by admin | Jan 2, 2011 | Berita
Jakarta — Formula nilai akhir penentu kelulusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, serta sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, ditetapkan dengan menggabungkan nilai mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan nilai sekolah. Nilai akhir adalah pembobotan 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah. Formula ini akan digunakan pada UN Tahun Pelajaran 2010/2011.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan hal tersebut pada jumpa pers akhir tahun di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (30/12). Mendiknas mengatakan, formula UN merupakan hasil kesepakatan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN dan atas rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat. “Kalau dulu UN sendiri dinilai hasilnya berapa. Kalau dia memenuhi 5,5 ke atas lulus. Pada 2011 dikombinasikan antara ujian yang dilakukan secara nasional, dengan prestasi atau capaian waktu dia sekolah kelas 1,2, dan 3,” katanya.
Hadir pada acara tersebut Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Sekretaris Jenderal Kemdiknas Dodi Nandika, WKS Inspektur Jenderal Kemdiknas Wukir Ragil, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdiknas Baedhowi, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Suyanto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly, dan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Hamid Muhammad.
Mendiknas mengatakan, syarat kelulusan lainnya adalah nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00 dan tidak ada ujian ulangan. “Bagi yang tidak lulus dapat mengikuti Ujian Paket C untuk SMA,” ujarnya.
Dia menjelaskan, seorang siswa sedikitnya harus meraih nilai 4 pada UN agar dapat lulus dengan syarat nilai ujian sekolahnya 8. Dengan menggabungkan kedua nilai tersebut maka nilai akhir diperoleh 5,6 di atas nilai minimal 5,5. “Kalau nilai ujian sekolah 7 belum lulus. Nilai aman UN adalah 6,” katanya saat menyimulasikan nilai UN.
Mendiknas melanjutkan, berdasarkan hasil pemantauan berita selama 2010, UN menempati urutan pertama dari 10 isu pemberitaan pendidikan 2010. Dia menyebutkan, jumlah pemberitaan terkait UN sebanyak 1.899 (20,1%), disusul guru 974 (10,3%) berita, dan penerimaan peserta didik baru 537 (5,7%) berita. “Yang paling banyak urusan UN. Itu menunjukkan bahwa UN menjadi perhatian publik,” katanya.
Mendiknas memaparkan, capaian kinerja 2010 dan program Kemdiknas 2011. Secara umum, kata Mendiknas, serapan anggaran Kemdiknas mencapai 89,29 persen per 27 Desember 2010. Adapun anggaran Kemdiknas pada 2011 Rp55,6 triliun. “Tidak ada pengurangan dari sisi anggaran. Alokasi BOS dikirim ke daerah,” ujarnya.
Mendiknas menambahkan, sebanyak 20 persen anggaran APBN digunakan untuk fungsi pendidikan yang ada di 17 kementerian/lembaga. Mendiknas menyebutkan, anggaran fungsi pendidikan pada 2011 Rp243 triliun. Namun demikian, kata Mendiknas, anggaran tersebut tidak boleh digunakan untuk sekolah kedinasan seperti Akademi Kepolisian dan Akademi Militer. “Sekolah kedinasan tidak boleh memanfaatkan dana fungsi pendidikan,” katanya. (agung)
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/simulasi-un.aspx
by admin | Jan 1, 2011 | Berita
Jakarta – Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menyosialisasikan mekanisme baru penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2011 di Hotel Sahid, Jakarta, pada Selasa (28/12). Direktur Jenderal Mandikdasmen Suyanto menjelaskan, dana BOS yang selama ini dianggarkan di Kemdiknas, akan disalurkan langsung dari kas negara ke kas daerah. Setelah itu, langsung ke rekening sekolah dengan mengikuti mekanisme APBD.
Suyanto menyampaikan, mekanisme baru tidak mempengaruhi prinsip dasar pengelolaan dana BOS di sekolah. Dana BOS tidak terlambat disalurkan ke sekolah setiap triwulannya. Penyaluran dana BOS dalam bentuk uang tunai, tidak dalam bentuk barang, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Dana BOS tidak digunakan untuk kepentingan di luar biaya operasional sekolah. Dan, petunjuk pelaksanaan/penggunaan tetap berpedoman pada panduan Kemdiknas.
“Pengalihan penyaluran bukan berarti sebagai pengganti kewajiban daerah untuk penyediaan BOSDA; Penyaluran dana BOS ke sekolah tidak perlu menunggu pengesahan APBD. Di samping menyediakan BOSDA daerah harus menyediakan dana untuk manajemen tim BOS, termasuk monitoring dan evaluasi. Juga, kewenangan mengelola dana BOS tetap berada di sekolah (prinsip manajemen berbasis sekolah),” ucap Suyanto.
