by admin | Aug 29, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar
- 1. Zaman Prasejarah
Berdasarkan bukti-bukti prasejarah, Bali telah melalui beberapa tahapan zaman/kebudayaan. Pada zaman paleolitikum dengan bukti-bukti di daerah Sembiran dan Trunyan terdapat perkakas terbuat dari batu berupa kapak genggam batu yang buatannya masih kasar. Dari zaman batu kasar, berpindah pada zaman batu muda dengan peninggalan berupa kapak-kapak batu, beliung-beliung batu, yang telah dihaluskan, sekarang sebagian di simpan di musium Bali dan sebagian lagi di musium Jakarta. Peninggalan-peninggalan tersebut, tersebar hampir diseluruh Bali, seperti di Palasari, Kediri, Bantiran, Kerambitan, Payangan, Ubud, Pejeng, Salunglung, Kesiman, Selat, Nusa Penida, dan beberapa desa di Bali Utara Soekmano, Sejarah Kebudayaan Indonesia II, (Yoyakarta). Zaman batu Muda ini menurut para ahli sejarah kemungkinan telah berkembang di Bali antara 2000 sampai 3000 tahun sebelum Masehi (Soekmano. Sejarah Kebudayaan Indonesia II, (Yoyakarta),.
Zaman perunggu di Bali terjadi beberapa abad sebelum masehi dengan ditemukannya seni menuangkan logam atau disebut dengan kebudayaan Dongson yaitu sebuah kebudayaan yang berkembang dari daerah Tongkin di Indo Cina. Bukti-bukti peninggalan kebudayaan Dongson, misalnya di beberapa tempat ditemukan kapak-kapak, beliung yang terbuat dari perunggu. Bukti lainnya adalah peti mati terbuat dari batu yang dinamakan sokarpagus ditemukan di daerah Gilimanuk, Tabanan, dan Gianyar. Pada zaman Dongson ada cara menyimpan mayat dalam batu yang sama sekali bukan sebagai pengaruh Hindu. Caranya, mayat terlebih dahulu dikecilkan dan disimpan di dalamnya, kemudian dimasukan benda-benda dari perunggu, manik-manik, kain-kain, dan piring-piring yang bergambar.
Alur Perkembangan Kebudayaan Bali I, Selengkapnya
by admin | Aug 29, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar
Sejarah world music sendiri menurut literatur – diawali tahun 1889 tatkala Achille Claude Debussy, atau yang lebih dikenal sebagai Claude Debussy sebagai komposer terkemuka dunia, memboyong rombongan gamelan Jawa. Mereka didatangkan langsung dari Yogyakarta, lewat laut (!) untuk meramaikan perayaan 100 tahun Revolusi Perancis. Kemudian pada 1900, giliran rombongan Gamelan Bali yang didatangkan langsung ke Paris, juga oleh Debussy. Pada masa itu, mulailah dikenal sebagai apa yang disebut sebagai non-western music. Dan hasil penampilan Gamelan Jawa dan Bali tersebut, memang menghebohkan dan sangat mengejutkan
Hal yang sama juga dilakukan Guruh Soekarno, yang di ujung tahun 1975 menggamit Gipsy Band yang bermarkas di Jl. Pegangsaan, untuk berlatih memadukan gamelan Bali dengan musik rock. Sebelumnya Guruh memang telah belajar musik dan gamelan Bali pada Kompiang Raka, instruktur kesenian Bali Saraswati yang markas latihannya ada di Taman Ismail Marzuki, “Waktu itu Guruh masih sekolah di SMA Cikini, dia belajar kesenian Bali secara intens. Saya kira, jika orang mau serius melakukan eksplorasi seni di jenis kesenian yang berbeda, maka ia memang harus mengetahui secara mendalam kesenian yang berbeda itu. Guruh menguasai musik Barat sama baiknya dengan penguasaannya pada budaya Bali. Jadi tatkala ia membawa repertoar baru Chopin Larung, Geger Gelgel, Barong Gundah dan lain-lain itu, orang nggak lagi meragukan kapasitasnya sebagai seniman. Istilahnya, bisa dipertanggung-jawabkan hasilnya, “ pendapat Kompiang Raka. Guruh Soekarno menyetujui pendapat itu, “Minimal, saya telah punya dasar tentang kesenian Bali secara dalam dulu. Waktu kuliah di Belanda, saya juga membentuk komunitas kesenian Bali dan bermain bersama teman-teman di kampus maupun luar kampus, “ kata Guruh Soekarno.
