M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Peringkat 50 Besar Website PT Indonesia Edisi Januari 2011

Peringkat 50 Besar Website PT Indonesia Edisi Januari 2011

Pengumuman peringkat website perguruan tinggi versi Webometrics Edisi Januari 2011 baru saja diumumkan. Seperti dirilis di website Webometrics peringkat website ISI Denpasar menduduki peringkat 36 Indonesia atau peringkat 3489 dunia. Walaupun terjadi penurunan dibandingkan dengan edisi juli 2010 yang menduduki peringkat 34, tetapi naik cukup signifikan dari edisi juli 2010 yang menduduki posisi 4249. Webometrics merilis Peringkat pertama hingga lima Indonesia berturut-turut ditempati oleh website UGM, UI, ITB, UNAIR, dan UNDIP.

Ada empat komponen yang menjadi indikator dari penilaian Webometrics ini, yaitu: Size (20%), Visibility (50%), Rich Files (15%), dan Scholar (15%). Data yang dikumpulkan dengan empat indikator tersebut diolah dan digunakan untuk memeringkat 12.000 perguruan tinggi di seluruh dunia. Size adalah jumlah halaman website yang tertangkap oleh search engines (Google, Yahoo, Live Search/Bing). Visibility merupakan jumlah eksternal link yang unik (backlink) yang diterima oleh domain web universitas yang tertangkap oleh search engines (Yahoo, Google, Live Search/bing). Visibility ini menyiratkan besarnya impact factor terhadap sebuah website/repositori. Rich Files merupakan jumlah file dokumen (Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) and Microsoft Powerpoint (.ppt), dan tidak termasuk xls or latex or tex) yang online di bawah domain website universitas. Scholar merupakan jumlah paper dan jumlah sitasi yang tertangkap di Google Scholar untuk setiap domain website universitas.

Berikut ini adalah daftar peringkat webometrics perguruan tinggi di Indonesia:

Indonesia rank World

rank

University POSITION
size Visibility Rich files Scholar
1 583 Universitas Gadjah Mada 501 815 1,152 71
2 599 University of indonesia 438 969 634 11
3 770 Institute of Technology Bandung 444 908 919 529
4 1000 Airlangga University 1,084 1,223 521 301
5 1004 Diponogoro University 558 2,477 1,780 15
6 1007 Petra Christian University 308 2,295 802 399
7 1010 Gunadarma University 646 1,510 686 486
8 1015 Andalas University 2,234 1,590 639 170
9 1017 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1,029 1,506 1,883 41
10 1018 Universitas Negeri Malang * 1,958 1,495 1,080 83
11 1026 Universitas Sriwijaya 971 2,444 1,314 236
12 1041 Universitas Muhammadiyah Surakarta 1,647 4,340 1,952 21
13 1056 Universitas Sumatera Utara 1,633 3,049 2,546 28
14 1204 Bogor Agricultural University 1,830 1,075 1,530 1,204
15 1217 Universitas Islam Indonesia 1,565 1,707 3,556 232
16 1253 Universitas Sebelas Maret 875 1,621 1,509 1,628
17 1382 Unikom 1,845 7,698 4,173 22
18 1395 Universitas Muhammadiyah Malang 2,710 2,565 1,066 1,264
19 1831 Yogyakarta State University 2,539 2,316 4,662 574
20 1880 Indonesia University of Education * 1,516 1,081 2,356 3,111
21 1927 Universitas Padjadjaran 1,411 3,037 2,522 2,066
22 2167 Universitas Mercu Buana 2,882 3,244 2,569 1,847
23 2335 Electronic Enqneering Polytechnic Institute of Surabaya 2,336 2,465 1,622 3.842
24 2398 Universitas Lampung 2,229 4,309 1,652 3,408
25 2427 Bina Nusantara University 3,206 2,507 1,858 3,243
26 2587 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2,939 1,313 2,220 4,382
27 2615 Universitas Hasanuddin University 1,626 3,414 2,156 4,382
28 2702 Universitas Negeri Semarang 1,591 4,414 4,323 2,646
29 2757 Brawijaya University* 2,321 4,688 3,669 2,646
30 2835 Universitas Udayana 2,837 4,757 2,711 3,179
31 2850 Universitas Riau Beranda 4,515 7,264 4,302 1,196
32 2949 Atma Jaya Yogyakarta University 6,844 6,029 1,782 2,390
33 3141 Universitas Katolik Parahyangan 2,193 7,308 4,365 2,678
34 3145 Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel 3,121 10,549 5,385 1,312
35 3483 STIKOM Surabaya 6, 560 9,743 7,392 555