Untuk menjamin akuntabilitas pelaksanaan BOS di tingkat sekolah, telah disusun buku panduan pengelolaan BOS. Selain didistribusikan, isi buku disosialisasikan ke seluruh sekolah. Pelatihan perencanaan dan pengelolaan dana BOS di tingkat sekolah pun diadakan.
Peningkatan pengawasan oleh komite sekolah dan oleh Inspektorat Daerah, Itjen, BPKP, BPK dan masyarakat. Penguatan pemantauan dan evaluasi oleh Kemdiknas dan Dinas Pendidikan. Sedangkan penguatan unit pelayanan dan pengaduan masyarakat untuk BOS 2011 melalui layanan bebas pulsa 177. Lalu, diterapkan sanksi bagi yang melakukan penyimpangan.
Acara sosialisasi ini diikuti sekitar 1.000 orang peserta. Mereka adalah para kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten dan kota. Juga, pejabat pengelola keuangan daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ratu Ati, seusai pembukaan sosialisasi mengatakan, mekanisme anyar ini merupakan sebuah terobosan yang mudah-mudahan sinkronisasi dan sinergi daerah dengan pemerintah pusat akan lebih baik. Jadi, keberadaan BOS ini betul-betul bisa dimaklumi oleh pemerintah daerah, dan misalnya kalau ada kekurangan pemerintah daerah akan membantu sehingga lebih eksis lagi. “Kebetulan kami di Cilegon sudah melakukan pendidikan gratis, tetapi dengan adanya pola ini kita akan semakin tahu peran pemerintah daerah akan lebih baik lagi,” katanya. (Nasrul)
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/sosialisasi.aspx
by admin | Dec 30, 2010 | Berita
Jakarta — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh melantik pejabat eselon II lingkup Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (28/12). Pelantikan pejabat ini merupakan penataan struktur organisasi sebagai bagian dari reformasi birokrasi di lingkup kementrian ini.
Para pejabat yang dilantik antara lain adalah Abdul Apip sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemdiknas, Nugaan Yulia Wardhani Siregar sebagai Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kemdiknas, Bambang Indriyanto sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas, Mustaghfirin Amin sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemdiknas.
Selanjutnya, Giri Suryatmana dilantik sebagai Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdiknas, Hari Setiadi sebagai Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas, Murtoyo sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata, dan Dedy Hermanto Karwan sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri.
Dalam sambutannya Mendiknas menyampaikan, Kemdiknas bertekad untuk melakukan reformasi birokrasi. Menteri Nuh mengingatkan, Presiden dalam berbagai kesempatan menyampaikan, kesuksesan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kualitas sistem birokrasi. “Reformasi birokrasi bisa dilakukan dengan sukses kalau sistem birokrasi kita sudah baik,” ujarnya.
Kepada para pejabat yang dilantik, Mendiknas meminta agar meningkatkan kualitas layanan kepada publik. Layanan yang diberikan tidak lagi berorientasi kepada birokrasi, tetapi berorientasi kepada publik. “Baik dan tidaknya bukan diukur dari kepuasan kita dalam memberikan layanan kepada publik tidak, tetapi lebih ditentukan oleh kepuasan publik terhadap layanan yang kita berikan,” katanya.
Reformasi yang dilakukan di Kemdiknas meliputi penataan struktur organisasi dan pengisian jabatan, penguatan kualitas sumber daya manusia, pembenahan tata laksana sistem birokrasi, dan pemanfaatan teknologi untuk efektivitas dan efisiensi. “Tidak kalah penting dan memerlukan perubahan luar biasa yaitu kultur atau budaya kerja,” kata Menteri Nuh.
