M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Dirjen PNFI Usulkan Lomba Cipta Lagu Anak

Dirjen PNFI Usulkan Lomba Cipta Lagu Anak

Jakarta – Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Hamid Muhammad berpesan agar dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun depan diadakan lomba yang lebih kreatif dan produktif. “Misalkan lomba membuat animasi anak-anak. Di lingkungan kita kan banyak cerita-cerita rakyat yang itu mengajarkan tentang pendidikan watak, masalah kejujuran, masalah disiplin kemudian contoh yang baik,” ucapnya ketika memberikan penghargaan kepada pemenang lomba kreativitas dan kreasi seni dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2010, pada Rabu, (21/07) di gedung E lantai 3, kantor Kemdiknas.

Menurut dia, jika lomba animasi belum memungkinkan, paling tidak lomba mengarang cerita rakyat. “Yang bagus kita berikan penghargaan, dikasih hak cipta/copyright dan itu kita terbitkan atau kita beli hak ciptanya terus kita masukkan di website kita, dan itu boleh diproduksi siapa pun untuk kepentingan PAUD (pendidikan anak usia dini),”  tuturnya.

Hamid juga menyarankan adanya lomba mencipta lagu anak-anak. “Memang banyak penyanyi cilik tapi nyanyiannya orang dewasa. Kenapa kita tidak bisa melombakan ini, dan saya yakin akan muncul lagu-lagu yang bagus dan itu bisa kita perkenalkan kepada anak-anak,”  ucapnya.

Pada kesempatan itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal  memberi penghargaan kepada pemenang lomba kreativitas dan kreasi seni, yang telah dilakukan di lingkungan Kemdiknas. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Hamid Muhammad dengan didampingi Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sujarwo Singo Direjo.

Ada 46 pemenang dari tiga kelompok yang dilombakan. Pemenang terbagi atas kelompok lomba jurnalistik. Di kelompok ini, terbaik I diraih Mustopa dari Harian terbit Jakarta Timur, terbaik II Gusnaldi dari Harian Singgalang Padang, terbaik III James Pandopotan Pardede dari Harian Analisa Medan. Lalu, Harapan I Wahyu Kuncoro dari Harian Birawa Surabaya, Harapan II Harjoni Desky dari Harian Aceh Lhokseumawe, Harapan III Erna Yuliawati dari Kabupaten Serang.

Untuk Kelompok Lomba Lembaga PAUD Berprestasi tingkat nasional yaitu kategori Taman Penitipan Anak (TPA), terbaik I diraih oleh TPA Griya Nanda DWP UIN Sunan Kalijaga DI Yogyakarta, terbaik II TPA Ananda Mandiri Kabupaten Tegal, terbaik III diraih TPA Al-Firdaus Kota Bekasi. Lalu, dan Harapan I diraih TPA Rumah Kita Kota Bogor, Harapan II TPA Addiroyah Kabupaten Bandung, Harapan III TPA Al-Ishlah Kota Gorontalo.

Kategori Kelompok Bermain (KB), terbaik I diraih KB Avicenna Kabupaten Tangerang, terbaik II KB Taman Pendidikan Prasekolah Al-Firdaus Kota Surakarta, terbaik III KB Aisyiyah 38 Kabupaten Lamongan, Harapan I KB Uswah Hasanah Perwira Kabupaten Lebak, Harapan II KB Prima Sakinah Kota Bekasi, Harapan III KB Bungan Bangsa Kota Semarang.

Kategori Pos PAUD, terbaik I Pos PAUD Tunas Melati Kota Yogyakarta, terbaik II Pos PAUD Intan Kota Jakarta Utara, terbaik III Pos PAUD Sedap Malam Kota Depok, dan harapan I diraih Pos PAUD Mutiara Kabupaten Karawang, harapan II Pos PAUD Aninda Kota Jakarta Timur, harapan III Pos PAUD Ngudi Rukun Kabupaten Gunung Kidul.

Sedangkan pada Kelompok Pemilihan Organisasi Mitra Berprestasi tingkat Nasional tahun 2010 yaitu kategori HIMPAUDI, terbaik I HIMPAUDI Kota Malang, terbaik II HIMPAUDI Kota Denpasar, dan terbaik III HIMPAUDI Kota Bogor. Kategori FORUM PAUDI, terbaik I FORUM PAUDI Kabupaten Sukabumi, terbaik II FORUM PAUDI Kota Yogyakarta, dan terbaik III FORUM PAUDI Kota Cirebon.

