by admin | Nov 22, 2010 | Berita, pengumuman

KALENDER AKADEMIK
INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
TAHUN 2010/2011
VISI ISI Denpasar adalah menjadi pusat penciptaan,
pengkajian, dan penyaji dan pembinaan seni yang
unggul berwawasan kebangsaan demi memperkaya
nilai-nilai kemanusiaan sesuai perkem-bangan zaman
Misi ISI Denpasar dirumuskan : (1) menyelenggarakan
pendidikan tinggi yang berkualitas dalam rangka
memunculkan dan mengembangkan pluralitas dan
multikulturalitas budaya lokal nusantara agar memiliki
daya saing dalam percaturan global; (2) menghasilkan
lulusan bermoral, kreatif, tangguh, unggul dan berjiwa
kewirausahaan; (3) meningkatkan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat yang mendukung
pendidikan dan kemajuan seni, ilmu pengetahuan, dan
teknologi; (4) memantapkan organisasi institut dalam
mencapai kinerja yang optimal untuk mengantisipasi
perkembangan lingkungan.
Moto : Sewaka Guna Widya Satyam Siwam Sundaram yang berarti Dharma (kewajiban) ISI Denpasar adalah untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan kebenaran, keucian, dan keindahan.

Kewajiban Mahasiswa :
1. Mengikuti proses belajar, baik dalam kegiatan intra kurikler maupun ekstra kurikuler dengan tertib,
2. Disiplin dan bersahaja sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
3. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi yang dibebaskan sesuai dengan
kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku.
4. Mematuhi semua peraturan, ketentuan dan tradisi akademik yang berlaku di ISI Denpasar.
5. Memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan di lingkungan ISI
Denpasar.
6. Menjaga suasana aman dan nyaman lingkungan kampus sehingga terciptanya proses pembelajaran
yang kondusif.
7. Menjaga kewibawaan dan nama baik almamater/ ISI Denpasar.
8. Menjunjung tinggi kebudayaan nasional dan mengembangkan kebudayaan daerah sebagai jati diri ISI
Denpasar.
9. Memohon izin ke pimpinan Rektor apabila mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan
institusi ISI Denpasar.
1. Tidak membawa dan menyalahgunakan minuman keras,narkotika,obat terlarang, senjata tajam, bahan
peledak, gambar / buku / rekaman pornografi dan alat bantu perjudian kedalam lingkungan kampus.
2. Tidak melakukan tindak pelecehan dan pelanggaran seksual.
3. Tidak memakai atribute-atribute lainnya yang seronok dan tidak terpuji di dalam kampus.
4. Tidak menggunakan ruang maupun fasilitas lain di dalam lingkungan kampus untuk melakukan kegiatan
tanpa izin pimpinan atau pejabat yang berwenang.
5. Menjaga integritas kepribadiannya sebagai calon intelektual dan generasi penerus masa depan.
Hak Mahasiswa :
1. Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggungjawab untuk menuntut ilmu, sesuai dengan
norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik.
2. Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan minat, bakat,
kegemaran dan kemampuan.
3. Memanfaatkan fasilitas yang ada baik di tingkat fakultas maupun institut dalam rangka kelancaran
proses belajar
4. Mendapatkan bimbingan dari dosen yang bertanggungjawab atas program studi yang diikuti dalam
penyelesaian studinya.
5. Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yang diikutinya serta hasil
belajarnya.
6. Menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
7. Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
8. Memanfaatkan sumber daya melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan.
9. Pindah ke PT lain atau program studi lain apabila memenuhi persyaratan.
10. Ikut serta dalam organisasi kemahasiswaan
11. Memperoleh layanan khusus bagi menyandang cacat.
Larangan dan Sanksi :
Mahasiswa dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut.
1. Menghalang-halangi berlangsungnya kegiatan kurikuler, ko-kurikuler maupun extra kurikuler di
lingkungan kampus ISI Denpasar.
2. Menghalang-halangi staf administrasi, dosen, pimpinan dilingkungan ISI Denpasar, atau petugas
pemerintah yang sah lainnya untukmelaksanakan tugas dan kewajibannya di lingkungan kampus.