Mendiknas juga berpesan kepada para pejabat yang dilantik. Pertama, menata niat. “Kalau niat sudah pas, maka langkah berikutnya semakin terbuka.” Kedua perkuat pembentukan kepribadian. Ketiga, perkuat kerja sama dan sinergitas antarunit. Keempat dedikasikan sepenuh hati kemampuan, kecerdasan kerja keras untuk memberikan layanan yang terbaik. “Cintailah tugas dan pekerjaan ,” ucapnya. (agung/ali)
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/pelantikan.aspx
by admin | Dec 30, 2010 | Berita, pengumuman
SK Kelulusan Bidik Misi 2010
KE P U T U S A N
REKTOR INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
NOMOR : 1329/15.12.1/KM/2010
TENTANG
MAHASISWA BARU PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI
INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
TAHUN AKADEMIK 2010/2011
REKTOR INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR,
| Menimbang |
: |
bahwa dalam rangka merealisasikan Program Beasiswa Bidik Misi dilingkungan ISI Denpasar, maka dipandang perlu menetapkan penerima Beasiswa Bidik Misi Tahun Akademik 2010/2011 dengan Keputusan Rektor, |
|
|
|
|
| Mengingat |
: |
1. |
UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional; |
|
|
2. |
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan; |
|
|
3. |
Keputusan Presiden RI Nomor 33 Tahun 2003 Tentang Pendirian Institut Seni Indonesia Denpasar; |
|
|
4. |
Keputusan Presiden RI Nomor 14/M Tahun 2009 Tentang Pengangkatan Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar; |
|
|
5. |
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 125/0/2004 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Seni Indonesia Denpasar; |
|
|
6. |
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Statuta Institut Seni Indonesia Denpasar; |
| Memperhatikan |
: |
Panduan Program Beasiswa Bidik Misi Kementerian Pendidikan Nasional Dirjen Dikti Direktorat Kelembagaan Tahun 2010. |
M E M U T U S K A N :
| Menetapkan
PERTAMA |
:
: |
Menunjuk nama-nama yang tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini sebagai calon mahasiswa ISI Denpasar yang dinyatakan lulus (diterima) melalui jalur Beasiswa Bidik Misi Tahun Akademik 2010/2011. |
| KEDUA |
: |
Biaya yang ditimbulkan dari surat keputusan ini dibebankan pada Biaya Beasiswa Bidik Misi Tahun Akademik 2010/2011, berdasarkan Kesepakatan Bersama Antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dengan Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Nomor 2403.2/D/T/2009, Nomor 2233/I5/LL/2009. |
| KETIGA |
: |
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. dan apabila ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya. |
Ditetapkan di Denpasar
Pada tanggal 8 Juli 2010
Rektor,
Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA.
NIP. 19550526 198103 1 002
Lampiran
Keputusan Rektor ISI Denpasar
Nomor 1329/I5.12.1/KM/2010
| DAFTAR NAMA MAHASISWA BARU PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI |
| ISTITUT SENI INDONESIA DENPASAR TAHUN AKADEMIK 2010/2011 |
| No. |
No. Daftar |
Penerima Beasiswa |
Pilihan Prodi |
Asal Sekolah |
| 1 |
2-0022 |
Nyoman Handiyasa |
Seni Rupa Murni |
SMAN I Tejakula Singaraja |
| 2 |
2-0026 |
Gede Pasek Bandana Negara |
Seni Rupa Murni |
SMKN 5 Denpasar |
| 3 |
2-0010 |
Putu Ari Darmastuti |
Desain Interior |
SMAN 8 Denpasar |
| 4 |
2-0016 |
Anak Agung Made Wira Satria |
Desain Interior |
SMKN I Denpasar |
| 5 |
2-0018 |
Putu Sukma Andreani |
Desain Interior |
SMA Lab.Undiksa Singaraja |
| 6 |
2-0030 |
Dipta Bagus Erdianto |
Desain Interior |
SMA Muhammadiyah 2 Surabaya |
| 7 |
2-0029 |
I Putu Eka Suputra |