Kategori Muslimat NU, terbaik I Muslimat NU Kabupaten Ciamis, terbaik II Muslimat NU Kota Batu, dan terbaik III Muslimat NU Kabupaten Pekalongan. Kategori Aisiyah, terbaik I Aisiyah Banten, terbaik II Aisiyah Kabupaten Sukohardjo, dan terbaik III Aisiyah Jakarta Selatan.

Kategori Gabungan Organisasi Wanita (GOW), terbaik I GOW Kabupaten Kebumen, terbaik II Kabupaten Kendal, dan terbaik III GOW Kota Cimahi.

Selanjutnya, Kategori PKK, terbaik I TP. PKK Kota Yogyakarta, terbaik II TP. PKK Kota Padang Panjang, dan terbaik III TP. PKK Kabupaten Parigi Moutong. Kategori pemilihan tokoh masyarakat, terbaik I diraih Nur Cholimah, terbaik II Sumijarto, terbaik III Hj. Anna Anggraeni.

Sedangkan untuk kategori penghargaan jalan sesama rencananya akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan pada 23 Juli 2010 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Penghargaan yang diberikan kepada pemenang yakni berupa uang tunai, trofi, dan piagam penghargaan. (nasrul)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/7/22/dirjen-pnfi-usulkan-lomba-cipta-lagu-anak.aspx

Study Ekskursi

PENGUMUMAN

DIBERITAHUKAN KEPADA SEMUA MAHASISWA FSRD ISI DENPASAR YANG MENDAFTAR IKUT STUDI EKSKURSI, AGAR BERKUMPUL PADA :

HARI/TGL.     : JUMAT, 3 SEPTEMBER 2010

JAM                 : 09.00 WITA

TEMPAT         : RUANG KULIAH FSRD ISI DENPASAR

ACARA            : PENGARAHAN PD III FSRD ISI

DENPASAR

DEMIKIAN KAMI SAMPAIKAN, ATAS PERHATIAN DAN KERJASAMANYA DIUCAPKAN TERIMAKSAIH.

Denpasar, 30 Agustus 2010

A.n. Dekan,

Pembantu Dekan III,

Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si

NIP. 19570423 198710 1 001

Syafiudin Yang Merebut Tropi dan Piagam  Presiden SBY Tahun 2010 Diterima Rektor

Syafiudin Yang Merebut Tropi dan Piagam Presiden SBY Tahun 2010 Diterima Rektor

Syafiudin mahasiswa semester III Program Studi Fotografi, FSRD, ISI Denpasar berhasil membawa nama baik Bali, ISI, dan PS.Fotografi ke tingkat nasional, dengan menjuarai lomba foto yang bertajuk “Indonesia Membangun” 2010 diantara 459 peserta dari seluruh provinsi Indonesia, dan Syafiudin selain mendapat hadiah uang tunai, mereka juga mendapat tropi dari presiden dan langsung diserahkan oleh RI 1. Selanjutnya, foto-foto peserta dipamerkan di Galeri Nasional, 20-25 Agustus secara langsung. Mahasiswa fotografi ISI Dps ini merupakan salah satu mahasiswa berprestasi yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan seni tinggi di Bali ini. Rektor ISI Prof. Dr. I Wayan Rai,S.MA, didampingi oleh PR I Drs. I Ketut Murdana, M.Sn., Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu,M.Si dan Ketua Program Studi I Komang Arba Wirawan.,S.Sn,M.Si mengucapkan selamat, dan penghargaan dari lembaga (27/8) kemarin di ruang rektor.

“Saya mengucapkan selamat kepada mahasiswa berprestasi, dengan merebut piala presiden dan piagam penghargaan tingkat nasional, lembaga memberikan beasiswa sebagai apresiasi, dan akan diselenggarakan pameran mahasiswa ISI Denpasar berprestasi 2010” kata Rai. Seluruh prestasi mahasiswa yang diraih oleh Fak. Seni Pertunjukan dan FSRD, seperti Peksiminas, PMW, PIMNAS dan berbagai lomba foto dan pameran seni lukis akan dipamerkan sehingga mejadi inspirasi bagi mahasiswa baru ISI yang mengalami peningkatan 23 persen tahun ini.