36

3489

ISI Denpasar

4,626

10,824

4,770

1,461

37 3762 Informatics and Computer College Stmik Amikom 2,906 3,629 3,367 5,624
38 3878 Universitas Tarumanagara * 4,315 7,513 1,755 5,624
39 4127 Duta Wacana Christian University 3,957 5,171 3,041 5,624
40 4323 Universitas Widyatama 7,193 10,172 10,901 666
41 4337 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 2,544 2,295 5,070 6,898
42 4416 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 3,365 5,735 3,995 5,624
43 4575 Institut Teknologi Telkom(Sekolah tinggi Teknologi Telkom) 2,007 5,717 4,714 6,898
44 4788 Universitas Terbuka 4,226 3,859 7,791 4,154
45 4802 Universitas Trisakti 4,810 7,386 6,524 3,501
46 4815 Universitas Paramadina 4,497 9,037 7,750 2,844
47 4922 Ahmad Dahlan University 3,847 4,062 4,477 6,896
48 4935 Universitas Jember 3,892 6,586 4,656 5,624
49 5475 Institut  Sains & Teknologi  Akprind 5,332 6,913 3,675 6,898
50 5724 Universitas Sanata Dharma 6,065 5,559 5,517 5,624
Perajin Tua Pembuat Gerabah Tojan

Perajin Tua Pembuat Gerabah Tojan

Kiriman : Drs. I Wayan Mudra, MSn. Dosen Kriya Seni FSRD ISI Denpasar.

Gerabah Tojan adalah sebuah sebutan gerabah hasil perajin di Banjar Satra Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung Bali. Perajin di desa ini lokasinya mudah dijangkau, karena dekat perkotaan, berada diperumahan penduduk dengan kondisi desa yang sudah maju dilihat dari bangunan-bangunan fisik yang ada di desa tersebut. Namun sebaliknya, kondisi kerajinan gerabah di desa ini terlihat memprihatinkan dan masih bisa bertahan sampai saat ini, walaupun perajinnya terus berkurang dari jaman kejaman. Saat penelitian ini dilakukan perajin gerabah ini hanya tinggal dua keluarga yang masih ada hubungan kekeluargaan. Dua keluarga tersebut terdiri dari 4 orang wanita tua yang berumur di atas enampuluhan, dengan kondisi badan yang sudah renta masih mampu mengerjakan kerajinan gerabah dari awal pembuatan bahan sampai pembakaran. Semua pekerjaan tersebut mereka lakukan sendiri tanpa bantuan anak atau cucunya. Mereka menyebutkan anak dan cucunya saat ini tidak ada yang mau meneruskan usaha pembuatan gerabah, karena mereka menganggap kurang menguntungkan untuk kondisi saat ini.  Gerabah yang dikerjakan berawal dari kebutuhan masyarakat sebagai perlengkapan upacara agama, namun sekarang berkembang sesuai perekbangan jaman. Namun walaupun demikian seolah mereka mereka tidak bisa beranjak dari kemiskinan.

Lokasi pembuatan gerabah di tengah pemukiman penduduk kerapkali menimbulkan permasalahan pada warga sekitarnya. Betapa tidak, pada saat pembakaran gerabah, asap hasil pembakaran mengganggu pemukiman sekitarnya, asapnya yang dapat tebal dapat mengganggu pernapasan warga. Pembakaran yang menggunakan bahan bakar padat seperti  jerami, kayu bakar dan bahan-bahan lain seperti pelepah pisang, daun kelapa kering, dan sebagainya akan menghasilkan asap yang tebal serta dapat mengganggu pernapasan. Pembakaran gerabah perajin ini termasuk menggunakan tunggu ladang, karena proses pembakaran dilakukan di alam terbuka dengan cara menyusun benda-benda gerabah sesuai besarannya dan terakhir ditumpuk dengan bahan bakar. Berbeda dengan proses pembakaran gerabah pada perajin lain di Bali dilakukan pada ruang tertutup dengan tungku bak atau tungku yang lebih modern.  Jenis tungku ladang ini dibuat dengan tumpukan bahan seperti batu, bata, batako, genteng dan bahan-bahan sisa bangunan lainnya dengan perekat campuran pasir dan semen (PC). Pada bagian tengah tunggku dibuat lorong berfungsi sebagai aliran api. Gerabah yang sudah tersusun di atasnya ditutup dengan bahan bakar dan penyulutan api dilakukan pada mulut tungku pada bagian samping. Pengisian bahan bakar dilakukan berkali-kali sampai gerabah yang dibakar merah. Maka dari itu perajin tidak bisa meninggalkan tunggu selama proses pembakaran berlangsung. Proses pembakaran selesai setelah gerabah matang ditentukan oleh merahnya gerabah tersebut. Pembakaran tersebut berlangsung 1-1,5 jam. Hasil pembakaran yang baik dapat dilihat dari merahnya pada permukaan gerabah merata dan suara badan gerabah nyaring jika dipukul dengan benda keras.

