M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

STIE Perbanas Kunjungi ISI Denpasar

STIE Perbanas Kunjungi ISI Denpasar

Kampus ISI Denpasar tidak pernah surut aktifitas. Di sela- sela kegiatan Ujian Akhir Semester, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) mendapat kunjungan studi banding  STIE Perbanas Surabaya. Rombongan berjumlah sekitar 50 orang ini diterima langsung oleh Dekan FSP beserta jajarannya serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Tari.

“Kami sangat bangga dapat melaksanakan studi banding di kampus ISI Denpasar, dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pihak ISI yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan kami di kampus ISI Denpasar, “ujar  Tri Antoro, SE, kepala seksi bidang kemahasiswaan yang membawahi UKM Tari STIE Perbanas Surabaya. Para Mahasiswa Perbanas ini membawakan empat tarian yaitu salsa, modern dance, kreasi modern, dan tari galuh. Sedangkan mahasiswa Jurusan Tari ISI Denpasar membawakan tarian Selat Segara, Jauk Manis, dan Satya Brasta.

Dekan FSP, I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn, didampingi PD I, II, III serta Ketua Jurusan Tari menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan STIE Perbanas Surabaya karena telah memilih ISI Denpasar untuk kegiatan studi banding. “Dengan adanya kunjungan studi banding mahasiswa STIE Perbanas Surabaya, kiranya dapat memberi inspirasi bagi mahasiswa Jurusan Tari untuk lebih meningkatkan diri,” harap Garwa.

Usai acara pementasan, mahasiswa ISI dan STIE Perbanas Surabaya, melaksanakan tukar pikiran tentang tari-tarian yang mereka bawakan, serta beberapa hal lainnya mengenai kampus masing-masing, yang berlangsung akrab namun penuh nuansa akademis.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Dirumuskan, Porsi Bantuan Dana ke PTN

Dirumuskan, Porsi Bantuan Dana ke PTN

JAKARTA—Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan struktur anggaran khusus, terutama untuk jenjang perguruan tinggi negeri (PTN). Mendiknas menjelaskan, struktur anggaran khusus ini bertujuan untuk menghadapi adanya rencana penghapusan penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri di tahun 2012 mendatang.
Dikatakan, sumber anggaran di PTN tersebut ada tiga macam. Pertama, berasal dari siswa melalui SPP. Kedua, dari pemerintah. Ketiga, dari dana mandiri PTN melalui kerjasama riset.  Menurutnya, struktur anggaran ini ke depannya  akan lebih ditata kembali terutama mengenai porsi dana pendapatan PTN.
“Ke depan, struktur ini akan kita tata kembali terutama mengenai porsi. Misalnya, jika PTN dapat menaikkan porsi pendapatan dari dana penelitannya, maka pemerintah akan memberikan insentif. Sebaliknya, jika PTN menaikkan porsi pendapatan dari besaran SPP mahasiswa, maka pemerintah akan menurunkan insentifnya. Turunkan di sini artinya mengurangi,” jelas Mendiknas ketika ditemui usai rakat kerja (Raker) bersama Komisi X di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/1).
Mendiknas menyebutkan, porsi dana pendapatan setiap PTN berbeda-beda. Mendiknas mengumpamakan, jika awalnya dana penelitian mencapai Rp 1 miliar dan dana insentif pemerintah Rp 100 miliar, maka jika PTN mampu menaikan dana penelitian hingga Rp 2 miliar, dana insentif akan ditambah menjadi Rp 120 miliar. “Sehingga, jika PTN menaikkan dana penelitian, maka secara otomatis anggaran total seluruh PTN yang bersangkutan akan naik drastis,” ujarnya.
Dijelaskan, masalah ini tidak membutuhkan persetujuan PTN. “Masalah ini bukan urusan setuju tidak setuju, tetapi ini policy ke depan di tahun 2012.Sehingga, dengan adanya struktur anggaran seperti itu maka kawan-kawan (PTN) akan semakin bersemangat,” imbuhnya. (cha/jpnn)

Sumber: jppn.com

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata II

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata II

Kiriman Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

Sistem Live Total

Selanjutnya mereka berempat tampil bersama. Tiga  orang pemain instrumen akustik dan satu orang DJ.  Mereka hapal betul dimana, kapan, dan instrumen apa yang harus mereka mainkan. DJ sudah memformat lagu-lagu yang akan dimainkan. DJ hanya mengeluarkan ritme-ritme tertentu dari DJ turntable dan DJ Players. Si DJ sendiri mulai memainkan mixer DJnya kemudian membuat scrit-scrit sebagai ornamen dari beat yang dibuatnya. Menurut Jaja, salah seorang pemain soulplif, mengatakan bahwa mereka memang telah membuat dasar-dasar melodi dan ritme pada instrumen akustik. Kemudian setelah hafal benar, melodi dan ritme tersebut dikembangkan lagi selama mereka pentas, tergantung mood yang didapat pada saat mereka pentas.