Setelah menerima mahasiswa Rektor ISI Prof Rai selanjutnya menerima delegasi “Truly Bagus” pameran, seminar dan workshop di Cullity Galery Faculty of Architecture, Landscape, and Visual Arts, The University of Western Australia, yang dipinpin dekan FSRD. Penerimaan delegasi yang telah sukses membawa nama Bangsa, Bali dan ISI dengan pertunjukan tari Baris pada rangkaian HUT Kemerdekaan RI 65 di Konsulat Perth yang lalu. “Saya mendapat laporan pameran, seminar dan workshop telah berjalan dengan sukses”ungkap Rai. Untuk itu kita tidak berhenti hanya sampai disini namun program”Truly Bagus” ini akan terus dikembangkan, Imbuhnya.

Pada kesempatan penyerahan piagam penghargaan oleh A/Professor Paul Trinidad Lecture Faculty of Architecture, Landscape and Visual Arts, mengucapakan terimakasih kepada Rektor ISI atas dukungannya. “Saya mengucapkan terimakasih, atas dukungan Rektor dari hati, semoga program selanjutnya workshop pada oktober nanti berjalan sukses”harap Paul. Dimana direncanakan pada bulan oktober 2010, A/Prof. Paul Trinidad, Prof. Patrick Beale, Prof. Grant Revell akan melakukan pembicaraan dan kerjasama yang lebih luas lagi pada masa yang akan datang.

Kedatangan delegasi dari ALVA Perth Australia akan dipimpin Winthrop Professor Anderson dekan, yang sangat puas dengan delegasi FSRD ISI Denpasar dengan program “Truly Bagusnya” “semoga kegiatan ini menjadi jembatan kebudayaan antar Indonesia dan Australia” imbuh Paul penggagas “Truly Bagus Project”.

Mahasiswa Baru

Serangkaian acara penerimaan dan pengenalan kegiatan akademik dan kemahasiswaan kampus bagi mahasiswa baru berlangsung dengan lancar  ditutup, oleh PR III, Drs. I Made Subrata.,M.Si, bahwa penerimaan dan pengenalan kegiatan akademik kampus ditekankan pada pengenalan akademis, system perkuliahan, manajemen organisasi, karya tulis ilmiah, serta penceramah mengenai narkoba dari POLDA Bali, tanpa ada yang bersifat fisik. Pesan Rektor agar MABA dapat menjaga nama baik ISI sebagai Institusi seni yang terhormat bagi masyarakat Bali. Selanjutnya Sabtu (28/8)  hari ini dilaksanakan pewintenan Saraswati bagi MABA ISI tahun 2010

Keterangan foto:

Rektor ISI Dps, Prof.Dr.I Wayan Rai,S.MA, (no2 dari kanan) foto bersama mahasiswa Syafiudin (tengah) Mhs Fotografi FSRD,ISI Dps, seusai diterima rector ISI Dps serangkaian menjuarai Lomba Foto Tk Nasional Tropi Presiden SBY, selain itu mendapatkan piagam dan hadiah uang pembinaan 15 juta rupiah.(Jumat/27/8)

Humas ISI Denpasar

Pendidikan Anak Usia Dini Jadi Program Utama

Pendidikan Anak Usia Dini Jadi Program Utama

Jakarta — Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional mengingatkan, dari enam program utama yang tercantum dalam rencana strategis kementerian, pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah yang pertama dan utama.

“Karena itu saya minta betul kepada kita semua para praktisi, para pemerhati dan semua yang peduli terhadap PAUD, mari kita optimalkan upaya-upaya menangani PAUD ke depan,” kata Hamid ketika memberikan penghargaan kepada pemenang lomba kreativitas dan kreasi seni dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2010, pada Rabu, (21/07) di gedung E lantai 3, kantor Kemdiknas.

Hamid juga mengingatkan, pada akhir 2014 target minimal 72,9 persen angka partisipasi PAUD harus tercapai. Menurut dia, target dalam lima tahun mendatang ini luar biasa ambisius. “Sekarang ini posisinya 53 persen artinya selama 5 tahun kita diminta menaikkan 20 persen angka partisipasi, sehingga rata-rata setiap tahun 4 persen harus naik dari sekitar 29 juta anak. Maka, setiap tahun wajib minimal 1,2 juta tambahan anak usia dini yang harus dilayani,” katanya.