Perkembangan World Musik selengkapnya
by admin | Aug 29, 2010 | Artikel, Berita
Oleh Ni Luh Desi In Diana Sari
Selain peranya sebagai penyampai pesan komunikasi, huruf mempunyai dampak pada ruang dalam suatu layout dua dimensi.
Dalam menentukan jenis huruf dan ukuran yang cocok, perlu memahami beberapa hal berikut: Jenis huruf yang berbeda mempunyai ukuran yang berbeda walaupun menggunakan satuan ukuran yang sama (point).
Walaupun sudah disamakan ketinggian hurufnya dari baseline sampai capline secara manual (Tidak lagi menggunakan satuan point huruf masing – masing), namun secara optis tidak sama tinggi. Ini disebabkan beberapa faktor, antara lain: x-height yang berbeda, beda tebal tipis (stem stroke & hairline stroke), Pengaruh optis dari serif (kait pada huruf) dan lain – lain. (Rustan, 2008:18)
Letter Spacing adalah jarak antar huruf atau karakter, sedangkan istilah kerning sebenarnya adalah pengaturan ruang atau jarak antara karakter yang satu dan yang lain dengan tujuan untuk meningkatkan keterbacaan. Sebaiknya semakin kecil ukuran huruf, jarak antara huruf semakin diperbesar, sebaliknya apabila ukuran huruf lebih besar dari ukuran normal, sebaiknya jarak antar hurufnya diperkecil.
Word spacing adalah jarak antarkata. Word spacing sebaiknya mengikuti letter spacing. Makin lebar letter spacing, word spacing sebaiknya semakin lebar pula. Word spacing harus diatur untuk menghindari terjadinya river.
Tipografi dalam Layout selengkapnya
by admin | Aug 28, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Ni Ketut Rini Astuti
Dalam suatu manajemen pemasaran, iklan merupakan salah satu bagian penting untuk memperkenalkan suatu produk kepada konsumen. Secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media atau dengan kata lain cara menjual melalui penyebaran informasi. Menurut Kustadi Suhandang (2005 : 13) periklanan (advertising)adalah suatu proses komunikasi massa yang melibatkan sponsor tertentu,yakni si pemasang iklan (pengiklan), yang membayar jasa sebuah media masa atas penyiaran iklannya, misalnya, melalui program televise. Adapun iklannya itu sendiri biasanya dibuat atas pesanan si pemasang iklan, oleh sebuah agen atau biro iklan; atau bisa saja oleh bagian Humas (Public Relation) lembaga pemasang iklan itu sendiri.
Periklanan dapat juga dianggap sebagai sebuah institusi sosial, sebab banyak lembaga kemasyarakatan yang terlibat di dalam proses pembuatan dan penyajian iklannya. Penelitian pada abad-abad peralihan membuktikan bahwa sepintas lalu iklan memperlihatkan nilai-nilai kehidupan pada setiap zamannya. Iklan barang dan jasa menunjukkan seuatu gambaran, bagaimana orang hidup dan menginginkan kehidupannya. Demikian pula gaya iklan pada zamannya, seperti gaya mereka pada zaman itu, menampilkan banyak tentang perbendaharaan kata waktu itu, apakah mengenai kepentingan umum ataupun pendapat umumnya. Dengan demikian periklanan bisa dianggap sebuah cermin masyarakat, atau bisa juga dianggap sebagai pengaruh dari zamannya.
Tugas pokok periklanan adalah mengkomunikasikan informasi seefisien mungkin kepada orang-orang yang beratus ribuan jumlahnya. Dalam kegiatannya, ia melakukan fungsi ekonomi yang terpenting bagi si pemasang iklan dan khayalak. Dia menolong khalayaknya untuk mengambil tindakan ekonomis yang lebih baik dengan memberi tahu mereka tentang barang dan jasa. Ia melengkapi si pemasang iklannya dengan suatu mekanisme komunikasi ekonomis bagi khayalaknya. Dalam pengertian khusus secara ekonomis, periklanan merupakan padanan bagi barang-barang baru. Dalam banyak hal, memperkenalkan produk baru tidak akan bisa dikerjakan dengan mudah apabila periklanan tidak bisa memberitahu orang-orang tentang produk tersebut.
