by admin | Mar 9, 2010 | Artikel, Berita
Oleh : Drs. A.A. Ngurah Gde Surya Buana, Jurusan Lukis ,FSRD. ,DM. Pusat 2007
Abstract penelitian
Latar belakang dan daya tarik memilih topik penelitian TRANSPORMASI RERAJAHAN SENI LUKIS BALI MODERN adalah karena penulis melihat banyaknya muncul lukisan-lukisan Bali modern yang memakai tema-tema rerajahan. Ketika memasuki tengah abad ke 21, telah terjadi perubahan-perubahan, terutama dalam seni lukis Bali modern, dalam irama penuh kreasi, ide, dan kreatifitas senimannya yang bersumber pada “rerajahan”. Rerajahan pada hekekatnya merupakan budaya Hindu Bali, sebagai suatu produk lokal genius. Hal ini dapat dilihat pada upakara panca yadnya, sarana pengobatan, ilmu penengen dan ilmu pengiwa. Antara rerajahan, tantra, dan mantram memiliki suatu keterpaduan yang sangat erat dan saling mendukung di dalam membangkitkan kekuatan magis sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masyarakat Bali. Transformasi Rerajahan Seni Lukis Bali Modern pada dasarnya telah dimlai sejak masuknya pengaruh budaya luar. Rudolf Bonnet dan Walter Spioes memberikan pengaruh kepada kehidupan seniman Bali untuk mengungkapkan ide –idenya secara bebas. Transpormasi rerajahan telah diawali pada zaman Pitha Maha, perubahan dan pembaharuan terjadi karena transformasi melalui akulturasi dan asimilasi yang berkaitan erat dengan penemuan baru. Rerajahan sebagai subyek mater diolah dan dilebur menjadi bentuk, fungsi dan makna baru, pada seni lukis Bali modern. Meskipun demikian Rerajahan yang erat hubungannya denag nAgama Hindu tetap disakralkan. Metode transpormasi dapat memberikan penghayatan ide-ide terhadap pelukis, melalui; Adopsi, Deprmasi, Abstraksi dan Setelirisasi rerajahan, sehingga terwujudlah suatu karya sni Bali modern yang berkepribadian, original dan segar.
Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah; untuk mendapatkan gambaran secara lebih mendalam dan jelas mengenai traspormasi rerajahan dalam kontek perubahan bentuk, fungsi dan makna, pada seni lukis ali modern. Penelitian ini menggunakan kerangka teori; estetika, yang menitik beratkan pada bentuk yang berhubungan dengan keindahan, teori struktural fungsional, untuk mengetahi fungsu suatu rangkaian kebutuhan naluri manusia yang berhubungan dengan seluruh kehidupan, teori semiotika, untuk membedah makna.
Metode yang digunakan adalah; dengan pendekatan kualitatif dengan mengidentifikasi obyek transpormasi rerajahan pada seni lukis Bali modern secara langsung. Data dipisahkan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari pelukisnya dan data sekunder didapat dari buku-buku refrensi yang relevan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Selanjutnya dilakukan pengkajian yang cermat, akurat terutama terhadap penyajian bentuk, fungsi dan makna transformasi rerajahan seni lukis Bali modern. Hasil analisis ditemukan, keberadaan rerajahan pada hakekatnya telah menunjukan perannya sebagai sumber inspirasi, sehingga adanya pergerakan perubahan budaya dari transformasi rerajahan menjadi suatu tema-tema atau bentuk baru, dari bentuk baru ke fungsi estetis dan dari fungsi estetis ke makna.
Dari perubahan dan pengaruh yang terjadi, transformasi rerajahan seni lukis Bali modern telah terhegemoni oleh pariwisata, art shop dan kolektor seni. Transformasi merupakan salah satu cara untuk mengekpresikan ide-idenya atau imaginasinya melalui bentuk-bentuk rerajahan, Dalam transpormasi tersebut unsur-unsur internal rerajahan, seperti nilai-nilai agama dan adat dilebur menjadi satu dengan disertai oleh pengaruh modern berupa olahan ide, teknik serta pengungkapan karya seni, memunculkan seni lukis bali modern yang bersifat individualistik dan mengandung nilai-nilai komersial.
by admin | Mar 9, 2010 | Artikel, Berita
Oleh : Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si., Jurusan Seni Murni, FSRD, DM. Pusat 2007
Abstract Penelitian
Kain bebali (wastyra wali) yang tumbuh dan berkembang di Daerah Karangasem, telah memberikan andil besar terhadap perkembangan didaerah Karangasem. Kain bebali merupakan bagian dari produk budaya, masuk dalam rumpun seni kriya, karean keberadaannya dihubungkan dengan kegunaan atau tujuan yang berkaitan dengan aktivitas sosial budaya masyarakat.