Dia mengajak semua pihak untuk seoptimal mungkin membantu gerakan layanan PAUD di Tanah Air. “Oleh karena itu kami berharap kepada HIMPAUDI, Forum PAUD, mitra-mitra organisasi sosial kemasyarakatan, mari kita berupaya seoptimal mungkin agar PAUD ini betul-betul kita wujudkan,” ucapnya.

Kendati demikian, dia meminta,”Jangan asal membuka PAUD tanpa memenuhi standar layanan minimal yang sudah ditetapkan.” Menurut dia, PAUD nonformal, kelompok bermain dan TPA memang fleksibel pendiriannya. “Tetapi persyaratan dasar/minimal itu tidak bisa ditawar. Harus dipenuhi. Fleksibel itu di dalam program pembelajarannya tetapi kalau ketentuan kelembagaan ketentuan tutor, ketentuan pendidik, ketentuan manajemen itu memang harus mengikuti standar yang kita tetapkan,” ucap Hamid. (nasrul)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/7/22/pendidikan-anak-usia-dini-jadi-program-utama.aspx

Warna

Warna

Oleh Ni Luh Desi In Diana Sari

Pemilihan warna adalah merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menentukan respon dari calon pemakai. Warna adalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang (terutama warna background). Warna akan membuat kesan atau mood untuk keseluruhan gambar atau grafis, warna meruapkan unsur penting dalam grafis karena dapat memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihat. Warna mampu memberikan sugesti yang mendalam kepada manusia.

Dalam komunikasi grafis penggunaan warna perlu disusun dan ditata secara tepat sehingga menimbulkan suasana mempengaruhi luas kehidupan manusia sekaligus sebagai lambang psikologis. Warna juga bersifat case sensitif meskipun secara universal penggunaan warna – warna dibidang komunikasi grafis telah diakui namun warna erat kaitannya dengan latar belakang budaya sebuah bangsa atau komunitas tertentu yang mungkin memberikan penilaian berbeda untuk penggunaan warna – warna yang berbeda. Sebagai contoh, warna merah jangan digunakan untuk kemasan produk yang dijual di saudi Arabia karena nilai budaya setempat meyakini bahwa warna merah adalah haram karena identik dengan darah.

Untuk mencapai desain warna yang efekif bisa dimulai dengan memilih warna bisa mempresentasikan tujuan daripada media komunikasi grafis yang dibuat. Pallet warna yang dibuat sebaiknya cocok dengan tujuan atau pesan yang ingin disampaikan. Sebagaimana misalnya anda ingin mendesain media grafis untuk anak – anak TK, maka ada baiknya anda memilih warna – warna cerah untuk membuat suasana ceria. Sementara untuk membuat situs komunitas dapat dipergunakan warna – warna hangat agar menimbulkan suasana yang lebih santai. Sebaliknya jika anda bermaksud untuk menonjolkan penyajian informasi, dimana content akan mendominasi, maka sebaiknya dipergunakan warna – warna sederhana dan tidak mengganggu. Misalnya, jangan menggunakan background kembang – kembang dengan warna yang mencolok.

Dalam sebuah desain, komposisi warna sangat penting. Komposisi berarti to compose, yang berarti mengarang, menyusun, atau mengubah. Johannes Itten dalam buku The Elements of Color 1970 pada halaman 91 menyatakan : “To compose in color means to juxtapose two or more colors in such away that they jointly produce a distinc and distinctive exspression. The selection of hues, their realtives situation, their locations, and orientations, within the composisition their configurations or simultaneousley pattern their extensions and their contrast relationshipare decesive factors of expression.”

Artinya, Efek sebuah warna dalam komposisinya ditentukan oleh situasi karena warna selalu dilihat dalam hubungannya dengan lingkungannya. Warna yang dikeluarkan dari lingkarannya akan memiliki kekuatan sendiri. Kualitas dan kuantitas keluasaannya merupakan faktor yang sangat menunjang. (Pujiriyanto, 2005:43)

Warna selengkapnya

Loading...