Berdasarkan penampilan yang terlihat, sistem live total ini sebenarnya tidaklah semuanya live karena ternyata beat atau ritme dasar dari musik yang dihasilkan keluar dari peralatan DJ dan sebagai dari laptop yang memang sudah dibuat sedemikian rupa. Perlu diketahui bahwa untuk loops yang seperti ini sangat mudah didapat dan dibuat. Ritme dasar ini jelas merupakan sebuah hasil dari pengembangan teknologi pada musik. Tetapi keberadaan loops-loops seperti ini tidaklah begitu mengkhawatirkan dunia musik karena untuk membuat sebuah komposisi berdasarkan loops-loops itu ternya perlu talenta dan kemampuan seni musik yang baik. jika tidak mempunyai kemampuan bermain yang baik maka musik yang dihasilkannya hanyalah sebuah musik robot yang hambar tanpa rasa seperti bagaimana kita memainkan sebuah instrumen musik secara langsung.

3. Sistem Lipsing

Pada kesempatan yang lain, ternyata ada beberapa perubahan dua orang pemain instrumen akustik yang sama sekali masih baru. mereka asli kelahiran pulau Bali. Dua orang pemain baru ini membawakan suling Bali pada saat mereka tampil solo dengan latar belakang musik yang keluar dari perangkat laptop.

Pada saat tampil bersama, mereka semuanya memainkan lagu-lagu yang telah biasa group soulplif bawakan. Pada saat membawakan lagu-lagu tersebut, tampak terlihat ada beberapa keraguan dari kedua pemain baru tersebut. Setelah ditanyakan tentang hal tersebut dikatakan bahwa lagu yang dimainkan memang sudah keluar dari CD yang diputar oleh DJ, dan mereka berdua memainkan seperti sungguh-sungguh bermain tetapi sebenarnya tidak begitu berbunyi karena mikrofon yang dipasang dalam keadaan mati.

Bentuk Pertunjukan Tekno Akustik Musik dalam pariwisata II, Selengkapnya

43 Mahasiswa Gelar Pameran Bersama

43 Mahasiswa Gelar Pameran Bersama

Sebanyak 43 mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar pameran bersama atas karya terbaik mereka di Galeri Sika, Ubud, Kabupaten Gianyar, selama dua pekan, 18 Januari hingga 1 Pebruari 2011.

“Pameran bersama mahasiswa pada semester ganjil tahun ajaran 2010/2011 tersebut merupakan tugas akhir sekaligus persyaratan untuk meraih gelar sarjana seni (S-1),” kata Dekan FSRD ISI Denpasar Dra Ni Made Rinu MSi saat mendampingi Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S bertemu pers di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, pameran yang mengusung tema lingkungan dengan landasan seni budaya Bali itu, merupakan pertanggungjawaban akademik mahasiswa ISI setelah nantinya menempuh ujian komprehensip, 24-28 Januari 2011.

Mereka yang berpameran terdiri atas 12 mahasiswa jurusan seni rupa murni, sembilan orang peminat lukis dan tiga orang peminat patung, dua jurusan kriya dan dua orang kriya kayu.

Selain itu juga dari jurusan desain interior sembilan orang, desain komunikasi visual (DKV) 19 orang dan program studi fotografi seorang.

Ni Made Rinu yang juga didampingi ketua panitia kegiatan tersebut Drs Olih Solihat Karso MSn dan Ketua Jurusan Desain Prof Dr Drs I Nyoman Artayasa MKes menambahkan, pameran merupakan kegiatan akademik sebagai ajang pameran kreativitas mahasiswa yang memiliki nilai sangat spesifik.

Karya-karya yang ditampilkan sesuai perkembangan estetika sebagai sebuah ilmu keindahan yang selalu bergerak mengikuti perkembangan zaman yang terefleksi dalam gaya hidup serta terkolaborasi dengan budaya dan lingkungannya.

Melalui pameran tersebut diharapkan mampu membawa kiprah dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan wacana, evaluasi dan apresiasi seni terhadap masyarakat.

Hal penting lainnya mampu sebagai wahana penjelajahan mahasiswa dalam mengembangkan bakat alamiah yang kemudian berproses maju dan berkelanjutan.

