M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Dosen Pembimbing TA Semester Ganjil 2010/2011 Revisi

Bersama ini kami sampaikan daftar nama mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang mengambil Tugas Akhir semester ganjil 2010/2011 beserta nama dosen pembimbing (REVISI). Daftar dapat di download disini

Demikian kami sampaikan untuk diperhatikan. Terimakasih

Denpasar, 4 Oktober  2010

Pembantu Dekan I

ttd

Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn

NIP.19610706 199003 1 005

Study Ekskursi FSRD ISI Denpasar ke Surakarta

Study Ekskursi FSRD ISI Denpasar ke Surakarta

Perkokoh Identitas dan Jatidiri Bangsa Lewat Seni

Ditengah perayaan banyupinaruh 26 september 2010 yang lalu, jajaran dosen, mahasiswa, dan staf administrasi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar bertolak ke kota Surakarta Jawa tengah dalam rangka pelaksanaan program study ekskursi 2010, sebagai bagian dari sebuah proses perjalanan pendidikan di perguruan tinggi seni. Ketua panitia pelaksana kegiatan Drs D A Tirta Ray, M.Si dalam pidato laporannya pada saat pembkaan kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 98 orang mahasiswa dari berbagai jurusan dan program studi di lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Selain itu, sebanyak 18 0rang dosen dan 5 orang pegawai juga terlibat dalam acara yang digelar selama empat hari tersebut. Tirta Ray juga menegaskan bahwa dalam acara tersebut diselenggarakan berbagai kegiatan dan aktivitas kesenian seperti Pameran yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan, workshop melukis wayang kaca yang diikuti oleh mahasiswa jurusan seni murni, kriya seni dan interior. Workshop desain  workshop fotografi   dan sesi pemotretan model yang dikuti oleh mahasiswa fotografi dan desain komunikasi visual. Adapun tujuan ini menurut Tirta Ray adalah untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa sehingga mereka dapat mengetahui konsep nyata yang bisa diterapkan dalam kegiatan berkesenian sesungguhnya, selain juga para mahasiswa dapat mendapat ketrampilan yang singkat namun bermanfaat dan mendapatkan inspirasi dari apa yang mereka saksikan di kota Surakarta.

Selanjutnya pada tanggal 29 september 2010 dilaksanakan studi lapangan ke beberapa candi diantaranya candi mendut, candi pawon, candi Borobudur, candi ratu boko, keraton solo dan keraton Yogyakarta. Di akhir sambutannya, Tirta Ray yang juga pembantu dekan III Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar juga berharap bahwa keberangkatan para peserta yang bertepatan dengan hari banyupinaruh yang disucikan oleh umat Hindu dapat memberikan dampak positif bagi para peserta. Mengingat banyupinaruh bermakna mensucikan pikiran melalui ilmu pengetahuan. Makadari itu pelaksanaan studi ekskursi bertepatan dengan banyupinaruh merupakan salah satu cara bagi mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain untuk mensucikan pikiran dengan jalan belajar  keluar melalui kegiatan studi ekskursi.

Dalam acara pembukaan kegiatan, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, M.Si menyambut baik  kegiatan positif yang diupayakan oleh mahasiswa FSRD , karena kegiatan seperti Pameran, workshop dan studi lapangan sangat penting untuk diikuti oleh para seniman muda karena hal tersebut merupakan wujud implementasi  dari proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan mutu akademik dan proses berkesenian mahasiswa. Menurut Rinu, Proses kreatif berkesenian membutuhkan eksplorasi yang panjang, luas dan dalam, mengingat  ruang kreasi estetis yang telah tercipta di depan mahasiswa sangat beragam dan telah menjadi sumber – sumber pengembangan wawasan hingga kini. Selain itu, Dekan FSRD juga berpesan agar para mahasiswa dapat menyajikan nilai insintrik dan eksintrik lewat karya seni kepada khalayak luas dan agar di FSRD ISI Denpasar dapat lahir pemikir seni dan praktisi seni yang professional dan berkepribadian.

Rektor ISI Denpasar Prof. I Wayan Rai S. MA dalam acara pembukaan kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan pameran dalam studi ekskursi tersebut merupakan sebuah ajang yang sangat baik sebagai bentuk pertanggung jawaban public sejauhmana pergulatan akademik  dan proses kreatif yang disuguhkan mampu menggugah apresiasi dikalangan mahasiswa dan masyarakat dalam arti luas. Prof Rai juga menegaskan kepada mahasiswa ISI Denpasar agar dapat menjalin hubungan, komunikasi dan kerjasama yang baik dengan ISI Surakarta dimana kegiatan tersebut diselenggarakan dalam upaya memperkokoh  jati diri bangsa. Karena menurut Prof. Rai sudah semestinya apa yang menjadi isu tentang karakter bangsa harus dijawab melalui prestasi akademik dan ketinggian moralitas yang dibentuk melalui pendidikan kesenian.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Asti Pertiwi Persembahkan Tabuh Di Banjar Padang Tegal, Ubud.

