by admin | Feb 11, 2011 | Berita
Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD) ISI Denpasar di bawah pimpinan Dekan, Dra. Ni Made Rinu,M.Si., kembali mengundang rasa bangga Rektor dan jajarannnya. Sebelumnya, Rabu (9/2) mahasiswa Jurusan Fotografi mengadakan audensi dengan Rektor terkait acara FKMFI (Forum Komunikasi Mahasiswa Fotografi Indonesia) Juni mendatang di kampus ISI Denpasar, kemarin Jumat (11/2), mahasiswa Jurusan Design Interior dilepas oleh Rektor sebelum berangkat ke Universitas Kristen Maranata di Bandung guna menghadiri acara bertajuk TKM DII (Temu Karya Mahasiswa Disain Interior se-Indonesia) dengan tema “Budaya Dalam Disain” yang akan berlangsung dari tanggal 13-18 Februari 2011. Pelepasan ini ditandai dengan penyerahan bendera FSRD dan ISI Denpasar oleh Rektor kepada mahasiswa.
Drs. D.A. Tirta Ray,M.Si, Pembantu Dekan bidang kemahasiswaan FSRD menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 68 mahasiswa Disain Interior, 2 dosen pendamping, serta 2 dosen pembimbing. Menurutnya, dalam TKM DII ini mahasiswa akan menghadiri workshop tentang finishing furniture, jewellery , Reka Oles, dan HAKI. Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan studi ekskursi untuk mahasiswa Jurusan Disain Interior. “Kami bertharap apa yang akan didapatkan selama di Bandung, dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Mahasiswa harus menjaga nama almamater, dengan terus menjaga etika dan attitude yang baik selama mengikuti kegiatan,” Rinu menambahkan.
Rektor ISI Denpasar, Prof.Dr.I wayan Rai S.,M.A., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan dosen yang selalu bekerja keras dalam setiap kegiatan kampus.”Dengan tema “Budaya dalam Disain”, kegiatan TKM DII ini akan menjadi ajang belajar yang sangat baik bagi mahasiswa untuk belajar tentang banyak hal di Universitas Kristen Maranatha. Hendaknya setiap mahasiswa berupaya agar selalu memberi citra positive bagi kampus kita,”harap Prof Rai.
Sementara itu, Prof. Paul Trinidad dari University of Western Australia, kemarin hadir menemui Rektor guna membahas draft MoU yang segera akan ditandatangani akhir Februari ini. Draft MoU tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak. Hadir pula dalam pertemuan tersebut, PR II, PR IV, Dekan FSRD, PD II, serta Ketua Prodi Fotografi, FSRD mendampingi Rektor.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Feb 11, 2011 | Berita
JAKARTA – Data yang cukup mengejutkan dirilis Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) terkait rendahnya penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sebanyak 32 persen dari 2.381.841 jumlah lowongan kerja terdaftar ternyata tidak dapat terisi oleh para pencari kerja. Hal itu dipicu rendahnya tingkat pendidikan serta tidak sesuainya keahlian dan ketrampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Ini masalah baru yang harus dipecahkan dalam waktu dekat. Karena setiap tahun jutaan sarjana berebut mencari pekerjaan,” ujar Menakertrans Abdul Muhaimin Iskandar saat membuka acara Career and Scholarship Expo XI yang diadakan di Kampus Universitas Indonesia, Depok Kamis (10/2).
Menurut laporan Informasi Pasar Kerja (IPK )yang diterima Kemenakertrans dari Provinsi dan Kabupaten/Kota, pada 2010 lowongan kerja terdaftar mencapai 2.381.841 orang, namun penempatan tenaga kerja hanya 1.620.221 orang. Artinya sebanyak 32 persen lowongan kerja di perusahaan-perusahaan tidak dapat terisi. “Karena itu ya solusinya, perusahaan diberikan kesempatan untuk bergerilya ke kampus-kampus seperti ini,” kata dia.
Acara UI Career and Sholarship 2011 sendiri memang digalang untuk mengatasi problem tersebut. Dalam acara di UI itu, ada 60 Perusahaan dan 14 Lembaga Pendonor Beasiswa yang melakukan proses rekrutmen dan seleksi langsund di lapangan. Diantaranya ada PT. Pertamina (Persero), Standard Chartered Bank, PT. Procter & Gamble Home Product Indonesia, PT. Astra Internasional, Total E&P Indonesia, Educatiun USA-AMINEF, Kampus France, Embassy of Japan (Education Section), dan lembaga Uni Eropa (Erasmus Mundus).
Muhaimin mengatakan, untuk meningkatkan prosentase dan jumlah lowongan kerja yang dapat terisi, pihaknya meminta kepada Dinas-dinas Tenaga Kerja dan pengelola pendidikan tinggi atau Universitas untuk mengadakan bursa kerja secara rutin. “Pelaksanaan bursa kerja sangat dibutuhkan untuk mempertemukan secara langsung antara pencari kerja lulusan universitas yang sedang mencari pekerjaan dengan perusahaan atau pengguna tenaga kerja,” kata Muhaimin.