3. Ikut mencampuri urusan administratif pendidikan, penelitian dan pelayanan pada masyarakat serta
kegiatan lainnya tanpa persetujuan tertulis dari pimpinan ISI Denpasar.
4. Melakukan kegiatan yang mengatas-namakan atau menggunakan nama institusi ISI Denpasar tanpa
seizin Rektor
5. Melakukan perbuatan yang tidak terpuji, kriminal dan/atau mencemarkan nama baik almamater.
6. Melaksanakan politik praktis, memakai salah satu atribute parpol dan atribute yang terkesan seronok.
Sanksi akademis dapat berupa.
1. Peringatan lisan/tertulis.
2. Peringatan dengan masa percobaan.
3. Pembayaran denda/ganti kerugian.
4. Pencabutan sebagian atau seluruh hak untuk memperoleh pendidikan menurut bidang ilmu dan
minatnya sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan .
5. Penundaan penyerahan ijazah.
6. Skorsing atau pemecatan.
7. Bentuk sanksi-sanksi lain yang ditetapkan oleh peraturan tersendiri yang berlaku di lingkungan ISI
Denpasar.
Institut Seni Indonesia Denpasar menyelenggarakan 8 (delapan) Program Studi Sarjana (S1) dikelola oleh 2
(dua) Fakultas dengan 6 (enam) Jurusan yaitu :
1. Fakultas Seni Pertunjukan :
a. Jurusan Tari
Program Studi (S-1) Seni Tari
b. Jurusan Karawitan
Program Studi (S-1) Seni Karawitan
c. Jurusan Pedalangan
Program Studi (S-1) Seni Pedalangan
2. Fakultas Seni Rupa dan Desain:
a. Program Studi (S1) Seni Rupa Murni, dengan
minat utama:
– Seni Lukis dan
-Seni Patung
b. Program Studi (S-1) Desain Interior
c. Program Studi (S-1) Desain Komunikasi Visual
d. Program Studi (S1) Kriya Seni, dengan minat
utama:
– Kriya Kayu dan
– Kriya Kramik
e. Program Studi Fotografi (S-1), embrio Fakultas
Seni Media Rekam
Denpasar 9 Agustus 2010
Rektor ISI Denpasar
tdd
Prof. Dr. I Wayan Rai.,MA
NIP 195505261981031002
dapat Download disini
by admin | Nov 22, 2010 | Berita, pengumuman
Daftar Nama Mahasiswa Semster Ganjil Tahun 2010/2011
Institut Seni Indonesia Denpasar
Program Studi: (dapat di download)
Rekapitulasi Perkembangan Mahasiswa per Semester
by admin | Nov 21, 2010 | Berita
Kecintaan dan kerinduan masyarakat Bangli pada kampus ISI Denpasar dipaparkan dengan penuah antusiasme oleh Bupati Bangli, I Made Gianyar, S.H.,M.Hum. dalam sambutannya pada acara pembukaan ”Out–Reach Program” sosialisasi ke masyarakat Bangli melalui pameran seni rupa dan pagelaran tari – karawitan, Sabtu malam (20/11) di Lapangan Mudita, Bangli. ”Animo masyarakat Bangli untuk mendapatkan kunjungan berupa pementasan seni maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kampus ISI Denpasar sangat tinggi. Saya berharap dengan pendidikan seni, generasi penerus bangsa memiliki kecerdasan emosional dan intelektual yang seimbang, sehingga tidak melahirkan generasi yang arogan,”paparnya disambut applause para kepala sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Bangli, serta undangan lainnya.
Penandatanganan MoU
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr.I Wayan Rai S.,M.A., didampingi dekan Fakultas Seni Pertunjukan dan FSRD, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan seluruh masyarakat Bangli yang telah memberi kesempatan dan sambutan hangat bagi kampus ISI Denpasar. Rai juga menyambut baik rencana penandatangan MoU yang disampaikan Bupati guna kerjasama permanen ISI dan Pemda Bangli.“Sebagai satu-satunya PT Seni di Bali, kami ingin selalu dekat di hati masyarakat, dan berkewajiban membangun suasana berkesenian yang kreatif dan kondusif, peduli terhadap alam, budaya, dan agama serta lingkungan akademik,”ujar Prof Rai.
