M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Mendiknas: Kesejahteraan Guru Harus Terjaga

Mendiknas: Kesejahteraan Guru Harus Terjaga

Jakarta — Guru memiliki posisi strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, profesionalitas guru juga harus terus ditingkatkan. “Profesionalitas sangat dipengaruhi kemampuan guru menguasai bahan-bahan ajar,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh seusai menjadi pembina upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-16 di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (25/11/2010).
Tema HGN adalah “Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera”. Adapun subtemanya adalah “Meningkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat.”
Mendiknas menjelaskan, ada empat ranah profesionalisme guru yang harus ditingkatkan yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesi. “Empat ranah itu yang harus dinaikkan terus menerus,” katanya.
Guru dalam menjalankan profesinya juga harus mendapatkan perlindungan. Kerja dan dedikasi guru, kata Mendiknas, harus dihargai dengan meningkatkan kesejahteraannya. “Profesi, martabat, dan kesejahteraannya terjaga. Dengan tiga hal itu, ke depan, guru diharapkan bisa memerankan tugas utamanya.”
Dalam sambutannya, Mendiknas menyampaikan, ada tiga tugas utama bagi seorang guru yaitu mengajarkan ilmu, membentuk kepribadian dan karakter yang mulia, dan menanamkan rasa optimisme, cita-cita, dan pikiran positif. “Kalau itu bisa dilakukan Insya Allah sekolah akan menjadi kebun ilmu dan rumah pembentuk kemuliaan kepribadian.”
Peringatan HGN, kata Mendiknas, merupakan saat yang tepat untuk melakukan kontemplasi, perenungan, atau refleksi diri terhadap langkah panjang yang telah dilalui khususnya terkait dengan cita-cita awal yang mendorong lahirnya HGN. Sebuah cita-cita yang saat itu dikobarkan dengan semangat kesediaan diri setiap insan guru Indonesia memberikan lebih dari kewajibannya dan menerima kurang dari hak-haknya.
“Dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan yang Insya Allah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan yang jauh lebih besar,” katanya.(Agung)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/11/hari-guru-nasional.aspx

Gamelan Slonding Di Pura Puseh Desa Seraya, Karangasem

Gamelan Slonding Di Pura Puseh Desa Seraya, Karangasem

Kiriman I Gede Suwidnya, mahasiswa PS Seni Karawitan

Timbulnya barungan gambelan Slonding di Pura Puseh Desa Seraya Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem yaitu sebelum tahun 1995 sangat dikeramatkan oleh Prajuru Desa Seraya, Krama ngarep atau Penua dan termasuk Krama Desa Seraya.

Karena Gamelan Selonding ini ditaruh di Pura Pasimpenan yang disebut Pura Slonding (disimpan memakai wadah kropakan/kotak kayu). Tiga bilah Gangsa yang kecil hanya dikeluarkan/dipundut (ditempatkan pada sebuah tapakan) pada saat Usaba Balai Sanghyang. Sedangkan tapakan-tapakan Idha Betara yang lainnya di pundut pada saat Usaba Bubuh, Purnama Kedasa, Usaba Kaja dan tiap Purnama Kapat.

Sedangkan bilah-bilah ini bisa  juga berfungsi sebagai Gamelan atau alat tabuhan untuk mengiringi upacara-upacara Di Pura Desa Seraya. Awal Upacara di Pura Puseh Desa Seraya yaitu pada tahun 1996 setelah I Made Putu Suarsha Menjabat sebagai Kelihan Desa Adat yang diangkat pada tahun 1995.

Beliau menjelaskan bahwa, berwal dari rasa penasaran beliau yang ingin mengetahui isi dari Pelinggih Pasimpenan. Setelah beliau memeriksa ternyata di dalam kropakan tersebut ada bilah-bilah gangsa yang terbuat dari besi, yang terpanjang sampai mencapai 120 cm. Dan juga ditemukan satu pasang Relief dengan rantai dan jejuluknya disertai dengan beberapa cagak serta beberapa penyeleng gangsa yang terbuat dari perunggu yang berbentuk Naga.

Berawal dari penemuan tersebut I Made Putu Suarsha langsung berkordinasi dengan Bapak Wayan Tusan dari Desa Bebandem  untuk mohon bantuan memfasilitasi dalam upaya membangun kembali (merakit agar kembali berfungsi). Pad akhirnya diperiksalah oleh beliau dan ternyata jumblah bilahnya masih dikatakan utuh oleh beliau, hanya saja pelawahnya harus di perbaharui/diganti dengan kayu nangka/ketewel yang berukuran sangat besar. Yang oleh beliau dikatakan sebagai Gamelan Selonding pada waktu itu.

Mengetahui demikian adanya fakta yang didapat ahirnya I Made Putu Suarsha selaku Kelihan Desa Adat Seraya langsung membuat banten atau sesaji dan ngaturang piuning/memohon Kepada Idha Sanghyang Widhi Wasa Tuhan yang berstana di Pura Puseh Desa Seraya agar gamelan tersebut diijinkan untuk diperbaiki dan diijinkan untuk ditabuh sebagai mana layaknya gamelan selonding yang ada di daerah lain.