Setiap upacara keagamaan di Bali (Hindu) selalu menyertakan kain bebali segbagai sarana upacara. Kain bebali sebagai hasil dan aktivitas budaya yang dalam sistem sosial masysrakat tradisional memiliki keterkaitan yang erat dengan berbagai aktivitas ataupun upacara tradisional. Olek kareanya Kain bebali mampu menunjukna jati dirinya sebagai lokal genius, karena memiliki ciri khas tampilan mitif, warna dan keknik penemuannya. Terlebih lagi kain ini memiliki unsur visual sebagai simbol yang membawa arti tertentu, berdasarkan adat dan kepercayaan masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan kerangka teori estetika , menitik beratkan pada bentuk-bentuk yang bermakna estetis, yang dimanfaatkan untuk mengetahui fngsi dan muatan simbol serta makna kain bebali yang senantiasa mengalami perubahan.
Mengenai bentuk kain bebali dalam kehidupan masyarakat Daerah Karangasem dengan analisis bentuk dan jenis raqgam hiasnya serta elemen-elemen pembentuk keindahan merupakan tampilan dari kain tersebut,karena kain bebali sebagai benda pakai lebih mengedepankan keindahan tampilannya. Bentuk dan jenis kain geringsing dapat dilihat dari tampilan fisik yaitu kain panjang dan kain bundar sedangkan jenis kain bebali dapat diketahui dari tampilan ukuran, warna dan jenis motip yang digunakan dalam kain bebali tersebut yang semuanya merupakan simbol-simbol yang bernuansa serigius.
Berdasarkan bentuk dan jenisnya, fungsi kain bebali selain sebagai busana kain geringsing juga difungsikan sebagai sarana dan perlengkapan upacara agama dan adat. Di samping itu, kain bebali juga dipercaya sebagai penolak bala dan saran pengobatan yang didasari atas keyakinan dan kepercayaan. Fungsi lain dari kain bebali dalam kehidupan masyarakat Karangasem adalah fungsi pelestarian, dan fungsi pendidikan. Fungsi ini sangat melekat pada kehidupan budaya kain bebali karena setiap langkah kehidupan masyarakat pendukungnya selalu menghadirkan kain bebali yang dilandasi atas simbol-simbol yang tertera pada kain geringsing tersebut.
Makna kain bebali dalam kehidupan masyarakat Daerah Karangasem didasari atas nilai-nilai simbol yang melekat pada kain bebali tersebut, sehingga kain bebali tersebut, sehingga kain mempunyai nilai intrinsik dan ekstrinsik serta bermakna ganda di masyarakat pendukungnya. Makna kosmologi merupakan makna hubungan manusia dengan alam lingkungan yang selalu harmonis dan tertuang dalam bentuk-bentuk simbol yang merupakan ekspresi pengrajinnya. Sedangkan didalam makna kehidupan terlistas adanya makna kesejahteraan dan kebahagian bagi masyarakat pendukungnya. Repleksi kain bebali tercermin dalam kehidupan keseharian masyarakat pendukungnya dan merupakan harapan kedepan dari budaya Bali agar tetap dapat melestarikan nilai-nilai tradisional yang telah hidup dan berkembang di Daerah Karangasem serta telah dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakatnya.
Hasil analisis ditemukan bahwa keberadaan kain bebali pada mulanya hanya sebagai sarana upacara, pakaian adat dan pengobatan, akibat pengaruh pariwisata bentuk ragam hias kain bebali mengalami berkembang dan mengarah pada kepentingan industri pariwisata dan sekaligus menjadi sarana promosi untuk pariwisata namun tanpa menghilangkan eksistensinya sebagai karya tradisi, sesuai dengan fungsi yang direncanakannya, demikian pula maknanya berkembang menuju makna filosofi, kosmlogi, filosofi kehidupan, makan adat, makna kehidupan, dan makna simbolik.