Out–Reach Activity program hibah I-MHERE (Indonesian–Managing Higher Education for Relevancy and Efficiency) ini mencakup 3 kegiatan yaitu; promosi lembaga, Student Fund/bantuan tugas akhir mahasiswa, dan bantuan beasiswa ekonomi lemah/kurang mampu. Untuk tahun ajaran 2010/2011, dari 48 mahasiswa ISI yang menerima beasiswa Bidik Misi, 10 orang diantaranya berasal dari Bangli. Acara yang dikemas dengan pameran seni lukis, seni patung, seni kriya, desain komunikasi visual, desain interior dan fotografi, serta pertunjukan tari Selat segara, Oleg Tamulilingan, Legong Kuntul, Satya brasta, Kebyar Wiranjaya, dan bondres. Masyarakat Bangli yang hadir memenuhi lapangan Mudita, sangat terhibur dengan pameran dan seni pertunjukan malam itu, sehingga mereka tetap antusias menyaksikan malam kesenian tersebut hingga hampir tengah malam.
Humas ISI Denpasar melaporkan.
by admin | Nov 21, 2010 | Berita
JAKARTA – Sidang kelima UNESCO di Nairobi, Kenya, Afrika, telah mengukuhkan alat musik tradisional angklung ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia.
Direktur Jenderal Nilai Budaya, Senin, dan Film,Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman menjelaskan, pengukuhan angklung merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mempertahankan dan melestarikan warisan budaya Indonesia. “Kami yakin bahwa pengukuhan angklung akan memberikan dampak positif terhadap usaha perlindungan warisan budaya Indonesia di tingkat regional dan nasional,” ujar Tjejep dalam keterangan persnya yang diterima SINDO kemarin.
Tjetjep mengatakan, masyarakat Indonesia dan negara-negara tetangga akan memahami bahwa perlindungan warisan budaya merupakan suatu hal yang memungkinkan. Untuk mengukurnya bisa dilihat dari dukungan UNESCO melalui pelaksanaan konferensi ini. Tjetjep menjelaskan, pengesahan angklung dilaksanakan pada hari kedua setelah melalui proses evaluasi atau pembahasan usulan nominasi yang masuk dalam kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritageof Humanity (Budaya Tak Benda Warisan Manusia).
Menurut dia, pengesahan angklung tentu akan menarik minat para generasi muda untuk mempelajari dan memainkan angklung, terutama di institusi yang secara khusus mengajarkan cara memainkan angklung baik di Indonesia maupun di mancanegara. Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan, dengan pengukuhan angklung sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia ini diharapkan,tidak ada lagi negara lain yang mengaku angklung sebagai budaya negara lain seperti Malaysia.”Kalau negara lain ingin memiliki angklung,ya silakan saja.
Tapi, setidaknya dengan pengukuhan ini telah memperjelas jika angklung berasal dari Indonesia,” tegasnya. Selain angklung,tegas Arief,pihaknya juga sedang mengupayakan agar budaya lainnya di Indonesia, seperti kain tenun, tari saman, bisa dikukuhkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. “Masih banyak lagi warisan budaya Indonesia yang kami usulkan ke UNESCO. Sekarang ini beberapa warisan budaya yang sudah diakui dunia di antaranya,wayang, batik, dan keris.
Harusnya, ribuan warisan budaya kita yang sudah diakui dunia. Karenanya, kita terus berupaya agar warisan budaya kita ini diakui dunia,”harapnya. Sementara itu,Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut gembira ditetapkannya angklung sebagai warisan budaya dunia. “Saya mendapat kabar dari Kedutaan besar RI untuk UNESCO pada hari Selasa lalu pukul 16.20 waktu Kenya (pukul 20.20 WIB) bahwa dalam sidang itu angklung resmi diputuskan sebagai warisan budaya dunia.
