M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Pelelangan Pohon Langka dan Instalasi Air

PENGUMUMAN PELELANGAN

NOMOR : 10255/UPBJ/ISI/IX/2010

1.Pejabat Pembuat Komitmen Institut Seni Indonesia Denpasar akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi pada paket – paket pekerjaan yang dibiayai oleh dana APBN Tahun Anggaran  2010 sbb :

No Nama Paket Bidang Sub Bidang Kualifikasi Nilai  Fisik

( Rp )

I     Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Tinggi
1 Penanaman Pohon Langka Arsitektural Sub Bidang : Pertamanan Termasuk Perawatannya

Kode : 21007

Kecil 239.042.000
2 Instalasi Air Tata Lingkungan Sub Bidang :  Pekerjaan Pengeboran Air Tanah

Kode : 25006

Kecil 154.599.000

2. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Lelang dan Kualifikasi setiap hari kerja pada sekretariat panitia,Jalan Nusa Indah Denpasar mulai pukul 10.00 Wita – 14.00 Wita

3. Syarat Pendaftaran bagi penyedia jasa adalah :

–  Surat Permohonan Pendaftaran bermaterai Rp.6000,-

– Melampirkan foto copy Sertifikat Badan Usaha Bidang, Sub Bidang tersebut diatas dengan menunjukkan aslinya pada saat pendaftaran

–  Menandatangani Pakta Integritas. Yang menerima kuasa harus tercantum dalam akta perusahaan/perubahan

5. Hal – hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada panitia

Denpasar, 15 September 2010

Panitia Pengadaan

Perkembangan Kerajinan Topeng Di Desa Mas

Perkembangan Kerajinan Topeng Di Desa Mas

Oleh: Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si, dosen PS Seni Rupa Murni

Keberadaan topeng di Desa Mas tidak dapat dilepeskan dengan latar belakang topeng di Bali pada umumnya, dan dikaitkan dengan adanya Topeng di Blahbatuh, Gianyar . Namun sebelum membicarakan persoalan topeng perlu kiranya diketahui, seni pertunjukan mempergunakan topeng di Bali sudah berkembang sejak zaman pemrintahan Raja Jaya Pangus sekitar abad X. Dalam kumpulan prasasti Jaya Pangus ini sudah ditemui beberapa istilah-istilah seperti: atapukan yang artinya pertunjukan yang mempergunakan alat-alat penutup muka (topeng).

Di Pura penataran Blahbatuh, tersimpan topeng sebanyak 22 buah berasal dari Jawa dan Bali ke 22 buah topeng ini pada dasarnya merupakan tanda kemenangan Dalem Gelgel dalam menaklukan Kerajaan Balangbangan. Dalam Gelgel atau Dalem Waturenggong yang konon parasnya sangat tampan, disamping tampan beliau juga ”Bagus Aeng” sehingga sangat karismatik dalam kepeminpinannya. Untuk mendapatkan pasangan yang sepadan, maka beliau melamar seorang putri dari kerajaan Blambangan.

Setelah lamarannya diterima oleh Raja Blambangan, dalam tahap pengambilan keputusan, maka secara diam diam sang putri mengirim utusan ke Gelgel untuk meyakinkan seperti apasih Dalem Waturenggong itu sendiri. Maka diutuslah seorang tukang gambar untuk menggambar dalem waturenggong, namun sangat disayangkan entah apa yang ada dalam benak hati dari situkang gambar wajah ini berani membelot, sehingga wajah Dalem yang sangat tanpan dan gagah itu munculah wajah seorang raja yang sepertinya sedang sakit-sakitan. Akhrinya terjadilah persitegangan saat itu, Blambangan diserang habisdan dapat di taklukan sampai akhirnya, sebagai tanda bukti kemenangan kerajaan Gelgel bawalah beberpa buah Tapel / topeng yaitu topeng maha patih, putri cantik, dan lain sebagainya sebanyak 22 buah sebagai tanda menyerah dan Blambanan berada dibawah kekuasaan Raja Bali.

Selanjutnya topeng-topeng ini ditiru oleh beberapa seniman di Bali untuk dibuat kembali sebagai pelengkap tari-tarian yang berkaitan dengan upacara agama Hindu di Bali (Wawancara Dengan Ida Bagus Anom Tgl, 26 Juli 2009). Sedangkan untuk topeng di Desa Mas juga pada mulanya berawal dari tiruan topeng-topeng yang ada dan berkembang di Bali seperti seperti topeng barong, rangda, topeng panca, bondes, topeng wayang dan topeng sidekarya. Seperti halnya di atas dibuatnya berbagai jenis topeng di Desa Mas oleh para seniman tempo dulu juga bertujuan untuk kepentingan upacara agama Hindu. Namun setelah datangnya pengaruh asing terutama pada masa penjajahan Belanda kesenian di Bali secara umum dan keseniaan topeng pada khususnya juga mengalami perubahan, tidak semata-mata hanya untuk kepentingan upacara agama Hindu akan tetapi juga untuk kepentingan pariwisata.

