M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Harvard Undang Peneliti Indonesia ke AS

Harvard Undang Peneliti Indonesia ke AS

Harvard Kennedy School (HKS) Indonesia Program membuka penawaran Indonesia Research Fellowships, yaitu beasiswa khusus para peneliti dan akademisi Indonesia untuk terlibat dalam proyek-proyek penelitian independen di Ash Center, Harvard Kennedy School, Amerika Serikat (AS). Beasiswa penelitian ini didukung oleh Rajawali Foundation untuk memberi kesempatan kepada para peneliti bergabung dalam satu komunitas peneliti terkait isu-isu di Asia.

Adapun (HKS) Indonesia Program merupakan skema beasiswa penuh yang diberikan untuk masa studi setahun mulai 22 Agustus 2011 sampai 15 Juni 2012. Penerima beasiswa akan memeroleh asrama, asuransi kesehatan, dan biaya hidup sehari-hari. Namun, skema beasiswa ini tidak termasuk untuk membiayai transportasi Internasional pulang-pergi.

Selain itu, penerima beasiswa akan mendapatkan satu ruang kerja tersendiri di dalam Ash Center for Democratic Governance and Innovation, di kampus Harvard University di Cambridge yang berada di luar Boston. Kandidat juga akan mendapatkan akses langsung ke sistem perpustakaan Harvard University.

Bagi yang berminat, batas waktu pengiriman aplikasi ditunggu sampai 28 Februari 2011. Informasi dan formulir beasiswa bisa dilihat di http://www.ash.harvard.edu.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/13/12534397/Harvard.Undang.Peneliti.Indonesia.ke.AS

Lorem ipsum dolor sit

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed blandit massa vel mauris sollicitudin dignissim. Phasellus ultrices tellus eget ipsum ornare molestie scelerisque eros dignissim. Phasellus fringilla hendrerit lectus nec vehicula. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. In faucibus, risus eu volutpat pellentesque, massa felis feugiat velit, nec mattis felis elit a eros. Cras convallis sodales orci, et pretium sapien egestas quis. Donec tellus leo, scelerisque in facilisis a, laoreet vel quam. Suspendisse arcu nisl, tincidunt a vulputate ac, feugiat vitae leo. Integer hendrerit orci id metus venenatis in luctus tellus convallis. Mauris posuere, nisi vel vehicula pellentesque, libero lacus egestas ante, a bibendum mauris mi ut diam. Duis arcu odio, tincidunt eu dictum interdum, sagittis quis dui.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam dictum egestas rutrum. Aenean a metus sit amet massa egestas vulputate sit amet a nisi. Sed nec enim erat. Sed laoreet imperdiet dui fermentum placerat. Donec purus mi, pellentesque et congue at, suscipit ac justo. Pellentesque et augue quis libero aliquam lacinia. Pellentesque a elit vitae nisl vulputate bibendum aliquet quis velit. Integer aliquet cursus erat, in pellentesque sapien tristique vitae. In tempus tincidunt leo id adipiscing. Sed eu sapien egestas arcu condimentum dapibus. Donec sit amet quam ut metus iaculis adipiscing eget quis eros.

Sed id dui dolor, eu consectetur dui. Etiam commodo convallis laoreet. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Vivamus vel sem at sapien interdum pretium. Sed porttitor, odio in blandit ornare, arcu risus pulvinar ante, a gravida augue justo sagittis ante. Sed mattis consectetur metus quis rutrum. Phasellus ultrices nisi a orci dignissim nec rutrum turpis semper. Donec tempor libero ut nisl lacinia vel dignissim lacus tristique. Etiam accumsan velit in quam laoreet sollicitudin. Mauris euismod lacus ut magna placerat ac molestie augue consequat.

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata (Bagian I)

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata (Bagian I)

Kiriman Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

Pertunjukan untuk sajian Pariwisata menurut R.M. Soedarsono mempunyai ciri sebagai berikut. Merupakan tiruan dari tradisi yang asli, dikemas secara singkat dan padat penyajiannya, pertunjukannya penuh variasi, pertunjukannya bukan/tidak sakral, disajikan dengan cara pementasan yang menarik, dan yang paling penting adalah murah menurut ukuran wisatawan. Pendapat tersebut memang benar adanya tetapi jika diterapkan pada sumber seni dan budaya tradisional.

