M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

INPUT NILAI MK DAN PERUBAHAN KRS

PENGUMUMAN

Berhubung tidak semua nilai matakuliah yang ditawarkan pada semester ganjil 2010/2011 masuk pada system informasi akademik (SIA) maka :

1.      Kami akan menutup sementara sesi semester genap 2010/2011 pada program SIA dan membuka sesi semester ganjil 2010/2011 pada tanggal 5-8 Pebruari 2011.

2.      Kepada dosen pengampu matakuliah yang belum memasukan nilai kami mohon memasukan nilai melalui portal masing-masing pada tangal 5-8 Pebruari 2011.

3.      Mahasiswa di harapkan melihat kembali portalnya dan melakukan perubahan KRS pada sesi perubahan KRS pada tanggal 14 – 18 Pebruari 2011.

4.      Pelaksanaan perubahan KRS sama seperti pelaksanaan pengisian KRS sebelumnya dan kembali menyerahkan KRS yang sudah disahkan PA masing-masing kebagian akademik.

5.      Absensi kuliah akan dikeluarkan setelah perubahan KRS dan merupakan peserta kuliah yang sah sesuai pengambilan pada KRS masing-masing mahasiswa.

Demikian pengumuman ini dibuat untuk dilaksanakan. Terimakasih.

Denpasar, 1 Pebruari 2011

Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan

ttd

I Ketut Suwitra, SE

NIP. 197904272001121003

Kemdiknas Siapkan Rp 100 Miliar untuk Pendidikan Kewirausahaan

Kemdiknas Siapkan Rp 100 Miliar untuk Pendidikan Kewirausahaan

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Indonesia (Kemendiknas) terus berupaya menggenjot pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi. Tahun ini, disiapkan anggaran Rp 100 miliar untuk mempermulus program tersebut. Anggaran itu disiapkan untuk membiayai proposal atau blockgrant wirausaha mahasiswa dan beasiswa dosen khusus ilmu kewirausahaan.
Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalan menjelaskan, secara keseluruhan anggaran tersebut akan dikucurkan di pusat-pusat enterpreneur. Pusat-pusat enterpreneur ini didirikan di kampus-kampus negeri di masing-masing provensi. “Yang jelas program ini terus berlanjut,” papar mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) itu di Jakarta, Minggu (30/1).
Fasli menjabarkan, tahun lalu minat mahasiswa untuk mengajukan proposal wirausaha cukup tinggi. Kemendiknas mencatat tahun lalau ada seratus ribu lebih mahasiswa yang mengajukan proposal tersebut. Masing-masing mahasiswa yang mengajukan proposal wirausaha tersebut, mendapatkan bantuan pembiayaan rata-rata Rp 8 juta. Tahun ini, nilai bantuan diperkirakan tetap.
Sementara pendidikan kewirausahaan juga dilakukan di tingkat pendidikan menengah. Fasli menjelaskan pihak sekolah harus memberikan kredit poin khusus bagi siswa yang menjalankan usaha. “Baik itu usaha sendiri atau ikut orang lain,” kata dia.
Sehingga, dengan pemberian kredit poin tambahan tersebut, bisa memacu siswa-siswa lainnya untuk berwirausaha.

Di bagian lain, Dirjen Dikti Kemendiknas Djoko Santoso menjelaskan, pihaknya sudah mengkomunikasikan program kewirausahaan ini kepada perguruan tinggi negeri, maupun perguruan tinggi swasta di bawah koordinasi peguruan tinggi swasta (kopertis). “Secara teknis akan berjalan seperti tahun lalu,” kata dia. Yaitu, pemberian anggaran untuk pelatihan dan program kewirausahaan. Keduanya, masih kata Djoko, harus berjalan beriringan.
Djoko menjelaskan, melalui program ini bisa ikut menekan angka pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi di negeri ini. Kemendiknas mencatat, tahun lalu jumlah penganggruan tersebut tidak kurang dari 8,7 juta jiwa. Melalui program kewirausahaan ini, lulusan perguruan tinggi bisa bekerja untuk dirinya sendiri dan memberi pekerjaan kepada orang lain.
Kemendiknas belum mengevaluasi secara rinci program wirausahan ini. Namun, hasil pantauan di lapangan, program kewirausahaan di lingkungan pendidikan tinggi ini mampu menggerakkan mahasiswa untuk melakukan kegiatan kewirausahaan.
Dalam waktu dua tahun setelah mengajukan proposal dan mendapatkan kucuran bantuan tersebut, beberapa mahasiswa yang menjalankan usahanya bisa mengakses bantuan kredit usaha rakyat (KUR). “Bantuan dari kami (Kemendiknas, red) bisa dijadikan pancingan,” pungkas Djoko. (wan)

Sumber: http://www.jpnn.com

Sejarah Gamelan Gong Kebyar Di Desa Petang

Sejarah Gamelan Gong Kebyar Di Desa Petang

Kiriman I Kadek Ari Irawan, Mahasiswa PS  Seni Karawitan.