Bursa kerja, kata dia, memiliki nilai penting dan strategis untuk mempercepat penempatan tenaga kerja secara praktis, efisien? dan efektif serta membantu pencari kerja untuk menemukan pekerjaan yang diinginkan. Bahkan untuk mempermudah pencari kerja, Kemenakertrans kini merancang Bursa Kerja Online (BKOL) yang tersambung secara online dengan perusahaan pencari kerja.
Solusi lain untuk meningkatkan lowongan kerja terisi, para pencari kerja dapat memenfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK). Disana mereka bisa meningkatkan keahlian dan keterampilannya sehingga bisa sesuai dengan kualifikasi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.
“Sebelum mendapatkan pekerjaan, pencari kerja bisa belajar dan berlatih dulu di BLK. Bahkan mereka pun bisa menggunakan Kios 3 in 1 yang memilki fasilitas dan program pendampingan untuk pelatihan, sertifikasi pelatihan dan penempatan kerja,” kata Muhaimin.
Yang tak boleh terlupakan, kata Muhaimin adalah keberadaan bursa kerja dan BKOL harus benar-benar di sosialisasikan bagi para pencari kerja sehingga memudahkan mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan. Pihak perusahaan pun diharapkan membuka diri untuk memberikan informasi kebutuhan pekerja bagi para pencari kerja. Tujuannya agar ada kesesuaian minat dan kualifikasi pendidikan sarjana dengan perusahaan tersebut. “Agar dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” pungkas Muhaimin. (zul)
Sumber: http://www.jpnn.com
by admin | Feb 11, 2011 | Berita, pengumuman
Formulir Pendaftaran Sosialisasi PMW : Klik disini
PENGUMUMAN
Nomor : 464 /I5.12.1/KM/2011
Tanggal 09 Februari 2011
Tentang
SOSIALISASI PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA
DI LINGKUNGAN ISI DENPASAR TAHUN 2011
Ditujukan kepada mahasiswan ISI Denpasar yang menyelesaikan kuliah 5 semester (duduk di semester VI atau minimal telah menempuh 80 sks, angkatan ≤ 2008), kami mengharapkan kehadiran Saudara pada :
Hari/Tanggal : 24 Februari 2011
Pukul : 12.30 – 14.30 WITA
Tempat : Gedung Natya Mandala ISI Denpasar
Acara : Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2011
Pakaian : Bebas Rapi.
Mahasiswa yang memenuhi syarat agar mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut di Sub.Bag. Kemahasiswaan Institut mulai hari : Kamis, 10 s.d. 22 Februari 2011dari pukul 10.00 s.d 14.00 WITA.
Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
an. Rektor
Pembantu Rektor III
ttd.
Drs. I Made Subrata,M.Si
NIP.195202111980031002
Tembusan :
1. Rektor sebagai laporan.
2. Dekan FSRD untuk diketahui
3. Dekan FSP untuk diketahui
by admin | Feb 11, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman I Gusti Ngurah Jaya Kesuma, Mahasiswa PS Seni Karawitan
Tari Legong Keraton adalah salah satu tari kelasik yang dipercaya sebagai sumber inspirasi munculnya tari-tari kreasi baru di Bali. Tari Legong adalah berasal dari desa Sukawati, yaitu di Puri Paang Sukawati. Dari Sukawati legong berkembang kebergagai pelosok desa di Bali seperti; di Puri Agung desa Saba ( sekarang di Puri Taman Saba), di Peliatan, di Bedulu, di Benoh Denpasar, dan lain sebagainya. Di desa Saba yaitu di Puri Saba tari legong keraton, menurut I Gusti Gede Raka sudah ada sekitar tahun 1911, dibawah pimpinan serta asuhan I Gusti Gede Oka yang bergelar Anak Agung di desa Saba, yaitu kakek beliau sendiri.
IGusti Gede Oka dengan membawa calon penari datang ke Sukawati, belajar tari legong di desa Sukawati yaitu di Puri Paang, dengan guru tarinya pada waktu itu adalah Anak Agung Rai Perit. Di atas tahun 1920-an kepemimpinan sekha legong di Saba yang juga merangkap sebagai pelatih dan pembina seka legong di Saba adalah putra beliau bernama I Gusti Bagus Jelantik sampai tahun 1940-an, yang mana beliau juga belajar di Puri paang Sukawati. Di atas tahun 1945-an kepemimpinan sekha legong yang juga merangkap sebagai pelatih dan pembina adalah I Gusti gede Raka yaitu keponakan dari I Gusti Bagus Jelantik, yang lebih dikenal dengan sebutan Anak Agung Raka Saba, karena beliau adalah orang Puri.
