upacara tersebut memiliki suara yang indah dan “taksu”. Dari alunan nada tersebut akan melahirkan gerak-gerak nan indah sebagai unsur seni. Dari keindahan itu, seni menjadi hiburan yang bertujuan untuk menyeimbangkan hidup.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., yang hadir disela-sela upacara mengungkapkan bahwa upacara Tumpek Krulut ini penting dilaksanakan, selain sebagai bentuk syukur juga untuk menyatukan hati dengan keindahan, sehingga kedamaian dunia lewat seni dapat terwujud. Perayaan ini sebagai revitalisasi spirit Tumpek Krulut.Pemahaman Tumpek Krulut adalah mendalapi spirit tetabuhan sehingga melahirkan kekuatan dan keteduhan. Nada dan bunyi memiliki kekuatan spiritual, dan alunan nada-nada merupakan proses menuju harmonisasi alam. Guna mewujudkan hal tersebut diperlukan perenungan dan menghaturkan syukur kepada Tuhan dalam menifestasinya sebagai Siwa.

Dengan menyatunya gamelan/ tari dan seniman itu sendiri, maka sebuah hasil karya seni yang luar biasa diharapkan terus lahir di kampus ISI Denpasar, sebagai kampus pencetak seniman akademik.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Dari Gladi Kotor Garapan Ekperimental Tari Baris dan Lawung “Kebo Iwa”,  Mampu Tingkatkan Intergrasi Bangsa

Dari Gladi Kotor Garapan Ekperimental Tari Baris dan Lawung “Kebo Iwa”, Mampu Tingkatkan Intergrasi Bangsa

IMG_4402Denpasar– Guna lebih memantapkan hasil pementasan garapan eksperimental Tari Baris dan Tari Lawung dengan judul “Kebo Iwa”, tadi pagi (29/11/2009) digelar gladi kotor yang bertempat di Panggung Terbuka Nertya Mandala ISI Denpasar. Garapan yang mempertemukan dua tradisi tari klasik dari dua budaya yang berbeda yaitu Bali dan Jawa ini berdurasi sekitar 1 jam, dengan melibatkan 18 orang Penata Tari,  14 orang Penata Kostum,    12 orang Penata Karawitan dan didukung oleh  sekitar ratusan orang seniman tari dan seniman tabuh. Penciptaan kolaborasi tari yang berjudul “Oratorium Tari Kebo Iwa Sebuah Eksperimen Tari” lebih menekankan pada garapan gerak tari, dan dibalut dengan cerita Kebo Iwa yang mengandung nilai keberagaman dan kesatuan untuk menjalin persatuan dan integrasi bangsa.

Proses garapan ini diawali dengan eksplorasi, improvisasi, forming, selanjutnya melakukan penuangan gerak melalui latihan sektoral tari dan latihan sektoral karawitan secara mandiri. Setelah terwujud baru selanjutnya diadakan latihan gabungan, disesuaikan dengan gerak atau tema yang diangkat. Setelah sesuai dengan ide garapan, dilanjutkan dengan gladi kotor dan gladi bersih. Sebagai puncaknya dilakukan Pementasan dan Perekaman Audio/Visual, kemudian hasilnya ditransfer ke dalam VCD/DVD sebagai wujud pelaksanaan Program Hibah Kompetisi B- Seni jurusan Seni Tari. Hibah Penciptaan ini diharapkan sebagai dokumentasi seni pertunjukan Nusantara bagi jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar sebagai Pusat Dokumentasi Seni Pertunjukan Indonesia.

Prof. Dibya sebagai Penata Artistik Garapan Oratorium Kebo Iwa

Prof. Dibya sebagai Penata Artistik Garapan Oratorium Kebo Iwa

Garapan yang akan dipentaskan pada 1 Desember 2009 nanti, merupakan Model Sosialisasi multimedia melalui penciptaan karya seni tari. Membuat karya seni kolaborasi berdasarkan seni tradisi nusantara untuk tujuan peningkatan integrasi bangsa. Menurut Penata Artistik Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST.MA, dalam karya ini akan digarap kolaborasi seni tari Jawa dan Bali dengan gerak-gerak tari lawung dan tari Baris yang akan dipadukan untuk mendapatkan sebuah gerakan kreasi baru atau model baru. Keduanya merupakan tari kepahlawanan yang menggunakan senjata tombak. Garapan ini merupakan sebuah eksperimen untuk mempertemukan tari Baris dengan tari Lawung. Dalam dance and drama disebutkan bahwa eksperimen menunjukkan kedekatan antara tari Baris dengan tari Lawung.

Garapan ini dilatar belakangi dengan dua wilayah budaya yang berbeda (Jawa dan Bali), namun sejak berabad-abad yang lalu, telah memiliki interaksi kultural yang sangat akrab. Oleh sebab itu banyak perwujudan ekspresi budaya yang datang dari kedua daerah ini memiliki kedekatan walaupun secara fisik Nampak berbeda. Baris dan Lawung adalah dua jenis tari klasik/ tradisional dengan latar belakang budaya yang berbeda; Baris dari Bali, Lawung dari Jawa Tengah. Dibalik perbedaan wujud fisik dari keduanya, terdapat beberapa kedekatan rasa estetis yang kiranya dapat dipertemukan untuk menghasilkan suatu garapan tari yang bernafaskan Jawa-Bali sebagai satu strategi untuk melahirkan tari-tarian yang bernafaskan Nusantara.

Ekperimen tari “Baris Lawung” pada dasarnya sebuah upaya kreatif untuk mempertemukan unsur-unsur dua budaya Indonesia yang berbeda. Garapan ini lebih mengutamakan olah tari, dengan mengedepankan bahasa gerak, dari pada bahasa verbal. Oleh sebab, kisah Kebo Iwa hanya dijadikan “tali” untuk menjalin rangkaian tari yang dihasilkan dari pengolahan kembali terhadap untus-unsur tari Baris dan Lawung.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Loading...