by admin | Mar 9, 2010 | Artikel, Berita
Oleh : Yulinis, SST., M.Si., Jurusan Tari, FSP, DM. Pusat 2007
Abstract penelitian
Tari Payung merupakan tari tradisi Minangkabau yang saat ini telah banyak perubahan dan dikembangkan oleh senian-seniman tari terutama di Sumatra Barat. Awalnya tari ini memiliki makna tentang kegembiraan muda mudi (penciptaan) yang memperlihatkan bagaimana perhatian seorang laki-laki terhadap kekasihnya. Payung menjadi icon bahwa keduanya menuju satu tujuan yaitu membina rumah tangga yang baik. Keberagaman Tari Payung tidak membunuh tari payung yang ada sebagai alat ungkap budaya Minangkabau. Keberagaman tersebut hanyalah varian dari tari-tari yang sudah ada sebelumnya. Sikap ini penting diambil untuk kita tidak terjebak dengan penilaian bahwa varian tari yang satu menyalahi yang lainnya. Sejauh tri terseut tidak melenceng dari akar tradisinya, maka kreasi menjadi alat kreativitas seniman dalam menyikapi budaya yang sedang berkembang.
Penelitian ini memakai teori perubahaan yang dikembangkan oleh Herbert Spencer. Teori perubahan akan dipakai untuk melihat perkembangan yang terjadi pada tari payung. Teori lain yang akan mendukung adalah teori akulturasi yang dikembangkan oleh Koentjaraningrat dan GM. Foster. Teori ini dipakai untuk melihat budaya apa saja yang mempengaruhi perkembangan tari payung dari dulu hingga sekarang. Jumlah penari dalam tari payung selau genap dan selalu berpasangan, bisa tiga atau empat pasang. Kalaupun ada gerakan lelaki berpindah pasangan, bukan berarti hatinya terbagi dua atau lebih, akan tetapi hanya wujud dari kreasi yang dimainkan. Pada hakekatnya mereka hanya satu pasang, tetapi divisualkan dalam bentuk banyak. Hal ini bisa dlihat dari kostum yang dimainkan, dimana seluruh penari permpuan berpakaian sama, begitu dengan penari laki-laki yang semuanya juga sama. Payung yang dimainkan juga berbentuk sama. Tari Payung sejak mulanya telah mengalami perkembangan yang sangat berarti terutama oleh seniman-seniman muda Minagkabau. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh tingkat keilmuan yang sudah beragam. Pengaruh gaya dari mana saja msuk menyentuh wilayah seni, tidak terkecuali tari payung. Melayu merupakan unsur utama dalam mempengaruhi gerak tari payung. Begitu juga dengan pola gerak barat, sedikit banyak menyentuh wilayah ini. Senian pembaharu tari payung menjadikan fungsi seni tari itu bergeser dari ritual adat menjadi seni untuk profan yang perkembangannya sangat pesat.Fungsi seni ritual tidak mengalami perkembangan yang berarti, karean seni ritual didukungh oleh pakem-pakem yang jelas dan sulit untu diubah, bahkan tidak mungkin untuk diubah, karena dia berkaitan dengan persolan adat yang memiliki hukum-hukum yang jelas. Berkaitan dengan hal itu, seniman pebaharu tari payung memasuki gerak-gerak yang inovatif supaya bisa menyeimbangkan antara seni profan dengan seni ritual. Mereka hanya memasuki wilayah seni profan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dijual untuk masyarakat luas.
Seniman pembaharu tari payung melakukan tindakan dalam membentuk gaya baru dalam tyari payung agar keteraturan dan arah yang diinginkan dalam dunia kreativitas bisa terjaga dengan baik tanpa adanya konflik yang merusak sosial itu sendiri. Sistem sosial di Minangkabau memiliki sebuah tipe tertentu yang berbeda dengan sistem sosial yang lain.