Kita semua warga Jabar merasa sangat bangga dan bersyukur atas anugerah ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Herdiwan Iing Suranta kemarin.Menurut dia, ke depannya, angklung wajib masuk pada agenda kegiatan ekstrakurikuler bagi para siswa sekolah. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, untuk lebih menyosialisasikan angklung kepada masyarakat internasional, pihaknya akan memboyong para seniman angklung untuk tampil pada sebuah kegiatan kesenian di Amerika Serikat,Mei 2011 mendatang.
Dalam pentas itu akan dimainkan orkestra angklung,di mana setiap penonton yang hadir akan dilibatkan sebagai pemain. “Akan segera dibentuk pula persatuan angklung tingkat internasional agar angklung bisa tersosialisasikan kepada dunia, how to play angklung. Langkah ini merupakan bentuk transformasi budaya dari Jawa Barat untuk dunia,”ungkap Heryawan. (inda s/atep abdillah kurniawan/tantan sulthon)
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/365042/38/
by admin | Nov 21, 2010 | Berita

Jakarta – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mendapatkan hibah dari Amerika Serikat sebesar US$165 juta dolar untuk periode 2010-2014. Hibah pendidikan ini untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang belajar di Amerika Serikat. Pasalnya, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika Serikat semakin menurun. Pada 1970-1980an jumlah mahasiswa belajar ke negeri pimpinan Barrack Obama ini hampir 20 ribu orang. Kini, jumlahnya hanya 7.000 orang mahasiwa. Hibah ini akan dibahas lebih lanjut tahun depan.
Menurut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, hibah sebesar US$165 juta itu berasal dari beberapa sumber antara lain USAID sebesar US$88 juta yang diberikan selama lima tahun untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. “Sedangkan US$15 juta dialokasikan melalui Fulbright Indonesia Research Science Technology programme (FIRST) yaitu beasiswa bagi Warga Negara Indonesia untuk belajar dan melakukan penelitian di Amerika Serikat di bidang sains dan teknologi. Dan juga beasiswa bagi Warga Negara Amerika Serikat untuk belajar mengajar dan penelitian di Indonesia,” katanya di ruang sidang DSS, gedung A, Kemdiknas, Jumat (19/11).
Menteri Nuh menambahkan, ada juga hibah US$2,5 juta per tahun bagi pelajar Indonesia yang belajar di Amerika Serikat, juga untuk 50 guru dan tenaga administrasi guna mengikuti community college sebagai jembatan dari SMK ke politeknik. Dan berikutnya lagi yang US$4,5 juta per tahun untuk English language trainning student advising service dan sebagainya.”
“Ini (bahasa) juga penting karena salah satu kelemahan bagi adik kita kalau mau ke Amerika Serikat adalah urusan bahasa. Dengan memanfaatkan US$4,5 juta ini dapat belajar bahasa dengan harapan bisa lebih mantap,” tutur Menteri Nuh.
Di samping itu, Indonesia juga menawarkan darma siswa dengan memberikan status untuk orang Amerika Serikat yang belajar di Indonesia. “Jadi kita juga memberikan beasiswa tidak hanya ke Amerika Serikat, tetapi kita juga memberikan beasiswa kepada negara-negara lain untuk belajar di Indonesia,” kata Nuh.
Mendiknas juga mengungkapkan, Indonesia mendapatkan hibah pula dari Uni Eropa sebesar 200 juta Euro atau Rp2,4 triliun untuk kerja sama di bidang pendidikan periode 2010-2015. Hibah ini dibagi dalam dua komponen yaitu sector budget support (APBN) sejumlah 180 juta euro untuk 2010-2012. Kemudian yang kedua untuk analytical dan capacity development partnership (ACDP) sebesar 20 juta euro.
Melalui AUSAID, Australia juga memberikan hibah Rp4 triliun yang terdiri dari beberapa komponen yaitu, pembangunan dan perluasan 2000 SMP dan MTs senilai A$220 juta, peningkatan manajemen staf di tingkat kabupaten dan sekolah senilai A$182 juta. Lalu, akreditasi madrasah A$47 juta, dan untuk ACDP senilai A$25 juta, serta untuk pemantauan independen senilai A$24 juta. (nasrul)
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/10/hibah.aspx