Sebagai sebuah pertunjukan untuk kepentingan upacara, biasanya pertunjukan tersebut merupakan bagian dari upacara, bersifat sakral dan mengandung unsur magis. dalam penyajian seni tradisional untuk sajian pariwisata ciri-ciri yang dikemukakan oleh Soedarsono sangatlah tepat. Sebagai sebuah alternatif baru bagi pertunjukan pariwisata, pertunjukan tekno akustik merupakan penggabungan dari unsur teknologi musik yang disatukan dengan unsur musik tradisional maka ciri-ciri yang dikemukakan oleh Soedarsono tidaklah tepat adanya.

Pertunjukan untuk pariwisata dengan format musik tekno akustik seperti yang terjadi selama pengamatan di Conrad Hotel dan wawancara secara langsung pada para pelakunya didapatkan hal-hal sebagai berikut. Pertunjukan dilakukan dengan durasi waktu 3,5 jam. Struktur pertunjukan dibagi 3 bagian yaitu 1) pertunjukan yang menyajikan musik dari permainan instrumen solo dengan latar belakang musik dari laptop, 2) pertunjukan yang menyajikan musik dengan permainan live secara bersama, dan 3) Pertunjukan musik yang diselingi oleh tarian sebanyak 4 tarian.

Sistem Dubing

Pertunjukan tekno akustik dapat digolongkan kepada jenis musik dengan tema New Age atau dapat dikatakan sebagai world musik. Tema sentral dari musik jenis ini adalah penggabungan antara musik Barat dan musik Timur. Tekno akustik lahir karena perubahan jaman dan pengaruh globalisasi yang sangat deras yang ditunjang oleh kemajuan teknologi informasi. Sebagai bahan perbandingan struktur pertunjukan group soulflip pada sebuah kontrak pertunjukan adalah sebagai berikut.

Berdasarkan pengamatan pada group soulflip yang dilakukan di Hotel Conrad daerah Tanjung Benoa Nusa Dua, pertunjukan tekno akustik berlangsung selama 3,5 jam yang terdiri dari 3 permainan instrumen tunggal yang saling bergantian dengan durasi masing-masing 45 menit. Pada permainan instrumen tunggal ini latar/basic lagu. Memainkan lagu-lagu yang bersifat pholymetra scematica maupun yang monometra scematica. Misalnya pemain suling Sunda dan jimbe memainkan sulingnya tidak saja dengan cara duduk atau berdiri tetapi dia bisa berjalan-jalan kesana kemari dengan peralatan wirless baik untuk headphone maupun untuk microphonnya. walaupun lebih banyak bermain improvisasi tetapi kesan atraktif lebih dominan, dalam artian sambil berjalan dia kadang mengajak ngobrol para pengunjung hotel, kadang meminta tamu untuk meniup seruling yang dia bawa. Memang merupakan sebuah pengalaman tersendiri bagi para tamu hotel untuk merasakan ikut bermain bersama group soulflip.

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata I, Selengkapnya

Melestarikan Budaya Bali, Mengurangi Global Warming

Melestarikan Budaya Bali, Mengurangi Global Warming

Kiriman  Made Nandini, Kelas 8 D SMPN 3 Denpasar

Isu global warming (pemanasan global) yang kini marak diperbincangkan berbagai kalangan, dampak negatifnya sudah mulai dirasakan. Matahari seolah pecah di siang hari, menyebabkan panas yang luar biasa. Sebaliknya, angin bertiup sangat kencang. Itu semua karena terjadi perubahan iklim akibat pemanasan global. Gerakan penanaman pohon pun mulai diadakan, namun dapatkah kita menanamkan budaya merawat dan melestarikan pohon-pohon itu?