Desain Komunikasi Visual |
SMKN I Sukawati Gianyar |
| 8 |
2-0009 |
Handalas Nur Prabadewati |
Desain Komunikasi Visual |
SMKN 1 Denpasar |
| 9 |
2-0027 |
Ni Wayan Diantari |
Desain Komunikasi Visual |
SMKN I Mas Ubud Gianyar |
| 10 |
2-0028 |
I Wayan Sena Ari Sandhi |
Desain Komunikasi Visual |
SMKN I Mas Ubud Gianyar |
| 11 |
2-0019 |
I Made Adi Dharmawan |
Fotografi |
SMKN 1 Denpasar |
| 12 |
2-0001 |
I Nyoman Adi Merdana |
Seni Karawitan |
SMKN Kubu Bangli |
| 13 |
2-0008 |
Ni Wayan Trisna Dewi |
Seni Tari |
SMKN Kubu Bangli |
| 14 |
2-0073 |
I Wayan Widana |
Seni Karawitan |
SMKN 3 Sukawati |
| 15 |
2-0037 |
I Made Arsawan Prinata |
Seni Karawitan |
SMAN 1 Baturiti Tabanan |
| 16 |
2-0013 |
Ida Ayu Nyoman Werdhi Putri Kusuma |
Seni Pedalangan |
SMAN 1 Bebandem Karangasem |
| 17 |
2-0002 |
I Made Yoga Pranata |
Seni Karawitan |
SMKN Kubu Bangli |
| 18 |
2-0003 |
Ida Bagus Kesuma Ananda |
Seni Karawitan |
SMKN Kubu Bangli |
| 19 |
2-0020 |
I Putu Gede Anom Suartama |
Seni Karawitan |
SMKN I Saraswati Tabanan |
| 20 |
2-0031 |
Ni Kadek Dewi Karniati |
Desain Komunikasi Visual |
SMKN1 Mas Ubud Gianyar |
| 21 |
2-0033 |
I Gede Tilem Pastika |
Seni Tari |
SMKN 3 Sukawati Gianyar |
| 22 |
2-0041 |
Ni Luh Dian Arista Dewi |
Seni Tari |
SMK N 3 Sukawati Gianyar |
| 23 |
2-0045 |
Ni Made Sri Lantini Rahayu |
Seni Tari |
SMK N 3 Sukawati Gianyar |
| 24 |
2-0050 |
Ni Wayan Sumantari |
Seni Tari |
SMK N 3 Denpasar |
| 25 |
2-0051 |
Ni Wayan Ardini |
Seni Tari |
SMK N 3 Sukawati Gianyar |
| 26 |
2-0021 |
I Putu Agus Widnyana Putra |
Seni Karawitan |
SMKN I Saraswati Tabanan |
| 27 |
2-0023 |
I Putu Teja Pratama Yasa |
Seni Karawitan |
SMK N 5 Denpasar |
| 28 |
2-0038 |
I Made Gatra Astawa |
Seni Karawitan |
SMA N 3 Sukawati Gianyar |
| 29 |
2-0049 |
I Putu Satya Supama |
Seni Karawitan |
SMA N 1 Sukawati Gianyar |
| 30 |
2-0060 |
Komang Pande Ary Wibawa |
Seni Karawitan |
SMK N 3 Sukawati Gianyar |
| 31 |
2-0062 |
I Wayan Yopyantara |
Seni Karawitan |
SMK N 3 Sukawati Gianyar |
| 32 |
2-0044 |
I Nyoman Trisna Jaya |
Seni Pedalangan |
SMK N 3 Sukawati Gianyar |
| 33 |
2-0006 |
I Nengah Sugiartawan |
Seni Rupa Murni |
SMKN Kubu Bangli |
| 34 |
2-0034 |
Ayu Putu Feny Abrina Putri |
Seni Rupa Murni (Lukis) |
SMKN 1 Sukawati Gianyar |
| 35 |
2-0043 |
I Wayan Adi Sutrisna |
Seni Rupa Murni (Lukis) |
SMK N 1 Sukawati Gianyar |
| 36 |
2-0064 |
I Wayan Wahyu Mahameru |
Seni Rupa Murni (Lukis) |
SMK N 1 Sukawati Gianyar |
| 37 |
2-0015 |
Gede Ponajaya |
Desain Interior |
PGRI 4 Denpasar |
| 38 |
2-0017 |
I Made Vandy Adigitaya |
Desain Interior |
SMA N 6 Denpasar |
| 39 |
2-0063 |
Ida Bagus Adhi Dhanika |
Desain Interior |
SMA N 6 Denpasar |
| 40 |
2-0072 |
Ida Ayu Gede Sasrani Widyastuti |
Seni Tari |
SMA N 1 Denpasar |
| 41 |
2-0054 |
I Komang Merta |
Kriya Seni (Kayu) |
SMK N 2 Sukawati Gianyar |
| 42 |
2-0047 |
I Kadek Murdita |
Kriya Seni (Kayu) |
SMKN1 Mas Ubud Gianyar |
| 43 |
2-0052 |
Desak Made Yuni |
Kriya Seni (Keramik) |
SMK N 2 Sukawati Gianyar |
| 44 |
2-0053 |
I Wayan Gede Sutarma |
Kriya Seni (Keramik) |
SMK N 2 Sukawati Gianyar |
| 45 |
2-0065 |
I Wayan Agus Wirabuana |
Kriya Seni (Keramik) |
SMK N 1 Sukawati Gianyar |
| 46 |
2-0032 |
I Made Merta Sentana |
Fotografi |
SMKN1 Mas Ubud Gianyar |
| 47 |
2-0071 |
Ni Putu Hegaputri Ayu Lestari |
Desain Komunikasi Visual |
SMA N 1 Denpasar |
| 48 |
2-0046 |
Ni Ketut Merta Yasa |
Fotografi |
SMK N 1 Denpasar |
Rektor,
Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA.
NIP. 195505261981031002
by admin | Dec 30, 2010 | Berita, pengumuman

unduh disini