by admin | Mar 8, 2010 | pengumuman
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan, Jakarta 10002
Telp./Fax. (021) 57946052
Nomor : 194/D4.4/2009 27 Januari 2010
Lamp :
Hal : Pendaftaran Beasiswa Sandwich-like ke Luar Negeri Tahun 2010
Kepada Yth. : Direktur Program Pascasarjana Pengelola BPPS
Di Perguruan Tinggi
(Daftar terlampir)
Dalam upaya meningkatkan kualifikasi dosen di program Pascasarjana perguruan tinggi, tentang Program Magang (Sandwich-like) ke luar negeri tahun anggaran 2010, dengan ini kami sampaikan hal –hal sebagai berikut :
- Beasiswa Program Magang (sandwich-like) ke luar negeri diperuntukkan bagi mahasiswa Pascasarjana program S3 di dalam negeri, yang terdaftar pada salah satu Program Pascasarjana Penyelenggara BPPS;
- Beasiswa Program Magang (Sandwich-like) ke luar negeri terbuka bagi semua dosen tetap (PNS, PTS dan tetap Yayasan) dari PT di seluruh Indonesia yang sedang terdaftar dan aktif pada satu Program Pascasarjana Penyelenggara BPPS;
- Kegiatan Program Magang (Sandwich-like) ke luar negeri, meliputi (a) Melakukan kerja lapangan atau analisis laboratorium dan data; (b) Melakukan penelitian baik di lapangan maupun di laboratorium; (c) Melakukan studi kepustakaan dalam penyempurnaan proposal penelitian atau penulisan disertasinya; (d) mengembangkan metodologi penelitian sesuai dengan perkembangan terkini; atau (e) Menyelesaikan penulisan tugas akhirnya;
- Calon harus menyerahkan semua dokumen yang diperlukan, meliputi: (a) Form-A Luar Negeri Ditjen Pendidikan Tinggi; (b) Rencana program kerja yang akan dilakukan selama berada di PT Luar Negeri dan telah disetujui oleh Ketua Komisi Pembimbing di Indonesia; (c) Surat Rekomendasi yang ditulis oleh Ketua Komisi Pembimbing pada PPs PT Pengusulnya; (d) Surat keterangan bahwa PT luar negeri yang dituju siap menerima mahasiswa yang bersangkutan, atau mempunyai Memorandum of Understanding (MoU) antara PT dalam negeri dengan mitranya di luar negeri; dan (e) Bukti kemampuan berbahasa asing yang sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh PT luar negeri yang dituju, seperti nilai TOEFL (minimal 500) atau IELTS (minimal 5.5);
- Calon telah menyelesaikan semester 2 dari program S3-nya. Calon yang berminat dan telah memenuhi persyaratan point 4 dapat mengajukan lamarannya ke Direktur/Dekan Program Pascasarjana tempat calon melakukan studi.
- Direktur/Dekan Pascasarjana melakukan seleksi administrasi bagi para pelamar tersebut.
- Direktur/Dekan Pascasarjana selanjutnya mengirimkan daftar pelamar yang telah lolos seleksi administrasi paling lambat tanggal 31 Maret 2010 ke Direktorat Ketenagaan, Ditjen Pendidikan Tinggi, melalui Fax (021) 57946052 atau email ke [email protected].
- Selanjutnya Tim Ditjen Pendidikan Tinggi bersama-sama dengan Pascasarjana melakukan seleksi/wawancara terhadap pelamar. Jadwal wawancara akan ditentukan bersama-sama kemudian.
- Dana yang disediakan untuk Program Magang (Sandwich-like) berjangka waktu maksimal 4 (empat) bulan;
- Komponen biaya yang diberikan untuk program Magang (Sandwich-like) adalah : (a) Institutional/Bench fee; (b) Biaya hidup (standar Dikti); (c) Asuransi kesehatan (at cost); (d) Biaya buku (standar Dikti); (e) Bahan habis pakai (consumables) (standar Dikti); dan (f) Perjalanan dengan pesawat pp kelas ekonomi (at cost);
Demikian pemberitahuan ini, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.
Direktur Ketenagaan
ttd
Muchlas Samani
NIP. 130516386
Tembusan :
1. Dirjen Dikti
2. Kasubdit Pengembangan Ketenagaan
Lampiran :
1. Form-A
2. Daftar Program Pascasarjana
Sumber: http://ditnaga.dikti.go.id/ditnaga/opendoc.php?page=0&exp=0&id=429&date=2010-03-08%2010:54:58
by admin | Mar 8, 2010 | pengumuman
Nomor:488/I5.12.1/DT/2010
Hal:VideoConference Akademisi Berprestasi
Dengan Hormat, menunjuk surat Dirjen Dikti nomor 244/D/T/2010 tanggal 3 Maret 2010 perihal tersebut diatas, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi akan melakukan video conference tentang pemilihan Akademisi Berprestasi, yang meliputi bidang Mahasiswa,Dosen,Ketua Prodi,Laboran,Pustakawan,Tenaga Administrasi,dan Tenaga Pengelola Keuangan Berprestasi.
Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon kehadiran Saudara nanti pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 9 Maret 2010
Pukul : 14.30-17.00 WITA
Tempat : Pusat Komunikasi ISI Denpasar
Acara : Sosialisasi Akademisi Berprestasi 2010
Demikian disampaikan, atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.
an. Rektor
Pembantu Rektor 1
Drs. I Ketut Murdana, M.Sn
NIP.19572311985031009