Perajin membeli bahan baku dan mengolahnya sendiri menjadi bahan yang siap pakai. Teknik pembentukan dilakukan dengan teknik putar di atas sebuah bundaran kayu dalam istilah keramiknya bakaran tinggi disebut alat putar tangan (handwheel). Jenis-jenis produk yang dibuat antara lain benda-benda untuk keperluan upacara seperti coblong, payuk pere, senden dan sebagainya. Benda-benda tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar dengan harga relatif murah. Mereka juga mengerjakan alat peleburan perak yang dipesan oleh perajin perak yang berkembang di Kabupaten Klungkung. Penulis  melihat karena murahnya harga dan terbatasnya kemampuan perajin berproduksi maka hasil yang didapat dari hasil kerajinan menjadi rendah, sehingga mereka sulit beranjak dari kata ”kemiskinan”   Mereka memasarkan hasil produksinya di Pasar Klungkung dan belum bisa melayani jika ada pesanan dalam jumlah yang lebih besar. Kondisi perajin yang sudah tua merupakan kendala untuk berkembang lebih maju, walaupun peluang untuk berkembang masih terbuka.

Mereka berharap ada perhatian dari instansi terkait untuk membantu  paling tidak kerajinan gerabah ini terus bisa bertahan bahkan berkembang lagi dapat dipandang sebagai warisan budaya masa lalu. Jika tidak ada campur tangan pemerintah dalam mengatasi kerajinan ini lambat laun akan hilang. Karena mereka menuturkan keturunannya tidak ada yang mau meneruskan kegiatan membuat gerabah ini.

Beberapa hasil kerajinan gerabah Tojan antara lain:

1.      Alas peleburan perak.

2.      Coblong, senden dan pulu.

3.      Caratan kecil, dijemur setelah dibentuk.

4.      Perajin sedang melakukan proses pembentukan

5.      Perajin sedang mempersiapkan proses pembakaran gerabah di halaman rumah.

jadwal dan pengumuman pelatihan PKM 2011

unduh Jadwal Pelatihan PKM : Klik disini

unduh pengumuman PElatihan PKM : Klik disini

PENGGUMUMAN

Nomor :  421/I5.12.1/KM/2011

TENTANG

PELATIHAN PENULISAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM)

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR TAHUN 2011

Diumumkan kepada seluruh mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar, (terutama mahasiswa semester II, penerima Beasiswa PPA, BBM, Bidik Misi dan Supersemar)  untuk hadir pada :

Hari/Tanggal               : Senin-Selasa/7-8 Februari 2011

Pukul                           : 11.30 WITA

Tempat                        : Gedung Natya Mandala ISI Denpasar

Acara                           : Pembukaan dan Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa

Pakain                         : Jas Almamater.

Bagi mahasiswa penerima beasiswa PPA, BBM, Bidik Misi dan Supersemar tahun 2010 yang tidak mengikuti pelatihan PKM, akan dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa tahun 2011 sesuai persyaratan masing-masing beasiswa.

Demikian untuk diperhatikan terimakasih.

02 Februari 2011

an. Rektor

Pembantu Rektor III

ttd

Drs. I Made Subrata,M.Si

NIP.195202111980031002

Tembusan :

1. Rektor ISI Denpasar sebagai laporan

1. Dekan FSP ISI Denpasar untuk diketahui

3. Dekan FSRD ISI Denpasar untuk diketahui

4. Ka. Biro Administrasi Umum dan Keuangan

Pengumuman dan Jadwal Pelatihan PKM 2011

Unduh Pengumuman Pelatihan PKM : Klik disini

Unduh Jadwal Pelatihan PKM : Klik disini

PENGUMUMAN

Nomor :  421/I5.12.1/KM/2011

TENTANG

PELATIHAN PENULISAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM)

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR TAHUN 2011

Diumumkan kepada seluruh mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar, (terutama mahasiswa semester II, penerima Beasiswa PPA, BBM, Bidik Misi dan Supersemar)  untuk hadir pada :

Hari/Tanggal               : Senin-Selasa/7-8 Februari 2011

Pukul                               : 11.30 WITA

Tempat                          : Gedung Natya Mandala ISI Denpasar

Acara                             : Pembukaan dan Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa

Pakain                           : Jas Almamater.

Bagi mahasiswa penerima beasiswa PPA, BBM, Bidik Misi dan Supersemar tahun 2010 yang tidak mengikuti pelatihan PKM, akan dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa tahun 2011 sesuai persyaratan masing-masing beasiswa.

Demikian untuk diperhatikan terimakasih.

02 Februari 2011

an. Rektor

Pembantu Rektor III

ttd.