Asal Mula

Untuk mengungkap sejarah asal mula suatu kesenian seperti seni gong kebyar di Desa Petang, sungguh tidak mudah. Kesulitan-kesulitan yang menyebabkannya adalah kurangnya data-data mengenai gamelan tersebut dan hampir tidak ada data-data tertulis yang memuat tentang gamelan gong kebyar tersebut.

Namun demikian dari beberapa informasi yang penulis hubungi, telah berhasil penulis kumpulkan sejumlah informasi baik dari anggota sekaa maupun informan-informan luar yang mampu memberikan keterangan mengenai data-data tentang asal mula dari gamelan gong kebyar ini.

Misalnya : I Gusti Made Ardana yang menjadi anggota sekaa gong di Desa Petang (wawancara pada tanggal 20 September 2010 di rumahnya banjar Petang Tengah) menerangkan bahwa gamelan gong kebyar yang ada di Desa Petang sekarang merupakan due pura Pucak Manik di Desa Petang. Karena Gamelan Gong Kebyar tersebut memang ada sejak dulu tetapi hanya ada beberapa tungguh gamelan yaitu yang sayatau kantil yang bentuk bilahannya yang istilah balinya metundu klipes, kekurangannya di buatkan di tiyingan klungkung sekitar tahun 1985, gong kebyar yang ada di Desa Petang, dulunya yang pernah dipinjam-pinjam oleh Puri Petang jadinya waktu itu belum tau siapa yang mempunyai gong tersebut, antara due Pura dan Puri Petang. Semenjak I Gusti Dipta menjadi kelian Desa, bingung menentukan gong kebyar tersebut, dan akhirnya ditetapkanlah gong tersebut due Pura Pucak Manik Petang dan dimintakan nama di Geria Kemenuh gong dan sekaanya dinamakan sekha gong Citra Gopta Petang dan kelian gong pertama pada waktu itu Anak Agung Gede Santaka, pelawah gong tersebut pada waktu itu masih polos belum diukir maupun di prada dan diprakarsai oleh I Gusti Dipta, pada ktu itu gong tersebut mengalami perkembangan dicarikanlah tukang ukir dari Blayu Tabanan yang bernama bapak Gunawan, akhirnya sekha gong tersebut benar-benar menjaga gong tersebut di bawah naungan Desa Adat Petang sampai sekarang, karena dulu sekaa tersebut belum melembaga dan sekarang gamelan tersebut di prada pada tahun 1996, dananya diperoleh dari sumbangan-sumbangan dan sekarang Desa Petang terjadi pemekaran pada tahun 2001 karena jumlah penduduknya sudah meningkat, sekarang Desa Petang tersebut menjadi 3 banjar yaitu : banjar Petang Kaja, banjar Petang Tengah, banjar Petang Kelod dan gong kebyar tersebut dimiliki ketiga banjar tersebut boleh dipakai oleh ketiga banjar tersebut. Disaat ada upacara agama atau piodalan di desa petang

Demikianlah secara singkat dapat diungkapkan tentang sejarah gamelan gong kebyar di Desa Petang.

Fungsi Dalam Upacara Agama

Kesenian Bali seni karawitan (gamelan) seni tari dan seni vocal (tembang) kesemuanya tidak bisa lepas dari upacara keagamaan (Agama Hindu) dalam uraian buku seni sacral dalam hubungannya dengan agama hindu di jelaskan sebagai berikut :

Seni Wali (Socred, relijius yaitu seni yang dilakukan di Pura-Pura dan di tempat-tempat yang ada hubungannya dengan upacara keagamaan sebagai pelaksana upacara dan upakara agama.

Bentuk Alat

Gamelan gong kebyar merupakan seperangkat gamelan yang dipergunakan untuk mengiringi upacara keagamaan khususnya agama Hindu dan mengiringi tari-tarian. Instrumen-instrumen gamelan gong kebyar di Desa Petang terdiri dari sebuah terompong, satu buah riong, dua buah ugal, empat buah ganse, empat buah kantil, dua buah jegog, dua buah jublag, dua buah kendang, satu buah ceng-ceng, satu buah kajar, satu buah kempli, dua buah gong, satu buah kempur, satu buah klemong, dan satu buah bende.