Tari Legong Keraton Saba dibawah binaan Agung Raka membawa nama tari Legong Keraton Saba sangat terkenal diseluruh Bali, dan juga di manca negara. Sekha Legong Keraton dibawah asuhan Agung Raka, sering melanglang buawana ke luar negeri, seperti misalnya; ke Italy, Jerman, London, Prancis, di bawah pimpinan langsung Agung Raka. Tahun 2000 Agung Raka meninggal dunia, dan selanjutnya kesenian di Saba di teruskan oleh anaknya yaitu I Gusti Ngurah Serama Semadi, yang lebih dikenal dengan sebutan Anak Agung Ngurah Rai Saba, sebutan ini adalah karena orang Puri. Keberadaan legong Saba tetap seperti sebelumnya, dan selalu membentuk regenersi demi tetap eksisnya legong Keraton Saba. Agung Rai ikut membantu ayahnya mengajar Legong sejak tahun 1980-an sampai sekarang.
Di Saba ada beberapa jenis Legong dilihat bdari judul yang digunakan, yaitu : 1. Legong Keraton Lasem, 2. Legong Keraton Sudarsana, 3. Legong Keraton Candrakanta, 4. Legong Keraton Semara Dahana, 5. Legong Keraton, Kupu-Kupu Tarum, 6. Legong Keraton Kuntir (Kutir), 7. Legong Keraton Legod Bawa, 8. Legong Keraton Bapang, 9. Legong Keraton Jobog. Semua jenis Legong ini pernah ada di Saba, tetapi sekarang yang biasa dipentaskan adalah Lasem, Jobog, Semara Dahana, Bapang, Sudarsana, dan Candrakanta.
Adapun beberapa jenis legong ini juga diajarkan di SMK. Negeri 3 Sukawati, seperti misalnya : Legong Lasem, Legong, Kuntir, Legong Bapang dengan memakai gaya yang memang ada di KOKAR yang sekarang bernama SMK. Negeri 3 Sukawati. Menurut I Gusti Gede Raka (Alm), Legong memang berasal dari Sukawati, tetapi setalah berkembang ke Saba, ke Peliatan, ke Badung, dan yang lainnya, maka akhirnya muncul stile-stile yang kemudian menjadi ciri khas daerah masing-masing. Selajutnya I Gusti Gede Raka mengatakan legong yang didapatkan di Sukawati adalah; Legong Lasem, Kuntir, Kupu-kupu Tarum, Jobog. Jenis Legong seperti; Legong Sudarsana, Semara Dahana, Legod Bawa, Candrakanta adalah lahir di Saba.
Sejarah Singkat Legong Keraton Saba selengkapnya
by admin | Feb 10, 2011 | Berita, pengumuman
Pokja ULP Pekerjaan Bangunan Pendukung Pembelajaran pada Institut Seni Indonesia Denpasar tahun Anggaran 2011 akan melaksanakan Prakualifikasi untuk paket pekerjaan jasa KONSULTANSI sebagai berikut:
1. Paket Pekerjaan
| Nama paket pekerjaan |
: |
Pekerjaan Bangunan Pendukung Pembelajaran berupa
PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG SERBA GUNA Pada INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR |
| Lingkup pekerjaan |
: |
Perencanaan Arsitektur, Struktur, Mekanikal, Elektrikal. |
| Nilai total HPS |
: |
Rp. 843.093.072 |
| Sumber pendanaan |
: |
DIPA Institut Seni Indonesia Denpasar TA. 2011 |
2. Pers yaratan Peserta
Klasifikasi BIDANG ARSITEKTURAL (11000), BIDANG SIPIL (12000), BIDANG MEKANIKAL (13000), dan BIDANG ELEKTRIKAL (14000), dengan kualifikasi GRID-3
3. Pendafta ran da n Pengambilan Dok umen Kualifikasi
Hari : Senin s.d Sabtu (hari kerja)
Tanggal : 10 Pebruari 2011 s.d 21 Pebruari 2011
Waktu : 09.00 Wita s.d 14.00 Wita untuk Hari Senin s.d Kamis
: 09.00 Wita s.d 12.00 Wita untuk Hari Jumat dan Sabtu
Tempat : Sekretariat ULP Institut Seni Indonesia Denpasar.
Alamat : Kampus Institut Seni Indonesia Denpasar, Jln. Nusa
Indah Denpasar.
Telepon/Fax : (0361) 227316, Fax (0361) 236100
E-mail : [email protected]
Website : www.isi-dps.ac.id
Pendaftaran dapat dilakukan dengan cara :
a) pendaftaran langsung ke ULP ISI Denpasar, Jln. Nusa Indah- Denpasar-Bali; atau
b) pendaftaran tidak langsung melalui:
e-mail ulpisidenpasar@isi-dps.ac.id
1. Pengumuman selengkapnya
2. Dokumen Prakualifikasi