Banyaknya polusi, baik polusi tanah, air, maupun udara merupakan faktor utama penyebab  terjadinya pemanasan global. Faktor lainnya meliputi penebangan dan pembakaran hutan. Lapisan ozon pada atmosfer terus menerus menipis, maka terjadilah peristiwa ‘efek rumah kaca’ yang berujung pada global warming.

Agama dan budaya di Bali adalah dua hal yang tidak dapat dilepaskan. Ritual-ritual yang diselenggarakan di Bali, sebenarnya adalah pengaruh budaya. Namun, karena ‘bahasa’ masyarakat Bali adalah upacara, jadi semua hal dikaitkan dengan ritual-ritual, termasuk budaya. Tumpek Bubuh, merupakan salah satu ritual Bali yang diadakan untuk menghormati tanaman, bagian dari lingkungan kita.

Masyarakat Bali mengenal falsafah yang disebut Tri Hita Karana, yang berarti tiga penyebab kebahagiaan. Ketiganya ialah hubungan selaras antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Hari raya terbesar Hindu di Bali, yaitu Nyepi, sangat terkait dengan Tri Hita Karana, dan alam lingkungan kita. Tahun baru Saka ini sangat membantu mengurangi faktor-faktor penyebab terjadinya pemanasan global. Setiap setahun sekali, kira-kira 60% polusi berkurang di Bali. Listrik pun menjadi hemat pemakaiannya. Betapa tidak, polusi udara, air, tanah, hingga pemakaian listrik berkurang dalam satu hari, karena adanya catur brata penyepian, yaitu empat syarat dalam Nyepi. Nyepi juga dimaksudkan memberikan ruang kepada alam untuk bernafas dan memperbarui diri. Bayangkan, bila seluruh dunia melaksanakan catur brata penyepian, maka ribuan hinggan jutaan ton polusi akan berkurang.

Melestarikan Budaya Bali, Mengurangi Global Warming, selengkapnya

Pemerintah Tawarkan Dosen Belajar ke Luar Negeri

Pemerintah Tawarkan Dosen Belajar ke Luar Negeri

Palembang  – Pemerintah menawarkan kepada dosen perguruan tinggi di Indonesia untuk memperdalam ilmu pengetahuan ke universitas di luar negeri, terutama jenjang pendidikan doktor.
Pemerintah di tahun 2011 ini memberikan peluang sebanyak 1.000 dosen yang belajar ke luar negeri dan peluang itu harus direbut perguruan tinggi di Indonesia, kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal saat pertemuan Konvensi Kampus dan temu rektor se Indonesia di Palembang, Kamis malam.
Oleh karena itu, melalui pertemuan forum rektor se Indonesia di Palembang ini peluang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bisa merebut seluruh perguruan tinggi yang ada, kata dia.
Menurut dia, perguruan tinggi juga perlu melakukan mitra pada universitas di luar negeri, sehingga kualitas sumber daya manusia akan semakin baik.
Jumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia sekarang ini sebanyak 54 unit ditambah 450 perguruan tinggi swasta, kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, pentingnya memperdalam ilmu ke luar negeri itu, karena dosen yang memiliki pendidikan strata tiga masih kurang.
Sekitar 155 ribu dosen perguruan tinggi yang ada di Indonesia, hanya 12 persen berjenjang S3, kata dia lagi.
Sehubungan itu, melalui forum rektor sekarang ini permasalahan tersebut harus dibahas bersama, kata dia.
Gubenur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, pertemuan forum rektor itu diharapkan pembangunan di daerah semakin maju terutam di provinsi yang akan menjadi tuan rumah SEA Games ini.
Sumsel kaya akan potensi sumber daya alam dan itu harus digali termasuk peran serta forum rektor, ujar dia.
Ketua forum rektor 2011 – 2012, Prof Dr Hj Badia Perizade mengatakan, pertemuan forum rektor itu diharapkan bermanfaat bagi semua pihak terutama Sumsel.(*) (T.U005/M033/R009)

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1294933449/pemerintah-tawarkan-dosen-belajar-ke-luar-negeri

Loading...