Asti Pertiwi Persembahkan Tabuh Di Banjar Padang Tegal, Ubud.

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan penabuh wanitanya yang tergabung dalam Asti Pertiwi, siang kemarin Sabtu 2 Oktober 2010 disambut hangat oleh masyarakat Padang Tegal, Ubud. Penabuh yang terdiri dari para dosen dan pegawai wanita ini mempersembahkan tetabuhan diantaranya Sinom Ladrang, Lengker, Godeg Miring, dan Selisir. Kegiatan “ngayah” secara rutin telah dilaksanakan oleh Asti Pertiwi ISI Denpasar. “Ngayah” kali ini dilaksanakan pada upacara Pengabenan Bapak I Made Kerejeng yang merupakan Ayahnda Pembantu Rektor III ISI Denpasar, Drs. I Made Subrata,M.Si. Selain memainkan tabuh-tabuh di atas, Asti Pertiwi juga mengiringi tari topeng yang ditarikan oleh mahasiswa dan dosen Jurusan Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar yang mendapat apresiasi serta antusiasme masyarakat yang hadir dalam upacara “ngaskara” atau pembersihan serangkaian upacara pengabenan yang dilaksanakan hari ini, 3 Oktober 2010.

Udara yang cukup panas siang itu tidak mengurangi antusiasme para penabuh Asti Pertiwi untuk mempersembahkan yang terbaik pada upacara tersebut,sehingga mengundang decak kagum para tamu yang hadir, termasuk anak-anak yang hadir bersama orang tua mereka dengan polos mengatakan ”wah, penabuhnya Ibu-Ibu cantik!” ujarnya sambil mendekat kearah para penabuh. Beberapa dari mereka memainkan jemari tangannya memperagakan gerakan menari. Sungguh Asti Pertiwi sangat dicintai dan diterima oleh masyarakat dari semua lapisan.

Koordinator Asti Pertiwi Ni Ketut Suryatini, S.Skar.,M.Sn. yang juga menjabat sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Seni Pertunjukan, menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bapak I Made Subrata dan juga masyarakat Padang Tegal yang telah memberi kesempatan kepada Asti Pertiwi untuk “ngayah” pada upacara tersebut. Suryatini juga mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada rekan-rekan dosen dan pegawai yang dengan tulus turut serta “ngaturang ayah” sebagai implementasi pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian Masyarakat. Saat ini Asti Pertiwi juga sedang melaksanakan persiapan untuk pementasan tanggal 15 Oktober mendatang di Nusa Dua, mengiringi siswa SLB menari dalam acara Nusa Dua Fiesta. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A. yang juga hadir siang itu tidak menyembunyikan rasa kagum dan bangganya pada para penabuh Asti Pertiwi. “Kiranya sinergi kampus ISI Denpasar dengan masyarakat lewat kegiatan “ngayah” seperti ini, kedepan  dapat diteruskan dan ditingkatkan lagi,”harapnya tulus.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Kemendiknas Tetapkan PP 66/2010 Pengganti PP 17