Dengan demikian periklanan merupakan kegiatan yang terkait pada dua bidang kehidupan manusia sehari-hari, yakni ekonomi dan komunikasi. Dalam bidang ekonomi periklanan bertindak sebagai salah satu upaya marketing yang strategis, yaitu upaya memperkenalkan barang baru atau jasa untuk dapat meraih keuntungan sebanyak mungkin. Dalam hal ini periklanan merupakan suatu kekuatan menarik yang ditujukan kepada sejumlah pembeli tertentu, hal mana dilakukan oleh produsen atau pedagang agar dapat mempengaruhi penjualan barang atau jasa dengan cara yang menguntungkan (Baarle, 1946 : 1). Jadi periklanan merupakan salah satu teknik untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan sehingga mnguntungkan produsen atau penjual. Sedangkan dalam bidang komunikasi, periklanan merupakan proses atau kegiatan komunikasi yang melibatkan pihak-pihak sponsor (pemasang iklan), media massa, dan agen periklanan (biro iklan). Ciri utama dari kegiatan dimaksud adalah pembayaran yang dilakukan para pemasang iklan, melalui biro iklan atau langsung, kepada medioa massa terkait atas dimuat atau disiarkannya penawaran barang atau jasa yang dihasilkan si pemasang iklan (pengiklan) tersebut (Aaker, 1975 : 3).
Baliho Selengkapnya
by admin | Aug 28, 2010 | Berita
JAKARTA, KOMPAS.com – Pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang meminta pembatalan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan atau BHP, pemerintah akan menyiapkan Rancangan Undang-Undang pengganti yaitu UU No. 9 Tahun 2009 tentang BHP yang dibatalkan.
Namun, sebagai transisi sebelum adanya UU pengganti tersebut, selama tiga tahun ini, pemerintah menyiapkan peraturan pemerintah (PP). Ketentuan tersebut adalah PP yang isinya merevisi PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh saat ditanya pers, seusai rapat mengenai Badan Hukum Pendidikan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (26/8/2010) sore.
Rapat yang dipimpin Wakil Presiden Boediono dihadiri sejumlah menteri di antaranya Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana dan tujuh rektor perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada dan lainnya. Wapres Boediono sebelumnya diperintahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengonsolidasi tindak lanjut pembatalan UU BHP oleh MK.
“Jadi, kita amankan dulu perguruan tinggi yang kini menjadi Perseroan Terbatas Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN) dengan cara memayunginya dengan PP. Dengan demikian, BHMN yang ada tetap berjalan. Nah, BHMN ini akan berjalan selama tiga tahun. Ini transisi saja. Bersamaan, dengan itu, kita akan membuat UU BHP sebagai amanah dari UU Sistim Pendidikan Nasional dan amar putusan MK,” tandas Nuh.
Menurut Nuh, dalam waktu tiga tahun ini, BHMN itu harus memiliki payung hukum. Oleh karena itu, kita siapkan revisi PP No. 17 Tahun 2010. Sebab, PP tersebut belum memuat mengenai tata kelola universitas tersebut. “Dengan adanya revisi PP tersebut, kita harapkan BHMN bisa tetap beroperasi,” tambah Nuh.
Akan tetapi, lanjut Nuh, amanat MK lagi, pengelolaan keuangan BHMN harus tunduk pada UU Keuangan Negara. Padahal, mereka sekarang tidak mengikuti ketentuan UU Keuangan Negara. “Sebab, dulunya didasarkan pada PP yang memiliki otonomi bebas,” kata Nuh.
Di tempat yang sama, Juru Bicara Wapres, yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa Yopie Hidayat menyatakan, pemerintah juga menjajaki kemungkinan adanya PP lainnya mengenai Badan Layanan Umum (BLU), yang mengakomodasi masalah pengelolaan keuangan.
“Wapres meminta Mendiknas untuk berkoordinasi langsung dengan para rektor agar PP-nya segera bisa diterbitkan,” demikian Yopie.
Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/08/26/20190424/Pemerintah.Siapkan.Aturan.Transisi