Selain itu mampu membangun dialog apresiatif serta mampu mengangkat kesadaran budaya bagi para seniman, pencinta seni dan masyarakat secara keseluruhan, ujar Ni Made Rinu.

Humas ISI Denpasar Melaprkan

Mendiknas Hapus Jalur Mandiri di PTN

Mendiknas Hapus Jalur Mandiri di PTN

Surabaya – Mendiknas Mohammad Nuh menghapus jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) yang membuat pendidikan tinggi menjadi mahal. “Insya-Allah, tahun 2012 sudah tidak ada lagi jalur mandiri,” katanya kepada pers di kediamannya, di Surabaya, Minggu.
Didampingi staf khusus bidang media massa, Sukemi, ia menjelaskan, struktur anggaran PTN selama ini berkisar pada SPP (dana masyarakat), kerja sama (mitra), dan pemerintah (dana bantuan pemerintah).
“Selama ini, PTN ambil jalan pintas untuk membiayai diri dengan menaikkan SPP atau membuka jalur mandiri, nanti hal itu akan diubah secara bertahap dengan dana pemerintah lebih meningkat,” katanya.
Menurut mantan Rektor ITS Surabaya itu, peningkatan dukungan pemerintah untuk anggaran PTN itu sangat memungkinkan sehubungan dengan kenaikan anggaran fungsi pendidikan.
“Tahun 2011, anggaran fungsi pendidikan yang kami kelola mencapai Rp248 triliun dan tahun 2012 akan meningkat Rp40 triliun lebih menjadi Rp284 triliun, sehingga dana untuk pendidikan tinggi akan dapat ditingkatkan,” katanya.
Bahkan, katanya, pihaknya secara khusus akan mengucurkan dana Rp200 miliar untuk Universitas Trunojoyo (Unijoyo) di Bangkalan, Madura.
“Itu terkait dengan adanya Jembatan Suramadu yang perlu didukung dengan upaya membangun Madura, bukan membangun di Madura. Untuk membangun Madura, maka sumber daya manusia merupakan pendekatan utama,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga menerapkan dana abadi pendidikan senilai Rp1 triliun yang bunganya akan digunakan menyekolahkan dosen menjadi master atau doktor.
Ujian Nasional
Dalam kesempatan itu, Mendiknas menegaskan bahwa pihaknya juga akan menyatukan jenjang pendidikan secara vertikal yakni hasil ujian di SD bisa diterima di SMP, hasil ujian di SMP bisa diterima di SMA, dan hasil ujian di SMA juga dapat diterima di PTN.
“Masalahnya, hasil ujian di SMA belum dapat dipakai di PTN, lalu saya bertanya kepada pimpinan PTN tentang masalah sebenarnya, ternyata ada dua hal yakni mereka tidak percaya dengan materi tes SMA dan tidak percaya dengan pelaksanaan tes di SMA,” katanya.
Untuk mengatasi ketidakpercayaan itu, pihaknya mengajak PTN untuk membuat soal bagi tes di SMA. “Tahun ini, soal UN akan dibuat PTN dengan lima jenis, sehingga tidak akan bisa saling mencontek,” katanya.
Terkait ketidakpercayaan dengan pelaksanaan tes di SMA yang amburadul, ia mengatakan bahwa hal itu dapat diatasi dengan melibatkan kalangan PTN sebagai pengawas.
“UN juga akan mulai dapat digunakan acuan untuk masuk PTN, karena pendaftaran masuk PTN nantinya akan ada dua cara yakni ujian tulis melalui SNMPTN dan undangan melalui nilai rapor dan hasil UN,” katanya.
Dalam PP 66/2010 sudah diatur SNMPTN akan mencapai kuota minimal 60 persen, sedangkan kuota 40 persen diambil dengan cara undangan itu.
“Untuk cara undangan juga mengatur 60 persen diambil dari nilai UN dan 40 persen dari nilai rapor. Kenapa UN lebih besar, karena nilai rapor itu bias yakni sekolah dengan akreditasi berbeda (A, B, C) menggunakan nilai 7-8, sehingga mana yang pintar menjadi bias,” katanya.
Ia menambahkan PP juga mengatur 20 persen mahasiswa di PTN harus berasal dari keluarga miskin, atau meningkat dibandingkan dengan sebelumnya hanya berkisar 5-6 persen untuk keluarga miskin.
“Nantinya, BOS hanya 60-70 persen untuk dukungan pemerintah pusat, sedangkan sisanya menjadi urusan pemerintah daerah setempat,” katanya.(*)

Sumber: antaranews.com

Loading...