Kemendiknas Tetapkan PP 66/2010 Pengganti PP 17

Kementerian Pendidikan Nasional resmi menetapkan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2010.
Menurut M NUH Menteri Pendidikan Nasional, PP ini merupakan pengganti PP 17 yang sebelumnya tertuang dalam Undang-Undang Badan Hukum pendidikan (UU BHP) pasca pencabutan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Maret lalu.
“PP No. 66 Tahun 2010 ini resmi berlaku sejak ditetapkan, yakni 28 September 2010 lalu. Pemerintah membuat peraturan ini setelah MK membatalkan UU BHP yang memberikan amanah dan konsekuensi untuk menyiapkan dua hal, yang salah satunya perubahan PP ini,”ujar M NUH pada wartawan ketika ditemui di sela peresmian Gedung Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sepanjang, Sidoarjo, Minggu (03/10).
Mengutip Antara, NUH menjelaskan, dalam PP ini, ada beberapa hal pokok, di antaranya yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tercantum dalam Badan Hukum Milik Negara (BHMN), pengelolaan keuangannya harus tunduk pada UU Keuangan.
“Presiden SUSILO BAMBANG YUDHOYONO juga sudah menyampaikan pidato nota pengantar keuangan bahwa keuangan BHMN masuk dalam APBN. Maka, penggunaannya hanya ada dua pilihan, yakni melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PKBLU),”paparnya.
Setelah dikaji, BHMN sepakat menggunakan yang paling dekat dengan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Lebih lanjut dikatakannya, untuk menyesuaikan dengan penggunakan PKBLU maka masih diperlukan masa transisi. Namun, diharapkan pada 31 Desember 2012, semuanya sudah selesai.
Sementara, dalam PP baru ini, ada juga kewajiban bagi PTN dalam proses rekrutmen mahasiswa baru. Kata Nuh, setiap perguruan tinggi minimal harus menerima 20% mahasiswa yang berkebatasan ekonomi, namun memiliki otak cemerlang.
“Ini bukan beasiswa lho, tapi bantuan pendidikan. Jadi, khusus mahasiswa berprestasi yang nilai akademiknya bagus, namun dalam hal ekonomi masuk kategori menengah ke bawah maka PTN wajib menerimanya. Ada 20% kuotanya,”tukasnya.
Sedangkan, untuk penerimaan mahasiswa baru, sesuai PP ini ditetapkan bahwa 60% mahasiswa baru harus melalui seleksi nasional dan terhitung sejak 2011 mendatang, sudah mulai dilaksanakan. (ant/tin)

Sumber: http://www.suarasurabaya.net

Lakon “Rsi Markandya” Dipentaskan Di Payangan

Lakon “Rsi Markandya” Dipentaskan Di Payangan

Geliat Institut Seni Indonesia Denpasar dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi tidak pernah padam sedikitpun. Di sela-sela pelaksanaan perkuliahan, seminar hasil penelitian, civitas akademika kampus seni ini sibuk melaksanakan latihan untuk ngayah terutama untuk pentas kolosal serangkaian HUT ke-65 TNI mendatang.

Setelah dua hari sebelumnya ISI Denpasar “ngaturang ayah” di pura Dalem Br. Tegal Bebalang Bangli, Kamis 30 September 2010, sekitar 100 orang seniman ISI Denpasar yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Fakultas Seni Pertunjukan “ngaturang ayah” di pura Puseh Banjar Sema, Desa Payangan Gianyar. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Pembantu Rektor IV, I Wayan Suweca,S.Skar.,M.Mus ini mempersembahkan tarian Selat Segara, Jauk manis,dan Satya Brasta yang ditarikan dengan sangat memukau oleh mahasiswa Jurusan Tari, serta tari Truna Jaya yang ditarikan oleh Laras, putri seorang dosen Jurusan Karawitan, I Kadek Suartaya, S.Skar.,M.Si. dan iringan gambelan oleh mahasiswa Jurusan Karawitan. I Ketut Kodi,S.Sp.,M.Si. dan I Nyoman Sukerta,S.Sp.,M.Si. dosen Jurusan Pedalangan menampilkan Bondres yang selalu menjadi atraksi yang ditunggu-tunggu penonton. Masyarakat Desa Payangan sangat antusias menyimak lakon “Rsi Markandya” yang dibawakan kedua seniman kawakan ini.

Sambutan serta apresiasi masyarakat yang sangat positif terhadap ISI Denpasar membuktikan bahwa ISI Denpasar sangat dekat dengan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga masih sangat menghargai dan mencintai kesenian Bali yang menjadi bagian dari kebudayaan Bali. Tari-tarian yang dipentaskan hingga tengah malam ini tetap dipenuhi “pemedek” yang tangkil malam itu. Cuaca dingin tanpa hujan membuat acara malam itu berjalan dengan baik dan lancar.

Rektor ISI Denpasar, Prof.Dr. I Wayan Rai S.,M.A., didampingi Pembantu Rektor II, I Gede Arya Sugiartha,S.Skar.,M.Hum, menyampaian ucapakan terima kasih serta apresiasi sedalam-dalamnya kepada Pemuka Adat serta seluruh masyarakat Banjar Sema, Desa Payangan atas kesempatan yang telah diberikan untuk “ngaturang ayah”, serta sambutan yang demikian hangat kepada seluruh rombongan ISI Denpasar. Rai juga mengungkapkan rasa terima kasih dan bangganya kepada seluruh dosen, pegawai, dan mahasiswa yang telah begitu tulus melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat, disela-sela kesibukan melaksanakan kegiatan yang demikian padat di kampus. “Semoga dengan ketulusan, semangat, kerjasama,  serta tuntunan Ida Sanghyang Widhi, semua kegiatan kampus dapat dilaksanakan dengan baik,”harapnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Loading...