Drs. I Made Subrata,M.Si

NIP.195202111980031002

Tembusan :

1. Rektor ISI Denpasar sebagai laporan

1. Dekan FSP ISI Denpasar untuk diketahui

3. Dekan FSRD ISI Denpasar untuk diketahui

4. Ka. Biro Administrasi Umum dan Keuangan

Janger Bergirang Ceria Pasca Trauma G30S/PKI

Janger Bergirang Ceria Pasca Trauma G30S/PKI

Kiriman Kadek Suartaya, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

Lenggang girang dan dendang ceria kini kembali membuncah pada tari Janger. Jika dulu tari jenis pergaulan Bali ini lazimnya dibawakan oleh kalangan muda-mudi, belakangan kaum bapak-bapak dan ibu-ibu pun bergairah majangeran. Bahkan seperti dapat kita saksikan di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) atau dalam tayangan televisi, beberapa grup  Janger seluruh penarinya ibu-ibu. Kelompok ibu-ibu Banjar Babakan, Sukawati, Gianyar, misalnya, pertengahan September lalu menyajikan tari Janger di bale banjar setempat, sebagian menjadi pemain pria, kecak.

Janger biasanya dibawakan sekumpulan remaja pria dan wanita dalam jumlah yang seimbang banyaknya. Unsur utama yang disajikan dalam seni pertunjukan ini adalah tari dan nyanyi. Sebelum seluruh penari muncul di arena pentas, secara klasik diawali dengan nyanyian dan tari perkenalan oleh seluruh pemain dalam sebuah formasi menghadap penonton. Dalam perkembangannya, tari Janger tidak hanya menari dan melantunkan koor yang bersahut-sahutan namun juga ditambahkan dengan tampilan cerita yang dibawakan oleh pemain khusus. Janger yang disertai drama ini disebut Janger Malampahan alias Janger  berkisah.

Tari Janger sempat mengalami trauma berat. Itu terjadi setelah peristiwa kelam G30S/PKI pada tahun 1965. Pementasan Janger yang saat itu didaulat untuk mengumandangkan jargon-jargon partai politik, terjerembab menjadi seni yang bergidik. Tak sedikit para pegiat Janger yang pentas sebagai corong politik PKI dibunuh atau dikucilkan dalam pergaulan sosial hingga bertahun-tahun. Namun seiring dengan perjalanan waktu, sekitar tahun 1970-an, Janger mulai berani menggeliat. Janger menunjukkan eksistensi sebagai seni pentas hiburan yang merakyat namun tak jarang diganduli pesan-pesan pembangunan pemerintah Orde Baru.

Adalah Bung Karno, presiden pertama RI, begitu gandrung dengan tari Janger. Keriangan dan penuh semangat yang menjadi karakter tari ini menggugah presiden berdarah Bali itu  memberikan perhatian dan dorongan terhadap perkembangan seni pentas ini. Saat konfrontasi Indonesia dan Malaysia pada tahun 1963, sekaa-sekaa Janger yang marak di seluruh Bali dengan lantang memekikan “Ganyang Malaysia!“, baik dalam bentuk lagu maupun dalam lakon yang melengkapinya. Janger sebagai ungkapan seni juga sering diusung Bung Karno ke Istana Tampaksiring sebagai seni pentas terhormat bagi tamu-tamu negara.

Diduga cikal bakal munculnya tari Janger berawal dari budaya agraris tradisional. Untuk mengibur diri dan menghilangkan penat saat bekerja atau  panen, masyarakat petani di Bali suka bernyanyi-nyanyi, baik secara sendiri-sendiri maupun secara berkelompok saling berbalas. Adapun lagu-lagu yang banyak dikumandangkan adalah gending-gending dari ritual tari sakral Sanghyang yang merupakan ritus penolak bala. Pada tahun 1930-an Janger bermunculan dengan gending-gending kerakyatan yang dikembangkan dari koor para pelantun wanita dalam tari Sanghyang itu.

Kendati gending-gending-nya dikembangkan dari seni sakral, sejatinya kelahiran Janger adalah sebagai presentasi estetik semata, seni hiburan profan. Sebagi seni balih-balihan, tari Janger sering dipergelarkan untuk memeriahkan upacara keagamaan hingga tampil sebagai seni pertunjukan turistik. Namun ada pula komunitas-komunitas yang  tak hanya memfungsikan Janger sebagai seni pentas hiburan semata melainkan juga menghormati dalam konteks sakral. Sebuah komunitas di Bangli misalnya memaknai secara takzim kesenian Janger-nya sebagai tari keramat yang disebut Janger Maborbor dengan ciri pentas kesurupan menginjak bara api.

Janger Bergirang Ceria Pasca Trauma G30S/PKI selengkapnya

Loading...