Selain hal tersebut I Made Putu Suarsha melaporkan hal tersebut ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang pada akhirnya menanggapi dan langsung melakukan survei ke Pura Puseh Desa Seraya. Yang kemudian memberikan dana bantuan untuk merenopasi Gamelan Selonding tersebut. Yang ahirnya sampai saat ini Gamelan Selonding tersebut sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Namun Gamelan Selonding ini hanya bisa ditabuh dan dibunyikan di Areal Pura Puseh Desa Seraya dan pada saat hari raya-hari raya tertentu.

Gamelan Slonding Di Pura Puseh Desa Seraya Karangasem, selengkapnya

Tingkatkan Wawasan, FSP Studi Ekskursi Ke ISI Surakarta

Tingkatkan Wawasan, FSP Studi Ekskursi Ke ISI Surakarta

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar yang senantiasa diwarnai nuansa estetika, dengan suara gamelan serta gemulai tari, dan suara khas dalang memainkan wayang, seluruh mahasiswa semester VII kampus seni ini, pagi ini meninggalkan Bali menuju kampus ISI Surakarta dalam program “studi ekskursi”  yang berlangsung dari tanggal 25-28 November 2010. Kegiatan ini merupakan kegiatan terprogram tahunan yang diwajibkan untuk  mahasiswa semester VII FSP, untuk ketiga jurusan yaitu Jurusan Pedalangan, Karawitan, dan Tari, tanpa dipungut biaya.

Dekan FSP, I Ketut Garwa, SSn.,M.Sn. didampingi para Pembantu Dekan FSP menyampaikan bahwa kegiatan studi ekskursi ini dimaksudkan sebagai ajang untuk menambah wawasan serta  bersinergi dengan universitas lain, dalam hal ini ISI Surakarta yang juga mengundang ISI Denpasar untuk menghadiri seminar & workshop pada tanggal 26/11,yang salah satu pembicaranya adalah Rektor ISI Denpasar, dengan topik “Musik Bali Mendunia”. Di samping itu, rombongan yang berjumlah 112 orang ini juga akan menghibur masyarakat Solo dalam parade Gong Kebyar se-Jawa dengan tabuh Gasuri, Goak Macok, Tari Wiranjaya, serta Fragmen Tari Ciwa Wisaya, yang melibatkan dalang ternama I Ketut Kodi, SSP.,M.Si. dari Jurusan Pedalangan.

“Saya berharap dengan kegiatan akademis ini, mahasiswa semakin terdidik dan terlatih untuk menjadi calon sarjana seni dan professional seni yang unggul dalam moral, kreativitas, dan daya saing, dalam bidang masing-masing,”ujar Garwa berharap. Sedangkan persiapan untuk lomba karya cipta seni pertunjukan kontemporer di ISI Yogyakarta sudah final dan penarinya ikut serta dalam studi ekskursi ini, walaupun karena adanya masalah bencana alam Merapi, lomba tersebut masih ditunda pelaksanaannya.

Rektor ISI, Prof. I Wayan Rai S.,M.A. sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh dosen dan mahasiswa yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan diri untuk kegiatan studi ekskursi ini. “Studi ekskursi ini adalah kegiatan belajar sambil jalan-jalan, yang tentunya akan sangat signifikan manfaatnya bagi mahasiswa untuk melakukan studi penelitian dan menciptakan karya-karya pertunjukan seni yang mendorong ke arah peningkatan pelajaran seni yang lebih baik,”ujar Prof Rai.

Humas ISI Denpasar melaporkan

KUNJUNGAN MAHASISWA FKIP UNS SOLO

KUNJUNGAN MAHASISWA FKIP UNS SOLO

DALAM RANGKA PROGRAM PRAKTEK KERJA LAPANGAN MAHASISWA FKIP UNS SOLO SURAKARTA, ISI DENPASAR MENDAPAT KEHORMATAN  UNTUK MENERIMA KUNJUNGAN TERSEBUT PADA :

HARI/TGL.    : KAMIS, 25 NOPEMBER 2010

WAKTU           : 08.00 WITA

TEMPAT         : LATTA MAHOSADHI (PUSDOK)

DALAM KUNJUNGAN TERSEBUT MAHASISWA FKIP UNS SURAKARTA DISAMBUT OLEH PEMBANTU DEKAN I DAN II BESERTA KETUA JURUSAN DAN KETUA PS. DILINGKUNGAN FSRD ISI DENPASAR. KUNJUNGAN DI ISI DENGAN CERAMAH DARI DOSEN PS. DESAIN INTERIOR DRS. A.A. RAI REMAWA, M.SN, JUGA DIISI DENGAN KUNJUNGAN KEMASING-MASING JURUSAN DAN DIPANDU LANGSUNG OLEH KETUA JURUSAN DAN KETUA PS. MASING-MASING.

PAMERAN MAHASISWA PENERIMA BEASISWA PPA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

Jl. Nusa Indah Tlp. 0361-227316 Fax. 0361-236100 Denpasar 80235

E-mail : [email protected]

PENGUMUMAN

No. 654/I5.1.10/KM/2010

Kepada Seluruh Mahasiswa  FSRD ISI Denpasar Penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) Tahun Akademik 2010/2011 agar mengikuti pameran di ISI Denpasar.

Untuk keterangan lebih lanjut dimohon menghubungi Pembantu Dekan III, Drs. D. A. Tirta Ray, M.Si.

Demikian kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan. Terima kasih.

Denpasar, 24 Nopember 2010

A.n. Dekan

Pembantu Dekan III,

Drs. D. A. Tirta Ray, M.Si

NIP.  195704231987101001

Loading...