Perkembangan Kerajinan Topeng Di Desa Mas, selengkapnya

Raih Beasiswa Negeri Kanguru

Raih Beasiswa Negeri Kanguru

JAKARTA – Data terakhir menunjukkan, lebih dari 20 ribu mahasiswa belajar di Australia. Banyak di antara mereka menempuh studi di Negeri Kanguru tersebut melalui program beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) yang diberikan pemerintah Australia.
Reny Y dalam buku Kuliah Gratis di Luar Negeri terbitan Daras Books menjelaskan, setiap tahun ADS diberikan melalui Australian Agency for International Development (AusAID). Sekira 300 beasiswa penuh jenjang master dan doktor ditawarkan kepada para mahasiswa Indonesia dalam dua kategori yaitu public sector category (kategori sektor publik), dan open category (kategori terbuka).
Kategori sektor publik ditujukan bagi para pegawai pemerintahan, akademisi dari universitas negeri, dan karyawan perusahaan milik negara (BUMN). Aplikasi beasiswa yang dikirimkan harus mendapat izin dari Biro Kerja Luar Negeri (BKLN) institusi masing-masing. Sementara, program kategori terbuka bisa diikuti masyarakat umum, baik yang berasal dari organisasi sosial kemasyarakatan, kalangan universitas, maupun mahasiswa yang baru menyelesaikan kuliahnya.
“Sebenarnya masih ada satu kategori lagi, yakni targeted category. Namun, kategori ini mensyaratkan adanya rekomendasi langsung dari suatu lembaga atau universitas di Indonesia dan mendapatkan persetujuan langsung dari AusAID atau pemerintah Australia,” tulis Reny.
Pendaftaran beasiswa ADS dibuka hingga awal September tiap tahun. Mereka yang dapat mendaftar adalah warga negara Indonesia (WNI) berusia tidak lebih dari 40 tahun serta tidak sedang menikah dengan warga negara Australia atau Selandia Baru. Pelamar harus memiliki nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,9, dan nilai TOEFL institusional minimal 500, TOEFL internasional minimal 170, atau IELTS minimal 5,0.
Pertanyaan mengenai beasiswa ADS dapat dilayangkan ke alamat [email protected].(rhs)

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2010/09/09/368/371515/raih-beasiswa-negeri-kanguru

Pendidikan Tinggi Elitis

Pendidikan Tinggi Elitis

JAKARTA, – Pendidikan tinggi dirasakan semakin elitis bagi masyarakat dari kalangan tidak mampu. Biaya kuliah yang semakin tinggi jadi hambatan utama bagi orang miskin untuk bisa duduk di bangku kuliah dan meraih gelar sarjana.

Kenyataan itu terlihat dari kajian disparitas angka partisipasi kasar (APK) berdasarkan latar belakang ekonomi siswa. Dengan melihat data sensus penduduk nasional tahun 2003-2008, disparitas APK perguruan tinggi antara siswa yang berasal dari keluarga kaya dan miskin sangat tinggi.

Akses orang termiskin duduk di jenjang perguruan tinggi di tahun 2008 baru mencapai 4,19 persen. Adapun akses orang terkaya sudah mencapai 32,4 persen.

“Pada tahun 1980-1990an orang miskin yang kuliah jumlahnya bisa di atas 10 persen. Berarti kondisi sekarang semakin memprihatinkan bagi orang yang tidak punya duit alias miskin,” kata Pengamat Pendidikan Darmaningtyas, Minggu (12/9/2010).

Menurut Darmaningtyas, akses masuk ke bangku kuliah di kalangan siswa miskin semakin menurun drastis memasuki tahun 2000-an. Pasalnya, di masa itu perguruan tinggi negeri mulai membuka jalur-jalur masuk khusus, yang pada kenyataannya lebih mudah diakses siswa kaya.

Oleh karena itu, pendidikan tinggi sekarang, terutama PTN, mesti berbiaya murah. Untuk itu, pemerintah harus meningkatkan alokasi anggaran di pendidikan tinggi.

Selain itu, penerimaan mahasiswa mesti terbuka dan serentak. Jangan sampai ada hambatan teknologi buat siswa dari daerah terpencil dengan diberlakukannya sistem masuk online.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/09/12/20195468/Pendidikan.Tinggi.Elitis

Alur Perkembangan Kebudayaan Bali I

Alur Perkembangan Kebudayaan Bali I

Oleh: Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

1. Zaman Prasejarah

Berdasarkan bukti-bukti prasejarah, Bali telah melalui beberapa tahapan zaman/kebudayaan. Pada zaman paleolitikum dengan bukti-bukti di daerah Sembiran dan Trunyan terdapat perkakas terbuat dari batu berupa kapak genggam batu yang buatannya masih kasar. Dari zaman batu kasar, berpindah pada zaman batu muda dengan peninggalan berupa kapak-kapak batu, beliung-beliung batu,  yang telah dihaluskan, sekarang sebagian di simpan di musium Bali dan sebagian lagi di musium Jakarta. Peninggalan-peninggalan tersebut, tersebar hampir diseluruh Bali, seperti di Palasari, Kediri, Bantiran, Kerambitan, Payangan, Ubud, Pejeng, Salunglung, Kesiman, Selat, Nusa Penida, dan beberapa desa di Bali Utara. Zaman batu Muda ini menurut para ahli sejarah kemungkinan telah berkembang di Bali antara 2000 sampai 3000 tahun sebelum Masehi.

Zaman perunggu di Bali terjadi beberapa abad sebelum masehi dengan ditemukannya seni menuangkan logam atau disebut dengan kebudayaan Dongson yaitu sebuah kebudayaan yang berkembang dari daerah  Tongkin  di  Indo Cina. Bukti-bukti peninggalan kebudayaan Dongson, misalnya di beberapa tempat ditemukan kapak-kapak, beliung yang terbuat dari perunggu. Bukti lainnya adalah peti mati terbuat dari batu  yang  dinamakan  sokarpagus  ditemukan  di daerah  Gilimanuk, Tabanan, dan Gianyar. Pada zaman Dongson ada cara menyimpan mayat dalam batu yang sama sekali bukan sebagai pengaruh Hindu. Caranya, mayat terlebih dahulu dikecilkan dan disimpan di dalamnya, kemudian dimasukan benda-benda dari perunggu, manik-manik, kain-kain, dan piring-piring yang bergambar.

Alur Perkembangan Kebudayaan Bali I, selengkapnya

Loading...