by admin | Mar 4, 2010 | Artikel, Berita
Oleh : Drs. I Wayan Sutha S., Jurusan Seni Murni, FSRD, DIPA 2007
Abstract penelitian
Berbagai jenis kayu yang ada di Bali dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, benda-benda seni atau kerajinan, baik dalam kaitannya dengan adat, agama, dan kehidupan sehari-hari maupun dalam hubunan dengan dunia pariwisata. Pemanfaatan kayu di desa Tegalasah banyak mengarah pada yang bersifat komersial, diolah sebagai barang-barang untuk kepentingan peralatan upacara Agama dan industri pariwisata. Benda-benda kerajinan yang bernuansa seni maupun dalam bentuk kerajinan pada umumnya banyak diminati oleh para konsumen baik lokal maupun wisatawan manca negara yang datang ke Bali.
Desain produk kerajinan kayu memerlukan inovasi dan kreativitas yang dinamis karena dari waktu ke waktu dsain produk kerajinan kayu sangatcepat berubah sesuai dengan selera pasar. Pengrajin di desa Tegalasah kebanyakan memproduksi barang-barang berupa dulang atau wanci, bocor, batil, pelangkiran dan lain-lainnya dengan model produksinya, yaitu “mass dan art produk” dan difungsikan untuk kepentingan sarana upacara agama Hindu dan cendramata.
Dalam memperindah kerajinan kayu yang diproduksinya pengrajin menggunakan tehin servi desain sebagai dekorasinya dengan menggunakan limbah tembikar yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan beberapa bahan lainnya sehingga berbentuk adonan yang mudah ditempelkan atau diplototkan. Tehnik ini merupakan langkah maju di dalam membuat ukiran temple sehingga barang-barang kerajinan kelihatan terarah mudah dan indah serta nyaman dipakai.
by admin | Mar 4, 2010 | Berita
JAKARTA, KOMPAS.com – Jangan dikira mahasiswa hanya menilai dosen dari kemampuan akademisnya. Dosen juga perlu pengembangan diri yang lain, khususnya tentang kepribadian dan soft skill. Dosen juga dituntut mesti punya watak yang baik. Dan mutlak, untuk itu dosen juga harus didukung soft skill yang baik pula. Demikian terungkap dalam orasi ilmiah yang disampaikan oleh dosen dan psikolog Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FPsi UI) Winarini Wilman bertema “Pendekatan Psikologi Dalam Optimalisasi Pengembangan Diri Dosen” di Kampus UI, Depok, Rabu (3/3/2010). Dia mengatakan, berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai dosen, persyaratan untuk menjadi dosen itu adalah lulus dari bidang tertentu dengan nilai tertentu. “Hanya dilihat secara akademis itu saja, itu pun karena ada gelarnya. Nilai memang dicek, tetapi tidak dicek pengetahuan kita secara menyeluruh,” ujarnya kepada Kompas.com.
Menjadi dosen, kata dia, ibarat terjun bebas. Lain halnya untuk menjadi seorang guru, lanjut Winarini, yang menurutnya harus menempuh pendidikan keguruan terlebih dulu. Sementara untuk dosen, tidak ada pendidikan secara khusus.
“Itu yang pertama. Yang kedua, dalam prosesnya memang ada kursus-kursus tentang pekerti atau applied aproach, tetapi isinya lebih menekankan pada pengetahuan tentang pengajaran, metode pengajaran dan sebagainya yang sama sekali tidak menyentuh soal-soal kepribadian diri dan soft skill,” tandas Winarini.
Menurutnya, kepribadian seorang dosen itu sangat besar peranannya dalam pengajaran kepada mahasiswa. Sebaliknya, mahasiswa pun mampu menilai kepribadian dosen mulai A sampai Z untuk dikatakan bisa mengajar dengan baik dan berhubungan baik dengan mereka.
Penelitian-penelitian terkait hal tersebut di atas, kata Winarini, sudah banyak dilakukan di luar negeri, termasuk di Malaysia dan Vietnam. Sebagai dosen yang juga psikolog, akhir Februari lalu Winarini pun baru saja membuat penelitian kecil mengenai optimalisasi pengembangan diri dosen, yang menjadi bahan orasi ilmiahnya ini.
“Tugas dosen itu mendidik, bukan cuma mengajar, dan ada tujuan-tujuannya untuk membentuk watak yang baik, sehingga dosen juga dituntut mesti punya watak yang baik. Dan mutlak, untuk itu dosen juga harus didukung soft skill yang baik pula,” ujarnya.
Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/03/03/1430506/Mutlak..Dosen.Punya.Kepribadian.dan.Soft.Skill.yang.Baik
by admin | Mar 3, 2010 | Berita
Setelah sebelumnya Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar kedatangan tamu dari Universitas Negeri Jakarta, kini giliran Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar, Jurusan Kriya yang dikunjungi oleh rombongan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang kemarin (2 Februari 2010). Rombongan yang terdiri dari 20 mahasiswa semester V dan VII serta 6 dari para dosen pembimbing, disambut oleh jajaran Dekanat FSRD (PD I: Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn., PD II: Drs. Made Bendi Yudha, M.Sn., PD III: Drs. D.A. Tirta Rai, M.Si), Ketua Jurusan Kriya ISI Denpasar Drs. I Ketut Muka, M.Si, serta para dosen di lingkungan ISI Denpasar. Dalam kunjungan yang terbilang singkat terungkap bahwa ISI Padang Panjang melalui Sekretaris Jurusan Kriyanya, Drs. Sumadi, M.Sn, bahwa ISI Pedang Panjang berencana akan mengadakan kerjasama dengan ISI Denpasar, yang nantinya dikuatkan oleh MOU. Beberapa program yang mungkin bisa terealisasi adalah adaya pertukaran dosen antara ISI Denasar dengan ISI Padang Panjang. Hal tersebut dikarenakan gaung dari kriya Bali sangat terkenal hingga ke mancanegara, sehingga pihak ISI Padang Panjang sangat menginginkan memperoleh ilmu dari para dosen Kriya dari ISI Denpasar. Ide tersebut sangat disambut baik oleh jajaran FSRD ISI Denpasar. Menurut Pembantu Dekan II, Drs. Made Bendi Yudha, M.Sn., timbal balik juga bisa dilakukan oleh ISI Padang Panjang, dimana untuk menambah wawasan ilmu tentang kriya seni dari Padang Panjang, maka perlu juga mendatangkan dosen terbang dari ISI Padang Panjang. Selain itu Jurusan Kriya ISI Padang Panjang juga menginginkan mengadakan pameran dan seminar bersama. Terutama mereka menginginkan ikut terlibat dalam event pameran seni kriya dalam ajang tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang sudah menginternasional. Dimana jurusan Kriya FSRD ISI Denpasar tidak pernah absen untuk mengikuti pameran tersebut.
Sementara menurut Ketua Jurusan Kriya FSRD ISI Denpasar, Drs. I Ketut Muka, M.Si., program-program dengan terobosan baru ini sangat baik untuk diterapkan, guna menarik simpati calon-calon mahasiswa untuk terjun ke Jurusan Kriya ISI Denpasar. Mengingat minat calon mahasiswa untuk belajar di Jurusan Kriya ISI Denpasar sangat minim padahal Bali menjadi pusat pasar kriya, tidak hanya ditingkat nasional bahkan internasional. Selain mendukung beberapa rencana program yang akan dicanangkan, guna membangkitkan kriya nusantara, untuk yang ketiga kaliya, para mahasiswa kriya dari berbagai universitas/ institut berkumpul mengadakan event tahunan yang bertajuk “Temu Karya Mahasiswa Kriya” . Untuk tahun 2010 ini, ISI Denpasar dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut, diantaranya menggelar pameran serta seminar bersama.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Mar 3, 2010 | Artikel, Berita
Oleh : (Dra. Ni Made Rai Sunarini, Jurusan Kriya,FSRD, DIPA 2007)
Abstrak Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan sample, dan analisa pembahasan dikakukan secara kualitatif. Pengambilan sample difokuskan di Desa Batubulan Kabupaten Gianyar dan Jalan Ida Bagus Mantra, Tohpati Denpasar. Pemanfaatan Batu Palimanan di Bali sebagai benda kerajinan teridiri dari 2 jenis yaitu batuan yang pertama sifatnya keras berwarna krem dan permukaannya bertekstur garis-garis yang tidak beraturan. Karea sifatnya yang keras banyak dipergunakan sebagai bahan tempelan pada dinding tembok, umumnya tembok untuk eksterior. Pemanfaatan ini selain sebagai dekorasi karena keindahan tekstur juga karean kekuatannya sehingga tahan terhadap cuaca. Batu jenis ini jarang dipergunakan sebagai benda, sulit diolah seperti diukir. Karena sifatnya keras dan kuat batuan –batuan jenis pertama juga dimanfaatkan sebagai lantai pengganti keramik lantai. Batuan Palimanan jenis kedua sifatnya lebih lunak sehinggalebih mudah diolah sebagai benda kerajinan, mudah diukir, dipahat, namun lebih kuat dari batu padas lokal yang warnanya abu-abu. Batuan jenis kedua ini banyak diwujudkan dalam bentuk patung dengan berbagai wujud dan ukuran, sebagai loster berukir, sebagai pelinggih, kap lampu, vas bunga dan sebagainya. Pemanfaatan batuan jenis ini sebagai kerajinan dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang jalan Desa Batubulan Kabupaten Gianyar. Teknik pemanfaatannya atau pembuatannya sebagai benda kerajinan dilakukan dengan teknik tempel dan ukir sesusai dengan benda yang diwujudkan. Keunggulan dibandingkan dengan batuan lokal lebih kuat dan lebih tahan terhadap cuaca, kareana sifatnya yang demikian tentu harganya lebih mahal.
by admin | Mar 3, 2010 | Berita, pengumuman
P E N G U M U M A N
No: 001/I-MHERE/IV/2010
Dengan ini diumumkan kepada seluruh dosen di lingkungan Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar, bahwa dalam rangka pengajuan proposal penelitian hibah I-MHERE periode tahun 2010 harap segera diajukan paling lambat tanggal 26 Maret 2010, dikumpulkan pada HEI-IU I-MHERE ISI Denpasar. Sistematika proposal disesuaikan dengan panduan. Panduan terlampir.
Denpasar, 2 Maret 2010
A/N Direktur Eksekutif I-MHERE ISI Denpasar
PJS. Direktur Eksekutif
I Made Brata, S.Sn., M.Sn.
NIP: 132 296 352