Sejarah Gamelan Gong Kebyar Di Desa Petang selengkapnya

Tim Gamelan Bratislava Pukau Slowakia

Tim Gamelan Bratislava Pukau Slowakia

London – Tim Gamelan KBRI Bratislava memukau ratusan penonton yang memadati auditorium pusat eksibisi Incheba dalam acara Camera Slovakia sebagai bagian dari pameran pariwisata tahunan terbesar di Slovakia 17th International Travel Fair, yang digelar di Bratislava Ibukota Republik Slovakia, sejak 20 Januari lalu.
Gamelan Bali yang diiringi dengan berbagai alat musik antara lain angklung, flute dan trompet menampilkan lagu khas Indonesia dan Slovakia tampil dalam dua kali pertunjukkan Minggu di panggung pameran, demikian Sekretaris III KBRI Bratislava Slovakia, Fahmad Rifqi Ramulo dalam keterangannya kepada Antara London, Senin.
Para penonton berjubel tidak sabar menyaksikan penampilan tim gamelan KBRI Bratislava yang dimotori Kristina, gadis Slovakia dan pimpinan grup gamelan KBRI Bratislava, Lucian, berkebangsaan Romania.
Dikatakannya dalam pameran pariwisata terbesar di Bratislava itu, KBRI Bratislava mengandeng salah satu travel agent terbesar di Slovakia, Bubo Travel dalam pagelaran kebudayaan kali ini.
Selama dua tahun berturut-turut, penampilan tim gamelan KBRI Bratislava pada event tahunan pariwisata terbesar di Slovakia tersebut membuat budaya Indonesia semakin dikenal di Slovakia, khususnya pengunjung pameran yang tak hanya berasal dari Slovakia namun juga dari negara tetangga sepeti Austria, Ceko dan Hungaria.
Ramulo mengatakan Stand Indonesia dengan lokasi yang strategis selain membagikan-bagikan brosur pariwisata Indonesia secara gratis kepada pengunjung pameran, KBRI bermitra dengan Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Budapest mempromosikan kopi, teh serta kuliner khas Indonesia.
Kepala ITPC Budapest, Nusa Eka memaparkan bahwa produk dari Indonesia seperti air kelapa muda dalam kemasan menjadi favorit pengunjung itu berhasil menembus pasar Eropa Tengah dan Timur.
Dengan rata-rata 60.000 orang pengunjung pameran setiap tahunnya, event ini diikuti sekitar 30 negara peserta pameran.
Pendapatan per kapita yang mencapai 22.000 dolar AS ketertarikan publik Slovakia pada budaya dan pariwisata Indonesia menjadikan Slovakia sebagai Negara yang potensial sebagai sumber wisatawan manca negara di masa mendatang.
Slovakia sebagai anggota Uni Eropa dan Eurozone memiliki kinerja perekonomian termasuk terbaik di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif tiga persen pada 2010 lalu di tengah-tengah deraan krisis ekonomi global utamanya di Eropa. (ZG/K004)

Sumber: http://antaranews.com

Gairahkan Kesenian Buleleng, FSP Kunjungi SMK 1 Sukasada

Gairahkan Kesenian Buleleng, FSP Kunjungi SMK 1 Sukasada

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar dibawah komando Dekan I Ketut Garwa,S,Sn.,M.Sn., semakin menunjukkan geliat istimewa. Kegiatan Tri Dharma selalu   mewarnai Fakultas dengan tiga jurusan ini, yakni Jurusan Pedalangan, Karawitan, dan Tari. Di sela-sela kegiatan “ngayah” beberapa waktu yang lalu di Desa Angantaka, Tista, dan Sibetan, Dekan FSP beserta jajarannya, Selasa (25/1) lalu, mengadakan kegiatan sosialisasi, publikasi, serta promosi program studi FSP di SMK 1 Sukasada, Buleleng.

“Kami sangat berterima kasih kepada kampus ISI Denpasar yang telah bersedia hadir di sekolah kami, guna memaparkan program studi yang ada, sehingga siswa kami mendapat gambaran jelas untuk melanjutkan studi. Kami juga berharap, pihak ISI Denpasar berkenan memberikan “workshop” untuk menggairahkan kesenian serta apresiasi kami terhadap seni budaya ,”harap Drs. I Made Suardana,M.Si. kepala sekolah SMK 1 Sukasada. Harapan ini disambut baik Dekan FSP, yang segera akan mengagendakan ”workshop” dimaksud.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan bagi siswa SMK 1 Sukasada kelas tiga, yang sangat antusias mengikuti setiap pemaparan yang diberikan oleh Dekan, PD I, Kejur Pedalangan, Kejur Karawitan, maupun Kejur Tari. Selain menjelaskan prodi yang ada di ISI Denpasar, beasiswa juga menjadi bahan yang sangat menarik bagi para siswa, salah satunya adalah beasiswa Bidik Misi. “Tari Kebyar dan tabuh Kekebyaran yang dinamis yang lahir di Buleleng yang telah mendunia, memerlukan generasi penerus untuk melestarikannya, salah satunya dengan mendalaminya lewat pendidikan seni di ISI Denpasar,”ujar PD I FSP, I Dewa Ketut Wicaksana,S.SP.,M.Hum., didampingi PD II FSP,Ni Ketut Suryatini, SS. Kar., M.Sn serta PD III, Dr. Ni Luh Sustiawati, M.Pd

Rombongan juga berkesempatan studi banding ke UNDIKSA, sebagai persiapan pembukaan prodi Pendidikan Seni Tari. Rombongan diterima Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNDIKSA, Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Loading...